Home / All / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 35 Permainan Indah

Share

35 Permainan Indah

Author: Heartwriter
last update publish date: 2026-04-26 17:36:55

Sudah sejak tadi ketegangan seksual yang terasa di sekitar mereka berdua yang semakin tak tertahankan.

Bahkan saat dj rumah sakit, Windy melakukan segala yang bisa Windy lakukan untuk menahan diri agar tidak menarik Wandra ke kamar mandi dan melakukannya di sana di bilik kamar mandi.

Jadi yang bisa Windy lakukan untuk saat ini hanyalah menunggu hingga di kamar apartemen ini, sampai dia dan Wandra bisa berdua saja.

Wandra sempat ijin ke kamar mandi untuk membilas wajahnya. Saat ini Wandra lemah,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   42 Aku Ingin Ini Aku Ingin Kamu

    Wandra tidak bisa menyangkal. Tubuhnya bereaksi pada kedekatan Siska, pada sentuhan Siska, pada aroma Siska yang bercampur dengan aroma manis asap liontin."Siska..." suaranya serak, hampir tidak terdengar, "...kamu akan menyesal nanti. Ini bukan perasaan yang sebenarnya. Ini—"Tapi kata-katanya terpotong saat Siska tiba-tiba menariknya dan menutup jarak terakhir di antara mereka.Bibir Siska menyentuh bibir Wandra—lembut pada awalnya, lalu semakin dalam, semakin penuh gairah.Dan pertahanan terakhir Wandra akhirnya runtuh.Tangannya yang tadinya hendak mendorong kini malah melingkar di pinggang Siska, menariknya lebih dekat. Bibirnya membalas ciuman itu dengan intensitas yang sama.Asap liontin memenuhi ruangan, aroma manis memabukkan semakin kuat, dan dua orang yang tadinya hampir tidak saling kenal kini kehilangan diri dalam hasrat yang tidak terkendali.Mereka bergerak dari pintu ke sofa, tubuh mereka saling menekan, saling menyentuh, saling menginginkan. Pakaian mulai longgar, na

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   41 Api Nafsu di Apartemennya Siska

    Setelah Bejo pergi dengan wajah penuh harapan dan air mata bahagia, suasana di atap gedung apartemen masih dipenuhi keterkejutan.Para satpam menatap Wandra dengan tatapan yang campur aduk—kagum, penasaran, dan ada juga kilatan keserakahan.Pak Budi melangkah maju, menatap Wandra dengan serius. "Nak, apa yang baru saja kamu lakukan itu... itu luar biasa. Kamu menyelamatkan nyawa Pak Bejo. Terima kasih.""Sama-sama, Pak. Saya cuma melakukan apa yang bisa saya lakukan," jawab Wandra sambil tersenyum.Tapi kemudian, salah satu satpam yang lebih muda—yang tadi skeptis tentang laporan Wandra—melangkah maju dengan ekspresi yang berbeda. Ada kilatan keserakahan di matanya."Eh, mas Wandra," katanya sambil tersenyum lebar—senyuman yang terlalu ramah, terlalu berharap, "kamu hebat banget bisa bikin Pak Bejo menang sampai hampir 10 miliar! Itu skill yang luar biasa!"Ia mengeluarkan smartphonenya dari saku. "Mas, aku juga main judol nih. Tapi aku sering kalah. Gimana kalau kamu bantu aku juga?

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   40 Pendekatan Tidak Biasa

    Saat suasana masih hening, pintu atap terbuka lagi. Dua satpam lain datang, dan bersama mereka ada seorang gadis muda—mungkin sekitar 25 atau 26 tahun—mengenakan pakaian kasual tapi rapi. Rambutnya dikuncir kuda, wajahnya cantik dan terlihat cerdas."Pak Budi, ini Mbak Siska," bisik salah satu satpam yang baru datang. "Penghuni lantai 15. Dia psikolog. Saya pikir dia bisa bantu."Pak Budi mengangguk berterima kasih.Siska melangkah maju dengan hati-hati, tidak membuat gerakan tiba-tiba yang bisa mengejutkan Bejo. Ia berdiri di samping Wandra dan Pak Budi, menatap Bejo dengan mata yang penuh empati."Pak Bejo," katanya dengan suara yang lembut dan menenangkan—suara yang terlatih untuk menangani situasi krisis, "nama saya Siska. Saya seorang psikolog. Boleh saya bicara dengan Bapak sebentar?"Bejo melirik padanya dengan tatapan kosong. "Psikolog? Untuk apa? Psikologi tidak bisa mengembalikan hidup saya. Tidak bisa mengembalikan keluarga saya. Tidak bisa melunasi hutang saya.""Itu benar

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   39 Orang yang Mau Bunuh Diri

    Cahaya matahari pagi menembus celah-celah tirai apartemen Caroline, menerangi ruang tidur yang berantakan. Wandra terbangun pertama kali, matanya terbuka perlahan dan butuh beberapa saat untuk menyadari situasinya.Ia berbaring di tempat tidur Caroline—tempat tidur king size yang luas. Di sisi kanannya, tertidur Caroline dengan napas teratur, selimut menutupi tubuhnya hingga bahu.Di sisi kirinya, Windy juga tertidur dengan posisi menghadap ke arahnya.Semua kenangan dari malam yang panjang dan intens itu kembali memasuki pikirannya dengan sangat jelas. Asap liontin yang keluar tak terkendali. Hasrat yang membakar. Tiga orang yang kehilangan kendali total dan...Wandra menutup matanya, menarik napas dalam. Ini sudah terlalu jauh. Efek samping liontin ini semakin tidak terkendali.Ia menyentuh liontin di dadanya—sudah dingin dan normal sekarang, seolah tidak pernah menyebabkan kekacauan apapun.Beberapa menit kemudian, Caroline bergerak. Matanya terbuka, tampak bingung sesaat, lalu ing

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   38 Pagi yang Membara

    Pagi menyingsing di kamar tidur Caroline yang luas ini, sinar matahari lembut menyusup melalui tirai tipis, menerangi tiga tubuh yang masih terjerat dalam seprai kusut.Jam menunjukkan pukul tujuh lewat, tapi tak ada yang peduli dengan waktu.Malam sebelumnya telah meninggalkan jejak kenikmatan yang tak terlupakan—persetubuhan biseksual antara Windy dan Caroline, diikuti hubungan intim segitiga dengan Wandra yang membuat mereka bertiga kelelahan tapi puas.Liontin perak di leher Windy masih terasa hangat, seperti pengingat bahwa hasratnya yang terpendam kini bebas mengalir.Windy, gadis berambut panjang bergelombang, terbangun pertama, merasakan denyut sisa orgasme malam tadi di liang keintimannya.Caroline, sang dokter cantik dengan kulit putih mulus, meringkuk di sisinya, napasnya pelan dan teratur.Wandra, pria berotot dengan tatapan dominan, berbaring di belakang Windy, lengannya melingkar di pinggangnya.Windy bergerak pelan, merasakan kehangatan batang kemaluan Wandra yang sudah

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   37 Permainan Segitiga

    Di kamar sebuah apartemen, suasana malam ini terasa panas dan penuh rahasia.Windy, seorang wanita berusia 28 tahun dengan rambut panjang bergelombang dan senyum misterius, telah lama menyimpan perasaan yang rumit di hatinya.Sebenarnya, Windy adalah gadis yang cenderung lesbi. Walaupun dia juga pernah memiliki cowok—hubungan singkat yang lebih seperti eksperimen daripada komitmen—gairahnya pada cewek kadang tak terbendung. Itu seperti api yang menyala-nyala di dalam dirinya, siap meledak kapan saja.Sudah lama Windy naksir Caroline, sang dokter cantik yang bekerja di rumah sakit kota. Caroline, dengan mata hijau yang tajam dan senyum hangat yang selalu membuat pasiennya tenang, adalah idola Windy.Mereka bertemu pertama kali saat Windy mengantar temannya ke klinik, dan sejak itu, Windy sering mencari alasan untuk mampir—entah untuk konsultasi kecil atau sekadar menyapa.Tapi Windy tidak berani beraksi. Rasa malu dan ketakutan akan penolakan membuatnya hanya bisa memandang dari kejauh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status