LOGINMonica Althansia tumbuh sebagai anak yang tidak pernah diinginkan. Dimata keluarganya, ia hanya lah noda yang merusak kehormatan. Ayahnya membencinya, dunia menolaknya. Namun hidup Monica berubah ketika sebuah kesalahan membawanya pada kehamilan yang tak diinginkan, dan rahasia kelam yang selama ini disembunyikan. Semakin ia mencari lebih dalam, semakin ia sadar bahwa dirinya bukan hanya sekadar “Aib keluarga.” Ia adalah kunci kehancuran mereka. Dan seseorang siap membunuh untuk memastikan rahasia itu tetap terkubur.
View More“Gerak!”Suara Isaac terdengar tajam di tengah kegelapan yang tiba-tiba menelan lorong itu. Tidak ada cahaya, hanya suara napas dan langkah yang bercampur dengan dentuman tembakan yang sesekali memecah udara. Monica tidak sempat berpikir panjang. Tangannya langsung ditarik, tubuhnya dipaksa bergerak mengikuti arah Isaac yang sudah lebih dulu membaca situasi.Lantai terasa dingin di bawah langkah cepat mereka. Bau logam dan debu memenuhi udara. Monica menahan napas, berusaha tetap fokus meski jantungnya berdetak terlalu keras. Di belakang mereka, suara langkah kaki semakin dekat. Orang-orang itu tidak asal bergerak. Mereka terlatih.“Belok kiri,” bisik Isaac cepat.Monica mengikuti tanpa ragu. Tangannya sempat menyentuh dinding untuk menjaga keseimbangan. Dalam gelap seperti ini, insting lebih penting daripada penglihatan. Satu kesalahan kecil bisa berakhir fatal.Suara tembakan kembali terdengar. Kali ini leb
“Kamu akhirnya keluar juga.”Suara itu tenang, tapi cukup untuk membuat langkah Monica berhenti. Lorong panjang itu terasa semakin sempit, lampu di atas berkedip pelan seperti menahan sesuatu yang akan pecah.Monica tidak langsung mendekat. Ia berdiri beberapa langkah dari pria itu, menjaga jarak. Tatapannya tajam, mengunci wajah yang sejak tadi memenuhi pikirannya. “Kamu yang ada di foto itu.”Pria itu tersenyum tipis. “Dan kamu lebih cepat mengenali daripada yang aku kira.”Monica menyilangkan tangan di dada. “Gue nggak suka buang waktu.”Pria itu mengangguk pelan, seolah menghargai jawaban itu. Penampilannya rapi, terlalu rapi untuk seseorang yang berdiri di lorong dingin seperti ini. Jas gelapnya tanpa cela, sorot matanya tenang, tapi ada sesuatu yang tidak bisa dibaca di dalamnya.Isaac keluar dari ruangan di belakang Monica. Langkahnya cepat, langsung berhenti di sampingnya. Posisi tubuhnya sedikit maju, refleks
“Lo pikir ini cuma interogasi biasa.”Suara Isaac terdengar berat dari balik pintu yang baru saja terbuka. Langkahnya masuk tanpa ragu, jas gelapnya masih rapi, tapi sorot matanya jauh lebih tajam dari biasanya. Ruangan dingin itu langsung terasa lebih sempit.Monica tidak bergerak dari kursinya. Ia hanya menoleh sedikit, cukup untuk memastikan siapa yang datang. “Gue udah tahu ini bukan prosedur biasa.”Isaac berhenti di samping meja. Tatapannya langsung tertuju ke kamera pengawas di sudut ruangan. Ia tidak berkata apa-apa selama beberapa detik, seolah menghitung sesuatu dalam kepalanya.“Matikan itu.”Nada suaranya datar, tapi penuh tekanan.Petugas yang berjaga di luar sempat ragu. Namun, pria yang tadi menginterogasi Monica muncul kembali dan memberi isyarat singkat. Lampu kecil di kamera padam.Ruangan itu kini terasa lebih sunyi.Monica menyilangkan tangannya. “Lo cepat juga.”Is
“Duduk.” Suara itu terdengar datar di dalam ruangan yang dingin. Monica melangkah masuk tanpa ragu, kursi logam di tengah ruangan terlihat sederhana, suasananya menekan. Lampu putih tepat di atas kepala menyinari area itu tanpa bayangan. Monica duduk perlahan, punggungnya tegak, tangannya diletakkan di atas meja dengan tenang. Ia tidak menunjukkan kegelisahan, meski tekanan di ruangan itu terasa jelas. Di depannya, seorang pria berseragam duduk dengan map tebal di tangan. Seragamnya rapi, garis bahunya tegas, dan wajahnya tidak menunjukkan emosi. Segalanya terasa terukur. “Kami akan mencatat semua pernyataan Anda.” Monica mengangguk kecil. “Silakan.” Pria itu membuka map di depannya. Beberapa lembar dokumen tersusun rapi, termasuk foto-foto dari lokasi klub. Tangannya bergerak perlahan, memilih halaman yang ingin ditunjukkan. “Barang bukti ditemukan di area penyimpanan.” Monica menatap dokumen itu sekilas, sebelum ia menjawab tanpa ragu. “Itu bukan milik saya.” Pria itu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.