Home / Urban / Ah! Mantap Mas Ramli / Bab 188 gede banget

Share

Bab 188 gede banget

Author: Miss Luxy
last update Last Updated: 2026-01-04 22:02:10

Sementara itu Bagas menghampiri mereka yang nampak cengar-cengir. Entah kenapa kedua orang itu sedang berhenti di depan toko penjual pakaian dalam.

"Ayah, ayo kita pulang! Katanya mau pulang? Kok malah pada ngumpul di depan toko sempak!" tanyanya dengan muka lesu namun kata-katanya langsung membuat Ramli menutup mulut sang anak.

"Ehh, jangan ngomong gitu, Bagas! Nggak enak didengar Bu Vina!" bisik Ramli.

"Kan Bagas bener, Yah! Itu memang toko sempak, kan? Tuh, pada dipajang di patung?" sahut bocah itu seraya menunjuk ke arah patung manekin cowok yang bersebelahan dengan patung manekin yang memakai lingerie tersebut.

"Heh, anak kecil nggak boleh lihat gituan!" Ramli segera menutup mata sang anak dengan telapak tangannya.

"Ya nggak apa-apa lah, Yah. Itu kan baju juga namanya, Bagas juga udah pakai sempak kok. Eh, iya, atau mungkin ayah yang mau beli, soalnya ayah kan jarang pakai sempak!"

Sungguh, kata-kata bocah laki-laki itu seketika membuat Ramli sangat malu.

"Ehh jang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Chippy Ray
pokoknya suka dehh cerita ini
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 203 membawa Vina pergi

    "Iya, Bu! Tadi pas tidur ada ular masuk dan gigit tangannya Ayu. Untung saja ada Pak Edi datang, dan sekarang kok udah nggak ada orangnya, apa Pak Edi udah bawa Ayu ke rumah sakit, ya! Saya juga tidak melihat Bagas. Aduh Gusti, ini piye toh. Bagas nggak ada, Ramli malah ilang!" imbuh Mbok Yem bingung. Vina langsung panik, bagaimana bisa Ayu digigit ular sedangkan rumah ini sangat steril dari binatang melata karena ada Ramli yang selalu memastikan keamanan rumah itu dari orang jahat atau hewan liar. "Ya Tuhan. Tapi Ramli juga nggak kelihatan batang hidungnya, perasaan tadi dia keluar. Terus, dia ke mana?" batin Vina pusing. Karena nyatanya ia memang tidak melihat keberadaan sang pelayan. Justru, ia melihat kedatangan Tuan Andreas. Di sisi lain, Pak Sarip mengatakan bahwa ia melihat Bagas keluar dari kamar Ramli, sepertinya bocah itu sedang mencari keberadaan ayahnya. "Tadi saya lihat Bagas keluar, Bu. Tapi sekarang kok nggak ada. Saya sudah mencarinya ke mana-mana tapi tetap ng

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 202 bocor!

    Seketika Tuan Andreas terkejut dan melihat ke arah sang anak yang baru saja datang. Sialnya ia tidak tahu jika Vina sudah ada di sana. "Vina! Sialan! Mudah-mudahan saja dia tidak mendengarkan obrolan kami!" batin Tuan Andreas yang terlihat salah tingkah. Lalu, Vina mendekati ayahnya yang sedang bersama seorang pria yang memakai baju katelpak. Wanita itu masih mengenakan piyama handuk dengan rambutnya yang terlihat basah. Ia baru saja keluar dari kamarnya dan mendengar jika ada keributan di luar. Saat ia hendak mengecek dan bertanya kepada para pelayan, tanpa sengaja Vina melihat mobil sang Papa yang terparkir di halaman rumah. Benar saja, Vina mendapati Tuan Andreas sedang berbincang serius dengan seorang pria. "Papa kok ada di sini? Ada apa dan siapa dia, Pa?" tanya Vina seraya menunjuk ke arah pria itu. Tuan Andreas harus bisa menutupi rencananya agar dirinya tidak dicurigai oleh sang anak. "Ohhh, iya, tadi Papa nggak sempat ngasih tahu kamu. Pas Papa nginep di sini, Papa l

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 201 ke rumah sakit

    Tanpa pikir panjang, Edi langsung membuka pintu kamar Ramli, pria itu terkejut bukan main saat melihat Ayu yang sedang kesakitan karena telah digigit oleh seekor ular. Tubuh gadis kecil itu langsung menggigil sambil memegangi kakinya yang tergigit. Sedangkan ular cobra itu nampak keluar dari jendela. "Ayu!" Edi segera menghampiri Ayu. Dilihatnya tidak ada siapa-siapa di kamar itu selain Ayu. Entah di mana Ramli juga Bagas. "Ya Tuhan, Tuan Aland ke mana? Kasihan kamu, Nak!" Tanpa basa-basi lagi, Edi segera menggendong tubuh mungil Ayu untuk segera ia bawa ke rumah sakit. Pria itu panik dan langsung membawa Ayu begitu saja. Di sisi lain ular itu pergi ke arah halaman depan di mana ada Bagas yang sedang berada di sana. Entah kebetulan atau memang sudah apes. Ular itu juga menggigit kaki Bagas saat ia tak sengaja menginjak ekornya. Bocah itu seketika kaget dan langsung berteriak. Ramli yang saat itu sudah keluar dari kamar Vina. Tiba-tiba ia mendengar suara teriakan Bagas dari arah lu

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 200 melepas ular

    Ramli mulai menuangkan sabun peeling itu pada punggung sang majikan. Kemudian dengan gerakan tangan yang mantap, Ramli menggosok punggung Vina dari arah atas ke bawah. Vina memejamkan matanya, uap aromaterapi bercampur sentuhan tangan Ramli adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Ramli sendiri sedang menikmati punggung mulus sang majikan, satu tangannya sedang menggosok punggung namun tangan lainnya sedang berkelana mendaki gunung kembar Vina. Bisa dibayangkan bagaimana intim nya posisi mereka yang begitu dekat bahkan tanpa jarak. Vina sendiri tak mau berdiam diri, wanita itu menoleh ke arah Ramli dan tanpa aba-aba keduanya saling menyambar bibir masing-masing. Cecapan demi cecapan terdengar sangat erotis. Akhirnya Vina berbalik badan untuk mendapatkan sentuhan yang lebih dalam. Kini, keduanya dalam posisi saling berhadapan dan ciuman itu masih terpaut satu sama lainnya. Di saat asmara itu kian melanda. Di luar, seorang pria datang bertamu dan mengaku sebagai tukang ledeng yang diki

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 199 geli-geli menggelitik

    Sementara di tempat lain, Ramli masih bersama sang majikan. Tangannya masih memijit lembut pundak Vina perlahan turun ke bagian dada atas. Entah siapa yang mengomando, tiba-tiba tangan Ramli memijit sampai di dada bawah, ke bawah, dan semakin ke bawah. Bukannya melarang, Vina justru menikmatinya dan memberikan ruang banyak untuk pria itu. Sengaja Vina membusungkan dadanya dan membiarkan Ramli menyentuhnya bebas. "Ramli, aku suka sekali pijatanmu di sini. Jangan berhenti!" desah Vina sambil memegang kedua lengan kekar sang pelayan. Sementara tangan Ramli sangat terampil memijit dua gunung kembar itu secara presisi. Sedangkan ibu jari dan telunjuknya bertemu menekan ujung buah ceri yang mengkal dan mengeras itu. "Emmmm... Ssshhhh!" Sungguh, Ramli sangat pintar mencari titik-titik kelemahan sang wanita. Hanya sekali sentuh saja Vina sudah menggeliat tak karuan. Apalagi gerakan tangan pria itu bukan cuma sekedar memencet tombol tengah, tapi juga bergerak memutar seolah sedan

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 198 mengirimkan ular

    Sementara itu di tempat lain, Tuan Andreas memiliki rencana jahat hadiah untuk Ramli dan kedua anaknya. Setelah ia tahu bahwa Ramli adalah Aland Orlando. Pria itu memiliki ide gila untuk membunuh Aland dan anak-anaknya dengan cara yang bersih dan tentunya terbebas dari jeratan hukum. Datang seorang pria dengan membawa sebuah kotak besar berwarna hitam. Pria itu menghadap ke tuannya untuk menerima perintah yang tentunya akan dibayar mahal. "Selamat malam, Tuan! Saya sudah membawa pesanan Anda!" kata pria itu seraya melepaskan topi hitam yang dikenakannya. Tuan Andreas melihat kotak besar itu. Lalu pria itu duduk sambil memerintahkan untuk membukanya. Pria itu membuka tas besar itu. Setelah tas itu terbuka, pria itu memasukkan satu tangannya ke dalam untuk beberapa saat. Tuan Andreas menyipitkan matanya menunggu sesuatu yang akan dikeluarkan dari dalam tas. Setelah beberapa saat, pria itu mengangkat tangannya dengan seekor ular yang berbahaya dan tentunya berbisa. "Ini adalah king

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status