Home / Urban / Kembalinya sang Dewa Perang / Bab 810 [Free Chapter]

Share

Bab 810 [Free Chapter]

Author: Imgnmln
last update publish date: 2024-12-31 20:42:03

“Apa yang terjadi?” Herold sedikit kaget saat melihat cahaya keemasan yang terpancar dari kamar Nathan.

Beberapa Tetua lainnya menggelengkan kepala mereka, mereka juga tidak tahu apa yang terjadi, yang mereka tahu, Nathan sudah satu bulan ini tidak pernah keluar dari kamarnya.

“Ayo, kita periksa!” Herold berkata dan membawa beberapa orang untuk pergi ke kamar Nathan.

Saat ini Nathan perlahan-lahan bangkit berdiri, kekuatan spiritual dalam tubuhnya melonjak, lonjakan kekuatan itu belum pernah dia rasakan sebelumnya. Melihat sepasang tangannya yang bersinar keemasan, Nathan sangat ingin menggunakan kekuatan untuk melihat peningkatan yang dia dapatkan setelah melakukan kultibasi selama ini. Pada akhirnya dia tetap menahan diri, kalau dia menggunakan kekuatannya saat ini, maka seluruh rumah ini mungkin bisa runtuh, bahkan Saibu Care akan terdampak.

“Tidak disangka, dalam waktu satu bulan, aku bisa mencapai puncak tahap Lentera, seiring berjalannya waktu, menembus tahap Lentera dan melangkah masuk ke Tahap Langit, mungkin aku bisa bertarung dengan keluarga Zellon!” Nathan tidak menyangka, batu mata Naga akan memberikan banyak manfaat baginya.

Namun segera Nathan menyadari satu hal, batu mata Naga di dalam tubuhnya menjadi tidak terlalu berkilau, dan energi spiritual yang memancar dari batu mata Naga itu tidak seperti awal. Nathan tidak tahu banyak tentang batu mata Naga ini, dan Zephir juga tidak menjelaskan kepadanya, jadi Nathan sedikit tidak mengerti apa yang terjadi.

“Tuan, kamu baik-baik saja?” Saat itu, suara Herold terdengar. Mereka takut sesuatu terjadi pada Nathan, dan bergegas menghampirinya.

Mendengar suara Herold, cahaya keemasan di tubuh Nathan menghilang dan dia membuka pintu kamar.

Saat Herold dan yang lainnya melihat Nathan untuk pertama kali, mereka menunjukkan keterkejutan. Karena baru satu bulan, mereka bisa merasakan perubahan aura di tubuh Nathan.

Mereka bisa merasakan dengan jelas, Nathan yang sekarang, sudah mencapai puncak tahap awal penguasa Ingras dan akan menerobos masuk ke tahap puncak penguasa Ingras.

‘Sudah berapa lama pemimpin berkultivasi? Kenapa peningkatan tahapnya bisa secepat itu?’ Setelah tersadar dari keterkejutannya, Herold meneruskan pertanyaannya. “Tuan, kamu baik-baik saja?” 

“Tidak apa-apa!” Nathan menggelengkan kepalanya, lalu bertanya pada Herold. “Bagaimana keadaan Sienna?”

Saat Nathan kembali ke Saibu Care, Sienna masih belum sadar, dan dia sudah tidak sabar untuk segera mengasingkan diri, sekarang dia sendiri sudah tidak tahu berapa banyak waktu yang berlalu.

“Tuan, tenang saja, keadaan Nona Sienna sangat baik, dia terus berusaha untuk keluar mencarimu setiap hari, tapi kami menghentikannya!”

Sienna tidak tahu Nathan mengasingkan diri, Herold dan yang lainnya juga tidak berani mengatakannya, jadi saat Sienna sadar, dia terus mengatakan mau pergi mencari Nathan.

“Tetua Herold, sudah berapa lama aku mengasingkan diri?” Nathan baru teringat untuk menanyakan berapa panjang waktu yang sudah berlalu selama dia mengasingkan diri.

"Tuan, kamu sudah mengasingkan diri selama satu bulan, lusa adalah acara Faltum, aku sudah berpesan kepada orang-orang di desa untuk menyiapkan tempat dan pada saatnya kita akan berkumpul bersama untuk merayakan acara Faltum!” Herold merasa Nathan baru saja menjadi Pemimpin dan banyak orang yang belum mengenalnya, kebetulan bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan Nathan kepada mereka.

“Satu bulan?” Nathan terkejut, menurutnya kultivasinya kali ini hanya masalah waktu. “Lalu, apa itu Faltum?”

“Faltum, acara musiman yang selalu kami lakukan saat musim gugur, dan kami menyebutnya Faltum,” jawab Herold.

“Ah,” Nathan hanya menganggukkan kepalanya, dia baru mendengar sebutan itu di telinganya, Saibu Care memiliki caranya sendiri.

Tapi tidak disangka sudah satu bulan berlalu dan acara Faltum akan segera tiba. Saat mendengar tentang acara Faltum, sosok ayah dan ibunya seketika muncul di benak Nathan, meskipun dia dipungut tapi dia masih sangat mencintai orang tuanya. Lalu Sarah dan Beverly, entah bagaimana keadaan mereka sekarang.

“Sialan! Ternyata kamu bersembunyi di sini, apakah kamu menghindariku selama sebulan ini?!” Pada saat ini suara marah terdengar, dan diikuti dengan Sienna yang menghampiri dengan marah.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1904

    Di sisi lain, Kaidar yang merasakan ledakan aura Nathan segera menyadari bahwa kesempatan emas telah datang. Jika ia menunggu lebih lama dan Nathan benar-benar berhasil menembus batas, keadaan akan jauh lebih merepotkan.Tanpa lagi bersembunyi, Kaidar memimpin empat Ksatria Abyss maju hingga berdiri tepat di depan Nathan. “Nathan,” ucapnya sambil menyeringai dingin, “Kau pasti tak menyangka kita akan bertemu secepat ini, bukan?”Nathan hanya menatap lurus ke arahnya tanpa menjawab. Namun dari sorot matanya, tampak secercah ketegangan.Melihat itu, Kaidar semakin angkuh. “Kalau bukan karena Yang Mulia menginginkan tubuhmu, sekarang juga aku sudah menghancurkanmu sampai berkeping-keping.”Niat membunuh membuncah di matanya, ia membenci Nathan sampai ke tulang. Kematian ayahnya, kehancuran Keluarga Farhon, seluruh kehinaan yang kini ia tanggung, semuanya ia limpahkan kepada satu nama itu.Andai bukan karena Nathan, ia masih akan hidup sebagai tuan muda terhormat, menikmati kuasa dan keme

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1903

    Semua orang berlari ke halaman utama. Dari kejauhan, mereka melihat sinar merah membakar langit malam.“Itu... manusia!” teriak Darren dengan mata membelalak. “Cahaya itu berasal dari seseorang!”Mereka sontak membeku, lalu buru-buru menuju halaman belakang. Di sana, ruang rahasia yang sebelumnya kokoh ternyata sudah lenyap tanpa jejak, hancur menjadi serpihan debu.“Itu... Tuan Nathan?” Victor menelan ludah, suaranya bergetar.Tekanan luar biasa terus datang dari arah gunung. Padahal mereka semua adalah ahli tingkat tinggi, namun di hadapan aura seperti itu, jantung mereka tetap berdebar tak terkendali.“Itu memang dia,” ujar Raze dengan napas tertahan. “Tuan Nathan ada di sana.”Berbeda dari yang lain, Bonang justru tampak santai. Ia menyeringai kecil sambil menyilangkan tangan. “Anak itu memang monster. Dengan kekuatan seperti sekarang, merobohkan satu gunung saja mungkin masih terlalu ringan baginya.”Darren menoleh bingung. “Kalau begitu kenapa dia pindah ke sana?”Bonang tertawa

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1902

    Namun wajahnya tetap tenang. Teknik Kijutsu mulai berputar di dalam tubuhnya. Pusaran-pusaran kecil terbentuk di setiap jalur energi, menarik dan menyaring kekuatan liar itu sedikit demi sedikit. Kabut putih pekat mulai muncul di sekeliling tubuhnya, memenuhi seluruh ruang rahasia.Nathan mengernyit. Pil itu memang luar biasa, tetapi kekuatannya terlalu buas. Jika kendali sedikit saja goyah, tubuh bisa hancur dari dalam.Waktu terus berjalan.Menit berganti jam.Jam berganti hari.Setengah bulan berlalu dalam sekejap.Selama lima belas hari penuh, Nathan tidak bergerak sedikit pun di dalam ruang rahasia.Di luar, Victor mondar-mandir dengan gelisah. “Sudah setengah bulan... Tuan Nathan benar-benar baik-baik saja?”Ia menatap pintu batu dengan kecemasan nyata.Bonang yang sedang menyesap anggur, hanya melambaikan tangan santai. “Tak akan terjadi apa-apa. Anak itu punya Tubuh Vajra Naga Emas. Satu butir Pil Dewa tak cukup untuk menghancurkannya.”Selama setengah bulan itu, hidup Bonang

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1801

    Nathan mengangguk ringan. “Terima kasih, aku juga masih ingat janjiku. Aku akan memurnikan pil untuk Kepala Keluarga Ravenhart. Aku tuliskan resepnya, siapkan semua bahan.”Victor langsung membungkuk senang. “Baik! Aku akan mengurusnya sekarang juga.”Nathan segera menuliskan daftar bahan obat. Begitu menerima resep itu, Victor langsung mengerahkan seluruh jaringan di Kota Varkos untuk mencarinya.Hanya setengah hari.Seluruh bahan berhasil terkumpul.Itu cukup membuktikan bahwa kekuasaan Victor di kota tersebut bukan sekadar nama kosong.Malam harinya, Nathan kembali duduk di depan Porselen Alkemis. Api spiritual menyala biru tenang di kedua telapak tangannya, lalu masuk ke dalam tungku.Wuuush!Nyala api membesar.Kali ini prosesnya jauh lebih mudah. Dengan bantuan tungku kuno itu, memurnikan pil bukan lagi perkara sulit.Setelah menyelesaikan pesanan Victor, Nathan belum berhenti. Ia justru memurnikan beberapa pil tambahan.Bonang yang sejak tadi menonton sambil makan camilan menyi

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1800

    Kaidar perlahan mengangkat kepala.Harapan kembali menyala di matanya.Arkhon Abyss melanjutkan dengan nada suram, “Dan kali ini, aku sudah menghubungi para Ksatria Abyss. Mereka akan mengirim bantuan.”Mendengar itu, napas Kaidar langsung berubah cepat.Para Ksatria Abyss adalah kekuatan inti Ordo Maledicta. Masing-masing telah mencapai tahapan Origin, sosok-sosok mengerikan yang bahkan keluarga besar pun enggan menyinggung mereka.Jika mereka turun tangan, maka Nathan, sekuat apa pun dirinya akan dipaksa berlutut.Tatapan Kaidar menatap cahaya di langit berubah dingin. “Nathan... kali ini, giliranmu.”“Tapi, sudah beberapa hari, Kuro sama sekali tidak memberi kabar...”Kaidar berdiri di puncak bukit sambil menatap ke arah Kota Varkos, nada suaranya dipenuhi ketidaksabaran. Mereka terus menunggu informasi dari Kuro, tetapi sampai sekarang tak ada pergerakan sedikit pun.Sedikit pun mereka belum menyadari bahwa pria itu telah mati sejak lama, sementara Ordo Abyssal sedang mengalami pe

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1799

    Waktu berlalu tanpa terasa.Satu hari.Dua hari.Tiga hari.Pada hari ketiga, perubahan besar akhirnya terjadi.Bzzzt—!Dari celah tungku, cahaya terang berwarna-warni tiba-tiba memancar deras. Mula-mula hanya seberkas tipis, lalu semakin kuat hingga seluruh kamar dipenuhi kilau gemerlap. Dalam hitungan detik, sinarnya menembus dinding dan jendela, menyelimuti seluruh hotel seperti fajar yang turun terlalu cepat.Di luar kamar, Bonang dan Raze yang berjaga langsung berubah ekspresi.“Aura ini...” gumam Bonang.“Pil tingkat tinggi...” bisik Raze dengan mata membelalak.Di sisi lain kota, Victor yang baru saja melihat fenomena itu segera bergegas bersama Darren menuju hotel.Di tengah perjalanan, Darren bertanya dengan bingung, “Ayah, apa yang sedang terjadi? Kenapa tiba-tiba muncul cahaya sebesar itu dari hotel?”Victor mempercepat langkahnya. “Kalau tebakanku benar, itu tanda kelahiran Pil Dewa. Tuan Nathan pasti berhasil memurnikan Ginseng Panax kuno itu.”Nada suaranya dipenuhi sema

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 131

    “Kamu tidak boleh menolak, masalah ini sudah aku tetapkan, aku juga tidak menyuruhmu harus berangkat kerja setiap hari, kamu urus saja urusanmu!” Kevin mengira Nathan hanya malu-malu, jadi menolak dengan sopan, maka dia bersikeras untuk menyerahkan perusahaan itu pada Nathan. Nathan yang melihat sit

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 128

    “Benford, apa kamu buta? Nathan ini hanya seorang mantan narapidana, kenapa kamu malah merendah padanya, yang sepertimu masih bisa menyebut diri sendiri bos perusahaan besar? Bajingan, sangat memalukan!” Rendy yang melihat Benford begitu hormat pada Nathan, merasa kesal dan berkata dengan jijik. Ben

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 147

    Lisa yang mendengar ucapan Nathan juga tidak terlalu kaget, dia hanya tersenyum datar. “Sebenarnya. Andrew tidak seburuk yang kamu pikirkan, dia mungkin sering mempersulitmu. Tapi, aku akan berusaha untuk membujuknya!” Lisa salah sangka terhadap Nathan, dia mengira Nathan mengatakan itu karena Andre

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 107

    Keesokan harinya, Nathan mengendarai Civic bekasnya menuju perusahaan, biarpun mendapatkan hinaan dari sekelompok orang, Nathan sama sekali tidak peduli. Begitu juga dengan Lily yang memilih untuk tidak mendengarkan hinaan itu, dia saat ini merasa sangat senang karena bisa berangkat kerja bersama de

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status