Share

Bab 2400

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2026-09-18 21:17:47

Namun ketika debu mulai menipis, sebuah sosok tiba-tiba terlihat di kejauhan. Lebih dari seratus meter dari tempat semula, Nathan berdiri dengan tenang.

“Tuan Nathan!” Velisa langsung berseru lega.

Semua orang serentak menoleh. Mata mereka membelalak ketika menyadari Nathan bukan hanya masih hidup, tetapi juga berdiri tanpa luka sedikit pun.

Haland yang sejak tadi menahan napas akhirnya menghembuskan napas panjang. Ketegangan di wajahnya sedikit mereda.

Sebaliknya, ekspresi Osric berubah drasti
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2400

    Namun ketika debu mulai menipis, sebuah sosok tiba-tiba terlihat di kejauhan. Lebih dari seratus meter dari tempat semula, Nathan berdiri dengan tenang.“Tuan Nathan!” Velisa langsung berseru lega.Semua orang serentak menoleh. Mata mereka membelalak ketika menyadari Nathan bukan hanya masih hidup, tetapi juga berdiri tanpa luka sedikit pun.Haland yang sejak tadi menahan napas akhirnya menghembuskan napas panjang. Ketegangan di wajahnya sedikit mereda.Sebaliknya, ekspresi Osric berubah drastis. Dia menatap Nathan seolah sedang melihat sesuatu yang mustahil. “Tidak mungkin... Ini tidak mungkin!”Serangan yang baru saja dia keluarkan merupakan salah satu kekuatan terbesarnya. Namun Nathan bahkan tidak terlihat terluka.Nathan hanya tersenyum tipis. Kemudian, tangannya bergerak dan Panah Kaisar Langit muncul bersama anak panah di genggamannya.Nathan mengangkat busur tersebut, lalu menarik talinya perlahan dengan tangan kanan. Semakin jauh tali itu ditarik, semakin banyak energi di sek

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2399

    Osric tidak peduli dengan reaksi mereka, dia akhirnya bergerak. "MATILAH!"Pedang-pedang terbang yang mengelilingi tubuhnya langsung melesat bersamaan menuju Nathan, membentuk hujan bilah yang memenuhi seluruh ruang di depan mereka.Nathan segera menghunus Pedang Aruna. Dalam waktu bersamaan, Tubuh Vajra Naga Emas menyelimuti seluruh tubuhnya dengan lapisan pertahanan kuat.Kemudian Nathan menerjang maju.KLANG! KLANG! KLANG! KLANG!Dentang bilah terdengar bertubi-tubi ketika Pedang Aruna beradu dengan pedang-pedang terbang milik Osric. Setiap benturan mengguncang ruang di sekitar mereka, ledakan energi terus menggema di seluruh lembah.Nathan sengaja tidak menggunakan kekuatan bintang. Dia juga tidak mengeluarkan Panah Kaisar Langit. Kedua kekuatan tersebut masih dia simpan sebagai kartu truf terakhir.Osric awalnya yakin serangan pertamanya akan langsung menghabisi Nathan. Namun, setelah benar-benar bertarung, ekspresinya perlahan berubah. Kekuatan Nathan ternyata jauh lebih besar d

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2398

    "Dasar bajingan! Kau memang pantas mati!" raung Osric.Dia sudah tidak ingin membuang waktu untuk berdebat dengan Nathan. Aura di tubuhnya langsung meningkat ketika dia bersiap menerjang lawannya.Namun, sebelum Osric sempat bergerak, tekanan mengerikan tiba-tiba muncul dari luar lembah.Beberapa sosok melangkah masuk dan langsung berdiri di sisi Nathan."Beraninya kau bersikap tidak sopan kepada Tuan Nathan. Kau benar-benar ingin mati!"Haland menatap Osric dengan amarah yang tidak disembunyikan. Dia hanya mengibaskan tangannya, tetapi gelombang kekuatan dahsyat langsung menghantam tubuh Osric dan melemparkannya jauh.BRAAKK—!Ledakan keras terdengar ketika tubuh Osric menghantam tanah.Kemunculan Haland membuat semua orang terkejut. Mereka masih mengingat kekuatan mengerikan yang pernah dia tunjukkan sebelumnya, terutama aura Transcendent yang sempat membuat mereka ketakutan.Osric bangkit dengan susah payah. Wajahnya pucat ketika dia menatap Haland dengan penuh kewaspadaan.Haland

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2397

    "Tuan Nathan!" Velisa berseru kegirangan saat mengenali sosok tersebut."Itu lembah!" Mahesa juga segera mengenali tempat yang terlihat dalam tirai cahaya itu. "Nathan berada di lembah yang ada di dalam jurang!"Namun, gambar tersebut hanya bertahan beberapa detik. Cahaya di tirai merah mendadak padam, lalu seluruh koin tembaga di tangan para murid pecah secara bersamaan.Krak!Tubuh Rayan ikut terhuyung. Dia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah dengan keras. Jelas bahwa teknik tersebut telah memberikan tekanan besar pada tubuhnya.Melihat kondisi Rayan, Haland segera mengulurkan tangan dan mengalirkan energi ke dalam tubuhnya untuk membantu menstabilkan kondisinya."Aku sudah cukup tenang setelah melihat Tuan Nathan masih hidup," ujar Rayan dengan napas lemah. "Tuan Haland, tidak perlu mengkhawatirkanku. Kalian segera pergi cari Tuan Nathan, aku hanya perlu beristirahat beberapa hari."Haland mengangguk. "Baik, kau tetap di sini dan pulihkan tubuhmu. Kami akan segera kembali."

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2396

    Sementara Nathan sibuk mengumpulkan kekuatan di dalam lembah, Osric dan kelompoknya berada di jurang yang terletak di luar sana.Selama berhari-hari, mereka terus mempelajari teknik yang diajarkan Damian. Setelah melewati latihan panjang, mereka akhirnya berhasil memahami inti dari teknik Kultivator Jahat tersebut.Osric mengepalkan tangannya dengan penuh semangat. "Pantas saja banyak orang rela menerima hukuman daripada memilih menjadi Kultivator Jahat."Dia merasakan kekuatan yang tersimpan dalam teknik tersebut. "Teknik ini memang sangat kuat, tetapi cara menggunakannya benar-benar brutal dan penuh darah."Harland yang berada di dekatnya justru tidak menganggap hal itu sebagai masalah. "Di dunia ini, kekuatan adalah segalanya. Ini memang dunia yang kejam, jadi tidak ada gunanya terlalu memikirkan apakah caranya brutal atau tidak."Tatapannya kemudian beralih ke gerbang lembah. "Ayo kita buka gerbangnya, aku sudah tidak sabar."Osric mengangguk, dia menatap gerbang yang telah tertut

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2395

    Pusaran itu segera menghasilkan daya hisap yang luar biasa kuat. Debu, batu-batu kecil, dan segala sesuatu di sekitarnya mulai terangkat sebelum terseret menuju pusat lubang tersebut.Para mayat hidup pun tidak luput. Satu demi satu tubuh mereka terangkat dari tanah dan melayang ke udara. Dalam hitungan detik, gerombolan mayat hidup yang memenuhi kawasan itu tersedot masuk ke dalam lubang hitam."Cepat! Ayo!" Abyssal Shade langsung mendesak Nathan.Nathan baru hendak membuka mulut ketika Abyssal Shade tiba-tiba mengangkat tangannya dan menghantamkan telapak tangan ke arahnya.Tubuh Nathan terdorong kuat ke depan dan langsung mendekati lubang hitam. Daya hisap yang sangat besar segera menangkap tubuhnya dan menyeretnya masuk."Apa kau—" Nathan bahkan tidak sempat menyelesaikan ucapannya.Tubuhnya menghilang sepenuhnya ke dalam pusaran.Setelah Nathan pergi, Abyssal Shade mengangkat tangan. Lubang hitam di langit perlahan mengecil hingga akhirnya lenyap tanpa meninggalkan jejak.Abyssal

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1624

    Meski ucapannya terdengar tenang, sorot matanya mengkhianati kecemasan yang mendalam.Tak lama kemudian, gelombang aura yang familiar menyentuh indera mereka berdua.“Itu dia!” seru Elara.Keduanya segera bergerak menuju sumber aura tersebut.Namun saat Nathan akhirnya terlihat, mereka terdiam.Pak

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1413

    Kepolisian.Suasana terasa begitu tertekan hingga seolah udara pun membeku. Ryujin duduk di kursi utama, mengisap rokoknya dalam-dalam, keningnya berkerut.Paul yang berdiri di sampingnya bahkan tidak berani bernapas dengan kasar. Ia telah mengikuti Ryujin selama belasan tahun dan belum pernah meli

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1463

    Di dalam keheningan ruang dimensi yang agung, Nathan menatap Nalan dengan takjub. "Jadi... kita benar-benar bisa menjadi abadi? Tidak menua selamanya?"Nalan tersenyum tipis, sebuah senyum yang mengandung kebijaksanaan ribuan tahun. "Langit dan bumi mungkin abadi, tapi manusia tidak. Itu hanyalah k

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1412

    Sementara itu, di dalam markas besar Martial Shrine, suasana hati Sancho sedang sangat baik. Tidak hanya berhasil menyingkirkan Nathan, musuh bebuyutannya, ia juga kembali dengan membawa sumber daya yang begitu melimpah. Ia yakin, para petinggi tidak akan lagi menghukumnya. Mungkin saja, sang Yang

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status