MasukHari sudah malam, semua orang kembali ke tempatnya masing-masing. Ibunya menyuruh Ye Han untuk segera istirahat, khawatir jika dia belum sepenuhnya sembuh. Ye Han hanya bisa menurutinya karena tubuhnya memang belum sepenuhnya pulih.
Saat hendak tidur, sebuah layar panel muncul di hadapannya tanpa peringatan. BRAKK! Ye Han terperenjat kaget sampai jatuh dari kasurnya.
“A-Apa ini?” gumam Ye Han dengan penuh kebingungan. Tangannya tembus saat ingin menyentuhnya.
[ Regresi berhasil. Selamat datang, Host ]
“Si-Siapa kau?” tanya Ye Han.
Jika dipikir-pikir lagi, dia memang pernah melihat hal semacam ini di sebuah Reruntuhan Kuno milik ras dengan kecerdasan tertinggi dan kemajuan teknologi teratas, Ras Heavenly Brain. Tapi dia belum pernah melihat itu di tempat lain, apalagi ini muncul di depannya dengan mengatakan omong kosong seperti regresi.
Bukannya menjawab pertanyaan Ye Han, panel itu melakukan hal aneh lainnya dengan memancarkan cahaya yang kemudian membentuk sosok yang manusia. Sosok itu memiliki wajah cantik bak dewi, rambut hijaunya yang indah bercahaya dan matanya yang menyerupai batu giok yang berkilau. Dia duduk melayang di atas kelopak bunga teratai putih.
[ Ye Han, selamat atas keberhasilan regresimu ]
Sosok itu tersenyum, dengan suara yang menyerupai suara sistem tapi lebih lembut dan natural.
“Kenapa kau tidak jelaskan dulu siapa dirimu dan apa yang sebenarnya sedang terjadi.”
[ Baiklah, aku akan menjelaskannya karena aku tidak memiliki banyak waktu. Namaku Nuwa, aku adalah sistem pelindung Alam Semesta Celestial Heaven ]
Sesaat sebelum Ye Han mati, sistem pelindung semesta menarik jiwanya dan memperbaikinya. Lalu memindahkannya ke masa waktu 100 tahun lalu. Kedengarannya memang sederhana, tapi Nuwa harus melanggar batas ruang waktu dan melawan takdir untuk mengubah masa lalu dan menghapus masa depan yang telah terjadi. Karena melanggar hukum ruang waktu dan melawan takdir, Nuwa harus membayar harga yang sangat mahal. Dia harus lenyap, sistem pelindung Alam Semesta tidak lagi ada.
Tapi keberhasilan Universe Devourer akan jauh lebih mengerikan untuk nasib Alam Semesta Celestial Heaven daripada harus kehilangan sistem pelindungnya. Lagipula yang paling memicu sistem pelindung adalah pasukan Universe Devourer, dan beberapa alam semesta besar yang bisa diatasi oleh pasukan Celestial Heaven.
Tapi jika membiarkan Universe Devourer melahap Alam Semesta Celestial Heaven, itu adalah akhir bagi semuanya. Tidak ada lagi harapan yang tersisa.
[ Kau adalah orang yang paling tepat untuk tugas ini. Kau memiliki bakat tertinggi yang bisa dimiliki di seluruh Celestial Heaven. Meskipun kau terlambat membangkitkannya, kau masih bisa berdiri di puncak alam semesta. Dengan bantuanku, kau akan memiliki kekuatan yang bisa mengalahkan Universe Devourer dan menyelamatkan Celestial Heaven ]
“Itu memang sangat menarik. Tapi apa yang bisa kau beri? Yah, walaupun regresi itu sendiri merupakan hal yang gila. Tapi kau tidak berpikir kalau bakatku sendiri sudah cukup untuk mengalahkan Darkness dan pasukannya kan?”
[ Tentu. Aku akan memberikanmu dua hal. Pertama, kemampuan untuk bisa melihat dan mendeteksi bakat yang ada di sekitarmu. Aku juga akan memberikanmu informasi terkait, yang bisa digunakan untuk merekrutnya dan juga kunci kebangkitan kekuatannya. Kau harus menarik sebanyak mungkin bakat dan membuat pasukan yang bisa menandingi pasukan Universe Devourer ]
“Ide yang sangat bagus. Ya, jika aku menarik banyak bakat yang mati sebelum kita melawan Darkness, ditambah dengan pasukanku sebelumnya, mengalahkan Darkness dan pasukannya mungkin bukan lagi hal yang mustahil.” Ye Han memikirkannya dengan senyum lebar.
[ Kedua, aku akan memberimu sebuah Divine Artifact yang bisa membuatmu meningkatkan dirimu dan pasukanmu dengan kecepatan dua kali lipat. Heavenly Bead, sebuah domain terpisah yang bisa diubah sedemikian rupa oleh pemiliknya. Waktu disini berjalan dua kali lebih lambat dibanding dunia nyata, dua hari disini akan setara satu hari di dunia nyata. Kau bisa meningkatkan Qi di dalamnya dengan menggunakan Spirit Stone atau harta lainnya ]
Nuwa mengangkat tangannya ketika sebuah manik sebesar kepalan tangan dengan beberapa cincin yang berputar di sekitarnya muncul.
“God’s Artifact! Bahkan aku hanya memiliki satu sebelumnya, dari 3 Divine Artifact yang ada di Celestial Heaven. Tapi aku bisa merasakan dengan jelas kalau Heavenly Bead ini memiliki tingkatan yang jauh di atas 3 Divine Artifact itu. Kurasa ini sudah cukup untuk sebuah pondasi kan?”
[ Kuharap begitu. Karena, tidak ada lagi yang bisa aku berikan. Waktuku juga sudah habis dan aku akan lenyap. Ye Han, ingatlah bahwa harapan Alam Semesta Celestial Heaven ada di tanganmu ]
“Tenang saja. Aku memang akan lebih menikmati kehidupan ini daripada sebelumnya, tapi aku juga tidak akan melupakan dendam besar atas kehancuran dan mimpi buruk yang diciptakan bajingan Darkness itu!”
Ye Han menjawab dengan penuh niat membunuh. Di kehidupan kali ini, dia akan menikmati kehidupan dengan sepenuhnya. Bersenang-senang dengan wanita, jatuh cinta, memakan makanan yang enak, dan melakukan apapun yang dia sukai. Tapi dia juga akan membasmi pasukan Darkness sampai tak tersisa dan memusnahkan Darkness sampai tidak memiliki sedikitpun butiran untuk kembali bangkit.
[ Kalau begitu, aku bisa tenang. Selamat tinggal, Ye Han. Kuharap kau berhasil ]
“Terima kasih, Nuwa.” Ye Han tersenyum. Nuwa mungkin akan menjadi orang yang paling berjasa dalam hidupnya karena tidak ada yang lebih ingin dia lakukan daripada menebus kesalahannya di masa lalu.
Sebelum menghilang, Nuwa mengulurkan tangannya dan menyentuh kepala Ye Han. Sesaat kemudian, rasa sakit yang luar biasa menjalar masuk ke matanya. Ye Han mencoba menahan teriakannya agar tidak ada yang masuk ke kamarnya. Tidak lama sebelum darah keluar dari matanya, mengalir sampai membasahi lantai.
Hanya dalam waktu beberapa menit, rasa sakit itu menghilang. Ye Han perlahan membuka matanya, yang sekarang memiliki cahaya biru.
“Aku akan langsung mencoba kemampuan ini besok. Untuk sekarang, aku akan istirahat dulu.”
Ye Han menyeringai saat merasakan kekuatan yang misterius di kedua matanya. Tapi kemudian kelelahan yang luar biasa dirasakan seluruh bagian tubuhnya. Dia sampai lupa kalau tubuhnya di umur sekarang bahkan lebih lemah daripada tubuh anak kecil.
Ye Han akhirnya tertidur dengan tenang. Tidur tenang pertamanya sejak puluhan tahun tidur dengan mimpi buruk dan kematian yang bisa menghampirinya kapan saja.
Hari-hari berikutnya dilalui dengan berburu Spiritual Beast, berkultivasi, dan berlatih di kedalaman Hutan Hundred Beasts. Hei Jianyu berburu tanpa henti sembari menyempurnakan Moonless Severence dan menyeimbangkan tingkatan pedang yang baru dia capai. Nie Yao sesekali keluar dari Heavenly Bead untuk mengambil Beast Core yang telah dikumpulkan. Si kembar Huang Zhan dan Huang Yue ikut berburu dengan Hei Jianyu sambil berlatih untuk membangkitkan Primal Wilderness yang telah diberitahu Ye Han.“Primal Wilderness adalah kekuatan khusus yang dimiliki oleh garis darah keturunan Primordial Beast. Tidak semua Spiritual Beast memiliki garis darah keturunan Primordial Beast karena itu merupakan garis darah yang sangat langka dan tipis sampai sulit untuk dibangkitkan. Tapi karena Huang Yue bisa menggunakannya walaupun dalam keadaan tidak sadar, itu artinya kalian memiliki garis darah keturunan Primordial Beast,” ujar Ye Han.“Jadi, bagaimana kami bisa membangkitkannya?” tanya Huang Zhan penasa
“Moonless Severence. Kematian dingin yang datang tanpa suara dan peringatan dengan niat membunuh besar yang tenggelam dalam kesunyian. Sepertinya kau semakin dekat dengan Sword Path milikmu, Hei Jianyu.” Ye Han tersenyum. Teknik yang digunakan Hei Jianyu adalah kemajuan yang signifikan dalam ilmu pedangnya. “Sword Path... Dulu itu merupakan sebuah kata-kata khayalan belaka. Sekarang setelah kau mengatakannya, aku jadi ingin segera mencapainya,” ucap Hei Jianyu dengan sebuah ambisi baru yang tumbuh dalam dirinya. Sword Path adalah sebuah langkah yang akan dilalui oleh seorang ahli pedang selama hidup mereka. Masing-masing ahli pedang akan melangkah di Sword Path yang berbeda tergantung sifat, atribut, dan pemahaman mereka akan pedang. Berbeda dengan kultivasi yang berfokus pada pengumpulan energi spiritual, Sword Path menuntut pemahaman akan pedang dengan interpretasi yang berbeda bahkan unik. Bagi para ahli pedang, pedang bukan hanya sebuah senjata dingin, tapi sebuah perwujudan
Ye Han menerjang ke arah Xue Gu dengan pedang yang telah dilapisi energi putih. Xue Gu masih berjalan dengan sangat santai. Tapi kemudian dia membuka matanya dan sikap waspada.“Jadi akhirnya kau bisa merasakannya?” Ye Han tersenyum. Dia baru saja mengeluarkan kekuatan yang telah dia tekan.Ye Han mengangkat pedang sampai menunjuk ke langit. Saat energi putih besar berkumpul di pedangnya, Ye Han menebaskannya ke bawah. Sebuah cahaya putih raksasa menyembur keluar dan menyerang Xue Gu dengan kekuatan yang besar.“Sial!” Xue Gu mengumpat. Dia sudah terlalu meremehkan lawannya ini. Siapa sangka kalau dia memiliki kekuatan yang bisa setara dengannya saat dia merasakan aura lemahnya beberapa menit yang lalu.Xue Gu melapisi kedua tangannya dengan energi yang paling kuat yang bisa dia keluarkan. Dia menahan serangan cahaya putih itu selama beberapa saat sebelum melemparkan tubuhnya ke belakang. Serangan itu terlalu kuat untuk dia tahan secara langsung. Dia mundur sampai kembali ke posisinya
“Apa sebelah sana sudah selesai, Hei Jianyu?” tanya Ye Han begitu dia menebas Spiritual Beast di sekitarnya.“Sudah,” jawab singkat Hei Jianyu.Gelombang pertama ini menghabiskan lebih dari 2 jam pertarungan. Sebagian dari mereka adalah Spiritual Beast Tingkat 5 dan beberapa di antaranya adalah Spiritual Beast Tingkat 4 yang cukup kuat. Sekarang, puluhan Beast Core dan material berharga berkumpul di sekitar mereka, menunggu untuk dipanen.Nie Yao keluar dari Heavenly Bead sesaat setelah pertarungan selesai. Dia secara khusus meminta pada Ye Han dan Hei Jianyu untuk tidak terlalu menghancurkan tubuh Spiritual Beast yang dikalahkan. Beast Core dan material berharga dari tubuh Spiritual Beast adalah katalis utama untuk pil yang baru-baru ini dia ciptakan.“Kalian, kumpulkan semua Beast Core, jantung, dan peras habis darah mereka,” ucap Nie Yao sambil membelah mayat Spiritual Beast dan mengambil jantungnya. Kemudian dia mengambil darah dari hati, limpa, dan vena, lalu memasukkannya ke dal
“Di-Dimana ini?” Kelima murid Sekte Zenith Sword terbangun dari pingsan dan mendapati diri mereka di tempat yang asing di mata. Mereka merasakan kesakitan yang luar biasa di tubuh mereka. Ingatan tentang kejadian di arena pertarungan Klan Ye muncul dan membuat mereka merinding.BRAKK!Ye Han mendobrak pintu itu. Sepertinya mendobrak pintu akan menjadi kebiasaan buruk Ye Han. Hiik!Kelima murid itu bergidik ngeri dengan kedatangan Ye Han dan menjauh, sementara itu Ye Han mendekat. “Jadi kalian sudah bangun, para pecundang.” Ye Han memberi kelima orang pasiennya senyuman kecil. Dia duduk di depan mereka dengan ekspresi wajahnya yang seketika menjadi dingin. “Kembalilah. Katakan pada teman-temanmu aku akan datang dalam 2 bulan.”“Ba-Baik, Tuan Muda Ye Han.”Kelima murid Sekte Zenith Sword itu bergerak menghindari Ye Han dan pergi keluar. Mereka dengan cepat kembali ke Sekte Zenith Sword dengan membawa ketakutan dan dendam. Mereka memang tidak akan bisa membalaskan dendam pada Ye Han d
“Heh! Kesombonganmu ini hanya akan berarti kalau kau memiliki kekuatan, Tuan Muda Ye. Sayangnya, kau menunjukan kesombonganmu di hadapan kami para murid jenius Sekte Zenith Sword.” Seorang pemuda pendek dengan rambut hijau naik ke arena dan mencemooh Ye Han dengan wajah menghinanya. Di matanya, Ye Han tidak lebih dari orang lemah yang baru saja menerobos ke Ranah Qi Condensation. Dia yang merupakan orang paling lemah dibandingkan empat kakak seniornya saja sudah lebih dari cukup untuk mengalahkannya.“Majulah. Aku, Wen Kuang, akan memberimu pelajaran berharga.” Pemuda itu menghunuskan pedangnya ke arah Ye Han. Tapi kemudian dia menjadi sedikit kesal dengan ekspresi tidak peduli dan meremehkan yang ditunjukkan Ye Han.“Tuan Muda, biarkan aku yang melawannya.” Hei Jianyu memasuki lapangan latihan. Dia langsung datang kemari begitu merasakan orang-orang ini di lapangan latihan.“Ya. Dia memang masih lebih lemah darimu, tapi ini akan menjadi pengalaman yang bagus,” Ye Han mengangguk.“Le







