Share

Bab 21

Author: Finella Zakaria
Perlu diketahui bahwa kedua keluarga selalu bekerja sama, dengan bertindak seperti ini akan merusak hubungan.

Karin mengerutkan kening, "Bukannya Kak Simon dulu sangat benci Nayla? Kok tiba-tiba membelanya?"

"Mungkin dia takut merusak kerja sama dua keluarga, bagaimanapun juga dia CEO grup, pasti mengutamakan kepentingan Keluarga Jatmiko dan grup," jawab Hans.

Karin merasa masuk akal.

Dia tidak berpikir lebih jauh, tahu Hans paling benci diancam, lalu pura-pura ingin menangis, "Semua ini salahku, Tuan Muda Michael demi aku jadi menyerang Nayla. Kalau waktu itu aku menahan diri, pasti nggak bakal terjadi apa-apa."

"Lebih nggak akan buat Kak Hans terpaksa urus surat nikah dengan Nayla."

Ucapannya berhasil membuat amarah Hans makin membara dan makin benci pada cara Nayla.

"Dia begitu suka pakai cara kotor, setelah menikah akan kuberi pelajaran, biar dia ubah sifat putri manja yang licik dan sombong itu."

Karin berucap manis, "Kak Hans, aku tahu kamu cuma karena janji tiga tahun lalu baru
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Meisya Ayu
gk jelas buka kunci mulu
goodnovel comment avatar
Meisya Ayu
lama"aku hapus novel ini,, bikin yg baca kesel aja harus tunggu mulu
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 299

    Nayla mendengus dalam hati, menahan rasa pahit tanpa memikirkannya lebih lanjut.Memang benar bahwa Simon tadi melindunginya.Sangat perhatian padanya.Namun dia tetap bertanya-tanya, bagaimana bisa saat melindunginya, Simon malah berpihak pada Shania?Shania kembali ke sisi kakeknya, senyumnya bersinar. "Kakek, kamu tahu sendiri hubunganku dengan Simon. Mana mungkin dia menikah dengan orang lain?""Simon cuma membantu Kakek Dio merawat Nona Nayla. Nggak lebih dari itu."Wajah Pak Thomas melembut. "Keluarga Tanu dan Jatmiko memang sejak dulu punya kerja sama yang sangat dekat. Wajar saja kalau Simon membantu merawat nona Keluarga Tanu.""Simon memang selalu perhatian."Shania tersenyum puas, melemparkan pandangan kemenangan ke arah Nayla sebelum kembali fokus pada acara."Malam ini perayaan ulang tahun Kakekku. Silakan nikmati pestanya. Maaf kalau masih ada kekurangan."Kata-kata Shania yang ramah dan sopan membuatnya semakin disukai.Suara dingin dan acuh tak acuh tiba-tiba memecah ke

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 298

    Suara Simon tidak terlalu keras atau pelan, tapi terdengar jelas menembus keramaian di sekitarnya.Nayla terdiam kaku, terkejut hingga tak bisa berkata-kata.Matanya terpaku pada wajah suaminya. Garis-garis wajahnya yang tegas seolah diterangi oleh cahaya yang halus.Rasanya seolah seluruh hatinya diterangi.Inikah alasan dia suka kepada pria ini?Tak peduli situasi apa pun, tak peduli siapa yang hadir, Simon selalu melindunginya.Berulang kali, Simon membuatnya merasa aman dan dihargai, dilindungi oleh kasih sayangnya.Wajah Pak Thomas tampak muram. "Istri?""Istri! Pak Simon sudah menikah?""Tapi, tunggu sebentar. Bukannya Nayla bertunangan dengan adiknya?""Iya, memang benar.""Nggak kelihatan sama sekali. Ternyata Simon tipe orang yang suka main belakang dengan mantan pacar adiknya sendiri?"Ruangan itu dipenuhi bisikan.Mendengar bisikan-bisikan itu, Nayla menyadari betapa konyol usahanya mengejar Hans.Tanpa disadari, hal itu telah menjadi rintangan yang menghalangi jalannya bers

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 297

    Tidak bisa dideskripsikan dengan kata mewah saja.Ini adalah simbol kekuasaan dan status."Kamu suka?" Simon melihat kekaguman di matanya dan bertanya dengan lembut.Nayla tersadar kembali dan tersenyum padanya. "Yang begini nggak bisa dibeli di Hanka.""Beli di sini saja."Suara Simon lembut, seolah membicarakan sesuatu yang biasa, tapi mengandung aura berkuasa dan kekuatan yang mutlak.Nayla tidak ragu sedikit pun akan kemampuan Simon.Sebelum dia sempat bicara, suara perempuan yang jernih terdengar. "Simon ...."Pandangan Nayla beralih.Seperti embusan angin, sosok itu muncul di hadapan mereka. Wajahnya yang biasanya angkuh kini bersinar dengan kegembiraan."Kukira kamu nggak akan datang. Terima kasih. Aku tahu kamu nggak tahan melihatku sedih."Shania mengenakan gaun malam yang mewah dan rambutnya ditata dengan rapi. Di bawah sorotan lampu, keanggunannya sangat menarik perhatian.Tapi, senyumnya hanya bertahan kurang dari tiga detik.Begitu melihat Nayla, senyumnya langsung memudar

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 296

    Jika membuat orang ini marah, jangan harap bisa lanjut membuka supermarket.Nayla mengira kejadian tadi hanya karena salah penempatan barang dan tidak terlalu memikirkannya.Tapi, raut wajahnya tetap tegas. "Untung saja kali ini nggak ada yang terluka. Tapi kamu harus lebih memperhatikan keselamatan. Nggak boleh sampai terjadi lagi.""Benar sekali. Kami pasti akan lebih berhati-hati."Manajer tersebut sangat ramah, bahkan memberikan mereka beberapa kartu hadiah.Meski Nayla menolak, dia tetap dipaksa menerimanya.Setelah berpikir sejenak, Nayla memberikan satu kartu kepada Soni. "Kamu yang kejatuhan barang. Kamu saja yang terima."Tangan Soni terselip di saku celananya. Tubuhnya yang tinggi dan tegap seperti gunung, menunduk untuk melihatnya. "Menurutmu, aku peduli dengan uang sesedikit ini?""..."Nayla merasa telah mempermalukan dirinya sendiri.Apalagi saat berdiri di depannya, tubuhnya yang hampir 1,7 meter terlihat mungil dan ramping, memberi kesan sangat menekan.Perasaan bahaya

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 295

    Nayla merasakan tatapan itu dan menoleh, melihat Simon memberi instruksi, "Cari tahu siapa pelakunya."Setelah menutup telepon, Simon mendekatkan diri padanya, senyum tipis terlukis di bibirnya yang tipis. "Nyonya Jatmiko sangat pintar. Bagaimana bisa kamu menebaknya dengan benar?"Nayla masih tampak bingung. "Beneran ada yang sengaja merusak?""Mhm."Simon memegangi dagu tirus Nayla, matanya yang dalam menjadi semakin tajam. "Aku ingat, istriku juga belajar teknik ...."Ekspresi Nayla sedikit membeku.Dia mendorong Simon dengan lembut dan bangkit berdiri menuju kamar. "Tapi hasil belajarku jelek, nggak layak dibicarakan."Melihat punggung rampingnya pergi, mata Simon menjadi semakin gelap dan dalam....Selama dua hari berikutnya, proses syuting Nayla berjalan lancar.Karena pernah bekerja sama sebelumnya, kolaborasi kali ini terasa lebih lancar.Setelah menyelesaikan revisi naskah hari ini sesuai arahan sutradara, dia bermaksud pergi ke toilet sebelum pergi.Sebuah pesan masuk.Simon

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 294

    Nayla menyederhanakan pertanyaannya. "Apa dia orang yang kamu suka? Kamu sengaja memelukku di depannya tadi untuk membuatnya cemburu?"Mata Simon yang dalam berbinar dengan senyum menawan dan dia menjawab setiap pertanyaan."Pertanyaan pertama, dia bukan orang yang aku sukai.""Pertanyaan kedua, tentu saja bukan untuk membuatnya cemburu."Nayla menatapnya, mengamati ekspresinya.Tapi sia-sia saja.Ekspresi Simon tetap sama, tidak menunjukkan sedikit pun pura-pura.Dilihat dari sifatnya, kecil kemungkinan pria itu bohong. Karena dia sudah beberapa kali menyatakan bahwa Shania bukan orang yang dia suka.Artinya, itu memang fakta.Hati Nayla yang tegang pun tenang. Bukankah itu hal baik?Dia tidak punya pertanyaan lain lagi."Kamu pikir aku memanfaatkanmu?" Wajah Simon tiba-tiba mendekat, matanya menatapnya dengan tajam.Nayla memberikan senyuman paksa. "Aku memang curiga."Hal ini terlalu jelas.Dia melepaskan Simon dan berbalik untuk duduk di sofa.Dia mengambil bantal di dekatnya dan m

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status