Share

Bab 1829

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-05-06 22:00:56

Tatapannya kembali dingin. Namun sebelum ia sempat menjawab, Riven sudah melangkah maju. Ekspresinya kasar, penuh emosi yang belum sepenuhnya padam.

“Tidak perlu banyak bicara,” katanya tajam. “Kalau tidak mau mati, pergi dari sini!”

Ia menunjuk ke arah luar. “Kalau masih mau mencoba masuk, silakan. Tapi jangan salahkan siapa pun kalau kalian tidak keluar lagi!”

Pria paruh baya itu mengepalkan tangannya kuat-kuat. Wajahnya terlihat buruk, tetapi dia tetap menahan diri dan tidak berani membantah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2004

    Setelah menjelajah cukup lama tanpa bertemu satu pun anggota Ordo Maledicta, keraguan mulai muncul dalam benaknya. Dia bahkan mulai mempertanyakan apakah tempat ini benar-benar Sektor Bayangan milik Ordo Maledicta.Setengah hari berlalu.Nathan masih terus menyusuri pegunungan, hutan, dan hamparan batu tanpa menemukan satu pun makhluk hidup. Semula dia menganggap semua itu hanya kebetulan, tetapi semakin jauh melangkah, rasa ganjil di dalam hatinya semakin kuat.Tempat ini benar-benar kosong.Bukan hanya manusia yang menghilang, melainkan seluruh kehidupan seolah telah lenyap dari wilayah itu hingga kawasan tersebut terasa seperti sangkar raksasa yang ditinggalkan penghuninya.***Sementara Nathan masih mencari keberadaan Sarah, jauh di dalam Sektor Bayangan lain yang dikuasai Ordo Maledicta, tujuh sosok berjubah bintang dengan lambang Maledicta telah berkumpul di sebuah aula megah.Wajah mereka seluruhnya tertutup kain hitam sehingga identitas masing-masing tidak terlihat.Di kursi u

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2003

    "Hari ini Nathan akan belajar, apa akibatnya jika berani menjadi musuh Ordo Maledicta."Begitu kata-kata itu terucap, tekanan yang memancar dari tubuhnya kembali meningkat berkali-kali lipat hingga beberapa anggota klan mulai memuntahkan darah. Wajah mereka memucat karena energi kehidupan terus terkuras."Berani membuat keributan di Moniyan seolah aku tidak ada?"Suara tenang tiba-tiba bergema dari langit. Sesosok pria perlahan turun dari udara, lalu gelombang aura yang lembut menyebar dan langsung menghapus tekanan berat yang menindih semua orang.Tubuh para anggota Klan Draken Ascalon mendadak terasa ringan. Mereka segera bangkit satu per satu, termasuk Kieran yang buru-buru melangkah maju lalu membungkuk hormat."Kieran memberi salam kepada Tuan Ryujin."Ryujin hanya menganggukkan kepala tipis sebelum mengalihkan pandangannya kepada Arkhon Abyss dengan ekspresi yang tetap datar.Begitu melihat sosok itu muncul, wajah Arkhon Abyss dan Kaidar langsung berubah drastis."Tuan Ryujin, i

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2002

    “Serangan musuh—!”Dia baru saja hendak berteriak ketika tangan pria berjubah hitam itu lebih dulu mencengkram lehernya.Krek! Bruk! Bruk!Suara patahan tulang terdengar jelas, tubuh penjaga itu langsung terkulai tanpa nyawa. Mayat kedua orang tersebut jatuh ke tanah.Pria berjubah hitam itu perlahan mengangkat kepalanya. Cahaya lampu menerangi sebagian wajahnya. Senyuman menyeramkan segera terukir di bibirnya.Arkhon Abyss menatap dua mayat di kakinya sekilas, lalu dia kembali melangkah masuk ke area klan. Sepanjang perjalanan, siapa pun yang berpapasan dengannya langsung dibunuh tanpa ampun.Plaak! Bruk! Krek!Satu demi satu anggota Klan Draken Ascalon tumbang sebelum sempat memahami apa yang terjadi.Tak lama kemudian, Arkhon Abyss tiba di area bawah tanah tempat Kaidar ditahan. Dia mengangkat tangannya.BAAANG!Segel di pintu penjara langsung hancur.Pintu baja berat itu terbuka perlahan.Di dalam sel, Kaidar sedang duduk meringkuk di sudut ruangan. Setelah kehilangan roh spiritua

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2001

    Sementara itu, Nathan sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi di luar. Dia hanya merasakan cahaya menyelimuti seluruh tubuhnya.Beberapa saat kemudian, sensasi itu menghilang.Saat membuka mata, pemandangan di sekitarnya sudah berubah total. Langit malam masih terlihat di kejauhan. Namun energi spiritual yang memenuhi udara jauh lebih padat dibanding dunia luar.Pegunungan hijau membentang tanpa ujung, hutan lebat bergoyang diterpa angin. Sungai-sungai jernih mengalir di antara lembah, menciptakan suasana yang dipenuhi kehidupan. Bahkan dibandingkan wilayah milik Keluarga Island di Dune Hall, tempat ini jauh lebih kaya energi spiritual.Nathan mengamati sekeliling dengan waspada, matanya perlahan menyipit. Karena instingnya mengatakan tempat ini tidak sesederhana yang terlihat.Wilayah yang dimiliki Ordo Maledicta jelas tidak bisa dibandingkan dengan wilayah Ordo Abyssal.Nathan memang belum mengetahui seberapa luas Sektor Bayangan yang dikuasai Ordo Maledicta, tetapi satu hal s

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2000

    Nathan sempat terdiam beberapa saat, kemudian sudut bibirnya terangkat tipis. “Ide yang sempurna.”Wiuunngg~Cincin Ruang di jarinya berkilau. Gelombang energi langsung menyapu seluruh aula dan berbagai artefak berkualitas tinggi yang tersimpan di sana terangkat dari rak-rak penyimpanan. Dalam hitungan detik semuanya menghilang ke dalam Cincin Ruang miliknya.Bonang yang melihatnya langsung membelalak. “K-kau… bandit.”Nathan tersenyum santai. “Aku hanya membantu mereka mengosongkan gudang.”Tak lama kemudian, keduanya meninggalkan Aula Seribu Relik dan kembali menuju Moniyan.***Perjalanan pulang berlangsung tanpa hambatan.Dengan Kunci Resonansi Dunia yang sudah berada di tangannya, Nathan akhirnya memiliki kesempatan untuk memasuki markas Ordo Maledicta dan menyelamatkan Sarah.Ketika mereka tiba di Moniyan, malam telah turun sepenuhnya.Namun Nathan sama sekali tidak berniat beristirahat. Begitu kembali, dia langsung menuju lokasi pintu masuk Sektor Bayangan yang selama ini terse

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1999

    Bahkan Garrick ikut membeku sesaat.“Serang dia!” Teriaknya.Dia tahu memberi Nathan kesempatan bergerak bebas sama saja dengan membiarkan pembantaian terjadi.Puluhan anggota Aula Seribu Relik langsung menerjang bersamaan. Sebagian besar mengincar Nathan, sementara sisanya berlari menuju Bonang.Namun Bonang justru tampak santai. Dia mengeluarkan Botol Porselen Hitam dari Cincin Ruangnya sambil tersenyum lebar.“Hari ini sepertinya hari keberuntunganku.” Dia mengangkat botol itu tinggi-tinggi. “Kalau begitu, mari kita gunakan artefak ini untuk membuka keberuntungan.”Begitu kata-kata itu selesai, energi spiritual mengalir deras ke dalam Botol Porselen Hitam.Wiuuunngg~Cahaya ungu terang langsung memancar dari permukaannya.Sesaat kemudian, seberkas energi mengerikan melesat keluar seperti tombak cahaya.Sreet!Anggota Aula Seribu Relik yang berada paling depan bahkan tidak sempat berteriak. Dadanya langsung tertembus dan tubuhnya roboh dengan mata masih terbuka lebar.Melihat artefa

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 439

    "Eve, untuk apa orang penting dari Kota Moniyan datang mencari Nathan? Apa karena masalah Aston?” Setelah sampai di atas, Sarah bertanya pada Beverly dengan cemas. “Aku juga tidak tahu, kalau benar dia datang karena masalah Aston, aku tidak akan membiarkan Nathan dijadikan kambing hitam! Aku akan t

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 388

    “Hah?! Aku tidak peduli!” Sarah menggelengkan kepalanya. Arina menatap Sarah dengan kaget. “Kakak ipar, k-kamu kenapa tidak peduli? Kalau kamu tidak peduli, kakakku akan kehilangan nyawanya!” “Tenang saja, suamiku ini sangat hebat!” Sarah tersenyum. Saat ini, Arina kebingungan, kalau Sarah tidak

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 374

    Nathan bisa merasakan isi hati Maria saat ini, sejak dia di penjara, ayahnya kehilangan pekerjaan, dan kondisi keuangan keluarga mereka merosot, ini juga menjadi bahan omongan orang-orang di keluarganya. Maria memiliki temperamen yang sangat kuat, dan awalnya dia memiliki banyak koneksi, dan terhubu

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 431

    Melihat gerakan Nathan secepat kilat, semua orang tercengang, dan kemudian Aston merasakan adanya aura yang mengerikan datang, fia ingin menghindar tapi sudah terlambat. Bugh! Krak! Melihat Nathan mengangkat kakinya dan langsung menendang bagian bawah Aston, dan terdengar ada suara retakan. Raut waj

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status