Share

Bab 2535

Author: Imgnmln
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-22 22:34:47

Saat darah esensi itu memasuki lubang tersebut, raungan menggelegar terdengar dari dalamnya. Tanah bergetar, dan tekanan mengerikan menyebar ke seluruh area. Perlahan, tubuh raksasa mulai muncul dari balik kegelapan.

Begitu sosok itu menampakkan diri sepenuhnya, langit dan bumi seakan kehilangan warnanya. Aura dingin yang luar biasa kuat menyelimuti medan pertempuran, membuat semua orang merasakan tekanan yang sulit ditahan.

Nathan mendongak, matanya menyipit ketika melihat makhluk di hadapanny
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2535

    Saat darah esensi itu memasuki lubang tersebut, raungan menggelegar terdengar dari dalamnya. Tanah bergetar, dan tekanan mengerikan menyebar ke seluruh area. Perlahan, tubuh raksasa mulai muncul dari balik kegelapan.Begitu sosok itu menampakkan diri sepenuhnya, langit dan bumi seakan kehilangan warnanya. Aura dingin yang luar biasa kuat menyelimuti medan pertempuran, membuat semua orang merasakan tekanan yang sulit ditahan.Nathan mendongak, matanya menyipit ketika melihat makhluk di hadapannya.Seekor Kirin iblis!Makhluk itu menjulang lebih dari sepuluh meter, dengan tubuh raksasa yang memancarkan hawa dingin dari setiap tarikan napasnya. Bahkan udara di sekitar lubang hidungnya tampak membeku oleh hembusan es yang keluar tanpa henti.Kaidar segera melompat ke punggung makhluk tersebut, lalu menatap Nathan dengan penuh percaya diri.“Itu Kirin iblis dari Sektor Abadi!” seru tetua utama Ordo Ferrum dengan wajah terkejut. “Makhluk iblis berelemen es yang mampu membekukan segala sesua

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2534

    Yang Mulia menyaksikan seluruh gerakan itu dari udara. Dia jelas melihat Freya berusaha membunuh Kaidar, tetapi tetap tidak menunjukkan niat untuk turun tangan.Ketika debu di sekitar kawah mulai mengendap, sesosok tubuh tiba-tiba melesat keluar dari dalamnya. Nathan mendarat dengan mantap di atas tanah, tanpa satu pun luka di tubuhnya.Serangan Kaidar yang begitu dahsyat ternyata sama sekali tidak mampu menembus pertahanannya. Cahaya keemasan masih menyelimuti tubuh Nathan, membuatnya tampak seperti dewa perang yang mengenakan zirah emas.Senyum kemenangan di wajah Kaidar langsung membeku. Dia menatap Nathan dengan mata terbelalak, sulit mempercayai apa yang baru saja disaksikannya.Julian dan yang lainnya juga terpana. Julian yakin dirinya akan menderita luka parah jika menerima serangan semacam itu secara langsung, bahkan mungkin kehilangan nyawa. Namun, Nathan bukan hanya berhasil bertahan, melainkan juga keluar tanpa cedera sedikit pun.Nathan menatap Kaidar dengan senyum mengeje

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2533

    Sementara itu, Nathan masih bertarung sengit melawan Kaidar. Kedua bilah pedang beradu tanpa henti, memercikkan cahaya di tengah bentrokan energi yang terus meningkat.Kaidar memang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi, namun semakin lama pertarungan berlangsung, semakin sulit baginya mengendalikan jalannya pertempuran.Wajah Kaidar semakin muram. Dia mempercepat serangannya, mengayunkan pedang panjang dengan gerakan licin dan mematikan, menyerupai ular berbisa yang terus mencari celah untuk menerkam.Di tengah kekacauan tersebut, tak seorang pun menyadari perubahan yang terjadi di langit Sektor Bayangan Aula Luminaris. Sebuah lubang hitam telah terbentuk di ketinggian dan perlahan menyerap aura yang terpancar dari medan pertempuran.Aura kemarahan, niat membunuh, hingga jiwa orang-orang yang gugur tersedot ke dalamnya. Namun, semua orang terlalu sibuk bertarung untuk menyadari keberadaan lubang hitam itu.Semakin banyak korban berjatuhan dan semakin sengit pertempuran berlangsung,

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2532

    Meski tingkat kekuatannya berada di bawah Kaidar, Nathan sama sekali tidak terdesak. Dia mampu mengimbangi serangan lawannya sembari terus memperhatikan Yang Mulia di kejauhan. Tujuan utamanya bukan sekadar mengalahkan Kaidar, melainkan menemukan saat yang tepat untuk menghentikan aktivasi Resonansi Dunia.Di tengah pertempuran yang semakin sengit, Yang Mulia itu bahkan tidak melirik kedua petarung. Dia mengangkat tangan dengan santai, lalu mengeluarkan perintah yang membuat seluruh anggota Ordo Maledicta bergerak.“Serang! Habisi semua orang yang berdiri di hadapan kalian!”Perintah itu ditujukan kepada enam Ksatria Dicta sekaligus ratusan anggota Ordo Maledicta yang memenuhi area tersebut.Namun, Julian dan kelima rekannya tidak langsung mematuhinya. Mereka telah sepakat bekerja sama dengan Nathan untuk menghancurkan Ordo Maledicta dari dalam. Mengikuti perintah itu berarti mengkhianati rencana mereka sendiri.Julian melirik kelima rekannya, memberi isyarat agar mereka bersiap. Yang

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2531

    Di barisan terdepan berdiri sosok Yang Mulia dengan postur sulit ditebak. Kehadirannya memancarkan kesan misterius, membuat Nathan tak mampu membaca kekuatan maupun niat sebenarnya. Enam Ksatria Dicta berdiri tepat di belakangnya.Nathan sempat melirik mereka, namun segera mengalihkan pandangan.Saat itu, Julian juga melihat putrinya, Selena sedang berdiri bersama Nathan. Dia langsung memahami bahwa pemuda itu telah berhasil menyelamatkan keluarganya.Namun, bukannya lega, Julian justru merasa tidak senang. Dia mengira Nathan sengaja membawa Selena ke sana untuk menjadikannya sandera, memastikan dirinya dan para Ksatria Dicta lainnya tidak mengingkari janji untuk membantu Nathan.Sementara itu, Kaidar menatap Nathan dengan mata menyipit. Senyum dingin muncul di wajahnya ketika dia akhirnya melihat orang yang ditunggu-tunggunya. “Nathan, akhirnya kau datang. Aku sudah menunggumu begitu lama!”Nathan bahkan tidak meliriknya lebih dari sekilas. Bagi Nathan, Kaidar bukanlah lawan yang per

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2530

    Setelah mempertimbangkan situasi itu, Nathan akhirnya mengambil keputusan. “Para senior, untuk sementara kalian tetaplah di sini. Aku harus menyelesaikan urusan penting terlebih dahulu. Jika aku berhasil kembali dengan selamat, aku akan membantu kalian membuka jalan dari dunia fana menuju Sektor Abadi.”Nathan menatap tetua utama dengan sungguh-sungguh, menunggu jawaban mereka.“Anak muda, sepertinya kau sedang menghadapi masalah besar. Kau sudah menyelamatkan kami, jadi kami tidak mungkin tinggal diam dan membiarkanmu menghadapinya sendirian. Kami akan ikut denganmu!” ujar Tetua utama Ordo Ferrum menyampaikan keputusannya dengan tegas.Keempat bersaudara itu tidak mengenal dunia fana maupun orang-orang yang berada di dalamnya. Jika mereka bertindak sendiri dan menghadapi bahaya, mereka bahkan belum tentu mampu melindungi diri. Mengikuti Nathan setidaknya memberi mereka kesempatan untuk memahami situasi sekaligus membantunya menyelesaikan urusan yang sedang dihadapi.Para tahanan lain

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1646

    Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1671

    Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1719

    Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status