LOGINPeti Mati di Hari Pernikahan
"Apa kamu bercanda padaku Oscar? Tidak mungkin aku putri kandung dari keluarga Levine." Olivia mengira Oscar berbohong padanya hanya untuk menghiburnya. "Kamu tidak tahu kalau Mama kita adalah putri dari Kakek Levine. Kakek kita orang terkaya dan terkenal. Kakak perempuan kamu bisa membalas dendam pada mereka yang menyakiti kamu," jawab Oscar dengan wajah yang serius. "Tapi apa kamu tidak malu mempunyai saudara perempuan sepertiku? Lihat wajahku yang buruk rupa dan tubuhku yang gemuk? Aku malu melihat dunia. Aku diceraikan hanya karena aku tidak cantik dan tidak kaya." Olivia menteskan air mata karena mengingat perlakukan kasar suaminya dan orang-orang di sekitarnya. "Aku tidak malu karena kamu Kakak perempuanku. Cepat sembulah! Balaskan sakit hatimu karena aku menemukan surat perceraian ini saat aku menolong kamu yang pingsan." Oscar membawa surat cerai yang terkena air hujan dan diberikan pada Olivia. "Baiklah! Perceraian ini dipaksakan jadi surat cerai ini tidak sah. Tapi jika David tidak mencintaiku, maka aku akan melupakan dia. Aku akan membalas dendam dengan semua perbuatannya," sahut Olivia dia mengepalkan tangannya. "Jangan berlarut-larut akan kesedihan kamu. Aku bisa membantu kamu mengembalikan wajah buruk rupa kamu dan bisa membantu kamu menurunkan berat badanmu. Kakak perempuanku tidak boleh dihina siapapun." "Baiklah! Di hari pernikahan mereka, kita akan memberi kejutan yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup. Terima kasih, kamu tidak malu dengan keadaanku yang sekarang. Tuhan, terimah kasih kamu mengirimkan saudara laki-lakiku di saat aku terpuruk dan tidak punya tempat tinggal karena diusir suamiku." Olivia berterimah kasih pada Oscar karena tidak malu mempunyai saudara perempuan sepertinya dan dia berterima kasih pada Tuhan karena sudah baik padanya. Oscar menjaga Olivia dengan baik, dia merawat dan memperlukan kakak perempuannya berserta Daniel keponakannya. Ada sekitar satu minggu lebih Olivia sudah sembuh dan dia dinyatakan boleh pulang ke rumah. Saat dia baru ke luar dari rumah sakit, beberapa media dan surat kabar memberitakan kabar soal pernikahan David dan Bella yang akan diadakan 2 bulan lagi. Pernikahan mereka dirayakan begitu mewah dan berada di restoran paling mewah di kota tersebut. Olivia baru saja melihat berita itu melalui ponsel Oscar. "Ternyata kamu benar-benar akan menikahi wanita itu. Apa kamu tidak peduli padaku sedikit pun David? Aku pergi den anakmu tidak ada bersama kamu, tapi kamu tidak mencariku sedikit pun. Kamu terlihat bahagia bersama wanita itu." Olivia masih saja sedih dan dia meneteskan air mata. Oscar langsung bertanya pada Olivia kenapa dia menangis. "Kenapa kamu menangis? Kamu melihat apa di ponselku?" "Lihat ini, dia akan menikahi wanita itu dan dia tidak mencariku walau aku meninggal apa dia tidak peduli? Aku mencintainya setulus hatiku dan aku membantunya diam-diam sampai harta peninggalan Ibu sudah habis untuknya. Kenapa dia begitu tega?" "Jangan terlalu sedih, tunggu saja di hari pernikahannya. Maka kamu bisa membalas dendam, bongkar semua kejahatannya di hadapan semua orang pasti dia akan malu sekali." "Oscar, aku sudah bertekad untuk mengirimkan kado pernikahan yang begitu mewah." Olivia mempunyai ide untuk membalas dendam. *** Sebulan telah berlalu, Olivia sudah sembuh dari sakitnya karena dianiaya oleh David. Dia sekarang sedang bersiap-siap ke pesta pernikahan David dan Bella. Dia sekarang sedang menyamar agar bisa masuk ke restoran tempat dua orang akan mengadakan resepsi pernikahan. Oscar juga datang sebagai tamu dan dia akan membawa Olivia di sampingnya. "Apa kamu sudah siapa? Kita akan berangkat. Aku sudah menyiapkan apapun yang kamu suruh.x "Ya, ayo cepat." Olivia dan Oscar masuk ke dalam mobil. Lalu di belakang mereka ada mobil yang mengangkut peti mati. Tentu ini adalah rencana Olivia. "Kita akan kejutkan pesta pernikahan mereka. Pasti sangat mewah dan menjadi pusat perhatian semua orang di negara kita," kata Olivia. Dengan memakai baju serba hitam, dia memakai topi besar dan memakai masker untuk menutupi wajahnya, Olivia tertawa. "Aku memang tersakiti tapi aku punya cara untuk membalas dendam." Mereka sekarang sudah sampai di restoran paling mewah di kota ini. Dua orang turun dari pesta, lalu dia mengatakan pada security yang berjaga di depan restoran tersebut. Security membolehkan masuk karena mereka membawa undangan. Oscar memberikan sejumlah uang sogokan pada security agar membolehkan peti mati itu masuk ke restoran, tentunya itu kado pernikahan untuk David dan Bella. Olivia dan Oscar masuk sebagai tamu undangan, Olivia mengenakan topi besar dan memakai masker agar tidak dikenali. Begitu mewah dekorasi pesta pernikahan mereka, terlihat David mengenakan jaz hitam pernikahan dan Olivia memakai gaun pernikahan cantik. Di saat mereka sudah menyambut para tamu, tiba-tiba perti mati yang bertuliskan Olivia Levine masuk. Di sana ada petugas kepolisian yang ikut mengantarkan peti mati. "Ini kenapa ada peti mati? Siapa yang mengirim peti mati ini di hari pernikahanku?" tanya David. "Selamat siang, apa Anda Tuan David? Saya mengantarkan mayat di dalam peti mati ini ke sini. Katanya Anda suami wanita yang ada di dalam peti mati ini. Wanita ini mengalami kecelakaan sehingga wajahnya hancur tidak bisa dikenali dan dinyatakan meninggal kemarinx," kata petugas kepolisian yang mengantatkan peti mati ini. "Aku baru saja menikah, dia istriku. Tidak mungkin ada wanita lain yang aku nikahi," jawab David yang menyangkalnya. "Apa dia Olivia? David, apa mungkin Olivia sudah meninggal?" tanya Bella. "Dia bukan istriku, tapi foto-foto ini jelas menunjukkan jika wanita ini istri Anda dan dia selama ini tinggal di rumah Anda. Semuanya bisa melihat foto dan rekaman video yang saya bawa. Ini ditemukan di tas istri Anda saat mengalami kecelakaan berserta identitasnya," sahut petugas polisi. Petugas polisi saat itu langsung memutar sebuah video pernikahan David dan Olivia yang terjadi 5 tahun yang lalu. Tentunya di saat dia masih cantik tidak jelek seperti sekarang. Ada juga berpesan video dan foto yang memperlihatkan kalau selama ini Olivia tinggal di rumah David. Ada bukti juga kalau David mempunyai anak dengan Olivia. "Bagaimana bisa seorang David menikah lagi sedangkan dia mempunyai istri?" tanya beberapa tamu yang datang. Ada rekaman video yang menampakkan percakapan David dan membuat semua orang yang hadir di sana begitu kaget dan langsung menghinanya. "Apa? Jadi selama ini dia menceraikan istrinya yang jelek demi sekretaris pribadinya. Dasar suami pengkhiat," kata beberapa orang yang hadir. "Matikan rekaman video ini, hentikan!" teriak David.Wanita Yang Mirip Olivia "Ah ... wanita itu meninggal karena tertabrak mobil. Tubuhnya terlempar jauh walau dia gemuk." David terbangun dari tidurnya dan selalu bermimpi Olivia. "Kenapa wanita itu selalu menganggu tidurku. Sudah enam tahun berlalu kenapa dia harus datang terus. Padahal aku masih sering ke makamnya dan dia yang salah karena sudah membuat aku membesarkan anak pria lain tapi dia yang meninggal seolah menjadi hantu di dalam mimpiku." Akibat David berteriak saat mimpi membuat Bella yang tidur di sisinya ikut berbangun. Saat itu dia langsung mengambilkan air minum di meja kecil dekat tempat tidur. "Apa kamu bermimpi tentang Olivia lagi? Sudah enam tahun David, apa dia selalu muncul di mimpi kamu?" tanya Bella. "Ya, aku tahu. Rasanya aku hampir tidur tidak tenang tiap hari. Aku harus pergi ke psikiater saja. Semakin parah gangguan mimpi ini, walau aku sudah diperiksa beberapa dokter beberapa kali tapi tetap seperti ini," jawab David dengan wajah ketakutan seolah d
Kembali Dengan Kesuksesan Seorang pria yang bisa meramal menemui David, dia bilang seseorang dari masa lalunya suatu saya akan kembali dan membuatnya menyesal. "Siapa Anda? Kenapa Anda berkata seseorang dari masa laluku akan kembali maksud Anda siapa?" "Wanita itu akan kembali untuk menagih ketidakadilan yang terjadi di hidupmu," jawab pria misterius itu lalu dia berjalan dengan cepat meninggalkan David. "Maksud Anda siapa? Jangan pergi Pak! Aku tidak adil pada siapa?" belum sempat dia mengejar pria tua itu tiba-tiba Bella memanggilnya. "David, ayo kita pulang! Ayo cepat ke makam Istri sah kamu agar dia tidak menjadi hantu. Kenapa kamu berada di situ arah makamnya di sini?" tanya Bella yang menghampiri David. "Oh ya.. arah makam Olivia di sana. Aku tadi sempat berpapasan dengan seseorang saja," jawab David. David dan Bella berziarah ke makam Olivia, ya baru kali ini saja karena David sering memimpikan wanita itu setelah satu tahun dia meninggal. Mereka berdua membawa bu
Berusaha Menjadi Cantik Kembali "Ya Tuhan, kenapa bisa wanita itu ada di sini. Dia tidak boleh tahu kalau aku masih hidup." Olivia dengan badan gendutnya mencoba untuk menghindari wanita tersebut. Walau tubuhnya gendut, Olivia berlari sekuat tenaga untuk masuk ke toilet kecil milik minimarket. Dia tidak boleh sampai ketahuan Bella. "Apa aku salah lihat? Tadi aku sepertinya melihat wanita yang sangat mirip Olivia. Lalu dia dimana sekarang? Kenapa tidak ada di dalam minimarket ini? Biarkan sajalah! Aku harus membeli minum lalu segera pergi naik pesawat." Bella sudah mencari Olivia sampai masuk ke minimarket tapi tidak ditemukan juga akhirnya dia membeli air minum lalu segera kembali untuk naik perawat menuju luar negeri. Saat itu Olivia masih berada di dalam toilet minimarket. Dia langsung ke luar dari pintu belakang tanya pegawai minimarket. Untungnya dia bisa kabur sebelum Bella menangkapnya. "Kalau aku sampai tertangkap, maka mereka akan menuduhku memalsukan kematianku." O
Bangkit Setelah Dikhianati "Jangan tayangkan video ini. Matikan saja! Apa maksud kamu? Kenapa bisa wanita ini membawa video rekaman percakapanku dan Bella," kata David. "David, Olivia sudah meninggal. Kita masih bisa menikah, tapi dia waktu itu kamu ceraikan. Apa salahnya? Kita harus melanjutkan pernikahan kita," sahut Bella. Saat itu petugas polisi langsung mendekati David dan mengatakan sesuatu. "Pernikahan ini urusan Anda, tugas saya di sini mengantarkan Istri Anda yang meninggal karena kecelakaan. Kalau begitu saya pamit, saya tidak akAn ikut campur dengan urusan pribadi Anda. Cepat makamkan juga mayat istri Anda ini," kata petugas polisi lalu dia pamit meninggalkan restoran tersebut. "Ah.... pernikahan kita jadi kacau gara-gara Olivia," ungkap David yang kesal. "Dasar tukang selingkuh! Lihat istri kamu terbujur di peti mati itu tapi kamu malah menikah sekarang. Kamu memaksanya dan memukulinya, kita laporkan saja pria ini agar di hukum. Suami yang kejam," beberapa ora
Peti Mati di Hari Pernikahan "Apa kamu bercanda padaku Oscar? Tidak mungkin aku putri kandung dari keluarga Levine." Olivia mengira Oscar berbohong padanya hanya untuk menghiburnya. "Kamu tidak tahu kalau Mama kita adalah putri dari Kakek Levine. Kakek kita orang terkaya dan terkenal. Kakak perempuan kamu bisa membalas dendam pada mereka yang menyakiti kamu," jawab Oscar dengan wajah yang serius. "Tapi apa kamu tidak malu mempunyai saudara perempuan sepertiku? Lihat wajahku yang buruk rupa dan tubuhku yang gemuk? Aku malu melihat dunia. Aku diceraikan hanya karena aku tidak cantik dan tidak kaya." Olivia menteskan air mata karena mengingat perlakukan kasar suaminya dan orang-orang di sekitarnya. "Aku tidak malu karena kamu Kakak perempuanku. Cepat sembulah! Balaskan sakit hatimu karena aku menemukan surat perceraian ini saat aku menolong kamu yang pingsan." Oscar membawa surat cerai yang terkena air hujan dan diberikan pada Olivia. "Baiklah! Perceraian ini dipaksakan jadi su
Ternyata Aku Putri Konglomerat David membawa sebuah cambuk lalu dia mencambuk Olivia. Dia begitu marah karena akibat ulah wanita ini Bella mengalami pendarahan. "Sakit David! Kenapa kamu tega? Setidaknya aku istri yang yang sah. Aku sama sekali tidak pernah menipu kamu dan Daniel memang anak kamu," teriak Olivia yang kesakitan saat dicambuk oleh suaminya. "Rasakan ini! Sudah jadi wanita jelek tapi juga wanita kejam. Kamu berniat ingin membunuh Bella heh? Dia itu sudah mengandung anakku." David terus mencambuknya. Untungnya Daniel anak kecil itu tadi dibawa pergi ke luar oleh salah satu bodyguard David jadi dia tidak menyaksikan kejadian ini. Olivia merintih kesakitan dan berteriak agar tidak cambuk tapi David tetap mencambuknya sampai dia pingsan. "Hentikan! Tolong... aku sudah tidak kuat lagi." Olivia pingsan saat itu juga. "Dasar tubuh saja yang gemuk tapi kamu ternyata sangat lemah. Hei kalian, cepat buang wanita ini ke luar rumah. Bawa anak kecil itu juga bersamanya,"







