Beranda / Fantasi / Kembalinya Sang Raja Surgawi / 1 - Kembalinya Sang Heavenly King

Share

Kembalinya Sang Raja Surgawi
Kembalinya Sang Raja Surgawi
Penulis: Vickry

1 - Kembalinya Sang Heavenly King

Penulis: Vickry
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-14 23:58:13

Di bawah langit gelap dengan bulan berwarna merah darah, tanah yang terhampar sejauh ribuan kilometer dipenuhi dengan tumpukan mayat. Darah yang belum mengering mengendap masuk ke dalam tanah yang tampaknya akan berubah menjadi lautan merah darah.

Di antara ribuan mayat yang terbaring dan hancur, seorang pria tua berlutut. Mulutnya bergetar dan matanya memerah saat melihat sosok menyeramkan menatapnya dengan mata yang terasa seperti kedalaman tak terbatas yang bisa melahapnya tanpa sisa. Darah keluar dari mulutnya setelah dia menggertakkan giginya dengan keras, berusaha keluar dari ketakutannya.

“Darkness, aku akan mengutukmu bahkan dalam kematianku!”

Pria tua itu berteriak degan segenap kekuatan yang tersisa. Tidak ada gunanya lagi bertarung, tangan dan kakinya telah hancur, tubuhnya dipenuhi luka mematikan, organ dalamnya sudah teracuni, teman-teman dan pasukannya juga tidak bersisa. Ini kekalahan total yang menyedihkan. Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan selain mengutuk.

“Heavenly King, kau akan kami kenang sebagai sosok lawan terkuat yang mati dengan menyedihkan.”

Itu adalah ucapan terakhir yang dia dengarkan di kehidupan panjangnya yang memang menyedihkan ini. Ucapan yang dia balas dengan kata “Persetan!”

Tapi apa benar kehidupannya yang menyedihkan akan memiliki akhir yang menyedihkan pula? Jika seperti itu, untuk apa dia berjuang keras selama puluhan tahun hidupnya jika pada akhirnya dia akan mati tanpa suatu perubahan? Untuk apa dia berdiri melawan makhluk yang dia saja takut untuk hadapi?

Ye Han muda memiliki kehausan akan kekuatan yang khas dimiliki oleh seorang kultivator sejati. Dia berjuang keras selama hidupnya untuk mengejar kekuatan, mencapai Ranah yang tidak pernah diraih orang lain, dan menjadi orang terkuat. Untuk mencapainya, dia bahkan meninggalkan banyak hal. Keluarga, teman-teman, wanita. Karena itu, dia dapat berdiri di puncak Alam Semesta sebagai salah orang terkuat dan mendapat julukan Heavenly King.

Dan sekarang, dia menyadari ada hal penting lain selain obsesi akan kekuatan. Tapi apa gunanya menyadari itu sekarang, saat dia hanya memiliki beberapa menit kesadaran sebelum mati?

Ya, ini adalah akhirnya. Akhir dari seorang pahlawan dunia dan kultivator terkuat bernama Ye Han, sang Heavenly King.

[ Tidak, masih ada harapan terakhir ]

Whoosh!

Tiba-tiba, kesadaran Ye Han seperti ditarik sesuatu. Itu adalah sesuatu yang melintasi ruang dan waktu, seakan berada dalam kapsul waktu dengan guncangan yang membuat kepalanya pusing. Tubuhnya terasa meregang seperti karet dan rasa sakit yang mengerikan menjalar di setiap bagian tubuhnya. Pikirannya seakan berputar di lingkaran tanpa batas.

“Ha! Haa... Haa...”

Sekejap kemudian, semua itu menghilang. Ye Han membuka matanya dengan nafas yang terengah-engah dan keringat yang membasahi wajahnya. Tapi sekarang dia dalam keadaan bingung bukan main. Apa yang dia lihat di depannya jelas bukan surga atau neraka, tapi sesuatu yang anehnya dia masih ingat dengan jelas. Ini adalah ruangan kamarnya saat dia masih kecil.

“Tu-Tuan Muda Pertama sudah bangun! Panggil tabib!”

Teriakan yang keras terdengar familiar di telinganya. Dia tahu pria di sampingnya ini. Pria dengan tampilan rapi, rambut putih pendek, kumis khasnya yang dibasahi air mata dan wajah penuh kekhawatiran. Dia adalah kepala pelayan Klan Ye, Quan Tong.

Semenit kemudian, seorang tabib datang dan memeriksa denyut nadi Ye Han dan tubuhnya menggunakan jarinya yang dilapisi kekuatan spiritual.

“Dia... baik-baik saja...” ucap sang tabib dengan wajah terkejut dan bingung. Beberapa menit lalu, pemuda ini dalam keadaan sekarat tapi sekarang dia dalam keadaan yang sangat sehat, bahkan penuh dengan energi.

“Tuan Mudaaa...” Quan Tong berlinang air mata senang saat berniat memeluknya.

Ye Han menahan Quan Tong dengan tangannya dan beranjak dari kasurnya. Dia melihat sekitar dengan seksama lalu melihat cermin, yang memantulkan seorang pemuda dengan tubuh kurus dan pipi tirus tapi memiliki wajah yang tampan dengan rambut hitam sebahu. Kemudian dia membuka jendela, memperlihatkan lingkungan Klan Ye yang damai dan sejahtera.

Entah ini mimpi atau kenyataan, Ye Han kembali ke saat dia masih muda dan tidak berguna. Dia kembali ke waktu 100 tahun lalu.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” gumam Ye Han dengan penuh kebingungan.

“Ye Han...”

Suara lembut yang sedikit bergetar dengan kekhawatiran memecahkan semua kebingungan Ye Han. Saat dia menoleh ke arahnya, seorang wanita dengan garis yang mulai terlihat di wajah cantiknya memeluknya dengan erat sembari menangis tersedu-sedu. Saat itu pula, Ye Han yang tidak pernah mengeluarkan air mata selama seratus tahun menangis.

Wanita yang memeluknya ini adalah ibunya yang tidak dia lihat selama puluhan tahun. Orang yang paling dia cintai, yang namanya selalu dia bawa sampai kematiannya. Dia berharap jika ini kenyataan bahwa dia kembali ke masa lalu. Walaupun ini mimpi, dia berharap ini berlangsung selamanya.

Klan Ye adalah salah satu klan besar di Benua Xuantian, yang memiliki sejarah ratusan tahun. Namun, jika dibandingkan klan besar atau sekte besar lainnya, Klan Ye memiliki kekuatan tempur yang paling lemah. Itu dikarenakan meninggalnya ayah Ye Han, Ye Wushan, yang merupakan salah satu kultivator terkuat di Benua Xuantian.

Ibu Ye Han, Ye Shiyuan, menjadi Matriark atau kepala klan pertama Klan Ye. Keuangan Klan Ye memang meningkat dengan kemampuan bisnis yang dimiliki Ye Shiyuan. Tapi kekuatan tempur mereka melemah sampai tidak pantas disebut klan besar. Mereka hanya dapat bertahan dengan menyewa prajurit bayaran dengan harga yang mahal.

Di masa depan yang tidak jauh, Klan Ye akan diserang oleh beberapa klan besar. Mereka membantai habis seluruh Klan Ye dan melahap semua bisnis dan kekayaannya. Saat itu, Ye Han yang tidak berdaya dilarikan ke daerah terpencil untuk bersembunyi. Dia penuh dengan penyesalan saat bangun dan mengetahui kalau seluruh Klan Ye telah tiada.

Itu adalah awal mula dari obsesinya akan kekuatan.

“Jangan khawatir, bu. Aku baik-baik saja. Maaf membuatmu khawatir.” Ye Han menghentikan tangisnya, menggantinya dengan keteguhan yang telah dia tetapkan.

Pecundang yang lemah dan tak berdaya itu sudah tiada. Kali ini, dia tidak akan membiarkan kejadian itu terulang kembali. Dia akan mengubah semuanya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   16 – Persiapan Selesai

    Hari-hari berikutnya dilalui dengan berburu Spiritual Beast, berkultivasi, dan berlatih di kedalaman Hutan Hundred Beasts. Hei Jianyu berburu tanpa henti sembari menyempurnakan Moonless Severence dan menyeimbangkan tingkatan pedang yang baru dia capai. Nie Yao sesekali keluar dari Heavenly Bead untuk mengambil Beast Core yang telah dikumpulkan. Si kembar Huang Zhan dan Huang Yue ikut berburu dengan Hei Jianyu sambil berlatih untuk membangkitkan Primal Wilderness yang telah diberitahu Ye Han.“Primal Wilderness adalah kekuatan khusus yang dimiliki oleh garis darah keturunan Primordial Beast. Tidak semua Spiritual Beast memiliki garis darah keturunan Primordial Beast karena itu merupakan garis darah yang sangat langka dan tipis sampai sulit untuk dibangkitkan. Tapi karena Huang Yue bisa menggunakannya walaupun dalam keadaan tidak sadar, itu artinya kalian memiliki garis darah keturunan Primordial Beast,” ujar Ye Han.“Jadi, bagaimana kami bisa membangkitkannya?” tanya Huang Zhan penasa

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   15 - Huang Zhan dan Huang Yue

    “Moonless Severence. Kematian dingin yang datang tanpa suara dan peringatan dengan niat membunuh besar yang tenggelam dalam kesunyian. Sepertinya kau semakin dekat dengan Sword Path milikmu, Hei Jianyu.” Ye Han tersenyum. Teknik yang digunakan Hei Jianyu adalah kemajuan yang signifikan dalam ilmu pedangnya. “Sword Path... Dulu itu merupakan sebuah kata-kata khayalan belaka. Sekarang setelah kau mengatakannya, aku jadi ingin segera mencapainya,” ucap Hei Jianyu dengan sebuah ambisi baru yang tumbuh dalam dirinya. Sword Path adalah sebuah langkah yang akan dilalui oleh seorang ahli pedang selama hidup mereka. Masing-masing ahli pedang akan melangkah di Sword Path yang berbeda tergantung sifat, atribut, dan pemahaman mereka akan pedang. Berbeda dengan kultivasi yang berfokus pada pengumpulan energi spiritual, Sword Path menuntut pemahaman akan pedang dengan interpretasi yang berbeda bahkan unik. Bagi para ahli pedang, pedang bukan hanya sebuah senjata dingin, tapi sebuah perwujudan

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   14 - Moonless Severence

    Ye Han menerjang ke arah Xue Gu dengan pedang yang telah dilapisi energi putih. Xue Gu masih berjalan dengan sangat santai. Tapi kemudian dia membuka matanya dan sikap waspada.“Jadi akhirnya kau bisa merasakannya?” Ye Han tersenyum. Dia baru saja mengeluarkan kekuatan yang telah dia tekan.Ye Han mengangkat pedang sampai menunjuk ke langit. Saat energi putih besar berkumpul di pedangnya, Ye Han menebaskannya ke bawah. Sebuah cahaya putih raksasa menyembur keluar dan menyerang Xue Gu dengan kekuatan yang besar.“Sial!” Xue Gu mengumpat. Dia sudah terlalu meremehkan lawannya ini. Siapa sangka kalau dia memiliki kekuatan yang bisa setara dengannya saat dia merasakan aura lemahnya beberapa menit yang lalu.Xue Gu melapisi kedua tangannya dengan energi yang paling kuat yang bisa dia keluarkan. Dia menahan serangan cahaya putih itu selama beberapa saat sebelum melemparkan tubuhnya ke belakang. Serangan itu terlalu kuat untuk dia tahan secara langsung. Dia mundur sampai kembali ke posisinya

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   13 - Dua Bocah Half-Beast

    “Apa sebelah sana sudah selesai, Hei Jianyu?” tanya Ye Han begitu dia menebas Spiritual Beast di sekitarnya.“Sudah,” jawab singkat Hei Jianyu.Gelombang pertama ini menghabiskan lebih dari 2 jam pertarungan. Sebagian dari mereka adalah Spiritual Beast Tingkat 5 dan beberapa di antaranya adalah Spiritual Beast Tingkat 4 yang cukup kuat. Sekarang, puluhan Beast Core dan material berharga berkumpul di sekitar mereka, menunggu untuk dipanen.Nie Yao keluar dari Heavenly Bead sesaat setelah pertarungan selesai. Dia secara khusus meminta pada Ye Han dan Hei Jianyu untuk tidak terlalu menghancurkan tubuh Spiritual Beast yang dikalahkan. Beast Core dan material berharga dari tubuh Spiritual Beast adalah katalis utama untuk pil yang baru-baru ini dia ciptakan.“Kalian, kumpulkan semua Beast Core, jantung, dan peras habis darah mereka,” ucap Nie Yao sambil membelah mayat Spiritual Beast dan mengambil jantungnya. Kemudian dia mengambil darah dari hati, limpa, dan vena, lalu memasukkannya ke dal

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   12 - 2 Bulan Persiapan

    “Di-Dimana ini?” Kelima murid Sekte Zenith Sword terbangun dari pingsan dan mendapati diri mereka di tempat yang asing di mata. Mereka merasakan kesakitan yang luar biasa di tubuh mereka. Ingatan tentang kejadian di arena pertarungan Klan Ye muncul dan membuat mereka merinding.BRAKK!Ye Han mendobrak pintu itu. Sepertinya mendobrak pintu akan menjadi kebiasaan buruk Ye Han. Hiik!Kelima murid itu bergidik ngeri dengan kedatangan Ye Han dan menjauh, sementara itu Ye Han mendekat. “Jadi kalian sudah bangun, para pecundang.” Ye Han memberi kelima orang pasiennya senyuman kecil. Dia duduk di depan mereka dengan ekspresi wajahnya yang seketika menjadi dingin. “Kembalilah. Katakan pada teman-temanmu aku akan datang dalam 2 bulan.”“Ba-Baik, Tuan Muda Ye Han.”Kelima murid Sekte Zenith Sword itu bergerak menghindari Ye Han dan pergi keluar. Mereka dengan cepat kembali ke Sekte Zenith Sword dengan membawa ketakutan dan dendam. Mereka memang tidak akan bisa membalaskan dendam pada Ye Han d

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   11 - Tamu dari Sekte Zenith Sword

    “Heh! Kesombonganmu ini hanya akan berarti kalau kau memiliki kekuatan, Tuan Muda Ye. Sayangnya, kau menunjukan kesombonganmu di hadapan kami para murid jenius Sekte Zenith Sword.” Seorang pemuda pendek dengan rambut hijau naik ke arena dan mencemooh Ye Han dengan wajah menghinanya. Di matanya, Ye Han tidak lebih dari orang lemah yang baru saja menerobos ke Ranah Qi Condensation. Dia yang merupakan orang paling lemah dibandingkan empat kakak seniornya saja sudah lebih dari cukup untuk mengalahkannya.“Majulah. Aku, Wen Kuang, akan memberimu pelajaran berharga.” Pemuda itu menghunuskan pedangnya ke arah Ye Han. Tapi kemudian dia menjadi sedikit kesal dengan ekspresi tidak peduli dan meremehkan yang ditunjukkan Ye Han.“Tuan Muda, biarkan aku yang melawannya.” Hei Jianyu memasuki lapangan latihan. Dia langsung datang kemari begitu merasakan orang-orang ini di lapangan latihan.“Ya. Dia memang masih lebih lemah darimu, tapi ini akan menjadi pengalaman yang bagus,” Ye Han mengangguk.“Le

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status