LOGIN"Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu serta seluruh utang keluargamu sebesar dua ratus juta rupiah, akan kulunasi." Reno, yang seorang tukang listrik biasa, tiba-tiba berubah hidupnya semenjak dipaksa menikahi anak CEO yang sangat cantik dan kaya. Dia ingin menolak, tapi dia ingat ibunya butuh biaya untuk operasi jantung saat itu juga. Bagi Reno, pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan. Namun bagi Viona, Reno hanyalah pria miskin yang dibeli ayahnya; seorang suami pengganti yang selalu ia hina, ia remehkan, dan tidak pernah benar-benar ia inginkan. Sampai wanita itu mulai merasa nyaman dengan Reno. Sampai satu per satu rahasia tentang mantan tunangannya terungkap. Dan sampai sebuah fakta mengejutkan terkuak seputar siapa Reno sebenarnya.
View MoreViona yang masih menarik pergelangan tangan Reno menuju dalam rumah, mendadak langkahnya berhenti saat mendengar pertanyaan itu. "Bagaimana dengan Axel? Apa kamu sudah dapat kabarnya lebih lanjut?" Tubuh Viona langsung menegang. Beberapa detik yang lalu dia masih sibuk mengomel soal acara keluarga, tetapi sekarang seluruh ekspresinya berubah. Tatapannya beralih ke Reno dengan cepat, seolah tidak menyangka pria itu akan mengungkit nama tersebut lagi. Reno sendiri sebenarnya tidak berniat menyulut pertengkaran. Sejak melihat Viona kehilangan kendali semalam karena kabar kecelakaan itu, ia hanya penasaran apakah wanita itu sudah mendapatkan kejelasan kabar Axel. Namun raut wajah Viona yang langsung mengeras membuatnya sadar bahwa pertanyaan itu ternyata salah. "Itu bukan urusanmu." Nada suara Viona dingin. Jauh lebih dingin dibanding beberapa menit sebelumnya. Reno menghela napas pelan. "Aku cuma nanya." "Aku nggak butuh perhatianmu." "Aku nggak bilang perhatian, hanya
Keesokan paginya, Reno terbangun lebih dulu dibanding penghuni rumah lainnya, atau lebih tepatnya dibanding Viona yang masih berada di dalam kamar utama. Meski semalaman tidur di sofa ruang keluarga, tidurnya justru cukup nyenyak. Sofa itu bahkan jauh lebih empuk daripada kasur tipis yang selama ini digunakannya di kontrakan kecilnya. Namun saat membuka mata, kenyataan kembali menghantamnya. Langit-langit rumah mewah yang asing, ruang keluarga yang bukan miliknya, dan status baru yang masih terasa aneh setiap kali diingat. Dirinya sudah menikah. Kalimat itu masih terdengar tidak masuk akal di kepalanya. Kini ia bangun sebagai suami seorang wanita kaya yang bahkan tidak menginginkan kehadirannya. Reno mengusap wajahnya pelan sebelum bangkit. Setelah mandi dan menjalankan rutinitas paginya, ia turun ke dapur karena perutnya mulai terasa lapar. Dapur rumah itu sangat besar dan lengkap, jauh berbeda dengan dapur sempit di rumahnya yang hanya cukup untuk dua orang berdiri berdampingan
Brakk!Suara itu begitu keras hingga membuat matanya langsung terbuka sempurna.Beberapa detik kemudian suara benda pecah lainnya kembali terdengar, disusul tangisan yang terdengar putus asa dan nyaris histeris.Prang!Reno segera bangkit dari sofa. Jantungnya berdegup lebih cepat ketika menyadari suara itu berasal dari kamar Viona.Awalnya ia sempat ragu. Mengingat bagaimana wanita itu memperlakukannya sejak pagi, mungkin lebih baik dirinya tidak ikut campur. Namun tangisan itu terdengar semakin tidak terkendali, membuat Reno mengurungkan niat untuk mengabaikannya.Bagaimanapun juga, Viona adalah tanggung jawabnya sekarang.Tanpa membuang waktu lagi, Reno segera berlari menuju kamar utama. "Nona Viona!"Tidak ada jawaban.Saat tiba di depan kamar, ia mendapati pintunya tidak tertutup rapat. Dari celah pintu terdengar suara isakan yang membuat dadanya ikut terasa tidak nyaman.Reno mendorong pintu perlahan. Dan pemandangan di dalam kamar membuat langkahnya langsung terhenti.Kamar yan
Hari yang terasa seperti mimpi buruk itu akhirnya selesai juga. Pernikahan terlaksana. Resepsi berjalan tanpa hambatan berarti. Para tamu penting yang hadir sama sekali tidak mengetahui kekacauan besar yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Di mata mereka, semuanya terlihat sempurna. Pengantin wanita tampak cantik dan anggun. Pengantin pria terlihat tampan dan berwibawa. Kedua keluarga besar tersenyum di depan kamera, menerima ucapan selamat dari para relasi bisnis, lalu berfoto bersama seolah tidak ada masalah apapun yang terjadi. Tidak ada yang tahu bahwa pria yang berdiri di samping Viona bukanlah mempelai pria yang seharusnya. Tidak ada yang tahu bahwa setiap kali seseorang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka, Reno justru merasa semakin asing dengan hidupnya sendiri. Sepanjang resepsi, senyum tipis yang terus dipasang di wajahnya terasa seperti topeng. Ia bahkan tidak benar-benar mengingat berapa banyak orang yang menyalaminya, memperkenalkan diri, atau mengajaknya b












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.