/ Fantasi / Kelahiran Kembali / 17 Jamur Zî sè

공유

17 Jamur Zî sè

작가: Yu Liani
last update 게시일: 2021-10-09 14:33:17
Sebuah mayat. Tidak! Itu ada tiga mayat, mengambang di atas kolam. Badan menghadap ke bawah, leher memutih. Teriakan dayang, menyita para pelayan dan dayang di sekitar. Mereka menghampiri asal suara di sisi kolam.

“Ada apa?” seorang pelayan pria sampai lebih awal. Dua dayang, belum bisa bicara, tangan menunjuk gigil. Mengikuti arah tunjukannya, pelayan pria ini ikut berteriak. Hingga orang-orang berkumpul. Mereka membuat keributan, ada juga yang melapor ke tuan mereka. “Agh! Kenapa ada mayat d
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
Yu Liani
Wkkk, ada" aja nih si Li xiao*..*
goodnovel comment avatar
LinMarG
......... tau² si pangeran ke-9 udah ada dibelakangnya
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Kelahiran Kembali   100 Salep

    “Yoo, siapa ini? Kupikir Kakak pertama, egh Kakak Ketiga, tumben banget suaranya kecil.”Membuka pedang dan tusuk!Kalau bukan di depan umum, apalagi di depan Chen ji, mana mungkin menahan diri. Duduk di samping sampah ini, membuat bulu jijik. Meredam amarah mencoba tersenyum. “Apa maksudmu? Aku memang seperti ini dan jangan sok, minggir.” Memaksa duduk di tempat Li xiao. Menyenggolnya, menggerakkan pantat, tentu bukan senggolan semata. Ada kekuatan yang ditimbulkan seorang kultivator, tentu kuat dan membuat jatuh!Tau trik ini, Li xiao bangun, naas ada yang tersangkut. “Eghh!’Senyumnya memudar yang digantikan kepanikan.Itu sih bukan sepenuhnya salah Ming yi, di bawah kaki ada ujung hanfu yang di injak Xia yu. Tahu salah segera mundur, melihat Li xiao ditangkap. ‘Ngapain dia tolong aku, nanti si kakak bar-bar ini makin menindasku. Mana belum kuat-kuat banget aku,’ takut di dalam hati. Memang suka menggoda Ming yi tapi tahu batasan. Tidak baik kalau kobaran api membesar. Dia belum

  • Kelahiran Kembali   99 Teratai

    Pengawas Wang sampe mendelikkan mata, menyapu anak keringat yang mengepul di dahi. Hatinya jauh lebih berkeringat, takut menyinggung salah satu, apalagi mereka berdua, itu jauh lebih tidak mau daripada mati! “In–ini, ini kalian kalah.” Menghentakkan kain tak berdaya, nada suara begitu pelan nan keragu-raguan.Dua wanita yang terkapar, satu memegangi bahu, satunya lagi memegangi perut. Bangun di sisa keyakinan mereka, sudah dibantu para dayang masing-masing. Qing xu yang tidak sabaran langsung memaki sempurna! “Puih! tidak ada yang menang? Jelas-jelas aku yang menguasai permainan, dia mau pakai trik si sampah itu!” melirik Li Xiao, dia menikmati pertempuran sambil menimbang seberapa kuat lawan. Guna membandingkan dengan Kakaknya.Merasa dirinya di ikut sertakan, alis naik sedikit. “Dih, apa-apaan, gw mah pintar!”“Betul sekali, sayangku memang pintar.”Ada balasan suara familiar, apalagi ujung rambutnya terasa ada yang menyentuh.Li xiao berbalik, menarik rambut ke belakang, ujung ram

  • Kelahiran Kembali   98 Qing xu vs Mi Len

    Meluapkan sekarang, kapan lagi? Mata mereka tak pernah terpisah seolah dua insan yang tak terpisahkan, tapi memiliki arti yang berbeda. Qing xu tersenyum di turunan, mengeluarkan cambuk yang dililit di pinggang. Kecil, tapi mematikan seperti ucapannya, “Dasar wanita jalang, berani sekali kau datang tak sia-sia cambuk ku di bersihkan, siap meminum darahmu!” Melempar ke depan, untain ujung di isi besi yang seperti jangkar, dingin, langsung menusuk ke lawan!Seolah ular yang membesit masuk, sungguh beracun seperti ucapannya. Mi len tidak takut, “Heh, cuma ini kekuatanmu? Tidak sebanding dengan ucapanmu!” Mengeluarkan pedang panjang, tapi tipis yang lentur. Tangan kanan menghunus pedang ke depan, panjang nan putih, di bagian ujung runcing yang langsung menepis ujung cambuk Qing xu.Kringg!Suara benturan yang nyaring dan ada percikan api!Jatuhan di bawah yang langsung menancep papan arena, kesempatan! Mi len naik ke atas tali dan berlari mengikuti tali yang mendekati Qing xu. “Huh, sud

  • Kelahiran Kembali   97 Lu Bing Bin vs Gu Dong

    Pangeran ketujuh, malam-malam begini ada di rumah tidak mungkin sekedar lewat kan?Senyumnya terlihat lebih dulu ketimbang suara. “Aduuh Nona keempat selamat memenangkan pertandingan,” bertepuk sekali merasa bangga, “selamat masuk ke babak final, selamat-selamat,” menyanjung.Merinding akan sanjungannya, tidak dengan wajah Ming bai, bak di cat merah. “Pangeran terlalu memuji, ini ketidaksengajaan, anggaplah keberuntungan.” Ming bai kurang mempercayai anak bodohnya menang.“Untuk apa kau ke sini?” tanya Li xiao.Ming bai dan dua selir melotot, anak tidak sopan! Sungguh tidak sopan!Jiang zu tidak mempermasalahkan, malah suka kalau terlalu akrab, senyuman terpancar. “Aku dengar kau terluka, ambil ini,” menyerahkan “barang dari tabib kekaisaran, pasti lebih ampuh ketimbang obat pasaran.”Menatap obat berwadah keramik putih, mungil seukuran telur ayam kampung. ‘Kok dia bisa tau aku terluka, apa orang tadi miliknya?’ berpikir penolong barusan. Dia ragu mengambil, Jiang zu meraih tangan mu

  • Kelahiran Kembali   96 Mendapat Harta Karun

    Dari balikan tirai berdiri 5 orang berjubah hitam. “Sial! Kenapa aku tidak menyadari mereka.” Alis menekuk, mereka tidak terdeteksi, sudah pasti cultivator tingkat 4 ke atas.“Keluar atau ku keluarkan?!” teriak di depan kereta. Li xiao tidak punya pilihan, mau melawan belum pulih seutuhnya, mau lari tidak bisa. “Gimana nih, bedebah itu tidak mau menungguku pulang?” Menebak mereka suruhan Ming yi, siapa lagi yang menaruh dendam lebih besar dari komplotan mereka?Pria berjubah hitam, memegang pedang– tidak menunggu lama. Dia memiliki kesabaran setipis sutra. “Serang! Jangan biarkan dia hidup!” Syut!Saat mereka mulai mengepung kereta, turun pria berbaju hitam menghadang. “Jangan ganggu dia, kalian,” menunjuk semua, “lawan aku!” “Pahlawan dari mana ini?! Mau mati juga? Tinggal tanam!” marah. Menyerang tanpa aba-aba.Pria ini menghindar, di serang dari arah kiri, tinju beruap panas hampir mendarat di pipi. Tinggal 3 cm dari pipi kanan, hawanya terasa menusuk pipi. Melihat dia di kero

  • Kelahiran Kembali   95 Pemenang Di Luar Ekspektasi

    Jiang Zu, “Tepat! Nona Keempat jatuh, tapi tidak menyentuh tanah.” Berdiri, turun ke lapangan. Menegaskan, “Apa aku salah lihat, Pengawas Wang?” Seolah darah naik ke permukaan wajah Pengawas Wang, mengatur napas. “Tidak-tidak, saya tidak berani, tapi ini … ini… pertama kali ada hal seperti ini.” Meskipun mata duitan, tetap sadar dalam situasi ini. “Saya takut ada kesalahan, Pangeran Ketujuh ka–”“Pengawas Wang terlalu kaku, kau sendiri yang bicara, peraturan ‘kan emang perlu dilanggar.” “Tidak perlu di tanyakan, dia tidak menyentuh tanah! Sudah jelas, dia menang!” cetusan kata dari Pangeran Kedelapan.Semua orang diam, menerima apa yang terjadi, ‘Apa yang menarik darinya? Semua orang membela!’ batin Pengawas Wang. Tawa terpaksa keluar, “Hahaha, benar juga perkataan para Pangeran, dia,” melirik Li xiao, alis meninggi, sesaat menurun menahan amarah, “Menang.” Bola mata Ming yi mendelik, meraih lengan Pengawas Wang. “Apa?!” Menghentakkan tangan, meski suka uang, mendapat situasi pa

  • Kelahiran Kembali   2 Rumor Pembatalan Pernikahan

    Rumbai-rumbai cahaya, menerebos pintu kayu kuning keemasan. Menemani, dua orang di tengah halaman. Ukiran kayu yang cantik nan rumit, inilah keindahan. Tertata, buah dan bunga di meja. Aroma kantung bunga lavender, terus menari di udara. Sungguh disayangkan, untuk keadaan saat ini, harus ada suara p

  • Kelahiran Kembali   1 Keluarga Lu

    Mata hitam menunduk takut, keringat mulai bercucuran, disertai darah menetes di dahi. Air mata, merembes keluar tidak bisa ditahan, tetapi mulut masih kokoh merapat. Tanpa mengeluarkan suara. Plak! Sebuah tamparan mendarat di pipi tipis, saking nyaris tidak memiliki daging. Dibalut kulit kecok

  • Kelahiran Kembali   4 Memori

    "Ssst! Aw, punggungku!" Lirih seorang gadis, mata tertutup, tangan kiri mencoba meraih pinggang. "Bentar, bantalan keras macam apa ini!" melengkingkan suara. Tangannya merasakan bulir-bulir keras di bawah punggung. Membuat punggung terasa sakit. Mencoba membangunkan diri, pandangan masih samar-sam

  • Kelahiran Kembali   3 Lembah Húdié

    Gercikan air terpantul di bebatuan bisa di tangkap telinga Xiao li. Tanpa sadar, larian itu mengarah ke sebuah air terjun. Memang sengaja, 4 Pria itu mengiring Xiao li menuju ke air terjun. Kaki memberat, mau maju ada 4 Pria memasang seringai, siap menerkamnya. Mau mundur, ada jurang air terjun. Ter

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status