LOGINKeberangkatan second honeymoon itu direstui oleh semua orang. Terutama Zoey beserta Jayden.Mereka adalah sosok pertama yang menyambut baik permintaan Bryan dan Jolie.Mereka mengungkapkan alasan yang menyentuh rasa haru Jolie. Keduanya menilai Jolie membutuhkan liburan setelah kehamilan, persalinan dan kesibukan pekerjaan yang menyita energi dan pikiran. Sehingga mereka tak masalah dititipkan dengan pengasuh beserta kakek dan nenek mereka. Mereka bahkan berjanji tidak akan mengganggu dan merawat Zara dengan sangat baik.Dukungan itu akhirnya membuat Jolie bisa tenang menyetujui ajakan dari suami tercintanya.Bryan memilih lokasi berbeda dari lokasi honeymoon pertama mereka. Lokasi itu bertimbal balik dengan suasana Hawaii yang sempurna antara keindahaan alam tropis dipadu pantai berpasir putih.Dari Jolie berdiri di dalam sebuah private villa, dia kehilangan kata-kata atas kejutan yang Bryan berikan.Wanita cantik itu mencoba menarik kesadarannya sembari mengencangkan tangannya yang
Jolie masih menahan diri untuk bertanya-tanya pada Bryan mengenai pembicaraan yang dicuri secara diam-diam. Dia berusaha mencari waktu yang tepat untuk bisa berbicara panjang tanpa diganggu dengan apapun.Tekadnya sudah bulat. Ketika berhasil menidurkan anak-anak di kamar masing-masing, Jolie akan menagih penjelasan pada Bryan malam itu juga.Keheningan menyambut Jolie yang baru selesai mengganti pakaian dengan piyama tidur. Mata wanita itu mencari-cari sosok Bryan di kamar tidur mereka itu.Hasilnya nihil. Bryan tidak ada di kamar tidur yang terasa semakin dingin.Apa mungkin Bryan masih memeriksa keadaan anak-anak yang sudah tertidur pulas di kamar masing-masing?Batin Jolie berusaha menghibur pikiran yang gelisah. Setiap malamnya Bryan memang tak pernah absen memeriksa anak-anak mereka. Namun, rasa gelisah yang menumpuk tak mampu menghibur diri dengan kenyataan itu.Wanita itu menghela napas kasar kemudian berjalan mendekati ranjang. Dia duduk di tepian ranjang, perlahan-lahan menco
Dua tahun telah berlalu setelah Jolie mengumumkan kehamilan anak ketiga. Sepanjang waktu itu diisi dengan penuh cerita yang bercampur perasaan.Pada kehamilan kedua itu Jolie mengalami sesuatu yang jauh berbeda di kehamilan pertama. Jolie mengalami morning sickness berlebihan sampai menginjak usia kehamilan tujuh bulan. Nafsu makannya terganggu sampai Jolie mengalami penurunan badan.Tetapi dengan basic-nya seorang dokter, Jolie tetap mampu memberikan nutrisi terbaik kepada bayi di dalam kandungannya sehingga kesulitan-kesulitan itu tidak menghalangi pertumbuhannya.Kesulitan-kesulitan itu tak begitu berarti dirasakan peran Bryan yang setia merawat dan menjaga Jolie.Setiap hari dan malam Bryan menyempatkan diri berkomunikasi dengan calon putri mereka. Bryan selalu mengelus, menempelkan telinganya di perut Jolie kemudian bercakap-cakap dengan calon putri mereka yang langsung merespon lewat tendangan.Pria itu bahkan belajar memasak dengan chef untuk membuat makanan yang Jolie sukai sel
Desahan-desahan erotis masih memenuhi kamar dari sepasang kekasih dimabukkan cinta dan nafsu. Mereka tak peduli bagaimana kacaunya keadaan kamar, selalu mengabaikan perputaran waktu yang entah sudah banyak berlalu.Mereka hanya merasakan gelombang panas mendidih jiwa akibat tubuh yang saling menyatu dan tumpang tindih. Dan tak lagi menghitung sudah berapa kali puncak nikmat diraih, termasuk sudah berapa banyak cairan-cairan klimaks memenuhi rahim.Sesekali mereka akan berhenti untuk sekedar meregang otot-otot, membasahi tenggorokan yang kering dan mengisi perut yang keroncongan.Jolie yang hampir selalu berada di bawah tubuh Bryan hanya bisa menyerahkan diri tanpa bisa melawan.Ada penyesalan yang tercipta di jiwa ketika awalnya dia memancing Bryan. Permintaannya itu justru membangkitkan hasrat buas Bryan yang bergerak cepat dan tak mau berhenti memenuhi lubang kewanitaannya. Pinggul Bryan selalu bergerak layaknya piston yang berpacu sesuai kehendak tanpa peduli bagaimana erangan kelu
Perjalanan bulan madu Bryan dan Jolie akhirnya dimulai dengan penerbangan memakan waktu lama. Selama di penerbangan Jolie merasakan tubuhnya yang lelah akibat terlalu fokus menyiapkan pernikahan. Dia tertidur tenang di pangkuan suaminya.Bryan sendiri tak berniat mengusik Jolie. Dia sendiri paling tahu bagaimana energi Jolie terkuras banyak beberapa waktu belakangan. Banyak masalah yang terjadi sampai Jolie dilarikan ke rumah sakitBahkan keinginan untuk sekedar mencium pun Bryan urungkan. Dia hanya peduli pada kenyamanan Jolie yang tertidur di bed pada private jet itu. Sesekali Bryan merapikan selimut Jolie.Selama penerbangan itu Bryan mengusir kebosanannya dengan sesekali memeriksa pekerjaan, mengurus kepindahan istri beserta anak-anaknya yang mengikuti dirinya ke New York dan menerima telepon anak-anaknya yang mendesak minta diberikan adik bayi.Sikap konsisten Bryan itu berlangsung sampai tiba di Hawaii. Pria itu dengan lembut dan hati-hati menggendong Jolie yang masih tertidur n
Langkah kaki Andreas berhenti tepat di depan pintu yang tertutup rapat. Kelima jemari kanannya langsung menggenggam handle pintu, kemudian matanya menyorot papan nama yang menempel di pintu.Andreas sangat menyadari ruangan dengan pintu tertutup rapat itu bukanlah ruangan miliknya. Dia juga tahu bahwa nantinya akan disambut kesunyian dari ketidakhadiran sang pemilik ruangan.Tetapi, kenyataan itu tak menggoyah keinginan Andreas.Pria tampan yang masih mengenakan setelan jas itu membuka pintu ruangan. Dia bereaksi tenang menghadapi suasana yang sudah dibayangkan. Matanya menyapu keadaan ruangan, menyisiri setiap sudut dan benda apapun benda yang mengisi di sana.Sebuah sofa panjang di dekat jendela menjadi tujuan Andreas untuk duduk. Tubuhnya merebah nyaman di sana, kemudian melonggarkan dasi yang setia melingkar rapi guna menambah kenyamanan diri.“Terima kasih atas kerja kerasmu. Tolong bantuan untuk melaporkan kondisi perkembangan pasiennya.”Percakapan di luar ruangan mengusik teli
“Nyonya Jolie?! Anda sudah datang?”Jantung Jolie hampir terlonjak kaget akibat seruan lembut yang menginterupsi. Pandangan matanya langsung berpaling, seketika menatap wali kelas putrinya.“A-ah, Miss. Y-ya?” Jolie menyahut gugup.“Sebelumnya saya minta maaf. Anda pasti sangat terkejut.”Jolie masih be
Bryan tidak bisa mengubur rasa penasarannya terhadap Zoey. Mata abu-abunya sampai tak lepas mengawasi gadis kecil itu, Bryan sempat beberapa kali tak fokus ketika berbicara pada kepala sekolah beserta staff sekolah yang mendampingi.Harper? Bryan bersikeras berpendapat bukan hanya keluarga wanita itu
Semalaman Jolie tak bisa tidur setelah mendapatkan kabar buruk. Padahal tubuhnya sudah sangat lelah, tulang-tulangnya seperti remuk dan ingin sekali beristirahat. Setiap kali matanya ingin terpejam, masalah yang menyakitkan pikiran terus berputar-putar. Rasa pusing di kepala pun semakin terasa menya
Saat belum mendapatkan jawaban, Jolie cepat berinisiatif pergi mengambil kunci cadangan. Dia tidak bisa berdiam diri sembari memanggil-manggil Zoey. Baru beberapa langkah berjalan pergi, Jolie diinterupsi oleh suara pintu yang terbuka. Dia langsung menoleh dengan tubuh gemetaran cemas, sementara mat







