Kebangkitan Pembawa Kiamat

Kebangkitan Pembawa Kiamat

last updateLast Updated : 2026-10-07
By:  Laskar pelangiUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
20Chapters
21views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Semuanya bermula ketika retakan misterius muncul di langit dan perlahan mengubah dunia yang selama ini dikenal Kenzo. Dari balik retakan itu, makhluk-makhluk asing bermunculan tanpa diketahui dari mana asalnya. Setiap kemunculan selalu meninggalkan kehancuran, membuat manusia mulai menyadari bahwa apa yang terjadi bukan sekadar bencana biasa. Kenzo awalnya hanya seseorang yang kebetulan berada di tengah salah satu insiden tersebut. Namun, setelah kejadian itu, hidupnya mulai berubah. Dia mengalami mimpi-mimpi aneh, mendengar bisikan yang tidak bisa didengar orang lain, dan menemukan tanda-tanda misterius pada tubuhnya. Yang paling mengganggu adalah kenyataan bahwa energi dari retakan seolah memiliki hubungan dengan dirinya. Keadaan semakin sulit dijelaskan ketika sebuah benda misterius ditemukan dan menunjukkan reaksi aneh saat berada di dekat Kenzo. Divisi Penjaga Retakan yang selama ini berusaha memahami fenomena tersebut mulai menyadari bahwa perubahan yang terjadi pada Kenzo mungkin berkaitan langsung dengan retakan. Di tengah usaha mencari jawaban, Kenzo perlahan merasakan sesuatu yang asing di dalam dirinya. Sesuatu yang terkadang mengambil alih pikirannya, muncul dalam mimpi, dan seolah berusaha berkomunikasi dengannya. Semakin dia mencoba memahami apa yang terjadi, semakin banyak pertanyaan yang muncul tentang masa lalu, retakan, dan makhluk-makhluk yang berada di baliknya. Sementara retakan terus bermunculan di berbagai tempat, kemunculan makhluk-makhluk asing juga semakin sering terjadi. Anehnya, beberapa dari mereka menunjukkan reaksi berbeda ketika berada di dekat Kenzo, seakan-akan mengenali keberadaannya. Kini Kenzo harus menemukan jawaban sebelum perubahan dalam dirinya menjadi sesuatu yang tidak bisa dihentikan. Dia ingin tetap menjadi dirinya sendiri, tetapi semakin jauh dia mencari kebenaran, semakin jelas bahwa hubungan antara dirinya dan retakan bukanlah sebuah kebetulan. Sesuatu telah bangkit di dalam dirinya. Dan Kenzo tidak tahu apakah dia sedang berusaha mengendalikannya... atau justru sedang menunggu saat ketika sesuatu itu mengambil alih dirinya sepenuhnya.

View More

Chapter 1

Bab 1 = Hari Ketika Segalanya Berubah

“Jangan lari, Kenzo.” Ucap mahluk tersebut dengan nada tinggi.

Kenzo terus berlari meskipun suara itu terdengar jelas dari belakangnya. Lorong panjang yang dipenuhi kabut seakan tidak memiliki ujung.

“Aku tahu, kau dengar suara aku.” Suara itu terdengar lagi, kali ini begitu dekat sampai Kenzo bisa merasakan hawa dingin menyentuh bagian belakang lehernya.

Dia mempercepat langkahmya dan berbelok ke lorong sempit di sebelah kiri, berharap bisa menemukan jalan keluar. Namun baru beberapa meter berlari, dinding di depannya tiba-tiba berubah menjadi permukaan hitam yang menutup seluruh jalan.

Kenzo mendadak berhenti, menoleh ke belakang dan mendapati sosok itu sudah berdiri di ujung lorong.

Tubuhnya tinggi dan kurus dengan lengan yang terlalu panjang, sedangkan wajahnya tertutup kegelapan. Hanya sepasang mata merah yang terlihat jelas dari balik kabut.

“Si… siapa kamu?” Kenzo bertanya dengan suara gemeteran.

Makhluk itu berhenti beberapa langkah di depannya, masih dengan tatapan yang sulit dibaca. Sengaja memberi Kenzo waktu untuk mengenali sosok yang berdiri di hadapannya.

“Kau masih belum ingat?” tanyanya dengan suara rendah yang terdengar aneh di lorong tersebut.

Kenzo menggelengkan kepalanya, dia sendiri tidak mengerti apa yang sebenarnya diinginkan makhluk itu darinya.

“Aku nggak pernah kenal kamu,” jawabnya, berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa pun yang dikatakan makhluk tersebut hanyalah sesuatu yang tidak masuk akal.

“Bohong!.” 

Satu kata itu membuat badan Kenzo terasa membeku sesaat, matanya tidak pernah lepas dari sosok di depannya.

“Aku bahkan nggak tahu ini tempat apa…,” katanya, kali ini dengan suara yang lebih tegas,

Meskipun jauh di dalam dirinya mulai muncul perasaan aneh seolah-olah pernah berada di lorong itu sebelumnya. Makhluk itu memiringkan kepalanya dengan gerakan yang aneh.

“Kau selalu datang ke sini, Kenzo. Hanya saja setiap kali kau bangun, kau memilih untuk melupakannya.”

Kenzo menatap sekeliling. Dinding retak, lantai yang basah, kabut yang bergerak perlahan di antara kakinya. Semua terasa begitu nyata, sampai dia tidak yakin apakah dirinya sedang bermimpi atau benar-benar berada di tempat tersebut.

“Apa yang kau mau?” tanya Kenzo sambil tetap menjaga jarak.

Tatapannya tidak lepas dari makhluk yang berdiri beberapa langkah di depannya, mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang diinginkan sosok itu darinya.

Makhluk itu tersenyum. Bentuk senyumnya perlahan melebar hingga membuat wajahnya terlihat semakin tidak manusiawi.

“Aku ingin menunjukkan siapa dirimu sebenarnya.”

Kenzo merasakan bulu kuduknya berdiri. “Aku tahu siapa diriku.”

“Tidak!,” jawab makhluk itu. “…kau hanya tahu nama yang diberikan kepadamu.”

Kenzo terdiam sesaat. Perkataan itu membuatnya bingung, tapi sebelum sempat bertanya lebih jauh, makhluk tersebut tiba-tiba bergerak. Tubuhnya melesat ke depan dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

Kenzo langsung berbalik dan berlari sekuat tenaga. Kali ini tidak lagi peduli ke mana lorong itu membawanya. Dia menoleh ke belakang dan melihat bayangan hitam itu masih mengejarnya.

“Kenzo! Berhenti! Atau kau akan menanggung akibatnya…”

Kenzo berbelok tajam yang hampir membuatnya terjatuh ketika lantai di bawah kakinya tiba-tiba retak. Dia terus berlari sampai melihat cahaya putih samar di kejauhan seperti menemukan jalan keluar.

Namun ketika tangannya hampir mencapai cahaya itu, tiba-tiba ada sesuatu mencengkeram bahunya. Kenzo menjerit dan berusaha melepaskannya.

“Sudah kubilang,” bisiknya, “kau tidak bisa lari dari sesuatu yang ada di dalam dirimu sendiri.”

Kenzo menghantam tangan makhluk itu dengan siku. Cengkeramannya terlepas dan kembali bisa berlari menuju cahaya. Di belakangnya terdengar suara geraman yang membuat seluruh lorong bergetar.

Makhluk itu kembali menerjangnya. Namun, rasa sakit tiba-tiba menjalar dari bahunya hingga ke dada membuatnya terjatuh berlutut sambil menahan bahunya ketika tiga garis merah perlahan muncul di kulitnya, menyerupai bekas cakar yang baru saja menggores tubuhnya.

“Bagus,” katanya pelan setelah memperhatikan luka di tubuh Kenzo. “Tanda pertama sudah muncul.”

Kenzo mengangkat wajahnya dengan susah payah. “Apa yang kau lakukan padaku?”

Makhluk itu tidak menjawab justru berjalan mendekat dan menundukkan wajahnya hingga jarak mereka semakin dekat.

“Bukan aku yang melakukan itu...” jawab mahluk tersebut.

“Lalu siapa?” Kenzo menatapnya dengan bingung, berusaha mengatur napas di tengah rasa sakit yang masih menusuk dadanya.

“Dia.” Makhluk itu mengangkat tangannya dan menunjuk tepat ke dada Kenzo.

“Dia siapa?” Kenzo mengikuti arah jarinya, tetapi tidak melihat apa pun selain tubuhnya sendiri.

Belum sempat mendapatkan jawaban, sebuah suara tiba-tiba terdengar dari arah lain. Suara itu tidak berasal dari lorong dan bukan pula suara makhluk yang berdiri di hadapannya. Melainkan dari dalam tubuhnya.

“Bangun!” Ucap suara tersebut.

Suara itu terdengar lagi dari dalam kepalanya. Kenzo spontan menutup kedua telinganya, meskipun tahu tindakan itu tidak akan membuat suara tersebut menghilang.

“Diam!” bentaknya. “Berhenti ngomong di kepalaku!”

“Hahaha! sekarang kau mulai mendengarnya.” Makhluk di hadapannya justru tertawa kecil.

Kenzo menatapnya dengan napas yang masih terengah-engah. “Siapa dia?”

“Kalau kau ingin tahu, buka matamu.”

“Aku nggak percaya sama kau.” Kenzo langsung menggeleng keras.

“Tidak masalah,” jawab makhluk itu tanpa terlihat terganggu. “…kau akan mengerti ketika semuanya sudah terlambat.”

Cahaya putih yang sejak tadi berada di belakangnya perlahan berubah menjadi merah. Bersamaan dengan itu, suara seperti ribuan orang berbisik mulai memenuhi kepalanya. Kenzo memejamkan mata dan mencoba menutup telinganya lagi, tapi bisikan tersebut justru terdengar semakin jelas.

“Bangun, Kenzo...”

Kenzo menggeleng sambil menahan rasa sakit yang kembali muncul di kepalanya.

“Kenzo, bangun!!”

Kali ini suara itu terdengar jauh lebih dekat, seolah seseorang benar-benar berada tepat di samping telinganya.

“BANGUNN!!”

BRAK!

Tubuhnya terbangun dengan tersentak dari tempat tidur. Keringat dingin membasahi lehernya. Tangannya langsung meraih bahu yang terasa sangat sakit membuat terdiam ketika melihat darah menempel di telapak tangannya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Laskar pelangi
Laskar pelangi
Ini buku pertama semoga suka...
2026-10-06 20:54:26
0
0
Edi Putra
Edi Putra
Lanjut min
2026-10-06 20:48:34
1
0
20 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status