MasukMereka semua hanyalah penduduk desa dari daerah sekitar, dengan kekuatan dan tingkat kultivasi yang rendah. Jelas mustahil bagi mereka untuk menghadapi makhluk iblis tingkat tinggi yang berkeliaran di bagian terdalam pegunungan.Namun, Leva tetap mengajak mereka ikut serta. Itu berarti pasti ada tujuan lain di balik tindakannya. Tidak mungkin mereka dikumpulkan hanya untuk membantu memetik tanaman dan melindungi kedua tabib tersebut!Demi menenangkan Mera dan Leon, Nathan memilih untuk tidak mengungkapkan analisisnya."Bolehkah aku bergabung dengan kelompok kalian? Jika tidak, setidaknya aku berharap kalian tidak membongkar identitasku kepada siapa pun." Madeo menatap Nathan penuh harap. Dia bisa melihat bahwa Nathan merupakan pemimpin di antara keempat orang tersebut."Aku setuju kau bergabung dengan kami. Namun, jika nanti menghadapi bahaya, kuharap kita bisa saling membantu." Nathan menatap Madeo dengan serius.Mendengar persetujuan itu, Madeo langsung tersenyum lebar. Tatapannya p
Mereka semua hanyalah penduduk desa dari daerah sekitar, dengan kekuatan dan tingkat kultivasi yang rendah. Jelas mustahil bagi mereka untuk menghadapi makhluk iblis tingkat tinggi yang berkeliaran di bagian terdalam pegunungan.Namun, Leva tetap mengajak mereka ikut serta. Itu berarti pasti ada tujuan lain di balik tindakannya. Tidak mungkin mereka dikumpulkan hanya untuk membantu memetik tanaman dan melindungi kedua tabib tersebut!Demi menenangkan Mera dan Leon, Nathan memilih untuk tidak mengungkapkan analisisnya."Bolehkah aku bergabung dengan kelompok kalian? Jika tidak, setidaknya aku berharap kalian tidak membongkar identitasku kepada siapa pun." Madeo menatap Nathan penuh harap. Dia bisa melihat bahwa Nathan merupakan pemimpin di antara keempat orang tersebut."Aku setuju kau bergabung dengan kami. Namun, jika nanti menghadapi bahaya, kuharap kita bisa saling membantu." Nathan menatap Madeo dengan serius.Mendengar persetujuan itu, Madeo langsung tersenyum lebar. Tatapannya p
Menyadari permusuhan yang ditunjukkan Nathan dan kelompoknya, Madeo segera menjelaskan, "Aku mendengar semua percakapan kalian. Awalnya, aku berniat mencuri obat dari Paviliun Dewa karena tidak punya uang untuk membelinya. Namun, saat itulah aku mendengar informasi tersebut.""Aku memberitahumu semua ini karena ingin membentuk aliansi dengan kalian. Kalian pasti tahu bahwa tanaman spiritual tumbuh jauh di dalam pegunungan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan tanaman itu dijaga oleh monster ataupun makhluk spiritual. Jadi, perjalanan kali ini pasti sangat berbahaya.""Aku sendirian dalam kelompok ini. Jika benar-benar menghadapi bahaya, tidak akan ada seorang pun yang bisa membantuku."Penjelasan Madeo terdengar masuk akal. Namun, Nathan tidak mudah mempercayainya. Dia justru melanjutkan pertanyaan, "Lalu, kenapa kau memilih bersekutu dengan kami? Kekuatan kelompok kami bukan yang terkuat di antara semua orang di sini."Bagaimanapun, kelompok Nathan merupakan salah satu kelompok yang pal
Sepanjang perjalanan, Tabib Zavian berkali-kali mencoba mengajak Leva berbicara. Namun, kakak seperguruannya itu sama sekali tidak menggubrisnya.Melihat pemandangan tersebut, Lukas tak kuasa menahan rasa penasarannya. “Siapa sebenarnya orang itu? Tabib Zavian tampak begitu takut kepadanya. Padahal, di Kota Beren, Tabib Zavian termasuk tokoh yang cukup disegani. Namun, orang itu bahkan tidak sudi menghormatinya sedikit pun.”Leon mengamati Leva dari kejauhan sebelum menjawab, “Aku juga belum pernah melihatnya di Kota Beren. Wajahnya benar-benar asing bagiku.”Saat mereka masih membicarakan pria itu, seorang lelaki paruh baya berjanggut lebat mendekati rombongan. “Dia kakak seperguruan Tabib Zavian. Wajar saja jika Tabib Zavian bersikap begitu hormat kepadanya,” ujar pria itu.Leon langsung menoleh dengan waspada. Di Sektor Abadi, bersikap terlalu percaya kepada orang asing bisa mendatangkan masalah.Menyadari tatapan curiga mereka, pria paruh baya itu segera memperkenalkan diri. “Nama
Jauh di dalam pegunungan, di wilayah kekuasaan kawanan serigala, sang Alpha tengah berbaring di hadapan seorang pria bertubuh kekar yang penampilannya menyerupai manusia liar. Tubuh pria itu ditumbuhi bulu lebat, membuatnya tampak jauh dari manusia biasa.Sang Alpha sesekali mengeluarkan geraman rendah. Pria itu mendengarkan dengan saksama. Dahinya terkadang berkerut, lalu kembali mengendur, seolah-olah dia benar-benar memahami bahasa yang diucapkan serigala tersebut.Pria itu sebenarnya adalah seekor serigala yang telah mulai berubah menjadi manusia. Namun, karena kekuatan dan tingkat kultivasinya belum mencapai tahap yang diperlukan, transformasinya masih belum sempurna.“Bagaimana mungkin manusia memiliki aura makhluk ilahi?” gumamnya sambil berpikir. “Mungkinkah dia juga berasal dari ras binatang buas?”***Keesokan paginya, Nathan dan rombongannya tiba di Paviliun Dewa sejak dini hari. Namun, mereka mendapati bahwa Tabib Zavian telah mengumpulkan sejumlah orang lain untuk ikut da
Saat itu, seorang anak laki-laki berusia sekitar sepuluh tahun berlari menghampiri mereka. “Tunggu! Guruku menyuruh kalian kembali!”Nathan mengernyitkan dahi. “Siapa gurumu?”“Guruku adalah Tabib Zavian yang terkenal itu!” jawab si anak.Leon tampak kebingungan. “Untuk apa gurumu menyuruh kami kembali?”Anak itu menggeleng. “Aku tidak tahu. Guru tidak menjelaskan apa-apa.”Mera langsung bersemangat mendengar bahwa Tabib Zavian memanggil mereka kembali. Dia buru-buru menoleh kepada Nathan dan Leon. “Kak Leon, Kak Nathan, ayo kita kembali! Mungkin Tabib Zavian bersedia menerima lima puluh keping koin untuk biaya pengobatan nenekku!”Melihat harapannya kembali tumbuh, Nathan mengangguk. “Baiklah. Kita kembali dan lihat apa yang dia inginkan.”Mereka pun mengikuti anak itu kembali ke Paviliun Dewa.Kali ini, sikap Tabib Zavian tampak jauh lebih ramah daripada sebelumnya.Begitu melihatnya, Mera segera menghampiri dan bertanya dengan penuh harap, “Tabib Zavian, apakah Anda bersedia mengob
Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja
“Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha
Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang
Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N







