Home / Urban / Kembalinya Kaisar Abadi / Kemarahan semua pihak

Share

Kemarahan semua pihak

Author: Mr. Mystery
last update publish date: 2026-02-27 03:53:44

Pada saat yang sama, di sebuah pusat penelitian R&D.

Evelyn, yang kemarin meminta tim peneliti untuk meneliti dan mereplikasi formula yang Arya berikan tidak bisa untuk tidak tersenyum senang.

Menyaksikan krim hijau cerah di tangannya, dia tidak bisa untuk tidak merasa lega saat menemukan jika formula yang Arya berikan sebelumnya bukanlah bualan belaka. Bahkan lebih baik daripada apa yang sedang dia kembangkan.

Entah bagaimana pria itu tahu dirinya sedang membutuhkan produk baru, dan tiba-tiba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Reuni

    Berbalik dengan penuh ketakutan, dan harapan di kedua matanya, Lana yang sebenarnya memiliki tampang wajah lesu, dan bulatan hitam di kelopak matanya tampak gemetar saat menoleh ke Kiara. Menyaksikan sosok kecil di sana, sosok kecil yang selama ini ia pikirkan dan bayangkan, bagaimana jika ia bisa melihatnya lagi setelah bertahun-tahun tidak bertemu, wajah Lana seketika menjadi pucat. Dia tidak ingin mempercayainya. Tapi gadis kecil itu sangat mirip dengan bayangan putrinya yang ia tinggalkan lima tahun lalu. Berkali-kali ia membayangkan untuk bisa menemuinya lagi, tapi ketika sosok itu muncul di hadapannya, otaknya langsung mengingatkan bahwa ini hanya halusinasi! Tapi, jantungnya yang berdegup kencang dan napas yang tidak teratur menyuruhnya percaya, bahwa gadis ini memang putri kecilnya sendiri. Tapi bagaimana mungkin gadis kecil yang ia tinggalkan lima tahun bisa muncul di sini secara tiba-tiba? Pribahasa, "Darah lebih kental daripada air" memang cukup misterius dan

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Waktu yang membeku

    Sementara itu. Arya dan Thalya, orang yang bersangkutan kini sedang berada di dalam mobil menuju tempat Lana berada. Berkendara kurang dari dua jam sejak berada di Kinabalu, Kiara yang duduk di pangkuan Arya sambil menggendong Oyen, dan selalu melihat ke luar jendela mobil tampak cemberut. "Ayah, apakah benar kita sedang mencari mama?" "Ya, kita memang sedang dalam perjalanan untuk mencarinya," jawab Arya ringan dan tersenyum. "Ada apa? Apakah Ara senang dan gugup?" Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya dan menunjuk ke luar jendela mobil. "Jika kita memang sedang menemui mama, kenapa kita pergi ke hutan? Lihat, semuanya pepohonan dan semak belukar. Tidak ada satupun rumah atau bangunan seperti sebelumnya. Jadi, dimana mama berada? Apa mama tinggal di tengah hutan?" Arya terdiam dan menoleh ke arah pepohonan dan semak belukar yang dilihatnya sepanjang jalan. Sejujurnya, Arya sudah siap mental saat mengetahui bahwa Lana diasingkan oleh keluarganya ke luar negeri. Namun d

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Kondisi Evelyn yang memburuk

    "Hal-hal yang tak terlihat?" Bukan Robert yang berbicara, melainkan Wira yang berkata dengan sedikit kebingungan di wajahnya. Karena menurutnya, orang yang bisa melakukan hal semacam itu adalah Arya, bukan? Robert, Thomas dan yang lainnya juga memikirkan hal yang sama, dan tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat Aruna dengan tatapan tanda tanya. "Yah..." Mengetahui bahwa tampaknya orang-orang hebat ini tidak mengetahui apa yang ia katakan, Aruna mulai menunjuk ke arah Elena sebelum menjelaskan. "Sebelumnya Kak Karina dan Bibi Elena ini datang mencari bantuan kepada kakakku. Mengatakan bahwa Presiden Evelyn tampak sedang tidak baik-baik saja. Sering melamun, menjerit ketakutan dan linglung sepanjang waktu." "Mengakibatkannya kurang tidur, makan dan istirahat. Hari ke hari kondisinya juga semakin memburuk. Kupikir karena kalian adalah orang-orang penting dengan identitas luar biasa, kalian bisa mencoba untuk membantunya?" Selesai Aruna menjelaskan apa yang dimaksud, para pri

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Dua pembunuh teratas

    Bahkan jika Thalya sangat tidak peduli dengan keadaan Arya, dia langsung memasang ekspresi serius saat mendengar kedua nama itu. "Apa kau mengatakan bahwa 'The Last Whisper' dan 'The Final Judgment'—dua sosok misterius dunia bawah global yang selama ini tidak diketahui sosoknya, dan memiliki rasio keberhasilan seratus persen dalam setiap aksinya—ikut datang?" "Ya!" Nada Viktor terdengar berat dan serius saat menjawab, "Kau tidak salah dengar! Mereka berdua memang sosok pembunuh teratas global yang ikut mengambil misi Keluarga Coldway pasang! Aku tidak perlu menjelaskan siapa mereka, kau pasti sudah mengetahuinya, kan?!" Thalya mengangguk berat, dan sangat mengenal kedua sosok tersebut. Karena selain nama julukan yang diberikan kepada keduanya, tidak benar-benar ada yang tahu siapa kedua sosok pembunuh teratas ini. Bahkan sampai saat ini, jenis kelamin, tempat tinggal, dan ciri-cirinya masih sangat misterius di kalangan pembunuh bayaran itu sendiri. Selain rekor pembunuhan yang

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Bounty Seratus juta dolar

    "A-a-aku..." Tampak tergagap dan tak bisa berkata-kata selama beberapa waktu, akhirnya Thalya yang terkejut langsung berbicara dalam sekali napas. "Apa kau tidak dengar apa yang aku katakan?" "Grandmaster Reksanatha sudah datang, dan berniat untuk mengambil setiap hal yang kau miliki! Jika kau tidak segera meresponnya, bagaimana kau bisa melawannya nanti?" "Tidakkah kau merasa khawatir saat ia akhirnya mengambil semua hal yang kau miliki sekarang?" "Tidakkah kau merasa sedikitpun khawatir dengannya?" "Kau tahu, dia bahkan datang dengan cara menyeberangi lautan dan mengendarai seekor harimau raksasa untuk melawanmu!" "Dengan kehebohan semacam itu, berapa banyak orang yang akhirnya akan ikut bergabung dengannya!?" "Jika kau tidak segera meresponnya sekarang, bagaimana kau akan melawannya nanti saat dia akhirnya berhasil membawa setiap pejabat, keluarga dan kalangan masyarakat yang berdiri di sampingnya?" "Apa yang akan kau lakukan saat seluruh kekuatan-kekuatan di dalam negeri

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Kedatangan sang legenda

    Pria tua itu bukanlah orang lain, dia adalah Grandmaster Reksanatha, penguasa wilayah timur dan guru dari Master Jaya itu sendiri. Dengan usia total mencapai 154 tahun, sosoknya memang tampak tua dan bungkuk, tapi siapapun yang melihatnya bisa mengetahui bahwa dia memiliki tubuh yang kuat dan bugar. Meskipun sosoknya terlihat kurus dan rentan, dia juga selalu memancarkan perasaan mencekik bagi siapapun yang ingin mendekatinya. Berdiri di tepi pantai, Grandmaster Reksanatha yang kini segera dijemput oleh murid-muridnya mulai berganti pakaian berwarna putih bersih, layaknya sebuah jubah yang sangat sesuai dengan rambut dan sosoknya yang tenang dan berwibawa. Ketika ia melihat para pejabat daerah yang berjalan ke arahnya dengan penuh senyum, dia juga hanya meliriknya dengan dingin dan acuh tak acuh. "Grandmaster Reksanatha, sungguh sebuah peristiwa besar anda akhirnya datang ke Jawa!" "Kami sudah menyiapkan tempat dan sambutan khusus untuk Grandmaster, bagaimana jika anda pergi de

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status