Share

Bab 37

Author: Finella Zakaria
Karena Karin, berkali-kali Hans melampiaskan kemarahannya pada Nayla, bahkan memaksa Nayla berlutut untuk meminta maaf.

Orang yang tidak tahu pasti mengira adik perempuannya inilah yang merupakan pacar Hans.

Saat Nayla berpikir, suara Simon yang lembut terdengar dari atas kepalanya. "Nayla, kamu mau selesaikan masalah ini kayak gimana?"

Mata Nayla yang indah menyipit. "Apa pun yang kulakukan, boleh?"

Mata Simon dipenuhi kasih sayang. "Tentu saja."

"Baiklah." Sudut bibir Nayla melengkung membentuk senyuman, lalu dia berjalan menuju ranjang pasien.

Karin memiliki firasat buruk. Begitu melihat Nayla mendekat, dia mencengkeram erat selimut di tubuhnya. "Mau ngapain kamu?"

"Bukan apa-apa, cuma datang buat kasih kamu pelajaran." Nayla mengangkat sudut bibirnya, tetapi matanya hanya dipenuhi dengan rasa dingin, tanpa adanya senyuman.

Karin menatap Hans dengan wajah ketakutan, "Kak Hans, Kak Nayla terlihat menakutkan, aku takut..."

Hati Hans terasa sakit. Dia dengan cemas melindungi Karin di d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 303

    Kepalanya tertarik ke bawah tanpa terkendali, dan wajahnya menengadah.Posisi tubuhnya terlihat aneh dan mengundang perasaan lain."Nayla, kamu hebat, ya. Menggoda semua pria ke mana pun kamu pergi." Suara sinis Shania terdengar, diwarnai dengan sedikit kepuasan.Dia menoleh melihat ekspresi Simon di sampingnya.Seolah-olah Tuhan sendiri telah membantunya.Terlepas dari perasaan Simon kepada Nayla.Melihat Nayla tanpa malu-malu melemparkan diri ke pelukan seorang pria, Simon pasti merasa jijik.Benar saja, ekspresi Simon menjadi gelap.Hawa dingin terpancar darinya, matanya menajam menatap Nayla yang sedang dipeluk pria lain.Nayla menoleh, dan jantungnya berdegup kencang.Bagaimana dua orang itu bisa sampai di sini?Melihat ekspresi masam Simon yang seolah sudah salah paham, Nayla segera menjelaskan, "Ini nggak seperti yang kamu pikirkan. Rambutku tersangkut di gelangnya.""Beraninya bikin alasan sepayah itu? Nayla, kamu memang penulis naskah picisan. Mengarang alasan saja nggak bisa.

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 302

    Tatapan Nayla tertahan selama beberapa detik.Tiba-tiba, langit dipenuhi dengan kembang api yang memukau.Nayla terkejut, lalu mendongak penasaran.Kembang api menerangi wajah putih dan mulusnya. Matanya memantulkan cahaya yang gemerlap, membuatnya tampak semakin berseri dan memikat.Soni bersandar pada pagar balkon, memiringkan kepalanya. Tatapannya tertuju pada wajah wanita itu dengan sentuhan sesuatu yang sulit dijelaskan.Bibir pria itu tipis, sensual tapi tajam seperti pisau, melengkung menjadi senyuman samar. Sekilas tawa melintas di matanya yang tajam, tapi segera menghilang.Nayla menyadari tatapan itu dan menoleh kepadanya.Soni mengangkat alisnya, menawarkan senyuman yang penuh arti. "Cantik."Kembang api meledak dengan keras.Di tengah ledakan-ledakan itu, Nayla justru mendengarnya dengan jelas.Keningnya mengernyit, melemparkan pandangannya yang aneh pada pria itu.Tapi dia tidak berkata apa-apa.Tamu-tamu dari lantai bawah berduyun-duyun keluar ke halaman untuk menonton la

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 301

    Nayla merasa lemas dan lunglai.Tiba-tiba, sebuah tubuh yang kokoh menggendongnya, mengambil ponselnya, dan melesat ke sudut di samping mereka, berlari secepat kilat.Simon di luar teras mendengar suara itu. Dia berjalan ke arah suara dan melongok ke dalam, tapi tidak ada siapa-siapa di sana.Detik berikutnya.Shania memeluknya dari belakang, menempelkan wajah ke punggungnya."Simon, entah pernikahanmu nyata atau palsu, aku harus dengan kamu.""Tolong, jangan tolak aku ... oke?"Air mata dingin mengalir dari matanya, membasahi jas Simon.Keangkuhannya telah lenyap, digantikan oleh tatapan menyedihkan dan memohon.Nayla dibawa ke ruang santai di lantai tiga, jauh dari keributan di bawah.Setelah minum setengah cangkir air hangat, tubuhnya yang beku akhirnya mulai hangat kembali.Saat perasaannya mulai tenang, Nayla mengangkat pandangannya untuk menatap Soni di seberang ruangan. "Kamu dengar semuanya tadi?"Apa yang dia dengar di teras pasti juga sampai di telinga Soni.Jika tidak, Soni

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 300

    Dia mengangguk ringan dan mencari alasan untuk pergi.Tidak seharusnya dia datang ke sarang ular ini.Simon menyadari ketidaknyamanannya dan mengikuti dia, menggenggam tangannya. "Kamu mau ke mana?"Nayla meliriknya dengan datar. "Toilet."Suaranya dingin, dan begitu pula tatapannya.Meski biasanya memang seperti itu, Simon merasa sangat bersalah atas reaksinya malam ini."Maaf. Aku punya utang padanya." Simon terlihat tegang, sebuah emosi yang jarang terlihat padanya.Nayla tersenyum tipis dan sinis. "Utang apa?"Dia juga ingin mendengar alasan apa yang membuat Simon tiba-tiba terdiam setelah membicarakan hubungan mereka.Dia tidak merasa terhina oleh sikap orang lain.Tapi, perubahan sikap Simon membuatnya terluka."Aku dulu ...""Simon."Shania mendekat dengan langkah pasti, wajahnya anggun dan percaya diri. "Bisa ikut aku sebentar? Aku perlu bicara denganmu."Kelopak mata Nayla melirik dari samping.Saat bertemu tatapan Shania, dia dapat melihat kesombongan dan provokasi.Wanita it

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 299

    Nayla mendengus dalam hati, menahan rasa pahit tanpa memikirkannya lebih lanjut.Memang benar bahwa Simon tadi melindunginya.Sangat perhatian padanya.Namun dia tetap bertanya-tanya, bagaimana bisa saat melindunginya, Simon malah berpihak pada Shania?Shania kembali ke sisi kakeknya, senyumnya bersinar. "Kakek, kamu tahu sendiri hubunganku dengan Simon. Mana mungkin dia menikah dengan orang lain?""Simon cuma membantu Kakek Dio merawat Nona Nayla. Nggak lebih dari itu."Wajah Pak Thomas melembut. "Keluarga Tanu dan Jatmiko memang sejak dulu punya kerja sama yang sangat dekat. Wajar saja kalau Simon membantu merawat nona Keluarga Tanu.""Simon memang selalu perhatian."Shania tersenyum puas, melemparkan pandangan kemenangan ke arah Nayla sebelum kembali fokus pada acara."Malam ini perayaan ulang tahun Kakekku. Silakan nikmati pestanya. Maaf kalau masih ada kekurangan."Kata-kata Shania yang ramah dan sopan membuatnya semakin disukai.Suara dingin dan acuh tak acuh tiba-tiba memecah ke

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 298

    Suara Simon tidak terlalu keras atau pelan, tapi terdengar jelas menembus keramaian di sekitarnya.Nayla terdiam kaku, terkejut hingga tak bisa berkata-kata.Matanya terpaku pada wajah suaminya. Garis-garis wajahnya yang tegas seolah diterangi oleh cahaya yang halus.Rasanya seolah seluruh hatinya diterangi.Inikah alasan dia suka kepada pria ini?Tak peduli situasi apa pun, tak peduli siapa yang hadir, Simon selalu melindunginya.Berulang kali, Simon membuatnya merasa aman dan dihargai, dilindungi oleh kasih sayangnya.Wajah Pak Thomas tampak muram. "Istri?""Istri! Pak Simon sudah menikah?""Tapi, tunggu sebentar. Bukannya Nayla bertunangan dengan adiknya?""Iya, memang benar.""Nggak kelihatan sama sekali. Ternyata Simon tipe orang yang suka main belakang dengan mantan pacar adiknya sendiri?"Ruangan itu dipenuhi bisikan.Mendengar bisikan-bisikan itu, Nayla menyadari betapa konyol usahanya mengejar Hans.Tanpa disadari, hal itu telah menjadi rintangan yang menghalangi jalannya bers

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status