Share

Bab 53 : Rasa Sakit Yang Sia-sia

Penulis: Backin_parade
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-12 21:06:37

"Apa maksud Om Aiden?"

Wajah Aiden gelisah. Tak ingin jika Gavin melakukan kesalahan besar, pada akhirnya Aiden membuka rahasia besar keluarga Gavin sembilan belas tahun yang lalu.

"Darah kalian tidak cocok."

Gavin menatap tak percaya. "Itu konyol."

"Terjadi komplikasi pasca operasi, Arnold harus mencari pendonor lain. Dan ginjal yang saat ini ada di tubuhnya, itu bukan milik kamu. Itu milik orang lain."

Gavin tertegun, otaknya yang dipenuhi kebencian tiba-tiba terasa kosong. Setelah semua
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya Sang Pewaris : Obsesi Tuan Muda Yang Berbahaya   Bab 57 : Episode Terakhir

    "Jangan diam dan jelaskan semuanya, Om," tuntut Gavin. Aiden tertunduk seolah tak bisa menyangkal hingga pada akhirnya ia membuat sebuah pengakuan. "Om memang ayah kandung kamu." Gavin meraih vas bunga di atas meja dan membantingnya ke lantai sebagai ungkapan kemarahan. "Dari semua orang, kenapa harus Om Aiden? Ini bahkan lebih buruk dari menjadi anak seorang simpanan. Kenapa Om bisa setega ini? Sekarang bagaimana aku bisa berhadapan dengan Tante Mitha? Apa Tante Mitha tahu soal ini?" Aiden memandang penuh sesal. "Semua ini salah om. Kamu bisa membenci om sepuas kamu. Seandainya om dulu lebih berani bertanggungjawab." "Berani menyakiti Tante Mitha," celetuk Gavin mengoreksi. Ia tak terima. Selama ini hanya Mitha yang memperlakukannya layaknya keluarga. Tapi rahasia kelahirannya justru akan menyakiti wanita itu. Bagaimana Gavin bisa berhadapan dengan wanita itu setelah ini. "Tante kamu tidak boleh tahu, dia tidak akan tahu." "Bukan hanya menjadi wanita simpanan, mama aku juga m

  • Kembalinya Sang Pewaris : Obsesi Tuan Muda Yang Berbahaya   Bab 56 : Kejahatan Yang Terungkap

    Satu minggu setelah kematian Abimana Raharja, Anthony mengadakan rapat pemegang saham untuk mengambil alih perusahaan secara resmi. Di depan pintu masuk, Anthony bertemu dengan Aiden. Keduanya berseteru setelah kematian Abimana."Kita hanya seorang menantu, ada baiknya kita tahu batasan," ujar Aiden menyindir."Tetap pada batasan yang kamu buat sendiri. Pada faktanya saya yang mengembangkan perusahaan ini, bukan anak haram yang sudah mati itu."Aiden tampak geram, tapi ia tak memiliki kuasa untuk menggulingkan Anthony."Kamu akan mendapatkan balasan yang pantas.""Balasan untuk apa? Kamu bicara seolah sayang telah melakukan hal yang buruk.""Kecelakaan yang menimpa Gavin, bukankah itu rencana kamu? Dan orang terakhir yang bertemu papa sebelum ditemukan meninggal itu juga kamu. Jangan kamu pikir saya tidak tahu.""Jadi apanya yang berbeda. Kamu han6a sekadar tahu. Jika memang ada bukti, seret saya ke pengadilan!" tandas Anthony sebelum meninggalkan Aiden.Aiden menghela napas, tampak s

  • Kembalinya Sang Pewaris : Obsesi Tuan Muda Yang Berbahaya   Bab 55 : Kabar Buruk Yang Tak Seharusnya Didengar

    Xienna menangis di ruang tunggu rumah sakit. Di dalam ruang operasi, Gavin tengah berjuang dalam masa sulitnya. Xienna menyesal, menganggap bahwa kecelakaan itu terjadi karena dirinya. Jika seandainya ia tidak bertengkar dengan Gavin dan memaksa untuk turun, mungkin kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi. Kini, Xienna hanya bisa menangis tanpa suara dengan tangan gemetar. Langkah Ailyn terhenti ketika ia melihat putrinya. Di belakangnya, Allan berdiri. Setelah Gavin memasuki ruang operasi, Allan segera menghubungi Ailyn dan begitulah cara Ailyn menemukan putrinya kali ini. Dalam satu helaan napas pelan Ailyn lantas menghampiri Xienna dan menyentuh bahu putrinya."Mama? Mama... Om Gavin..." Xienna kembali menangis."Kita pulang sekarang." Xienna menggeleng. "Nggak, Om Gavin gimana? Aku nggak mau pulang. Aku mau di sini." "Kamu jangan keras kepala. Percuma kamu di sini, Gavin nggak akan kembali." Batin Xienna tersentak hingga menghentikan tangisnya. "Maksud Mama apa?" Ailyn sempa

  • Kembalinya Sang Pewaris : Obsesi Tuan Muda Yang Berbahaya   Bab 54 : Kehancuran Arnold

    Xienna mondar-mandir di ruang tamu sembari sesekali memperhatikan jam dinding. Penerbangan mereka sekitar dua jam lagi, tapi Gavin belum juga pulang sejak kepergiannya kemarin. Xienna berulang kali mencoba untuk menghubungi Gavin, tapi tak ada jawaban. Muncul sedikit kekhawatiran, mungkinkah ia ditinggalkan lagi.Sementara itu, di rumah sakit Arnold siuman. Menyadari jika ia terbaring di ranjang pasien tentu saja membuatnya bingung dan kala itu Aiden masuk."Anda?""Bersyukurlah karena kamu masih hidup pagi ini," ujar Aiden dengan dingin.Arnold teringat apa yang terjadi semalam. Apakah Gavin yang membawanya ke sana."Di mana keponakan anda?""Jika dia masih di sini, kamu tidak akan bisa bangun lagi."Arnold buru-buru mengangkat bajunya untuk memeriksa perutnya. Ada rasa lega saat ia mendapati tidak terjadi sesuatu pada perutnya."Jika kamu manusia, seharusnya kamu memiliki sedikit saja rasa malu. Apa yang sudah keluarga kamu lakukan pada Gavin, seharusnya kamu membayarnya semalam.""

  • Kembalinya Sang Pewaris : Obsesi Tuan Muda Yang Berbahaya   Bab 53 : Rasa Sakit Yang Sia-sia

    "Apa maksud Om Aiden?" Wajah Aiden gelisah. Tak ingin jika Gavin melakukan kesalahan besar, pada akhirnya Aiden membuka rahasia besar keluarga Gavin sembilan belas tahun yang lalu. "Darah kalian tidak cocok." Gavin menatap tak percaya. "Itu konyol." "Terjadi komplikasi pasca operasi, Arnold harus mencari pendonor lain. Dan ginjal yang saat ini ada di tubuhnya, itu bukan milik kamu. Itu milik orang lain." Gavin tertegun, otaknya yang dipenuhi kebencian tiba-tiba terasa kosong. Setelah semua kesulitan yang ia alami, ia justru dihadapkan dengan fakta yang konyol. "Itu nggak mungkin, aku saudaranya, aku adik Kak Arnold. Kecuali aku bukan anak papa." Aiden mencengkram kedua lengan Gavin. "Kamu dengarkan om baik-baik, kamu memang bukan anak orang itu." Dahi Gavin mengernyit, ia mengambil satu langkah mundur dengan ragu. "Sejak awal kamu dan Arnold memang tidak memiliki hubungan darah." Gavin menggeleng pelan. "Om pasti salah." "Orang itu menikahi ibu kamu saat ibu kamu sedang men

  • Kembalinya Sang Pewaris : Obsesi Tuan Muda Yang Berbahaya   Bab 52 : Pembalasan Yang Sesungguhnya

    Sebuah panggilan masuk ke ponsel Gavin. Pandangan Gavin beralih pada sosok Xienna yang berada tidak jauh darinya saat ia melihat nama Ailyn di layar ponselnya. Dia sudah mendapatkan panggilan, itu berarti Ailyn dan Arnold sudah tahu ke mana putrinya pergi. Gavin kemudian bangkit dan pergi menjauh seraya menjawab panggilan tersebut."Bajingan kamu Gavin! Kembalikan putri saya!" hardik Arnold begitu telepon tersambung.Gavin tak terkejut seolah sudah menduganya. Karena ia memblokir nomor Arnold, Arnold pasti mencari cara lain untuk menghubunginya."Kalau begitu kita harus bertemu," gumam Gavin yang kemudian masuk ke kamarnya."Om Gavin mau pergi ke mana?" tegur Xienna ketika melihat Gavin hendak pergi."Mengambil beberapa barang. Besok kita pergi ke Jerman.""Besok?" Xienna kaget karena terlalu mendadak."Kamu nggak perlu membawa barang apapun, semua keperluan kamu sudah ada di sana. Saya pergi dulu."Saat langit sudah gelap, mobil Arnold memasuki ruang parkir bawah tanah sebuah gedung

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status