Chapter: Bab 81 : Bukan Akhir Yang Kau JanjikanJulian menyusuri jalan setapak yang menurun sembari sesekali memeriksa keadaan di belakangnya. Ia berniat menghubungi seseorang, tapi karena tidak berhati-hati ponselnya justru terjatuh di tumpukan dedaunan kering yang kemudian menyembunyikan benda pipih itu."Sial! Ada-ada aja sih!" gerutu Julian. Ia pun bergegas mencari ponselnya.Tak butuh waktu lama bagi Julian untuk mendapatkan kembali ponselnya. Namun, ketika ia bangkit, ia tak sengaja menangkap bayangan seseorang yang berdiri di atas melalui layar ponselnya. Perlahan Julian menoleh. Netranya membulat begitu ia melihat Damian tengah menodongkan senapan ke arahnya."Bajingan," gumam Julian.Dorr!Satu tembakan memekakkan telinga dan langsung menarik perhatian Haedar serta Nayra yang sebelumnya kembali memeriksa rumah."Haedar!" Nayra bergegas menghampiri Haedar."Kita susul Damian sekarang, bayi saya nggak ada di sini."Keduanya segera berlari memasuki hutan. Julian refleks menunduk sembari melindungi kepalanya. Tapi alih-alih l
Last Updated: 2025-05-30
Chapter: Bab 80 : Seorang BuruanDua minggu setelah Julian menghilang. Damian kembali mendatangi rumah Julian yang kini sudah kosong. Damian memasuki paviliun di mana Nayra terkurung selama satu tahun terakhir. Sungguh, ia merasa sangat bodoh. Selama satu tahun ia habiskan untuk mencurigai Julian tanpa berusaha untuk mengungkap kejahatan Julian dengan serius.Kasus penculikan Julian sedang diselidiki pihak kepolisian, mereka juga turut membantu pencarian Julian yang kini membawa bayi Nayra."Damian." Nayra datang dengan langkah terburu-buru."Julian barusan telepon aku," ujar Nayra setengah panik."Dia mengatakan sesuatu?"Nayra mengangguk. "Dia minta kita mencabut laporan. Anak kita ada sama dia sekarang.""Itu tidak akan merubah keadaan," gumam Damian."Julian nggak akan berbuat nekad, kan?"Damian kemudian menggandeng tangan Nayra. "Dia tidak akan melakukan hal yang pada akhirnya akan merugikan dirinya sendiri."Damian lantas membawa Nayra pergi. Setelah pemakaman Veronica, Julian langsung kabur dengan membawa an
Last Updated: 2025-05-29
Chapter: Bab 79 : Kebenaran Dan KarmaVeronica menunggu kedatangan Damian di bandara. Tapi karena hujan, ia berteduh di dalam mobilnya yang terparkir di pinggir jalan. Veronica ingin memastikan jika Damian benar-benar pergi meninggalkan Jakarta hari itu.Setelah menunggu cukup lama pada akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh Veronica tiba. Wanita itu baru menyadari keberadaan Damian setelah Damian turun dari mobil."Bajingan itu, seharusnya dia sudah mati sejak dulu," desis Veronica penuh kebencian.Begitu besar kebencian Veronica terhadap Damian hingga ia ingin menyingkirkan Damian saat itu juga. Veronica menyalakan mesin mobil, berniat untuk menabrak Damian. Akan tetapi keberadaan sosok yang berlari menerobos hujan dan melewati mobilnya berhasil menyita perhatian Veronica."Nayra?"Veronica tampak terkejut. Orang yang katanya sudah menghilang tiba-tiba muncul. Sudut bibir wanita itu tersungging."Bagus dia di sini, kalian bisa mati bersama."Tanpa pikir panjang, Veronica langsung menginjak gas. Mengemudi dengan kecepatan ya
Last Updated: 2025-05-26
Chapter: Bab 78 : Tak Bisa Membiarkannya PergiHari itu Julian pulang lebih awal dengan senyum yang membuat wajahnya terlihat lebih bahagia. Seperti hari-hari sebelumnya, ia akan langsung mengunjungi Nayra saat pulang. Dan saat ia tiba di paviliun, Nayra tengah merajut. Menjadi tahanan selama satu tahun bukan berarti Nayra tak pernah berusaha untuk melarikan diri. Nayra kerap mencoba untuk kabur, tapi dari semua usahanya tak membuahkan hasil apapun dan kini ia tak berkutik setelah Julian membawa kelemahannya."Mana bayi aku?" tegur Nayra dengan dingin.Dengan senyumnya, Julian duduk di hadapan Nayra. Memang ada bayi di rumah Julian dan itu adalah bayi Nayra yang lahir beberapa bulan yang lalu dan itulah alasan kenapa Nayra tak bisa melarikan diri. Alih-alih melakukan persalinan di rumah sakit, Julian membiarkan Nayra melakukan persalinan di paviliun sehingga bayi yang dilahirkan Nayra belum terdaftar dan bahkan Nayra sendiri tak bisa memberikan nama untuk bayinya. Julian tak mengizinkan Nayra untuk merawat bayinya. Sesekali Juli
Last Updated: 2025-05-24
Chapter: Bab 77 : Kepergian DamianZizan memasuki sebuah pusat perbelanjaan dengan mengenakan topi untuk menyamarkan wajahnya. Ia mengikuti Julian yang memasuki swalayan. Menuruti perintah Damian, Zizan berusaha memastikan apa saja yang dibeli oleh Julian. Zizan berusaha untuk terlihat sibuk ketika Julian tampak tengah memilah barang. Tapi yang membuat Zizan heran adalah ketika ia melihat barang-barang yang berjajar di rak di hadapan Julian."Susu bayi? Tuh orang ngapain beli susu bayi? Emangnya punya bayi?" batin Zizan bertanya-tanya dalam hati.Dan benar saja Julian hanya membeli susu formula untuk bayi. Dari sana, Julian naik ke lantai atas dan Zizan terus mengikuti Julian hingga pria itu memasuki sebuah restoran yang berada di gedung pusat perbelanjaan itu.Kala itu Julian mendatangi seorang wanita yang tengah duduk sendirian. Zizan pun segera mencari tempat duduk terdekat tapi tetap aman."Mama udah lama?" tegur Julian seraya duduk.Veronica tersenyum tipis, tampak prihatin dengan keadaan putranya saat ini."Mama
Last Updated: 2025-05-23
Chapter: Bab 76 : Si Pengecut Yang SebenarnyaMalam itu Julian memasuki sebuah restoran ternama karena undangan dari Suganda. Namun, langkah pincang Julian terhenti ketika ia menemukan bahwa bukan hanya Suganda yang ada di sana, melainkan juga Damian."Julian, kamu sudah datang," tegur Suganda.Julian mendekat dan langsung melayangkan protes. "Papa nggak bilang kalau Papa ngundang orang lain.""Kamu duduk dulu.""Perjalanan dari sini ke area parkir cukup jauh, jangan sia-siakan perjuangan kaki cacat kamu untuk bisa sampai di sini," sarkas Damian dengan tenang.Julian menatap tajam, tapi Suganda segera menengahi."Kalian di sini untuk makan malam, papa tidak ingin ada pertengkaran. Julian, kamu duduk."Dengan wajah terpaksa, Julian pun pada akhirnya duduk berhadapan dengan Damian. Meski Damian terus menatapnya, ia enggan untuk membalas dan lebih memilih untuk berpaling."Papa ngapain ngajak makan malam, aku udah biasa makan sendirian," ujar Julian."Damian yang meminta papa mengundang kamu."Dengan begitu pandangan keduanya kembal
Last Updated: 2025-05-19

Pendekar Titisan Naga Langit
Kelahirannya membawa titah dari langit. Namun, di saat yang bersamaan kutukan itu memakan takdirnya. Bai Yu Xuan, bayi kecil yang baru saja melihat dunia itu harus menelan pahitnya kehidupan. Di hari kelahirannya, ia diramalkan akan menjadi orang besar dan paling disegani di negeri ini. Tapi hal lain datang sebagai kutukan, mengatakan bahwa kelak ia akan dibutakan dengan kekuasan dan membunuh rajanya sendiri.
Demi menghindari kutukan itu, Bai Yu Heng membawa putranya ke pengasingan. Hidup di pedesaan dan menjadi rakyat biasa. Namun, ketika negeri mengalami masa krisis, Menteri Pertahanan menemukan keberadaan mereka dengan membawa titah dari sang raja.
Bai Yu Xuan yang sudah tumbuh menjadi remaja yang tampan diangkat menjadi panglima tingkat tujuh dan harus turun ke medan perang. Namun, statusnya yang berasal dari kasta bawah membuatnya berselisih dengan para panglima dari kalangan kasta tinggi.
Bai Yu Xuan harus bertaruh nyawa saat bertarung dengan harga diri para bangsawan sebelum bisa turun ke medan perang. Bisakah putra dari tabib rendahan ini menghadapi kekejaman dari dunia yang telah mengutuknya. Akankah ia mati di medan perang atau justru mati di negerinya sendiri.
Read
Chapter: Bab 66 : Jenderal Zhao Jin'an, Jangan Mengganggu! Menjelang siang hari, kedua anak muda itu berbaur bersama para bangsawan di tempat yang mungkin bisa disebut dengan pasar karena di saat malam hari sering di adakan festival pasar malam di sana. Terlihat begitu banyak penjual di sisi jalan dan jangan lupakan kedai makanan bertingkat dua yang selalu sesak oleh pengunjung. Bai Yuxuan tak lagi asing dengan tempat itu karena sebelumnya dia pernah membuat keributan di sana, lebih tepatnya di dalam kedai berlantai dua tersebut. Saat itu dia kehabisan uang dan terpaksa mengikuti perjudian di sana dengan mempertaruhkan kepalanya sebagai pengganti uang, namun naas justru kekalahan yang ia dapat. Tapi bukannya menyerahkan kepalanya kepada para penjudi tersebut, dia justru meraup beberapa koin dan segera melarikan diri hingga pada akhirnya dia yang harus berakhir duduk di bebatuan aliran sungai yang kemudian mempertemukannya dengan Putri Dinasti Xia yang begitu kejam menurutnya. Kenangan yang baru kemarin dan tak mungkin ia lupakan, dan hal
Last Updated: 2026-06-17
Chapter: Bab 65 :Pagi itu, sesuai rencana sebelumnya bahwa Fang Jianglan akan membawa Bai Yuxuan berkeliling Ibukota sebelum kembali lagi ke Istana sembari menunggu lukanya sembuh total. Setelah berjalan cukup jauh dari rumah, Jianglan membimbing langkah Yuxuan mengelilingi perumahan di mana para menteri tinggal dan tentu saja tangannya yang masih setia menggandeng lengan Yuxuan yang tak merasa risih lagi jika gadis itu menggandengnya sepanjang hari. Asal Jianglan bisa mengendalikan mulutnya saja saat berucap. Jianglan tiba-tiba menghentikan langkahnya dan secara otomatis Yuxuan pun ikut berhenti. Jianglan kemudian memutar kakinya dan membuat keduanya menghadap salah satu pagar rumah di sana. "Ini adalah rumah dari Menteri Zhang," ucap Jianglan sembari menunjuk papan di atas gerbang rumah. "Aku dengar dari ayah jika Kakak Xuan buta huruf," lanjut Jianglan. Sudut bibir Yuxuan tersungging. Dia memalingkan wajahnya dan bergumam, "Pak tua itu selalu bicara seenaknya." "Tidak masalah, lain kali aku a
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: Bab 64 : Keluarga Baru Si Kambing Liar Bai Yuxuan terlihat duduk manis di anak tangga yang berada tepat di depan kamar Daxian yang sekarang sudah resmi menjadi kamarnya karena sejak kepergiannya dua hari yang lalu, Daxian sama sekali belum menampakkan diri di hadapannya. Dan sejak dua hari itu pula, kehidupan Yuxuan tidak pernah terlepas dari gadis muda bernama Fang Jianglan yang selalu mengekorinya bahkan di saat ia ingin pergi ke kamar mandi sekalipun. "Aku bisa gila jika dia terus mengekoriku," gumam Yuxuan di saat ia menggunakan tangan kirinya untuk menyangga dagunya, sedangkan tangan kanannya masih terikat seperti sebelumnya. "Kakak Xuan ..." Seketika mata Yuxuan terpejam untuk beberapa saat, berharap matanya tidak akan terbuka lagi sebelum pemilik dari suara itu menghilang dari hadapannya. Baru satu detik dia mengeluh dan gadis itu muncul secara tiba-tiba dari dalam kamarnya sendiri. Helaan napas beratnya yang kemudian mengiringi langkah gadis itu untuk menghampirinya dan duduk tepat di sampingnya di saat mat
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: Bab 63 : Mereka Sudah Berbaikan"Kakak Bai..." "Kakak Bai...." "Kakak Xuan............" Suara yang terus mengikuti langkah Bai Yuxuan bagaikan sebuah bayangan sejak pagi tadi dan pemilik suara itu tidak lain adalah Fang Jianglan. Entah apa yang telah terjadi pada gadis itu. Yuxuan bahkan bergidik ketika gadis itu terus menempel padanya, terlebih mengingat insiden pagi tadi. Bukannya merasa senang karena perubahan sikap Jianglan yang tiba-tiba terlampau baik padanya, dia justru merasa ngeri. Bagaimana gadis sekejam itu bisa berubah hanya ditinggal selama dua hari. Dan yang paling membuat Yuxuan merasa risih adalah ketika melihat Jianglan tersenyum manis padanya dengan sesekali menggandeng lengannya yang tak terluka. Hingga hembusan napas beratnya yang menyapu ruangan kosong di saat ia kembali terduduk di kamar Fang Daxian, dengan tangan kanan yang di ikat di depan tubuhnya menggunakan kain yang di kalungkan di lehernya. Merasa lega setelah gadis sinting itu tidak mengikutinya lagi. Namun semua itu segera ber
Last Updated: 2026-06-11
Chapter: Bab 62 : Percikan Asmara Di Kediaman FangFang Jianglan dan Guozhi duduk berdampingan dengan kepala yang sedikit menunduk di saat Daxian sendiri duduk di samping Yuxuan yang juga dalam posisi duduk dan mengarahkan tatapan kesalnya kepada dua orang yang sudah membuat onar di kamarnya, atau lebih tepatnya kamar milik Daxian. "Apa yang sebenarnya kalian lakukan di sini?" Daxian membuka suara dan membuat Jianglan serta Guozhi saling bertukar pandang. "Yuxuan sedang sakit, akan lebih baik jika kalian bisa bersikap lebih tenang sedikit." Daxian kemudian beranjak dari duduknya dan menarik perhatian ketiganya. "Kakak ingin ke mana?" celetuk Jianglan yang membuat pandangan Daxian jatuh padanya. "Aku akan melihat keadaan di istana, aku mungkin tidak pulang untuk beberapa hari. Pastikan kalian tidak menyulitkannya." Daxian pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dan tepat setelah pintu itu tertutup dari luar, keduanya segera mendekati Yuxuan dengan cara merangkak dan membuat Yuxuan sedikit menarik mundur kepalanya. Menatap heran ke
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 61 : Musuh Bebuyutan Di Kediaman FangMalam yang sempat datang telah berlalu, pagi itu Fang Jianglan melangkahkan kakinya dengan hati-hati setelah melihat Daxian keluar dari kamarnya sendiri dan tepat saat Daxian menghilang di ujung teras, dia keluar dari kamarnya lalu kemudian berjalan menuju kamar sang kakak yang berada di sebelah kamarnya. Perlahan Jianglan membuka pintu di hadapannya. Mula-mula dia melongokkan kepalanya terlebih dulu, mencoba mengecek keadaan di dalam kamar sang kakak dan sebelah alisnya terangkat ketika melihat Bai Yuxuan masih dalam posisi yang sama sejak kemarin. Dia pun melangkahkan kakinya masuk dan menutup pintu dari dalam dengan pelan sebelum akhirnya mendekati Yuxuan dengan langkah yang terlihat begitu berhati-hati. Jianglan menghentikan langkahnya tepat di samping tubuh Yuxuan, sejenak memperhatikan Yuxuan dengan matanya yang tiba-tiba memicing. "Apa dia belum sadar dari kemarin?" monolog Jianglan yang juga menyiratkan rasa penasarannya karena sepertinya Yuxuan memang belum sadarkan dir
Last Updated: 2026-06-09
Kembalinya Sang Pewaris : Obsesi Tuan Muda Yang Berbahaya
"Om, aku kalah taruhan. Om Gavin mau, kan tidur sama aku?!" Sebuah kalimat lolos dari bibir Xienna. Bukan hanya pertanyaan, tapi juga sebuah paksaan.
Gavin Nathaniel Garth kembali setelah pengusirannya sembilan belas tahun yang lalu. Terlibat perseteruan dengan sang kakak, Gavin justru terjebak dalam cinta terlarang bersama dengan keponakannya sendiri.
Ditunjuk sebagai pewaris Group Raharja, di tengah polemiknya dengan keluarga kakaknya, Gavin harus menghadapi keserakahan pamannya yang berusaha menyingkirkannya sebagai pewaris Group Raharja.
Xienna, gadis yang baru beranjak dewasa itu mengambil keputusan paling buruk dalam hidupnya dengan masuk ke dalam kehidupan Gavin yang gelap.
Ketika sebuah kisah terungkap, obsesi sang Tuan Muda menghancurkan hidup Xienna. Memberikan dua pilihan bagi gadis itu, pergi dan hancur sendiri atau bertahan dan dihancurkan oleh obsesi sang Tuan Muda.
Read
Chapter: Bab 57 : Episode Terakhir"Jangan diam dan jelaskan semuanya, Om," tuntut Gavin. Aiden tertunduk seolah tak bisa menyangkal hingga pada akhirnya ia membuat sebuah pengakuan. "Om memang ayah kandung kamu." Gavin meraih vas bunga di atas meja dan membantingnya ke lantai sebagai ungkapan kemarahan. "Dari semua orang, kenapa harus Om Aiden? Ini bahkan lebih buruk dari menjadi anak seorang simpanan. Kenapa Om bisa setega ini? Sekarang bagaimana aku bisa berhadapan dengan Tante Mitha? Apa Tante Mitha tahu soal ini?" Aiden memandang penuh sesal. "Semua ini salah om. Kamu bisa membenci om sepuas kamu. Seandainya om dulu lebih berani bertanggungjawab." "Berani menyakiti Tante Mitha," celetuk Gavin mengoreksi. Ia tak terima. Selama ini hanya Mitha yang memperlakukannya layaknya keluarga. Tapi rahasia kelahirannya justru akan menyakiti wanita itu. Bagaimana Gavin bisa berhadapan dengan wanita itu setelah ini. "Tante kamu tidak boleh tahu, dia tidak akan tahu." "Bukan hanya menjadi wanita simpanan, mama aku juga m
Last Updated: 2026-01-28
Chapter: Bab 56 : Kejahatan Yang TerungkapSatu minggu setelah kematian Abimana Raharja, Anthony mengadakan rapat pemegang saham untuk mengambil alih perusahaan secara resmi. Di depan pintu masuk, Anthony bertemu dengan Aiden. Keduanya berseteru setelah kematian Abimana."Kita hanya seorang menantu, ada baiknya kita tahu batasan," ujar Aiden menyindir."Tetap pada batasan yang kamu buat sendiri. Pada faktanya saya yang mengembangkan perusahaan ini, bukan anak haram yang sudah mati itu."Aiden tampak geram, tapi ia tak memiliki kuasa untuk menggulingkan Anthony."Kamu akan mendapatkan balasan yang pantas.""Balasan untuk apa? Kamu bicara seolah sayang telah melakukan hal yang buruk.""Kecelakaan yang menimpa Gavin, bukankah itu rencana kamu? Dan orang terakhir yang bertemu papa sebelum ditemukan meninggal itu juga kamu. Jangan kamu pikir saya tidak tahu.""Jadi apanya yang berbeda. Kamu han6a sekadar tahu. Jika memang ada bukti, seret saya ke pengadilan!" tandas Anthony sebelum meninggalkan Aiden.Aiden menghela napas, tampak s
Last Updated: 2026-01-26
Chapter: Bab 55 : Kabar Buruk Yang Tak Seharusnya DidengarXienna menangis di ruang tunggu rumah sakit. Di dalam ruang operasi, Gavin tengah berjuang dalam masa sulitnya. Xienna menyesal, menganggap bahwa kecelakaan itu terjadi karena dirinya. Jika seandainya ia tidak bertengkar dengan Gavin dan memaksa untuk turun, mungkin kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi. Kini, Xienna hanya bisa menangis tanpa suara dengan tangan gemetar. Langkah Ailyn terhenti ketika ia melihat putrinya. Di belakangnya, Allan berdiri. Setelah Gavin memasuki ruang operasi, Allan segera menghubungi Ailyn dan begitulah cara Ailyn menemukan putrinya kali ini. Dalam satu helaan napas pelan Ailyn lantas menghampiri Xienna dan menyentuh bahu putrinya."Mama? Mama... Om Gavin..." Xienna kembali menangis."Kita pulang sekarang." Xienna menggeleng. "Nggak, Om Gavin gimana? Aku nggak mau pulang. Aku mau di sini." "Kamu jangan keras kepala. Percuma kamu di sini, Gavin nggak akan kembali." Batin Xienna tersentak hingga menghentikan tangisnya. "Maksud Mama apa?" Ailyn sempa
Last Updated: 2026-01-21
Chapter: Bab 54 : Kehancuran ArnoldXienna mondar-mandir di ruang tamu sembari sesekali memperhatikan jam dinding. Penerbangan mereka sekitar dua jam lagi, tapi Gavin belum juga pulang sejak kepergiannya kemarin. Xienna berulang kali mencoba untuk menghubungi Gavin, tapi tak ada jawaban. Muncul sedikit kekhawatiran, mungkinkah ia ditinggalkan lagi.Sementara itu, di rumah sakit Arnold siuman. Menyadari jika ia terbaring di ranjang pasien tentu saja membuatnya bingung dan kala itu Aiden masuk."Anda?""Bersyukurlah karena kamu masih hidup pagi ini," ujar Aiden dengan dingin.Arnold teringat apa yang terjadi semalam. Apakah Gavin yang membawanya ke sana."Di mana keponakan anda?""Jika dia masih di sini, kamu tidak akan bisa bangun lagi."Arnold buru-buru mengangkat bajunya untuk memeriksa perutnya. Ada rasa lega saat ia mendapati tidak terjadi sesuatu pada perutnya."Jika kamu manusia, seharusnya kamu memiliki sedikit saja rasa malu. Apa yang sudah keluarga kamu lakukan pada Gavin, seharusnya kamu membayarnya semalam.""
Last Updated: 2026-01-18
Chapter: Bab 53 : Rasa Sakit Yang Sia-sia"Apa maksud Om Aiden?" Wajah Aiden gelisah. Tak ingin jika Gavin melakukan kesalahan besar, pada akhirnya Aiden membuka rahasia besar keluarga Gavin sembilan belas tahun yang lalu. "Darah kalian tidak cocok." Gavin menatap tak percaya. "Itu konyol." "Terjadi komplikasi pasca operasi, Arnold harus mencari pendonor lain. Dan ginjal yang saat ini ada di tubuhnya, itu bukan milik kamu. Itu milik orang lain." Gavin tertegun, otaknya yang dipenuhi kebencian tiba-tiba terasa kosong. Setelah semua kesulitan yang ia alami, ia justru dihadapkan dengan fakta yang konyol. "Itu nggak mungkin, aku saudaranya, aku adik Kak Arnold. Kecuali aku bukan anak papa." Aiden mencengkram kedua lengan Gavin. "Kamu dengarkan om baik-baik, kamu memang bukan anak orang itu." Dahi Gavin mengernyit, ia mengambil satu langkah mundur dengan ragu. "Sejak awal kamu dan Arnold memang tidak memiliki hubungan darah." Gavin menggeleng pelan. "Om pasti salah." "Orang itu menikahi ibu kamu saat ibu kamu sedang men
Last Updated: 2026-01-12
Chapter: Bab 52 : Pembalasan Yang SesungguhnyaSebuah panggilan masuk ke ponsel Gavin. Pandangan Gavin beralih pada sosok Xienna yang berada tidak jauh darinya saat ia melihat nama Ailyn di layar ponselnya. Dia sudah mendapatkan panggilan, itu berarti Ailyn dan Arnold sudah tahu ke mana putrinya pergi. Gavin kemudian bangkit dan pergi menjauh seraya menjawab panggilan tersebut."Bajingan kamu Gavin! Kembalikan putri saya!" hardik Arnold begitu telepon tersambung.Gavin tak terkejut seolah sudah menduganya. Karena ia memblokir nomor Arnold, Arnold pasti mencari cara lain untuk menghubunginya."Kalau begitu kita harus bertemu," gumam Gavin yang kemudian masuk ke kamarnya."Om Gavin mau pergi ke mana?" tegur Xienna ketika melihat Gavin hendak pergi."Mengambil beberapa barang. Besok kita pergi ke Jerman.""Besok?" Xienna kaget karena terlalu mendadak."Kamu nggak perlu membawa barang apapun, semua keperluan kamu sudah ada di sana. Saya pergi dulu."Saat langit sudah gelap, mobil Arnold memasuki ruang parkir bawah tanah sebuah gedung
Last Updated: 2026-01-11

Menjadi Orang Ketiga Di Hubungan Suamiku
Karina Atmajaya memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya pada usia 20 tahun dengan menikah bersama laki-laki yang lima tahun lebih tua darinya yang bernama Haris Ghaffari Dananjaya. Berawal dari sebuah perjodohan, keduanya menjalani rumah tangga yang harmonis. Namun, sayangnya. Setelah tujuh tahun usia pernikahan mereka, Karina baru mengetahui bahwa suaminya tak sebaik yang ia kenal selama ini.
Haris berselingkuh dengan rekan sesama dokter di rumah sakit tempat pria bekerja. Dan karena pengkhianatan Haris, rumah tangga mereka menemukan akhir yang menyedihkan.
Karina menggugat cerai dan bodohnya Haris menerima gugatan itu. Karina berpikir bahwa ia bisa segera memulai hidup baru setelah bercerai dengan Haris. Namun, takdir berkata lain. Beberapa hari setelah menyandang status baru, Karina dikejutkan dengan fakta bahwa dia tengah mengandung calon anak Haris.
Di tengah kegelisahan hatinya, Karina memutuskan untuk pergi jauh dari Haris dan merawat calon anaknya itu sendirian. Namun, sekali lagi takdir berkata lain. Di saat Karina sudah menentukan jalan yang akan ia tuju, kala itu Haris justru berdiri di ujung jalan itu.
Haris mengetahui tentang kehamilan Karina. Lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Akankah Haris mengabaikan calon anaknya sendiri dan menjauh dari Karina?
Bisakah Karina tetap pada keputusan awalnya?
Read
Chapter: Bab 10 : Pelarian KarinaPagi itu Haris bertamu ke rumah mantan mertuanya dan kebetulan Karina lah yang masih di rumah dan membuka pintu. Tampak kaget melihat kedatangan Haris, Karina menahan pintu seolah tak mengizinkan Haris bertamu. "Ada perlu apa, Mas?" tegur Karina dengan dingin. "Kita perlu bicara." "Silakan bicara di sini." "Kamu hamil?" Karina terkejut tapi ia justru bergeming. "Dari mana Mas Haris tahu?" gumam Karina dalam hati. "Jawab pertanyaanku, Karina." "Itu bukan urusan kamu, kita sudah bercerai." Karina hendak menutup pintu tapi Haris langsung menahan pintu. "Aku bukan istri kamu lagi, Mas!" tandas Karina. "Tapi anak itu adalah anakku!" balas Haris. Karina berusaha menutup pintu dan Haris mendorong pintu terlalu keras hingga membuat Karina hampir terjatuh. Dengan sigap Haris menahan pinggang Karina. Keduanya bertatap muka tapi Karina langsung berpaling dan menjauh. "Kamu pergi sekarang, aku nggak mau berurusan dengan kamu lagi." "Kenapa kamu merahasiakan hal ini? Aku ayahnya, aku
Last Updated: 2025-12-16
Chapter: Bab 9 : Terhubung Dengan Dua Garis BiruSetelah skandal memalukan itu, Haris mengambil cuti selama dua bulan untuk menenangkan publik. Sementara Karina, ia menjalani kembali pada kehidupan lamanya. Menjadi seorang putri tunggal yang mendapatkan seluruh kasih sayang dari ibunya. Karina menyibukkan diri dengan membantu di klinik ibunya. Tapi hari itu Karina menetap di rumah karena merasa kurang enak badan. Duduk di tepi ranjang, Karina memandang kalender yang berada di atas nakas. Kesedihan yang mulai terpendam membuatnya menyadari sesuatu yang cukup fatal. Membuka laci, Karina mengambil alat tes kehamilan yang ia beli kemarin. Setelah hari yang berat terlewati, Karina menyadari bahwa ia sudah melewatkan beberapa minggu dari tanggal merahnya. Dengan hati yang kacau Karina pergi ke kamar mandi. Dalam situasi ini Karina berpikir bahwa mungkin lebih baik jika ia memiliki suatu penyakit dibandingkan dengan harus melihat dua garis biru di dalam hidupnya. Namun, hidup Karina tak berjalan sesuai keinginannya. Dengan hati yang gu
Last Updated: 2025-03-04
Chapter: Bab 8 : Kehancuran Yang AdilMalam itu Karina tiba di halaman rumah ibunya. Hatinya terasa berat untuk mengadu kesakitan yang selama ini ia pendam sendirian. Pintu utama terbuka, Nathalia menyambut kedatangan putrinya dengan wajah suram tanpa senyuman. Tak ada pilihan lain, Karina kemudian datang mendekat dan langsung mendapatkan pelukan dari sang ibu. Karina berpikir bahwa hatinya sudah cukup kuat. Tapi pada akhirnya semua pertahanan yang ia bangun sendirian hancur dengan begitu mudahnya ketika ia kembali ke sandaran pertamanya. Di hadapan sang ibu, Karina kembali menangis seolah-olah itu adalah pengaduan terbaik uang bisa ia lakukan pada saat ini. Nathalia membawa putrinya masuk, menutup pintu rapat-rapat agar tak ada yang bisa mengusik putrinya. Keduanya duduk berdampingan di ruang tamu dan Karina sudah cukup tenang. Hanya saja ia tak berani mengangkat pandangannya. "Mama sudah mendengar semuanya dari Pak Brata. Kamu dan Haris sudah bercerai." "Aku minta maaf, Ma," ujar Karina, masih tak berani memandang s
Last Updated: 2025-03-03
Chapter: Bab 7 : Done For MeKarina kembali ke hotel tempat ia menginap setelah mengurus berkas perceraiannya. Berdiri menghadap jendela, Karina memandang kota dengan hati yang kosong. Dalam sekejap, kebahagiaan yang ia anggap sempurna langsung hancur tak bersisa. Hingga detik ini Karina masih belum bisa berkata jujur pada sang ibu. Hatinya belum siap. Karena ia pasti akan menangis jika sampai ibunya tahu tentang rumah tangganya yang hancur. Dalam situasi ini, Karina tak ingin menangis sendirian lagi. Bel pintu berbunyi. Karina bergegas membuka pintu, berpikir bahwa pesanannya beberapa waktu yang lalu sudah datang. Namun, ketika pintu terbuka, sebuah kejutan kecil datang. Lisa tiba-tiba masuk dan langsung menampar wajah Karina. "Kurang ajar kamu! Begini cara kamu balas dendam?!" hardik Lisa. Karina menghela napas pelan. Sesaat kemudian ia menampar balik wajah Lisa. "akh!" pekik Lisa. "Harusnya aku yang datang ke tempat kamu, bukan kamu yang datang ke sini!" Karina balas menghardik. "Karina!" Lisa menggeram.
Last Updated: 2024-05-17
Chapter: Bab 6 : Memulangkan SuamiJulia mengobati luka yang didapatkan oleh Haris. Haris sepertinya tak lagi memiliki muka untuk muncul di hadapan Julia hingga ia terus menghindari kontak mata dengan wanita itu. Julia lantas menarik dagu Haris, berniat mengobati sisi yang disembunyikan oleh Haris dan hal itu membuat pandangan mereka sempat beradu."Syukurlah kalau kamu masih punya rasa malu," ujar Julia tak acuh.Haris menahan tangan Julia. "Kamu boleh pergi.""Semua orang udah tahu, apa yang akan kamu lakukan sekarang?"Haris melepaskan tangan Julia dan berpaling, mengambil kaca matanya dan mengenakannya kembali. Ia menyahut, "itu bukan urusan kamu.""Kamu masih nggak tahu atau hanya pura-pura?"Haris terdiam memandang Julia."Aku khawatir," ujar Julia."Aku bukan orang yang pantas untuk kamu khawatirkan."Sebuah panggilan masuk ke ponsel Haris, terlihat sang ayah memanggil. Ia pun bangkit dan berbicara pada Julia untuk kali terakhir."Kita hanya perlu menjadi orang asing waktu bertemu."Haris kemudian meninggalkan J
Last Updated: 2023-09-25
Chapter: Bab 5 : Tak Pantas Diperjuangkan"Ceraikan aku, atau aku yang gugat kamu."Haris terdiam, sementara air mata Karina sudah mulai berjatuhan meski wanita itu berusaha untuk tetap terlihat kuat. Pandangan Haris sempat terjatuh, menghembuskan napas dalam dengan pelan sebelum ia kembali memandang Karina dan berbicara."Silakan lakukan apa yang kamu mau."Ucapan Haris berhasil menyentak batin Karina, seperti sebuah pukulan yang meruntuhkan dinding pertahanannya. Dan ketika Haris memutuskan untuk pergi, Karina tak bisa lagi berpura-pura baik-baik saja.Berpegangan pada meja, Karina membiarkan isak tangis keluar dari mulutnya. Tanpa ada kata maaf, seakan tak pantas untuk diperjuangkan. Karina ditinggalkan begitu saja. Sebenarnya siapa yang bersalah di sana?Tubuh Karina merosot ke lantai. Tak lagi peduli tentang apapun, ia menangis dengan suara yang keras. Memukul dadanya sendiri yang terasa sesak dan menyakitkan. Hanya dengan satu kesalahan yang dilakukan oleh suaminya, pria kaku berhati dingin itu membuangnya dengan cara y
Last Updated: 2023-08-20