FAZER LOGIN“Cumi ini dimasak menggunakan bumbu tomyam kesukaanmu, lalu, bukankah kau menyukai daging sapi fillet?” Jazer mencicipi hidangan tersebut sambil bicara dengan Brillie, hanya saja Brillie tidak mengatakan apapun, seolah Jazer sedang berbicara dengan dirinya sendiri.
Setelah makan beberapa suap, Jazer menyeka mulutnya dan berdiri. “Adik, tidak disangka kamu masih mempunyai seorang putra di dunia ini, dan putramu mungkin sudah mendapatkan esensi batu mata Naga. Sepertinya, dia sudah mengetahui identitas aslinya dan sangat ingin menyelamatkan ibunya kesayangannya ini. Aku malah berharap dia akan datang ke keluarga Zellon lebih cepat, aku juga ingin saling berkenalan dengan keponakanku ini. Karena, sudah bertahun-tahun hidup di luar sana dia juga pasti sangat menderita!” Jazer mulai berkata-kata dengan tenang.
Mendengar hal ini, kekhawatiran mulai muncul di wajah Brillie yang awalnya tidak menunjukkan ekspresi apapun, tapi itu hanya sekilas, meskipun begitu Jazer tetap melihatnya.
“Hahahaha!”
Melihat kilatan kekhawatiran di wajah Brillie, Jazer tertawa, bahkan tertawa dengan puas.
“Sudah dua puluh tahun lebih, kamu menolak untuk memberitahukan rahasia yang ingin kuketahui, aku juga tidak bisa melakukan apa-apa padamu. Tapi sekarang, aku ternyata mempunyai seorang keponakan, aku rasa kalau pada waktunya keponakanku memintamu untuk buka mulut, kamu tidak akan mungkin bungkam lagi bukan? Kalian ibu dan anak akan segera bertemu, aku sudah mengutus orang untuk pergi mengundang keponakanku.”
“Hahaha ….”
Setelah berkata Jazer tertawa layaknya orang gila, dia merasa ini adalah anugerah, kalau bukan karena keponakannya yang muncul entah dari mana, sepertinya dia akan sulit mengetahui rahasia yang ingin dia ketahui seumur hidup ini.
Brillie menatap Jazer yang tertawa seperti orang gila, tatapan matanya penuh dengan kebencian, dia tahu kalau Jazer sekarang sudah gila dan bisa melakukan apa saja.
“Kalau kamu berani melukai anakku, maka aku tidak akan mengampunimu sampai mati!” Brillie buka mulut, ini adalah pertama kalinya dia berbicara pada Jazer dalam dua puluh tahun terakhir.
”Ah?” Jazer mendengar Brillie yang berbicara pada dirinya dan tercengang, lalu mulai tertawa terbahak-bahak lagi. “Hahaha …. akhirnya, aku mendengar suaramu! Adik perempuanku yang baik, dia adalah keponakanku, mana mungkin aku melukainya? Tenang saja!”
Jazer berjalan keluar dari penjara bawah tanah, raut wajahnya dipenuhi dengan kepuasan, semakin Brillie peduli pada putranya, Jazer semakin memiliki harapan untuk mengetahui rahasia itu.
***
Beberapa hari berikutnya, banyak orang yang mencari Nathan dengan gila-gilaan dan keluarga Calderon menjadi target, karena orang yang membawa Nathan pergi adalah Nelson.
Sedangkan pada saat itu, Nathan sedang mengasingkan diri dan berkultivasi di Saibu Care, tanpa mengetahui apapun yang terjadi di dunia luar.
Dan dalam sekejap, satu bulan sudah berlalu. Selama satu bulan ini, Nathan tidak pernah bergerak, tidak beraktivitas dan tidak pernah makan sedikit pun.
Dengan adanya energi spiritual yang tidak berhenti memancar dari esensi batu mata Naga, Nathan tidak perlu khawatir kehabisan energi spiritual, dia hanya perlu berkultivasi dengan giat. Selama satu bulan ini, tubuh Nathan perlahan-lahan mengalami perubahan.
Nathan berbeda dengan para ahli bela diri itu, saat ini tubuh Nathan semakin kuat seiring dengan kultivasi yang dilakukannya, setiap kali tubuhnya bertambah kuat, dia akan seperti ular yang melepaskan lapisan kulitnya, kulit yang baru akan memancarkan cahaya keemasan yang berkilau.
Nathan perlahan-lahan membuka matanya yang sudah tidak dibuka selama satu bulan, dan tubuhnya bersinar dengan cahaya keemasan yang menyilaukan seperti sinar matahari dan rembulan, tulang-tulang di tubuhnya juga tidak bisa dihancurkan.
Sekitar satu jam kemudian, Nathan dan Velisa Senatria akhirnya tiba di kaki Pegunungan Langit Purba.Saat itu, banyak praktisi bela diri berkumpul tidak jauh dari sana. Raut wajah mereka dipenuhi kepanikan, seolah baru saja menyaksikan sesuatu yang mengerikan.Melihat pemandangan itu, Nathan sedikit mengernyit. Ia tidak mengerti apa yang telah terjadi hingga membuat para praktisi tersebut ketakutan seperti itu."Tuan Nathan!"Tiba-tiba seseorang memanggilnya.Nathan menoleh dan melihat seorang pemuda bergegas menghampiri. Setelah memperhatikannya dengan saksama, ia langsung mengenali sosok itu.Raze dari Keluarga Morden di Celeste, salah satu keluarga perwakilan yang berada di bawah kekuasaan Aurora Hall di Sektor Bayangan."Raze, kenapa kau berada di sini?" tanya Nathan heran.Celeste berjarak ribuan kilometer dari tempat ini. Secara logika, mustahil Keluarga Morden bisa menerima kabar tentang fenomena di Pegunungan Langit Purba secepat itu.Raze menghela napas panjang. "Sayang sekal
Di saat yang sama, Nathan dan Velisa juga sedang menuju tempat yang sama.Kini, ratusan orang telah memadati Pegunungan Langit Purba, masing-masing berusaha mencari keberadaan Reruntuhan Kerajaan Luminus.Tak sedikit yang telah menemukan gua raksasa yang baru muncul akibat runtuhnya gunung. Namun, bagian dalam gua begitu gelap gulita sehingga tak seorang pun berani memasukinya sembarangan.Tak lama kemudian, Levan tiba bersama lebih dari sepuluh anggota Ordo Tempest. Begitu melihat kerumunan orang-orang, ia melompat ringan ke udara dan melayang di atas mereka.Dengan suara lantang, ia berteriak, "Mulai saat ini, wilayah ini berada di bawah kendali Ordo Tempest! Semua orang yang tidak berkepentingan harus segera pergi. Siapa pun yang tetap tinggal akan dibunuh tanpa ampun!"Ucapan arogan itu langsung memancing kemarahan banyak praktisi bela diri."Ordo Tempest? Faksi macam apa itu? Berani sekali bicara sebesar itu!""Bocah itu masih bocah, tapi mulutnya sudah setinggi langit.""Aku bah
Mendengar jawaban tersebut, semangat Levan langsung berkobar. "Ayah, jangan khawatir! Aku pasti akan menemukan Reruntuhan Kerajaan Luminus. Sekalipun harus menerobos lautan api atau mendaki gunung penuh bilah pedang, aku tidak akan mundur!""Bagus!" Harland menepuk bahu putranya dengan puas. "Itulah sikap yang pantas dimiliki putraku."Tatapannya kemudian berubah dingin. "Bawa lebih banyak orang bersamamu. Kalau ada kultivator dari dunia luar Sektor Bayangan yang berani memperebutkan reruntuhan itu..."Harland berhenti sejenak, lalu mengucapkan perintahnya dengan nada tanpa ampun. "Habisi mereka semua dan jangan sisakan satu pun!""Ayah, bolehkah aku mengajak Tetua Eksel ikut bersamaku?" tanya Levan kepada Harland.Levan mengajukan permintaan itu bukan tanpa alasan.Kekuatan Tetua Eksel sangat tinggi. Terlebih lagi, pria itu adalah ayah kandungnya. Levan tentu berharap Tetua Eksel juga memperoleh kesempatan mendapatkan warisan atau harta dari Reruntuhan Kerajaan Luminus.Mendengar per
Melihat raut muridnya, ekspresi Mahesa langsung berubah serius. "Apa yang terjadi?""Di Pegunungan Langit Purba tiba-tiba muncul sebuah gua raksasa. Saat ini sudah banyak kultivator yang berbondong-bondong menuju ke sana. Kemungkinan besar fenomena itu berhubungan dengan guncangan yang terjadi sebelumnya."Rael berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Selain itu, berbagai faksi juga telah mengirimkan surat. Mereka meminta Guru menghadiri pertemuan untuk membahas masalah Sumber Kehidupan Abadi."Mahesa menghela napas panjang. "Hal yang memang ditakdirkan terjadi akhirnya tetap datang. Rupanya, kejadian ini benar-benar tidak bisa disembunyikan."Nathan pun melangkah maju. "Tuan Mahesa, semua ini terjadi karena ulahku. Aku akan ikut bersamamu dan bertanggung jawab atas semuanya."Mahesa menggeleng pelan. "Nathan, kalau kau ikut denganku sekarang, kemungkinan besar kau tidak akan bisa kembali dengan selamat. Biarkan aku yang menangani urusan ini."Setelah berkata demikian, ia menoleh kepada
Di saat yang sama, Mahesa masih menunggu dengan gelisah.Kini Sumber Kehidupan Abadi telah mengering, ditambah lagi muncul fenomena aneh di Pegunungan Langit Purba. Peristiwa sebesar itu mustahil bisa dirahasiakan lebih lama.Karena Nathan belum kembali, Mahesa tidak mengetahui penyebab sebenarnya sehingga tak memiliki penjelasan apa pun untuk disampaikan kepada berbagai sekte besar."Guru, Tuan Nathan sudah kembali!" seru Velisa sambil bergegas masuk.Mendengar kabar itu, Mahesa segera keluar menyambutnya. Namun, saat melihat tubuh Nathan yang penuh debu dan tampak sangat berantakan, ia tak kuasa menyembunyikan keterkejutannya. "Nathan, sebenarnya kau pergi ke mana? Bagaimana bisa keadaanmu sampai seperti ini?" tanyanya."Nanti akan kujelaskan." Nathan menarik napas panjang. "Biarkan aku minum dulu."Nathan masuk ke dalam ruangan, mengangkat satu gelas penuh air, lalu menghabiskannya dalam sekali teguk. Setelah napasnya kembali teratur, barulah ia mengangkat kepalanya."Nathan," kata
DUAR!Tiba-tiba ledakan dahsyat mengguncang pegunungan hingga seluruh lerengnya runtuh. Nathan yang masih berada di dalam langsung tertimbun oleh longsoran batu.Di tengah guncangan itu, sebuah kawah raksasa berdiameter lebih dari seratus meter dengan kedalaman puluhan meter muncul di puncak gunung. Pada saat yang sama, Sumber Kehidupan Abadi di kaki gunung mendadak berhenti mengalir sebelum akhirnya mengering sepenuhnya.Nathan yang terkubur di bawah reruntuhan sama sekali tidak menyadari semua perubahan itu.Bonang dan Kieran terbangun dengan kaget. Debu tebal memenuhi udara, sementara Sumber Kehidupan Abadi yang sebelumnya jernih kini telah mengering. Pemandangan itu membuat keduanya terpaku.Meski kesadaran mereka telah pulih, tubuh mereka belum mampu digerakkan. Mereka hanya bisa duduk sambil menatap sekeliling dengan bingung."Tuan Bonang, sebenarnya apa yang terjadi? Apa baru saja terjadi gempa?" tanya Kieran dengan wajah kebingungan. "Lalu... di mana Kak Nathan?"Beberapa saat
“Hanya bantuan kecil,” Nathan tidak merasakan apapun. “Tidak perlu begitu sungkan padaku.” “Tuan Nathan, tidak disangka, kekuatanmu begitu mengerikan! Pukulan yang begitu kuat itu tidak menyebabkan cedera sedikitpun pada tubuhmu!” ujar Milan mengingat kembali Nathan yang tadi menahan pukulan yang be
Rizetzy yang melihat itu memeluk Hartley dengan erat dan tidak mau melepaskannya, lalu berteriak dengan keras. “Ayah! Kamu tidak boleh percaya pada mereka, aku adalah putramu, mana mungkin aku boneka?! Ayah, lihat aku!” Hartley yang melihat Rizetzy seperti itu, merasa tidak tega kalau Nathan turun
“Sudah berakhir? Ya, sudah berakhir! Ini mungkin pertarungan tercepat yang pernah aku lihat, Nathan tidak akan bisa menahan serangan ini!”“Serangan Donovan barusan walau sudah mencapai puncak penguasa Ingras, sepertinya akan sulit menahannya!”“Terlalu kuat, kekuatan Penguasa Ingras terlalu kuat!”Sem
Meskipun Rebecca juga seorang kultivator, tapi selain mantra pesona, dia tidak mengetahui mantra lainnya. Bahkan, dia tidak bisa mengumpulkan energinya. Artinya, jika Rebecca tidak menggunakan mantra pesonanya, ahli bela diri mana pun bisa menghadapinya. Dan disaat itulah Nathan baru tahu kalau tadi







