Beranda / Romansa / Kehangatan Pelukan Tetangga / Tidak Ingin Jatuh Lebih Dalam

Share

Tidak Ingin Jatuh Lebih Dalam

Penulis: menthogomez
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-12 03:22:59

Intensitas pertemuan Vania dan Gerald semakin sering apalagi setelah kejadian malam itu. Ditambah pula Vino yang sedang libur sekolah menjadi alasan karena bocah itu sering ke rumah sebelah. Di perumahan ini tak banyak tetangga yang ikut campur karena jarak antara dua unit rumah ke yang lainnya cukup jauh sekitar seratus meter. Dari pihak pembuat perumahan ini memang diberi jarak yang seperti itu.

Dua rumah dengan model berbeda yang pertama seperti milik Vania mewah namun hanya memiliki satu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kehangatan Pelukan Tetangga   Keputusan Sepihak

    Pagi-pagi buta, Vania mendengar suara deru mobil yang berhenti di depan rumah. Dia segera bangkit untuk melihat siapa yang datang pukul empat dini hari. Sesampainya di depan, dia mendapati Mas Adit yang sangat berbeda dengan tiga bulan yang lalu turun dari mobil. Tubuh pria itu menjadi kurus dan kulitnya berubah agak gelap. Sebenarnya pekerjaan apa yang diberikan oleh Gerald pada Mas Adit hingga mampu membuat pria itu berubah total. Lantas Vania pun segera menghampiri suaminya untuk membantu bawa masuk barang bawaan yang sepertinya tidak banyak. Hanya ada satu koper dan satu kantung plastik bercorak zebra. "Mas sini, biar aku bantu." Vania meraih kantung plastik di tangan sang suami. Dia bisa merasakan aura yang berbeda, entah kenapa perasaannya tidak enak. "Kalau boleh tahu, mas kerja apa?" "Banyak, kalau aku sebutkan satu-persatu bisa sampai nanti sore," balas Adit melirik ke arah wanita di sebelahnya. Sungguh dia dari dulu memang tidak menyukai Vania sama sekali, kalau bukan

  • Kehangatan Pelukan Tetangga   Dilema

    Keraguan terus muncul di dalam hati Vania setelah melihat rumah tetangga yang sekarang kosong. Gerald seperti menghilang begitu saja, entah pergi ke mana dia tidak mendapatkan kabar. Bahkan pesan yang dia kirimkan sejak dua bulan yang lalu belum mendapatkan balasan. Untungnya di rumah ada Jessica sehingga dia tidak merasa kesepian. Coba saja jika tidak, apakah dia bisa melewati masa-masa kelam lagi? Dia juga tidak mendapat kabar dari suaminya, entah di mana pria itu berkerja. Uang yang akan dia gunakan untuk menyicil hutang Adit masih utuh karena Gerald tak pernah mau menerima."Mbak, akhir-akhir ini kok kelihatannya kayak ngga semangat gitu?" tanya Jessica yang duduk di sofa sambil menyusui. "Apa karena Mas Adit ngga ngasih kabar? Tenang aja mbak mas bakalan pulang kok minggu depan.""Kok kamu bisa tahu?" balas Vania menatap ke arah Jessica di sebelahnya."Kan minggu depan udah tiga bulan sejak Mas Adit pergi," jawab Jessica tersenyum lebar."Tiga bulan? Apa maksudnya? Mas Adit ngga

  • Kehangatan Pelukan Tetangga   Rumput Tetangga Lebih Hijau

    "Do you like it?" gumam Gerald posisinya berada di atas Vania sambil memeluk erat tubuh wanita itu."Hmm, ahh. Enak banget," balas Vania juga memeluk tubuh kekar milik Gerald. Sesekali dia mencakar punggung lebar pria itu saat tusukkan di lubang hangat miliknya begitu dalam.Permainan panas antara Vania dan Gerald sangat menggairahkan, mereka seperti ditakdirkan untuk saling melengkapi. Gerald tampak berkeringat karena sudah melakukannya selama dua kali dan belum cukup. Sedangkan Vania terkulai lemas di atas ranjang king size milik pria itu menerima sesuatu yang besar masuk ke dalam tubuhnya.Perasaan yang telah lama hilang mulai datang kembali, Vania mencintai pria ini meski hanya bercinta saja. Tubuhnya seakan meminta untuk dimainkan oleh Gerald tanpa berhenti sedetik pun. Meski terlihat lelah dia tetap melayani tenaga sosok yang mendesah kenikmatan di atasnya. Melihat bagaimana wajah itu tampak keenakan membuat dirinya ikut bergairah."Aku mau keluar lagi!" Gerald mendorong pinggul

  • Kehangatan Pelukan Tetangga   Rindu Akan Sentuhan

    "Kenapa kamu kasih kerjaan buat suamiku?" tanya Vania begitu menginjakkan kaki di rumah pria yang sedang makan salad sambil bekerja itu.Gerald menatap sejenak ke arah Vania lalu beralih ke layar laptop lagi. "Bagus, kan? Aku bisa berduaan sama kamu terus," godanya."Gerald," suara Vania datar. "Kita sudah sepakat untuk mengakhiri hubungan sesaat itu, bukan?""Aku mau mulai lagi, mumpung suamimu pergi jauh," balas Gerald tanpa menoleh sedikit pun."Di mana tempat kerja suamiku?""Adalah pokoknya," jawab Gerald kemudian berdiri mendekati Vania untuk sekedar melihat dari jarak dekat. "Kenapa kamu malam-malam datang ke sini sendirian, hmm?""Gerald!" Vania mendorong dada bidang pria itu agar menjauh. "Jangan aneh aneh, ya!"Gerald hanya tertawa kemudian berjalan menuju ke dapur untuk mencuci piring yang barusan dipakai. Dia menyadari jika Vania mengekor di belakangnya. "Biar dia bisa membayar hutangnya," ujarnya setelah menaruh piring ke rak."Kan bisa pakai uangku dulu, biar nanti aku y

  • Kehangatan Pelukan Tetangga   Alasan Dipecat

    Vania menunggu kedatangan suaminya yang tiga hari belum pulang semenjak kedatangan para penagih hutang. Dia sangat kesal melihat cara pria itu menyelesaikan masalah dengan kabur. Entah ke mana perginya karena dia tidak mengenal lebih tentangnya. Bahkan sepuluh tahun menikah, hubungan mereka hanya sebatas tahu nama dan keluarga saja.Teman? Vania belum pernah dikenalkan dengan orang terdekat dengan Adit kecuali beberapa keluarga pria itu. "Kamu beneran ngga tahu teman Mas Adit sama sekali?" tanya Vania ke pada Jessica yang sedang menyusui sang anak sembari duduk di sofa sebelahnya."Ngga tahu, mbak. Mas Adit punya hutang aja aku juga ngga tahu," jawab Jessica wajahnya tampak begitu kesal."Sama, mbak juga. Selama ini yang mbak tahu Mas Adit cuman bekerja di kapal pesiar dan selalu memberi uang bulanan lebih dari cukup," ujar Vania menatap anak Jessica yang cukup menggemaskan?"Kok bisa gitu, mbak kan istrinya?" sahut Jessica tampak tidak terima. "Apa Mas Adit ngga pernah memperlakukan

  • Kehangatan Pelukan Tetangga   Tamu Tak Diundang

    Debaran aneh selalu datang ketika Vania berbicara atau bertemu dengan Gerald. Pria itu adalah orang pertama yang bisa membuatnya sampai seperti ini. Dulu waktu bersama Adit, dia tidak terlalu menaruh hati karena dipertemukan bukan dari sebuah takdir. Melainkan kenalan lewat ayah dan ibunya, lambat laun menjadi cinta karena terbiasa.Berbeda dengan Gerald, pria yang jauh lebih muda darinya memandang dia seperti seorang wanita pujaan hati. Entah mengapa, setelah kejadian di masa lalu, dia bisa merasakan bagaimana pria lain yang mendekatinya karena nafsu semata atau cinta dari lubuk hati. Saat bersama Gerald, Vania diperlakukan layaknya wanita yang memiliki nilai tinggi bukan sekedar pemuas saja."Mau tanya, apa?" Gerald duduk di sofa. Seperti biasa, Vino berada di pangkuan sembari main ponsel."Apa aku mengatakan sesuatu yang aneh waktu itu?" tanya Vania ikut duduk setelah memberikan segelas air putih. Karena pria itu tidak mau jus atau sirup."Oh, memangnya kamu ngga ingat?" Gerald mer

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status