Beranda / Romansa / Kawin Sama Mantan / 77. Penyelamatan kakek.

Share

77. Penyelamatan kakek.

Penulis: Ellina Exsli
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-24 22:43:40

Hari yang ditunggu Sia pun akhirnya tiba. Ini adalah hari di mana ia, Wenart, dan teman-temannya akan menyelamatkan Tuan Tua Agraf di dalam laboratorium yang dikelola Houston. Mereka menjalankan misi sesuai rencana. Dada Sia berdegup kencang, ini adalah kali pertamanya melakukan misi penyelamatan di tempat berbahaya.

"Kau yakin bisa melakukannya kan, Sia? Kuperhatikan sejak tadi kau menarik napas panjang berkali-kali." Sia mengangguk menjawab pertanyaan Melody.

"Ya, aku yakin, hanya sedikit gugup."

"Kalau kau merasa tidak yakin, biar kami saja bersama Paman Wenart."

Sia menggeleng. "Aku baik-baik saja, serius."

Ia tersenyum meyakinkan. Teman-temannya pun akhirnya mengangguk paham.

"Hei! Jangan hanya mengobrol! Ayo jalan!" Wenart yang memimpin misi itu sudah jauh berjalan di depan dan mengawasi penjaga yang menjaga ketat bangunan tersebut.

Sia dan teman-temannya lantas menyusul Wenart. Mereka melihat beberapa pria kekar tengah berdiri dengan pandangan lurus ke depan, menj
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kawin Sama Mantan   86. Kunjungan Tuan Tua Valora

    Sia dan Adrian tiba di Villa ujung utara. Adrian memperlakukannya dengan sangat baik sejak mengetahui kehamilan Sia beberapa menit lalu. Sedangkan Sia merasa biasa saja, tidak terlalu senang bahkan merasa cukup buruk. Semua ini tidak ada dalam rencananya. Adrian membimbingnya masuk ke kamar mereka, ia meminta Dominic untuk membelikan aneka macam buah-buahan dan susu ibu hamil terbaik. "Mulai saat ini, kau tidak boleh keluar ke mana pun, tidak boleh melakukan aktivitas apapun, kau hanya harus istirahat. Kau tidak boleh stres, jadi aku ingin agar kau mengatakan apapun keluh kesahmu padaku." Sia menatap Adrian dalam. Lalu beralih pada perutnya yang masih rata. Ada sebuah janin yang tumbuh dalam perutnya, yang akan memanggilnya Ibu. Dia tak memiliki kenangan yang baik pada orang tuanya tapi dia cukup sadar bahwa dia tak akan melakukan hal buruk terjadi pada anaknya. Adrian mengambil tangan Sia dan menggenggamnya. "Aku tahu kau memang tak pernah menginginkanku, tetapi aku mohon sekali

  • Kawin Sama Mantan   85. Sia Hamil.

    Saat Sia hendak memejamkan matanya, rasanya tak tenang. Sia lalu memanggil salah satu pelayan yang sudah ia percaya. Pelayan pria dengan usia pertengahan tiga puluh, dengan badan tidak terlalu kekar tetapi cukup mahir beladiri, pelayan yang sebelumnya sudah ia pilih sendiri. "Nona Sia memanggil saya?" Pintu diketuk dengan sapaan dari luar, Sia membuka pintu kamarnya. "Nona memanggil saya?" Ulangnya memastikan. Sia mengangguk, ia lalu mengambil dua botol yang sejak tadi ia pandangi itu. "Kau tahu ini apa?" Pelayan itu menggeleng ragu. Sia tersenyum. Dengan singkat Sia menjelaskan. "Ini adalah obat yang menyebabkan halusinasi, jika menggunakannya dengan dosis tinggi, orang yang mengonsumsinya akan gila. Aku belum melihat pastinya, tapi aku ingin tahu reaksi nyata obatnya." Pelayan itu hanya diam saja memandangi dua botol yang dipegang Sia. Ketakutan merambah di hatinya saat melihat wajah Sia yang cantik tapi memiliki hal hal yang mengerikan. "Lalu apa tugas saya, Nona?" Sia kemb

  • Kawin Sama Mantan   84. Serahkan GrafSia.

    Houston dan Sulli pulang ke rumah utama Agraf dengan perasaan yang amat begitu kesal. Mereka dibuat malu di depan semua orang divisi. Mereka semakin dendam pada Sia sebab tak terima atas apa yang baru saja mereka terima. Setibanya di rumah, Houston dan Sulli langsung mencari Sia yang kebetulan baru saja pulang dari laboratorium. Sia kaget saat tiba-tiba rambutnya ditarik dari belakang dengan kasar oleh Sulli. "Hei! Apa yang kau lakukan?" Sia memegangi kepalanya yang sakit. "Dasar wanita licik! Kau sengaja membuatku malu!" "Memangnya ada apa?" Kini Sia bersikap lebih tenang, karena tak mungkin membalas paman dan sepupunya itu dengan teriakan juga. Toh, ia sudah merencanakan sesuatu untuk keduanya. "Kau sengaja ya tak memberikan perusahaan The GrafSia juga padaku? Kau ingat, aku adalah pimpinannya saat ini! Dari semuanya! Jadi sudah seharusnya kau memberikan The GrafSia juga!" Houston menjelaskan dengan terengah karena emosi. "Sudah seharusnya aku juga yang mengelolanya, bukan? Bu

  • Kawin Sama Mantan   83. Semut gunung yang menarik.

    Tanpa diduga, Sulli juga ikut mengambil potongan dari vas bunga yang pecah. Ia mengambil bagian yang cukup tajam, yang bisa melukainya kapan saja. Sia kaget, kini dua orang benar-benar akan membunuhnya. Namun, ia tetap bersikap tenang, tidak banyak bicara, bahkan tidak bergerak sama sekali. "Saya harap Anda berdua tidak keterlaluan pada Nona Sia!" Pengawal pribadi Sia datang dengan cepat, tetapi Houston dan Sulli dengan kompak mendekatkan senjata mereka ke leher Sia. "Aku yang berharap agar kau menjauh dari sini!" Houston memperingatkan pengawal itu, tetapi pengawal itu tidak mundur. Malah ia semakin maju hendak melawan Houston dan Sulli untuk menyelamatkan Sia. Sia yang pergerakannya terkunci, akan benar-benar mati kalau pengawal itu maju selangkah lagi. "Tidak-tidak! Kau mundur saja! Tolong jangan membuat keadaan semakin runyam!" Sia meminta pengawalnya mundur, walaupun pengawal itu hendak membantah, tetapi akhirnya menurut juga. "Paman dan Sulli, tolong lepaskan senjata kalian

  • Kawin Sama Mantan   82. The Graf Imperial bangkrut.

    Setelah kembali ke kamarnya, Sia berpikir cukup lama. Dengan Sulli yang memaksa tinggal di rumah utama, hal itu membuatnya berpikir bahwa pamannya juga pasti tak akan menyerah begitu saja. "Apa yang harus kulakukan pada ayah dan anak itu? Paman dan Sulli tak akan berdiam diri. Di sini tak ada paman Wenart, aku sendiri." Sia bergumam sendiri. Ia tahu, sebentar lagi Houston pasti akan membalaskan dendam padanya, dengan atau tanpa Sulli. Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Sia menelepon Melody. Ia memiliki rencana besar dan ia membutuhkan bantuan seorang peretas handal seperti Melody saat ini. Ia langsung menelepon sahabatnya itu, tak perlu menunggu lama, Melody langsung menerima panggilannya. "Apa kau sedang sibuk?" Sia bertanya. 'Aku baru saja bangun, setelah semalaman bekerja.' Terdengar suara Melody yang malas dan masih mengantuk. "Maaf, aku mengganggu waktu istrahatmu. Tapi Melody, apa kau bisa membantuku lagi kali ini?" Suara yang malas itu tiba-tiba berubah menjadi semanga

  • Kawin Sama Mantan   81. Seluruh milikku untuk mas kawin.

    Adrian meminta Dominic untuk menyiapkan beberapa berkas dan surat-surat penting lainnya padanya. Dominic tidak banyak bertanya untuk apa, ia hanya melakukan apa yang diperintahkan tuannya. Adrian menunggu di ruang kerjanya sembari berkutat di depan layar komputernya. Dominic datang dengan tumpukan berkas yang diminta Adrian. Dominic menghela napas lelah. Ia lihat Adrian tengah fokus, hingga tak menyadari kedatangannya. Saat tahu, ia menoleh pada Dominic."Tolong buatkan surat pernyataan yang menyatakan bahwa semua aset dan surat-surat penting yang kumiliki akan dipindahkan atas nama Sia. Aku membutuhkannya secepatnya."Dominic terkejut. "Y-ya? Tuan, mengapa menjadi atas nama Nona Sia?"Adrian tersenyum. "Sebagai bukti bahwa aku benar-benar mencintainya dan tak ingin bercerai dengannya. Aku ingin memberikan seluruh aset yang kumiliki kepadanya sebagai mas kawin pernikahan kami. Karena saat kami menikah, aku bahkan tidak memberikannya apapun, bahkan seutas cincin. Jadi inilah bentuk pe

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status