Home / Pendekar / Kebangkitan Dewa Pedang Abadi / Bab 51 - Ketika Pintu Terbuka, Takdir Menyusul

Share

Bab 51 - Ketika Pintu Terbuka, Takdir Menyusul

Author: Akaiy
last update Last Updated: 2026-01-04 13:57:00

“Siapa?!”

Rambut ketiga pria itu seolah berdiri tegak. Mereka melonjak berdiri serempak, seperti burung yang terkejut oleh suara tembakan.

Qin Yuexi refleks menoleh ke arah pintu.

Sosok itu berdiri di sana tenang, tegap, dan begitu familiar.

Lin Yi.

Dalam sekejap, seluruh ketegangan yang menyesakkan dadanya runtuh. Tanpa alasan yang jelas, mata Qin Yuexi memanas. Ia ingin berlari, ingin bersembunyi di pelukan Lin Yi dan menangis sejadi-jadinya. Segala ketakutan, kemarahan, dan kepanikan yang ia tahan sejak tadi malam itu menyesakkan tenggorokannya.

Namun kesadaran menghantamnya kembali.

“Lin Yi, lari!” teriaknya panik.

Dalam benaknya, ada tiga pria dewasa yang jelas bukan orang biasa. Sementara Lin Yi betapapun cakapnya tetaplah seorang siswa. Bagaimana mungkin ia melawan mereka bertiga sekaligus?

“Jadi, kau Lin Yi?”

Pria bertubuh kekar itu menyipitkan mata, menatap Lin Yi dari ujung kepala hingga kaki, lalu mencibir dingin.

“Mau kabur? Sudah terlambat. Kau tak akan lolos.”

Lin Yi me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Dewa Pedang Abadi   Bab 60 - Terjun ke Dalam Keputusasaan

    Lompat bungee tanpa diragukan lagi adalah atraksi paling ekstrem dan mendebarkan di Taman Hiburan World Gate. Bahkan wahana menara jatuh tak pantas dibandingkan dengannya.Hari itu, taman hiburan dipenuhi lautan manusia. Namun hiruk-pikuk berubah menjadi ketegangan saat satu sosok meluncur jatuh dari ketinggian.Tong Yao.Dan dalam sekejap, jerit horor meledak di udara.Dia tidak mengenakan tali bungee!“Ah—!!”Teriakan panik saling bersahutan. Banyak orang refleks menutup mata, tak sanggup membayangkan akhir mengerikan yang akan terjadi.Memang, di bawah sana adalah kolam air tawar. Namun dari ketinggian ratusan meter, air tidak lagi berbeda dengan beton.Jika seseorang jatuh ke tanah, paling buruk tengkoraknya retak dan tulang-tulangnya hancur. Dengan sedikit keberuntungan, mungkin masih ada peluang hidup. Namun jatuh ke air dari ketinggian seperti itu?Tak ada harapan.Benturan pad

  • Kebangkitan Dewa Pedang Abadi   Bab 59 - Gerbang Dunia

    Tiba-tiba, sebuah pikiran berani dan mengerikan muncul di benak Tong Lei.Mungkinkah, Lin Yi sengaja mengendalikan nilainya sampai tepat di angka itu?Begitu ide itu muncul, Tong Lei segera menekannya.Mustahil.Seberapa besar kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk melakukan hal seperti itu?Bahkan peraih nilai tertinggi ujian masuk perguruan tinggi pun belum tentu mampu!Tong Yao, sang adik, jelas tidak berpikir sejauh itu.Dengan wajah cerah dan penuh semangat, ia mengguncang lengan Lin Yi. “Lin Yi, sekarang hasil ujian sudah keluar dan kita semua diterima di Universitas Changyang. Bagaimana kalau kita pergi bersenang-senang?”“Tentu,” jawab Lin Yi tanpa ragu.Sejak awal, prinsipnya sederhana: menuruti Tong Yao.Lagipula, di benaknya terngiang pesan Tong Deqiang meski perintah itu belum sempat ia tindak lanjuti.Tong Yao berpikir sejenak, lalu menjentikkan jari. “Oh iya! Ta

  • Kebangkitan Dewa Pedang Abadi   Bab 58 - Ketika Sang Master Memohon Ampun

    Detik sebelumnya, Yang Jianjun masih berdiri sebagai sosok gagah dan tak tertandingi.Detik berikutnya, tubuhnya tergeletak di lantai seperti anjing mati tak berdaya, tak bermartabat.“Ah!”Melihat Yang Jianjun kejang-kejang di tanah, wajah Lin Yi justru dipenuhi kepanikan. Ia segera melangkah maju dan membantu pria itu berdiri.“Tuan Yang, Anda tidak apa-apa?” tanyanya tulus.Hampir saja Yang Jianjun memuntahkan seteguk darah di tempat.Tidak apa-apa?Kata-kata itu tertahan di tenggorokannya. Dengan napas tersengal, ia tergagap, “Aku… aku…”“Maaf, Tuan Yang,” Lin Yi berkata penuh penyesalan. “Aku memang agak kuat. Kalau begitu, kita lanjutkan saja. Kali ini aku akan mencoba mengendalikan tenagaku…”“Tidak!”Rasa takut melintas jelas di mata Yang Jianjun.Bang!Sebelum siapa pun sempat bereaksi, Lin Yi kembali menampar kali ini tepat di dahi Yang Jianjun.Tubuh sang m

  • Kebangkitan Dewa Pedang Abadi   Bab 57 - Tamparan yang Membungkam Kesombongan

    “Kau yakin?”Pertanyaan itu meluncur dari bibir Lin Yi dengan nada tenang, namun justru terdengar rapuh, seolah kepercayaan dirinya runtuh sebelum sempat berdiri.Baru saja semua orang menyaksikan sendiri kekuatan mengerikan Yang Jianjun.Lalu… Lin Yi?Benar, dia cukup piawai bertarung. Namun perbandingan di antara mereka terlalu kejam untuk diabaikan. Yang satu hanyalah murid otodidak, sementara yang lain adalah master bela diri yang telah mengasah tubuh dan jiwanya selama puluhan tahun.Perbedaan itu seperti langit dan jurang.“Heh… heh…”Alih-alih marah, Yang Jianjun justru tertawa. Tawanya berat, sarat penghinaan.“Bagus. Sangat bagus.”Siapa pun yang memiliki mata pasti bisa melihat Lin Yi telah berhasil memprovokasinya.Sekejap saja, tatapan iba tertuju pada Lin Yi. Dalam benak mereka, bayangan masa depannya sudah tergambar jelas: tubuhnya dipukul jatuh, terguling di lantai seperti anjing

  • Kebangkitan Dewa Pedang Abadi   Bab 56 - Ketika Singa Menantang Naga

    Suasana mendadak membeku.Di dalam Phoebe Bar, musik yang semula memekakkan telinga terhenti seketika. Para staf saling bertukar pandang, menyadari ada sesuatu yang tidak beres, dan tak seorang pun berani menyalakan musik kembali.Kerumunan pelanggan berkumpul, membentuk lingkaran tak kasatmata di sekitar pusat keributan.“Dari mana bocah ini datang, berani ikut campur?” gumam seseorang.Huang Xiang melangkah maju dengan tenang, wajahnya sama sekali tak menunjukkan rasa gentar. Sikapnya justru membuat pria raksasa itu mengernyit sekilas kekhawatiran melintas di matanya.Meski bertubuh besar, dia bukan orang bodoh.Naluri mengatakan bahwa siswa muda di depannya bukan orang sembarangan. Bisa jadi, dia adalah pewaris generasi kedua anak orang kaya dengan latar belakang dan pengaruh yang tak bisa diremehkan.“Bukan aku yang mencari mati,” kata Huang Xiang dingin, suaranya rendah namun tajam. Ia menunjuk ke arah Tong Yao.

  • Kebangkitan Dewa Pedang Abadi   Bab 55 - Bayangan di Balik Lampu Neon

    Phoebe Bar adalah klub malam terbesar di Kota Xiang.Dengan standar konsumsi yang tinggi, tempat ini dikenal sebagai simbol gaya hidup kelas atas. Biasanya, pengunjungnya adalah pria dan wanita berusia akhir dua puluhan hingga awal tiga puluhan, orang-orang yang datang untuk melarikan diri dari rutinitas siang hari.Namun, malam ini berbeda.Di antara lautan mahasiswa yang merayakan kelulusan, muncul satu sosok yang terasa asing: seorang pria paruh baya mengenakan setelan Zhongshan. Rambutnya dibiarkan agak panjang, janggutnya tebal dan tak terurus, seolah ia sama sekali tak peduli pada penampilan. Keberadaannya kontras dengan gemerlap bar, seperti bayangan yang salah tempat.Di sampingnya berdiri Huang Xiang.Penampilannya rapi, percaya diri, dan penuh aura kesombongan, dua sosok yang berdiri berdampingan, namun berasal dari dunia yang sama sekali berbeda.“Guru Yang, terima kasih atas bantuan Anda malam ini,” ujar Huang Xiang sambil mengangkat gelasnya.Pria paruh baya itu bernama Y

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status