LOGINHal yang paling dibenci Yasmin adalah sikap tidak tahu malu Jimmy. Namun, Jimmy malah bersikeras ingin menjadi orang yang tidak tahu malu.Yasmin sudah susah payah menenangkan diri untuk bicara baik-baik dengannya, tapi sampai di titik ini, percakapan itu tidak bisa dilanjutkan lagi. Setelah menghela napas dan menggeleng beberapa kali, Yasmin akhirnya tidak berkata apa-apa lagi.Malam ini dia memang kembali menemukan sisi baik dari Jimmy. Namun, dia tetap memandang rendah orang yang tidak punya ambisi dan hanya ingin menjadi sosok tidak tahu malu seperti itu.Jimmy punya kemampuan?Tentu saja ada.Bagaimanapun juga, kemampuan medisnya jelas terlihat.Meski Yasmin meremehkan orangnya, dia tetap tidak bisa menemukan kekurangan dalam kemampuan medis Jimmy. Namun, kemampuan adalah kemampuan, karakter adalah karakter. Kalau hanya punya kemampuan tanpa karakter, apa gunanya?Setelah menghela napas dalam hati, Yasmin perlahan tertidur.Awalnya dia hanya berpura-pura tidur, ingin melihat apaka
Tiba-tiba, Yasmin menemukan sisi baik pada Jimmy. Setelah terdiam lama, akhirnya Yasmin membuka suara lebih dulu, "Jimmy, kita ... berdamai saja.""Berdamai?" Jimmy menoleh dan meliriknya. "Ini namanya kamu baru sadar, ya?""Bisa dibilang begitu." Yasmin jarang menunjukkan rasa bersalah, wajahnya sedikit meminta maaf. "Aku tahu temperamenku buruk. Contohnya malam ini, kalau orang lain, mungkin sudah nggak peduli sama nyawaku.""Kamu sedang beruntung." Jimmy tersenyum sambil menggeleng. "Kalau lima tahun lalu, dengan sikapmu seperti itu, entah sudah berapa kali kamu mati.""Nggak bisa kalau nggak membual, ya?" Yasmin mendecak, lalu melanjutkan, "Sebenarnya kamu membual juga nggak masalah. Asal nggak terlalu nggak tahu malu, kamu ini masih bisa diajak bergaul.""Kamu dari tadi bilang aku nggak tahu malu, memang aku nggak tahu malu di mana?" Jimmy menatapnya dengan tertarik. "Apa aku pernah melecehkanmu atau mengintip kamu mandi?"Ini benar-benar aneh. Dia sendiri tidak merasa pernah mela
'Sial! Wanita bodoh ini! Sudah tahu masuk angin, malah bergantian terus kena angin dan dekat api. Apa nggak cari mati ini namanya?'Jimmy segera bangkit dan mendekati Yasmin, lalu meletakkan tangannya di dahi Yasmin. Baru dia sadar, dahi wanita ini panas sekali. Wanita ini demam tinggi!Saat Jimmy masih mengumpat dalam hati, Yasmin merasakan dahinya disentuh. Tanpa berpikir panjang, dia langsung mengayunkan pukulan. Namun, pukulan itu lemah sekali. Bahkan kalau Jimmy tidak menghindar, kena pun tidak akan terasa sakit.Malah seperti pukulan manja pasangan."Kamu mau apa?" Yasmin menatap dengan marah. Aura marahnya ada, tapi suaranya sangat lemah."Kalau aku benar-benar mau melakukan sesuatu sekarang, kamu juga nggak akan bisa melawan."Jimmy menatapnya kesal. "Kamu pikir kamu masih punya tenaga untuk melawan? Kondisimu saja nggak kamu sadari?""Kamu berani! Uhuk uhuk ...." Yasmin mengangkat tangan ingin memukul, tapi tubuhnya hampir tidak punya tenaga. Bahkan mengangkat tangan saja tera
Setelah membersihkan ayam itu sampai tuntas, Jimmy baru berbalik. Saat ini, Yasmin sudah mengenakan pakaiannya. Memang tidak terlalu pas. Namun ... enak dipandang!Saat itu, Jimmy sebenarnya ingin melantunkan sebuah puisi.Dilihat dari depan seperti punggung bukit, dari samping seperti puncak gunung, dari dekat maupun jauh, tinggi rendahnya berbeda-beda.Namun, Jimmy merasa kalau puisi itu diucapkan, Yasmin mungkin benar-benar akan marah sampai muntah darah. Demi kemanusiaan, Jimmy pun mengurungkan niatnya, lalu mulai memanggang ayam itu. Kemudian, dia pergi lagi untuk mengambil tambahan kayu bakar.Yasmin yang merasa malu dan kesal, akhirnya jadi jauh lebih diam. Hanya saja, masuk anginnya tampak semakin parah. Dia terbatuk sesekali."Mau aku tusuk sebentar?" Jimmy menunjukkan sedikit kepedulian.Baru saja selesai bicara, tatapan setajam pisau langsung melesat dari Yasmin.Sampai melihat Jimmy mengeluarkan jarum perak, Yasmin baru memalingkan wajahnya dan berkata dengan dingin, "Nggak
Melihat Jimmy berlari masuk, Yasmin langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada untuk mencegah bagian tubuhnya terlihat.Mana sempat Jimmy melihat tubuhnya lagi? Dia langsung bertanya dengan cepat, "Apa yang terjadi?""Ponselku meledak." Yasmin memalingkan wajahnya ke samping.Sepertinya sedikit malu."Kenapa ponsel bisa meledak begitu saja?"Jimmy menatap sisa-sisa ponsel di tanah dengan curiga, lalu tiba-tiba menatap Yasmin dengan heran. "Jangan-jangan kamu panggang ponselmu di api?""Ehem ...." Yasmin batuk kecil, lalu wajahnya memerah. "Ponselku kena air jadi nggak bisa dipakai, aku mau telepon Kakek untuk kasih kabar kalau aku baik-baik saja ...."'Astaga! Genius sekali!'Jimmy menatap Yasmin sambil tertawa getir.'Wanita ini buta soal kehidupan sehari-hari atau gimana? Dia nggak tahu kalau ponsel bisa meledak kalau dipanaskan? Kenapa nggak sekalian saja pakai parang untuk motong kabel listrik?'Melihat Jimmy menatapnya seperti melihat orang bodoh, wajah Yasmin langsung se
Namun, Jimmy hanya sedikit menggeser tubuhnya, lalu berhasil menghindari tendangan itu."Hm?"Yasmin menatap Jimmy dengan heran.Bajingan ini benar-benar bisa menghindari serangannya? Seharusnya, dia tidak punya kemampuan seperti itu!Setelah berpikir sejenak, Yasmin tiba-tiba paham.Rubah Perak pernah menyelidiki Jimmy sebelumnya dan mengatakan bahwa saat menjadi satpam, bajingan ini pernah belajar sedikit teknik kuncian dan bela diri. Ditambah lagi sekarang Yasmin sendiri sedang terluka dan juga tidak benar-benar berniat menendangnya sampai mati. Jadi, wajar saja kalau Jimmy bisa menghindar."Sebaiknya kamu jangan memaksaku bertindak serius!" Yasmin menatap Jimmy dengan dingin, amarahnya terus membara."Jangan sampai kamu benar-benar serius." Jimmy tersenyum santai. "Kalau luka dalammu makin parah, kakekmu pasti akan cari aku lagi untuk mengobatimu."Sifat wanita ini memang agak buruk. Dengan kondisi seperti ini, luka yang seharusnya bisa sembuh dalam tiga hari, bisa berubah jadi tuj
Apakah Zisel benar-benar ketakutan, atau hanya ingin menumpang tinggal di sini? Padahal dia sudah diberi tahu tentang kondisi Jimmy sekarang, kenapa dia masih tidak punya kesadaran juga?Jimmy menghela napas pelan, lalu berkata dengan serius, "Kalau kamu benar-benar nggak berani pulang sendirian mal
Larut malam, Yasmin yang sedang terlelap tiba-tiba dibangunkan dengan tergesa-gesa oleh Rubah Perak."Apa? Si Jagal sudah mati?"Begitu mendengar laporan dari Rubah Perak, rasa kantuk Yasmin langsung lenyap. Wajahnya tampak tegang saat dia bertanya, "Bagaimana Si Jagal bisa menyusup ke Bataram? Kena
Dengan inti teluh di tangan Jimmy, langkah selanjutnya menjadi sangat sederhana.Cukup membuat satu sayatan kecil di dada Argani, lalu menyiksa inti teluh tersebut. Inti teluh akan menjerit keras, sehingga serangga guna-guna lain di dalam tubuh Argani otomatis keluar untuk menyelamatkan inti teluh.
Mobil sebagus itu, ternyata masih mobil termurah yang dimiliki Jimmy?Reaksi terkejut orang tuanya sudah sepenuhnya ada dalam dugaan Zisel.Zisel menarik napas dalam-dalam, suaranya sedikit bergetar saat berkata, "Kalian nggak tahu betapa kayanya Jimmy sebenarnya! Dan koneksinya itu mengerikan! Hari







