Share

Bab 497

Author: Darrel Gilvano
Melihat keadaan Gwenny seperti itu, kepala pelayan jadi ragu dan tidak berani bertindak.

"Lakukan!" teriak Rita dengan marah. Kepala pelayan menguatkan hati, lalu tiba-tiba mengerahkan tenaga di tangannya.

Krek!

"Aaahhh!!" Lengan Gwenny dipatahkan, seketika terdengar jeritan menyayat hati.

"Tutup mulutnya!" Rita kembali memerintahkan, "Jangan sampai orang lain menertawakan keluarga kita!"

Kepala pelayan tidak berani membangkang. Dia terpaksa menutup mulut Gwenny agar dia tidak terus berteriak.

"
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 650

    Jimmy ingin menghentikan pendarahan Basuki? Kelopak mata Sabrina langsung berkedut saat menatap Jimmy dengan heran.Ini bukan sifat Jimmy sama sekali! Kenapa dia tiba-tiba ingin menghentikan pendarahan Basuki? Sekte Bayangan? Apa hanya karena Basuki adalah orang dari Sekte Bayangan?Jangan-jangan Jimmy memang tidak berani menyinggung orang-orang Sekte Bayangan? Sekte Bayangan ini sebenarnya organisasi macam apa sampai Jimmy pun harus berhati-hati?Di tengah keterkejutannya, Sabrina segera melemparkan tatapan bertanya kepada Yunan."Ubah jadwal tiket pesawat saja," ujar Yunan sambil menggeleng pelan, lalu menghela napas. Hari ini mereka pasti tidak bisa berangkat.Tak disangka, seorang antek kecil yang tampaknya tak berarti justru menyeret seekor ikan besar ke permukaan. Kali ini benar-benar akan menjadi masalah besar!Sambil berkata demikian, Yunan menatap anggota Keluarga Enggana dengan penuh kebencian. Dia sama sekali tidak peduli hidup atau mati mereka.Yang dia khawatirkan adalah k

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 649

    Sukro juga merasakan ketakutan yang begitu besar. Namun, dia tidak akan menyerah begitu saja!Mereka masih punya sandaran! Diego yang berada di belakang Basuki adalah sandaran terbesar mereka!Basuki merupakan orang kepercayaan Diego. Kini, salah satu tangannya ditebas putus oleh orang lain. Tidak mungkin Diego hanya diam dan membiarkan hal itu terjadi.Selama Diego turun tangan, sekalipun pihak lawan memiliki kemampuan setinggi langit, mereka tetap pasti mati!"Minggir!" Basuki mendorong Sukro dengan wajah penuh amarah.Dia menggertakkan gigi erat-erat agar tidak mengeluarkan jeritan menyedihkan, sementara matanya yang merah karena darah memandang Yunan seperti ular berbisa.Meskipun serangan pedang tadi datang begitu tiba-tiba, dia tetap sempat melihatnya. Pedang yang menebas putus tangannya itu berasal dari wanita itu.Dalam mimpi pun dia tidak menyangka bahwa wanita dingin dan cantik yang sejak awal diabaikannya ternyata adalah seorang ahli yang menyembunyikan kekuatannya.Menghada

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 648

    Kesombongan paling besar adalah pukulan paling telak!Begitu kata-kata Jimmy selesai diucapkan, suasana langsung hening total. Semua anggota Keluarga Enggana menatap Jimmy dengan tercengang. Dalam hati mereka bercampur keterkejutan dan kegembiraan.Harus diakui, nyali orang ini memang luar biasa besar. Di hadapan Basuki, dia masih berani sesumbar seperti ini!Namun, mereka justru berharap Jimmy makin arogan. Makin parah dia menyinggung Basuki, makin mengenaskan pula nasibnya nanti!Setelah sempat tertegun sesaat, anggota Keluarga Enggana mulai berteriak-teriak lagi."Berani sekali kamu bicara seperti itu kepada Tuan Basuki!""Kamu meremehkan Tuan Basuki ya?""Orang bodoh memang nggak tahu takut! Memangnya kalian mampu menyinggung Tuan Basuki?""Benar-benar cari mati!"Wajah mereka penuh penghinaan, sambil terus menjilat Basuki. Istilah "anjing yang mengandalkan kekuasaan tuannya" benar-benar tergambar sempurna pada diri mereka.Namun, tampaknya Basuki tidak menyukai sanjungan mereka. A

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 647

    Namun, itu sudah merupakan kehormatan yang sangat besar bagi Keluarga Enggana!Pada saat itu, Basuki kembali bertanya dengan nada datar, "Orang yang kamu sebutkan itu, apakah masih berada di hotel? Kalau masih di hotel, kita langsung ke sana saja. Aku bekerja dengan mengutamakan efisiensi dan nggak suka bertele-tele.""Seharusnya sudah nggak di hotel lagi," jawab Sukro segera."Orang itu sangat sombong. Dia bahkan bilang akan datang ke Keluarga Enggana. Saat ini, kemungkinan dia sudah tiba di rumah kami."Sudut bibir Basuki sedikit terangkat.Dengan nada penuh kesombongan, dia berkata, "Bagus. Jadi aku nggak perlu buang-buang waktu."Mendengar perkataan Basuki, Sukro langsung sangat gembira.Langit benar-benar berpihak kepada Keluarga Enggana! Selama Pak Basuki bersedia turun tangan, orang-orang itu pasti tidak akan berakhir baik! Dendam putra dan cucunya akhirnya bisa terbalaskan! Nanti dia harus berterima kasih dengan sungguh-sungguh kepada Basuki.Selama mereka bisa bergantung pada

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 646

    Dalam perjalanan menuju Keluarga Enggana, Sukro terus menyusun kata-kata di dalam pikirannya. Dia memikirkan bagaimana cara menjelaskan kesulitan yang sedang dihadapi keluarganya kepada Basuki.Basuki sudah menebak bahwa Sukro memiliki sesuatu yang ingin disampaikan. Dia pun menutup mata dan berkata dengan nada tidak senang, "Kalau ada yang ingin dikatakan, katakan langsung. Aku nggak suka orang yang berbelit-belit atau menyembunyikan sesuatu dariku!"Mendengar perkataan itu, hati Sukro langsung bergetar. Setelah terdiam sejenak, dia memasang senyum penuh sanjungan. "Pak Basuki benar-benar jeli. Aku merasa kagum ....""Cepat masuk ke inti masalahnya!" potong Basuki dengan tidak sabar.Sukro tampak sedikit canggung, lalu berkata dengan hati-hati, "Terus terang saja, Keluarga Enggana sedang menghadapi sedikit masalah. Dengan kemampuan keluarga kami, aku khawatir kami nggak mampu menyelesaikannya.""Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Basuki tanpa membuka matanya.Sukro segera menjawab, "

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 645

    "Kalau mereka benar-benar ingin meminta maaf, mereka seharusnya sudah datang sejak setelah kejadian semalam. Untuk apa menunggu sampai kita yang datang sendiri ke sini?"Jimmy tersenyum tipis."Lagi pula, kalau mereka benar-benar takut sama kita, dengan penampilan pengecut seperti itu, mereka seharusnya sudah kabur sejak lama. Mana mungkin mereka malah duduk diam menunggu kita datang mencari masalah?""Hm?"Mendengar perkataan itu, kedua wanita tersebut langsung hanyut dalam pemikiran sendiri.Beberapa saat kemudian, secercah pemahaman muncul bersamaan di mata mereka.Benar! Membuat kita masuk ke dalam jebakan!Keluarga Enggana pasti sudah menyiapkan kartu cadangan untuk menghadapi mereka!Tetua keluarga itu kemungkinan besar tidak sedang dirawat di rumah sakit, melainkan pergi mencari bala bantuan. Sikap rendah hati yang mereka tunjukkan sekarang tidak lebih dari upaya untuk menenangkan mereka sementara waktu.Setelah memahami hal itu, keduanya tidak berkata apa-apa lagi.Tak lama kem

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 190

    Broto meratap dengan lirih, kepalanya tertunduk dalam-dalam. Dia tahu hari ini pasti akan datang. Namun, dia tak menyangka akan datang secepat ini.Tak heran Jimmy hanya memintanya datang seorang diri. Apa Jimmy memang berniat menagih perhitungan lama?Rasa takut tanpa batas langsung menyergap. Selu

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 181

    Andra yang diliputi amarah pun menampar dengan penuh tenaga. Tamparan itu jelas tidak ringan.Ervina yang tak sempat berdiri tegak langsung terempas jatuh ke tanah. "Kamu memukulku? Kamu benar-benar memukulku?"Ervina terduduk di lantai, menutup pipinya dengan tatapan kosong. Air mata menggenang saa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 148

    Pada akhirnya, Zisel tetap tidak berhasil mengubah keputusan keluarga Laura.Memikirkan bagaimana dia dan Jimmy sudah membujuk dengan niat baik, tetapi malah dianggap punya maksud tersembunyi, amarah Zisel langsung meluap.Biar saja mereka melompat ke lubang itu! Nanti juga ada saatnya mereka menang

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 146

    Penjaminan pinjaman? Enam ratus miliar?Mendengar itu, kening Jimmy berkerut semakin dalam.Bukankah Keluarga Kusuma sudah hampir tamat? Untuk apa mereka meminjam 600 miliar? Masa iya mau bertarung habis-habisan dengan Keluarga Tanoewan?Dengan kemampuan Keluarga Kusuma yang seperti itu, jangankan p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status