ログイン"Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu serta seluruh utang keluargamu sebesar dua ratus juta rupiah, akan kulunasi." Reno, yang seorang tukang listrik biasa, tiba-tiba berubah hidupnya semenjak dipaksa menikahi anak CEO yang sangat cantik dan kaya. Dia ingin menolak, tapi dia ingat ibunya butuh biaya untuk operasi jantung saat itu juga. Bagi Reno, pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan. Namun bagi Viona, Reno hanyalah pria miskin yang dibeli ayahnya; seorang suami pengganti yang selalu ia hina, ia remehkan, dan tidak pernah benar-benar ia inginkan. Sampai wanita itu mulai merasa nyaman dengan Reno. Sampai satu per satu rahasia tentang mantan tunangannya terungkap. Dan sampai sebuah fakta mengejutkan terkuak seputar siapa Reno sebenarnya.
もっと見るViona terpaku di tempatnya, menatap pintu kamar mandi yang baru saja tertutup rapat. Napasnya menderu pelan. Rasa panas yang membakar pipinya belum juga surut, tapi di balik kemarahan dan gengsinya, ada kekacauan besar yang kini memporak-porandakan isi kepalanya.Dia memegangi dadanya yang berdetak tak karuan. Pikirannya benar-benar dalam kondisi berperang hebat.‘Gila! Aku beneran udah gila!’ jerit Viona dalam hati, meremas jemarinya sendiri.Di satu sisi, logika dan gengsi tingginya menjerit histeris. Pria yang baru saja berjalan santai dengan boxer menonjol itu adalah Reno, pria miskin yang statusnya hanya pengantin pengganti yang dibayar papanya! Pria yang dibayar untuk menyelamatkan dirinya dan reputasi keluarganya dari kehancuran setelah Axel kabur! Bagaimana bisa dirinya malah tertangkap basah melirik tubuh bagian bawah pria itu sampai menelan ludah.Tapi di sisi lain, bayangan semalam dan postur tubuh Reno bertelanjang dada tadi seolah mengunci rapat imajinasinya. Suara serak
"Keponakan?! Maksud kamu apa, hah?!" jerit Viona dari balik pintu kamar mandi, suaranya naik satu oktaf karena terkejut setengah mati.Reno di luar pintu terkekeh pelan, menikmati kepanikan Viona. "Ya keponakan, Vi. Anaknya kita. Kamu lupa kemarin pas kita mau berangkat, Vera bilang apa? Dia nitip oleh-oleh keponakan katanya."DEG!Ingatan Viona mendadak berputar kembali ke momen kemarin di rumah sebelum mereka berangkat. Adiknya benar mengatakan itu.Wajah Viona yang baru saja mendingin seketika membara kembali, bahkan rasanya lebih panas dari sebelumnya."Mimpi kamu!" balas Viona cepat, ketus dan berteriak menutupi rasa gugupnya. "Vera tuh omongannya gak usah didengerin! Lagian siapa juga yang mau bikin anak sama kamu?!""Ya kan aku cuma menyampaikan," sahut Reno santai di balik pintu, nadanya terdengar polos tapi penuh godaan. "Lagian semalam kayaknya ada yang udah nyoba duluan...""RENO! Diam atau aku siram air!" jerit Viona yang makin kehabisan kata-kata.Mendengar ancaman itu, R
Viona yang tadinya terus bertindak agresif, kini perlahan menempelkan wajahnya di dada bidang Reno. Kombinasi dari asupan air dingin yang melimpah dan dekapan skin-to-skin yang protektif perlahan-lahan menenangkan denyut jantung Viona yang tadinya berpacu liar.Racuan Viona mulai memelan menjadi gumaman halus. Perlahan namun pasti, gelombang agresif akibat obat itu mereda, berganti dengan rasa lelah yang luar biasa. Dalam pelukan hangat Reno, Viona akhirnya memejamkan mata dan tertidur lelap.*Keesokan harinya, Viona perlahan membuka matanya. Kepala terasa agak berat, dan seluruh tubuhnya seperti baru saja menempuh perjalanan jauh yang melelahkan.Begitu menggerakkan badan, Viona menyadari ada lengan kekar yang melingkar erat di pinggangnya, dan wajahnya menempel tepat di dada bidang seorang pria.Viona membelalakkan mata. Ia mendongak dan menemukan Reno yang masih tertidur lelap di sampingnya, bertelanjang dada. Lebih kagetnya lagi, saat melihat ke bawah, Viona mendapati dirinya han
Air shower dingin terus mengguyur tanpa ampun, tetapi suhu di antara mereka justru semakin membara. Reno yang memegang kedua bahu licin Viona berusaha keras menarik napas panjang, mencoba memanggil sisa-sisa akal sehatnya yang kian terkikis."Vi, tatap aku!" tegas Reno, suaranya sedikit meninggi menembus gemericik air. "Kamu sebenarnya sadar atau enggak, sih?!"Viona mendongak dengan tatapan sayu yang berembun. Bibirnya yang bergetar menempel rapat di leher Reno, memberikan kecupan-kecupan impulsif yang membuat Reno merinding."Aku sadar, Reno... Aku sadar!" racau Viona terengah-engah, nadanya penuh desakan dan frustrasi yang memuncak. "Makanya aku mau... Aku tahu ini kamu, bukan orang lain. Aku mau kamu!"Sebelum Reno sempat memproses jawaban itu, jemari Viona yang gemetar dan dingin karena air mendadak menelusup turun. Gerakannya cepat dan tanpa kompromi, masuk ke dalam celana Reno dan secara presisi menyentuh bagian paling sensitif pria itu."I-ini... ini yang aku cari..." gumam Vi
Brakk! Suara itu begitu keras hingga membuat mata Reno langsung terbuka sempurna. Beberapa detik kemudian suara benda pecah lainnya kembali terdengar, disusul tangisan yang terdengar putus asa dan nyaris histeris. Prang! Reno segera bangkit dari sofa. Jantungnya berdegup lebih cepat ketika m
Hari yang terasa seperti mimpi buruk itu akhirnya selesai juga. Pernikahan terlaksana. Resepsi berjalan tanpa hambatan berarti. Para tamu penting yang hadir sama sekali tidak mengetahui kekacauan besar yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Di mata mereka, semuanya terlihat sempurna. Pengantin wa
Brakk! Pintu ruang rias VIP itu terbuka begitu keras hingga semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita muda, cantik berdiri di ambang pintu dengan napas sedikit memburu. Gaun pengantin putih yang dikenakannya tampak sempurna. Riasan wajahnya juga je
"Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu dan utang-utang keluargamu dua ratus juta, lunas kubayar." Reno alias Reynald Notoharjo merasa seperti baru saja disambar petir di siang bolong. Pria berusia dua puluh lima tahun itu berdiri kaku di tengah ruangan mewah yang bahkan la






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビュー