Share

Bab 765

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2024-12-16 19:37:26

Setelah Nathan turun dari kapal, Jordan juga membawa bawahannya turun, melihat Jordan turun, Remy dan Abel juga mengikutinya.

Saat melihat tiga iblis itu turun, orang-orang yang ada di atas kapal semakin tidak berani turun. Hanya saja, banyak orang yang mengkhawatirkan Nathan serta Sarah dan yang lainnya. Karena, mereka tahu dengan jelas tujuan tiga orang itu turun dari kapal adalah untuk mengincar tiga orang gadis itu.

“Kak, apa yang harus kita lakukan?” Melihat Nathan turun dari kapal, Harris
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1807

    Kaidar berdiri di kejauhan sambil menatap reruntuhan itu. Ada sedikit rasa enggan di matanya.Bukan karena ia peduli Nathan mati. Melainkan karena seluruh rahasia, teknik, dan harta berharga di tubuh Nathan mungkin ikut terkubur bersama gunung itu.Ia membawa empat Ksatria Abyss mundur hingga kaki gunung, lalu menatap pemandangan kacau di depan mata. Debu pekat menutupi langit, batu masih terus berjatuhan.“Tuan Arkhon... apakah Nathan sudah terkubur hidup-hidup?” salah satu Ksatria Abyss bertanya pelan.Kaidar terdiam, ia sendiri tak tahu harus menjawab apa.Gunung sebesar ini runtuh total. Bahkan seorang ahli di tahap Origin pun kemungkinan hanya bisa pasrah bila tertimbun di dalamnya.Sosok Origin bukan dewa. Jika mereka terkunci di bawah jutaan ton batu, tetap saja sulit keluar. Kalau sosok Origin saja belum tentu selamat, apalagi Nathan.“Cepat pergi.” Suara Arkhon Abyss mendadak terdengar dingin. “Gunung ini tidak akan mampu menahan Nathan.”Semua orang menegang.Mereka baru saj

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1806

    Namun tepat saat kontak terjadi—Nggg~Suara dengungan berat terdengar dari tubuh Nathan.Dalam sekejap, tubuhnya memancarkan kekuatan aneh yang berputar seperti pusaran raksasa. Daya hisap luar biasa meledak keluar dan langsung menarik energi dari lima orang itu.“A-apa yang terjadi?!” Kaidar menjerit panik.Bukannya menyerap kekuatan Nathan, ia justru merasakan energinya sendiri mengalir deras keluar dari tubuh.“Gawat!”Empat Ksatria Abyss ikut panik.Mereka mencoba melepaskan tangan, mencoba mundur, mencoba memutus aliran itu, namun semuanya sia-sia.Energi murni mereka terus tersedot deras, mengalir masuk ke tubuh Nathan seperti sungai yang dipaksa masuk ke laut tanpa dasar.Mereka sama sekali tidak tahu bahwa Teknik Kijutsu milik Nathan adalah teknik puncak yang mampu menyerap sekaligus memurnikan segala jenis energi.Berniat merebut energi spiritual di dalam tubuh Nathan jelas merupakan keputusan paling bodoh yang bisa mereka ambil.Bila tadi mereka menyerang langsung dengan ke

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1805

    “Jika kalian tidak ingin mati, pergilah sekarang juga. Tujuanku hanya Nathan, aku tidak berniat membunuh kalian,” lanjutnya dengan dingin.Kaidar menatap Bonang, Raze Mordren, dan yang lainnya dengan sorot mata yang tajam. Baginya, orang-orang ini terlalu lemah untuk dianggap lawan. Membunuh mereka hanya membuang waktu.Bonang dan Raze sempat melirik ke arah Nathan yang masih duduk bersila di tengah ledakan aura merah menyala. Setelah itu keduanya saling berpandangan. Tanpa sepatah kata pun, keputusan mereka sudah bulat.Raze bergerak lebih dulu.Dengan satu hentakan, ia mengeluarkan Rantai Segel keluarga Ravenhart dan menyambarkannya ke depan. Cambuk pusaka itu meraung keras saat dibentangkan, memancarkan tekanan senjata tingkat Origin.Melihat serangan datang, Kaidar langsung melompat mundur. Empat Ksatria Abyss di belakangnya maju bersamaan seperti bayangan hitam.Salah satu dari mereka melesat ke depan, menangkap Rantai Segel Ravenhart dengan tangan kosong, lalu menebaskannya mema

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1804

    Di sisi lain, Kaidar yang merasakan ledakan aura Nathan segera menyadari bahwa kesempatan emas telah datang. Jika ia menunggu lebih lama dan Nathan benar-benar berhasil menembus batas, keadaan akan jauh lebih merepotkan.Tanpa lagi bersembunyi, Kaidar memimpin empat Ksatria Abyss maju hingga berdiri tepat di depan Nathan. “Nathan,” ucapnya sambil menyeringai dingin, “Kau pasti tak menyangka kita akan bertemu secepat ini, bukan?”Nathan hanya menatap lurus ke arahnya tanpa menjawab. Namun dari sorot matanya, tampak secercah ketegangan.Melihat itu, Kaidar semakin angkuh. “Kalau bukan karena Yang Mulia menginginkan tubuhmu, sekarang juga aku sudah menghancurkanmu sampai berkeping-keping.”Niat membunuh membuncah di matanya, ia membenci Nathan sampai ke tulang. Kematian ayahnya, kehancuran Keluarga Farhon, seluruh kehinaan yang kini ia tanggung, semuanya ia limpahkan kepada satu nama itu.Andai bukan karena Nathan, ia masih akan hidup sebagai tuan muda terhormat, menikmati kuasa dan kemew

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1803

    Semua orang berlari ke halaman utama. Dari kejauhan, mereka melihat sinar merah membakar langit malam.“Itu... manusia!” teriak Darren dengan mata membelalak. “Cahaya itu berasal dari seseorang!”Mereka sontak membeku, lalu buru-buru menuju halaman belakang. Di sana, ruang rahasia yang sebelumnya kokoh ternyata sudah lenyap tanpa jejak, hancur menjadi serpihan debu.“Itu... Tuan Nathan?” Victor menelan ludah, suaranya bergetar.Tekanan luar biasa terus datang dari arah gunung. Padahal mereka semua adalah ahli tingkat tinggi, namun di hadapan aura seperti itu, jantung mereka tetap berdebar tak terkendali.“Itu memang dia,” ujar Raze dengan napas tertahan. “Tuan Nathan ada di sana.”Berbeda dari yang lain, Bonang justru tampak santai. Ia menyeringai kecil sambil menyilangkan tangan. “Anak itu memang monster. Dengan kekuatan seperti sekarang, merobohkan satu gunung saja mungkin masih terlalu ringan baginya.”Darren menoleh bingung. “Kalau begitu kenapa dia pindah ke sana?”Bonang tertawa

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1802

    Namun wajahnya tetap tenang. Teknik Kijutsu mulai berputar di dalam tubuhnya. Pusaran-pusaran kecil terbentuk di setiap jalur energi, menarik dan menyaring kekuatan liar itu sedikit demi sedikit. Kabut putih pekat mulai muncul di sekeliling tubuhnya, memenuhi seluruh ruang rahasia.Nathan mengernyit. Pil itu memang luar biasa, tetapi kekuatannya terlalu buas. Jika kendali sedikit saja goyah, tubuh bisa hancur dari dalam.Waktu terus berjalan.Menit berganti jam.Jam berganti hari.Setengah bulan berlalu dalam sekejap.Selama lima belas hari penuh, Nathan tidak bergerak sedikit pun di dalam ruang rahasia.Di luar, Victor mondar-mandir dengan gelisah. “Sudah setengah bulan... Tuan Nathan benar-benar baik-baik saja?”Ia menatap pintu batu dengan kecemasan nyata.Bonang yang sedang menyesap anggur, hanya melambaikan tangan santai. “Tak akan terjadi apa-apa. Anak itu punya Tubuh Vajra Naga Emas. Satu butir Pil Dewa tak cukup untuk menghancurkannya.”Selama setengah bulan itu, hidup Bonang j

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1278

    Di dalam, Nathan bisa mendengar teriakan itu dengan jelas."Bachira!" kata Scholar dengan cepat. "Kumpulkan semua orang kita yang ada di kota! Kita akan mengawal Tuan Nathan keluar!"Tapi Nathan mengangkat tangannya, menghentikan mereka. "Tidak perlu," katanya tenang. "Kalian di sini hanya akan jad

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1232

    Di Matilda, udara terasa berat dan dingin, seolah langit ikut berkabung.Ratusan prajurit berdiri dalam formasi diam di halaman utama, napas mereka mengepul di udara pagi. Wajah mereka keras seperti batu, tetapi mata mereka menyimpan kesedihan yang sama.Di depan mereka semua, Nelson menatap gerban

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1293

    Air mata keputusasaan mulai menggenang di sudut mata Sheerena. Dalam benaknya yang kalut, bayangan Nathan muncul—bukan sebagai penyelamat, melainkan sebagai pengingat akan kekuatan sejati, tentang kehormatan yang kini sedang diinjak-injak. Bayangan itu memberinya kekuatan terakhir untuk menatap Hid

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1261

    "Sancho," ucap salah satu tetua dengan suara sedingin es. "Ingat posisimu. Jika kau gagal lagi, kami tidak akan ragu untuk menunjuk Ketua Aliansi baru yang lebih kompeten."Sosok itu kemudian menghilang.Sancho menatap ke aula yang kosong, penghinaan itu masih terngiang di telinganya. Ia mengepalka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status