로그인Aku dan adikku mengalami kecelakaan mobil. Jantungku robek, dan aku sangat membutuhkan operasi. Namun ibuku yang merupakan direktur rumah sakit justru memanggil semua dokter ke ruang perawatan adikku, untuk melakukan pemeriksaan seluruh tubuh padanya yang hanya mengalami sedikit lecet. Aku memohon pada Ibu untuk menyelamatkanku, tetapi dia malah dengan wajah tak sabar dan membentakku, "Kamu bisa nggak sih pilih waktu kalau mau cari perhatian? Kamu tahu nggak, adikmu hampir saja terluka kena tulang!" Akhirnya, aku mati di sebuah sudut yang tak terlihat seorang pun.
더 보기Melihat roh orang yang telah mencelakakanku hancur dan tak bisa bereinkarnasi, setidaknya membuatku merasa lega.Ibu setiap hari di penjara menanggung siksaan batin sebagai seorang Ibu, kadang menangis, kadang tertawa, kadang berlari, kadang mengamuk, bahkan kadang memukul orang, sampai dua atau tiga petugas pun tak mampu menahannya.Akhirnya polisi tak punya pilihan selain memanggil dokter dari rumah sakit jiwa, Ibu didiagnosis mengalami gangguan mental akibat trauma psikologis dan dibawa ke rumah sakit jiwa.Seiring waktu, kondisinya makin parah. Setiap bertemu orang, Ibu akan berkata, "Anakku bernama Esmerina, dia diterima sebagai mahasiswa pascasarjana di universitas top dunia, sekarang sedang kuliah di luar negeri.""Kalau dia pulang nanti, aku akan membawanya menemui kalian. Dia cantik sekali, sejak kecil sudah pengertian dan penurut."Kadang-kadang dirinya juga sadar sebentar. Setiap kali begitu, dirinya duduk diam di tempat tidur menatap ke luar jendela. Mungkin karena ikatan b
Orang tua dan kakakku yang mengetahui kebenaran itu menatap Lusvira dengan ekspresi tak percaya, semua orang tenggelam dalam keheningan.Ibu yang tersadar lebih dulu berlari dan mencengkeram pakaian Lusvira erat-erat. "Lusvira, kamu pembunuh! Kenapa kamu begitu kejam, bahkan pada kakak kandungmu sendiri kamu tega melakukan itu?!"Ibu makin emosional dan mengangkat tangan hendak memukul Lusvira, polisi segera menahannya.Ini adalah pertama kalinya selama bertahun-tahun aku melihat Ibu memukulnya.Mengetahui semuanya sudah tak bisa diperbaiki lagi, Lusvira tertawa keras sambil mendongak, lalu menoleh memandang Ibu. Tatapannya sudah kehilangan semua kehangatan. "Aku kejam? Bukankah itu semua yang kamu ajarkan? Aku pembunuh? Hari kecelakaan itu, bukankah Ibu yang panggil semua dokter ke kamarku sampai dia nggak bisa dioperasi tepat waktu? Kalau bukan karena Ibu, apa aku bisa begitu mudah membunuhnya?"Perkataan Lusvira menusuk hati Ibu seperti jarum baja. Tubuh Ibu menjadi kaku, seolah sel
Beberapa hari kemudian, karena rasa bersalah, Ibu mengadakan sebuah pemakaman yang masih bisa dibilang lumayan untukku.Yang datang selain beberapa kerabat dan teman, juga ada para dokter dari rumah sakit tempat Ibu bekerja.Perawat yang dulu menolongku juga ada, dia membawa setangkai bunga dan berdiri di depan makamku. "Maaf, kalau saja waktu itu aku sedikit lebih berani, mungkin kamu nggak akan mati."Di antara semua orang yang hadir, dia adalah satu-satunya yang pernah membantuku, tetapi juga satu-satunya yang meminta maaf padaku. Sebaliknya, ibuku sama sekali tidak merasa bersalah dan malah mencela diriku, seolah dengan begitu dia bisa menghapus dosa-dosanya, "Rina ini dari kecil memang nggak menurut, kali ini juga karena masih mendendam soal masa lalu dan ingin mencelakai adiknya, akhirnya malah dapat akibatnya sendiri."Para hadirin pemakaman semua tahu bahwa Ibu selalu memihak adik, juga tahu aku telah menahan banyak kesedihan selama bertahun-tahun, tetapi tak satu pun ingin iku
Alasan kenapa aku terlihat seperti dalam kondisi mental yang baik adalah karena dengan organ dalam yang sudah robek, aku sebenarnya sudah hampir tidak bertahan lagi, adrenalin dalam tubuhku sudah mencapai puncaknya.Sebagai seorang direktur rumah sakit, kalau saja Ibu sedikit lebih memperhatikan, pasti bisa melihatnya. Sayangnya dia hanya peduli pada adikku dan sejak awal sampai akhir tidak pernah melihatku sedetik pun.Ayah juga mengulurkan kedua tangannya ingin membelai wajahku, mungkin karena keadaan kematianku terlalu buruk, tangan yang terulur itu berhenti di udara.Setelah mendengar kabar itu, Lusvira segera datang bersama Kakak.Melihat wajah Ayah dan Ibu yang begitu terpukul, Lusvira sadar ada yang tidak beres. Begitu masuk, dia segera berlari ke sisi ranjangku, berlutut di lantai sambil berteriak, "Kakak, kenapa kamu begitu bodoh? Hanya karena aku dulu ambil jatah kuliahmu ke luar negeri, kamu dendam sampai begitu? Demi balas dendam ke aku, kamu sampai mencelakakan dirimu send
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.