Share

41

Author: Mr. Mystery
last update publish date: 2026-03-27 08:15:04
Elena terdiam, dan tiba-tiba menatap Arya dengan tatapan kosong!

Mendengar setiap kata demi kata yang Arya utarakan, seketika ia memikirkan apa yang selama ini dia lakukan pada putrinya!

Menatap Evelyn yang kini tampak sedih dan rapuh di sisi lain meja, Elena tiba-tiba ingat bahwa entah sejak kapan, tampaknya dia sama sekali tidak pernah berpikir akan apa yang harus putrinya lakukan?

Dia ingat dengan benar bahwa sejak Evelyn berhasil membangun bisnisnya, dia selalu menanyakan tentang kapan me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Pemandangan yang selama ribuan tahun ia rindukan

    "Mama.. mama jahat!" Merasa dirugikan, Kiara tidak lagi tinggal diam, dan kedua tangan kecilnya mulai bergerak dengan lincah. "Aduuuh... Ara nakal!" Lana tampak marah dan menatap putrinya itu dengan tajam, tapi senyum tulus dan tatapan penuh kelembutan tidak bisa menghilangkan kebahagiaan di wajahnya. Tanpa sadar, dia juga mulai menghilangkan semua pikiran yang mengganggunya selama ini. Ketika melihat gadis kecil yang tampak seperti malaikat ini, dia juga mulai tersenyum dan berkata dengan nada bercanda, "Baiklah... Baiklah! Karena Ara ingin bermain-main dengan mama, aku akan terus mencubit dan menggelitikmu seharian..." "Ahaha... Tidak! Geli... Geli!" "Mama! Ampun... Aduh..." "Hahaha!" ... Tawa lepas dari pemandangan ibu dan anak perempuan yang bermain dan tertawa seketika membuat rumah kumuh, dan penuh dengan kesuraman itu menjadi lebih hangat dan berwarna. Bu Mira, yang selama lima tahun ini selalu merawat Lana, dan menyaksikan betapa kosong, dan tak bernyaw

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Nyirong

    Karena selain melihat guntur dan kilat yang terus menyambar di angkasa, Onyx juga mulai merasakan perasaan krisis, dan tekanan luar biasa tanpa sebab yang jelas. Seolah-olah ada sesuatu yang sangat mengerikan sedang dipersiapkan untuk menghancurkan keberadaannya. "Kau..?" Menatap Arya di sana, tubuhnya juga mulai gemetar ketakutan saat mengetahui bahwa sebenarnya pria ini bisa menciptakan guntur dan petir. "Apakah kau manusia?" Bukan hanya Onyx, tapi Thalya, Lana, Bu Mira, dan bahkan Oyen sendiri merasa ngeri, dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Memanggil petir?" "Tidak!" "Apakah Arya benar-benar bisa memanggil dan mengendalikan guntur!" "Dia... Siapa sebenarnya dia?" "Menakutkan! Orang dewasa ini benar-benar menakutkan! Untungnya aku tidak mencoba melawannya di masa lalu. Jika tidak, aku akan menjadi harimau panggang!" ... Dari semua, mungkin hanya Kiara yang tampak bersemangat dan penuh kekaguman saat melihat apa yang dilakukan oleh ayahnya. Tanpa sedikitpun

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Apakah kau layak?

    "Puncak gunung es?" Arya tiba-tiba menatap wanita itu dengan aneh. "Apakah kau bermaksud mengatakan bahwa aku tidak tahu apa-apa?" "Bukankah sudah jelas!" Saat itu juga, Arya hampir tertawa terbahak-bahak. Sungguh! Setelah kembali ke bumi, Arya tidak menyangka bahwa orang-orang lemah, dan tidak lebih daripada semut di depan matanya ini akan menganggap dirinya bodoh dan lemah. Hal ini sangat menggelikan sekaligus lucu baginya. Karena entah sudah berapa tahun dia tidak pernah mendengar atau mengalami penghinaan seperti ini. "Ketidaktahuan, ya?" Arya mendesah dan perlahan mengangkat tangannya ke atas. Menciptakan sebuah bola api raksasa sebesar rumah, berwarna kekuningan, dan menyinari kegelapan di sekitarnya, layaknya matahari buatan. "Hm?" Onyx agak terkejut saat melihatnya, tapi dia tidak benar-benar terkejut dan hanya menatapnya dengan tatapan meremehkan. "Bukankah aku sudah bilang bahwa peliharaanku kebal terhadap serangan fisik?" Dengan jijik, Onyx segera memerintahk

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Puncak gunung es

    Karena saat ini, pepohonan dan hutan yang sebelumnya tumbuh subur di sana sudah tumbang, dan berserakan di tanah. Seolah-olah ada badai dahsyat yang baru saja datang, hutan dalam radius satu hektar itu tidak hanya hancur berkeping-keping, tapi juga rata dengan tanah. Bahkan Lana sempat melihat adanya asap dan api yang masih menyala dan membakar batang kayu di beberapa tempat. "Apa yang sebenarnya terjadi di sini!?" Tapi yang benar-benar membuatnya terkejut dan tak bisa berkata-kata adalah Arya dan Onyx yang kini berdiri di atas puncak pohon dengan mantap, kokoh dan seimbang layaknya sedang berdiri di atas tanah. "Benarkah yang dikatakan putriku, jika Arya sangat kuat?" Lana merasa sangat sulit untuk mempercayai apa yang dilihatnya. "Mama!" Saat itu, Kiara dan yang lainnya sudah keluar dan buru-buru mendatanginya. Tentu dengan Bu Mira yang sambil memegang pisau dapur di tangannya, tapi sama seperti Lana, dia juga langsung berseru saat melihat apa yang terjadi. "Astaga... Apa

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Jangan khawatir! Ayah sangat kuat!

    Wajah Onyx berubah. Tapi sebelum dia sempat mengatakan apa-apa, ia merasakan rasa sakit tiba-tiba datang dari perutnya. "Bang!" Seolah-olah ada sebuah truk berkecepatan tinggi yang menabraknya, Onyx langsung terlempar dan terbang ke belakang. "Bang!" Menghancurkan dinding kayu ruang itu sampai berlubang, dan terus terlempar jauh ke belakangnya. "Bang!" "Bang!" Menghancurkan pepohonan dan apapun yang ia lalui sebelum akhirnya berhenti. "Ah!" "Ahh!" Sementara di dalam rumah, jeritan dari Lana dan Bu Mira segera menyadarkan semua orang, bahwa sesuatu baru saja terjadi. "Arya... Kau..." Tapi Lana, Thalya dan Bu Mira yang ada di sana masih terguncang dan terdiam saat menyaksikan sosok Arya yang masih berdiri di tempatnya. Sama sekali tak bisa berkata-kata selain menatap sosok pria yang menjadi satu-satunya di tempat itu. Selain tatapan penuh keterkejutan dan kebingungan, Lana bahkan juga mulai memandang Arya dengan pandangan baru. Meskipun mereka tidak tahu kenapa Onyx tiba

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Nyonya Onyx

    Dengan tubuh yang masih lemah dan gemetar, Lana buru-buru bangkit dari tempat tidur, lalu menghadap ke arah wanita yang baru saja berbicara itu sambil menundukkan kepalanya. "Nyonya... Mereka semua adalah orang asing yang tersesat dan secara kebetulan tiba di sini. Mereka tidak ada hubungannya denganku. Itu hanya karena rasa kasihan, jadi saya membawanya masuk untuk beristirahat..." Berbicara dengan nada pelan dan hati-hati, Lana yang menundukkan kepalanya dan melihat kakinya sendiri tampak sangat khawatir dan takut terhadap wanita itu. "Nyonya... Anda sudah kembali." Bu Mira juga sama, dan bahkan dia sampai berlutut dan menundukkan kepalanya di lantai, seolah-olah sedang memberikan salam dan sambutan kepada seorang Ratu. "Nyonya?" Ketika Thalya yang melihat reaksi keduanya, dan melihat ke arah wanita itu, dia langsung membelalakkan matanya. Karena wanita yang dipanggil "Nyonya" ini sebenarnya adalah wanita muda, yang bahkan usianya mungkin baru dua puluhan tahun. Jauh lebih m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status