홈 / Urban / Kembalinya sang Dewa Perang / Bab 809[Free Chapter]

공유

Bab 809[Free Chapter]

작가: Imgnmln
last update 게시일: 2024-12-31 20:41:58

“Cumi ini dimasak menggunakan bumbu tomyam kesukaanmu, lalu, bukankah kau menyukai daging sapi fillet?” Jazer mencicipi hidangan tersebut sambil bicara dengan Brillie, hanya saja Brillie tidak mengatakan apapun, seolah Jazer sedang berbicara dengan dirinya sendiri.

Setelah makan beberapa suap, Jazer menyeka mulutnya dan berdiri. “Adik, tidak disangka kamu masih mempunyai seorang putra di dunia ini, dan putramu mungkin sudah mendapatkan esensi batu mata Naga. Sepertinya, dia sudah mengetahui identitas aslinya dan sangat ingin menyelamatkan ibunya kesayangannya ini. Aku malah berharap dia akan datang ke keluarga Zellon lebih cepat, aku juga ingin saling berkenalan dengan keponakanku ini. Karena, sudah bertahun-tahun hidup di luar sana dia juga pasti sangat menderita!” Jazer mulai berkata-kata dengan tenang.

Mendengar hal ini, kekhawatiran mulai muncul di wajah Brillie yang awalnya tidak menunjukkan ekspresi apapun, tapi itu hanya sekilas, meskipun begitu Jazer tetap melihatnya.

“Hahahaha!”

Melihat kilatan kekhawatiran di wajah Brillie, Jazer tertawa, bahkan tertawa dengan puas.

“Sudah dua puluh tahun lebih, kamu menolak untuk memberitahukan rahasia yang ingin kuketahui, aku juga tidak bisa melakukan apa-apa padamu. Tapi sekarang, aku ternyata mempunyai seorang keponakan, aku rasa kalau pada waktunya keponakanku memintamu untuk buka mulut, kamu tidak akan mungkin bungkam lagi bukan? Kalian ibu dan anak akan segera bertemu, aku sudah mengutus orang untuk pergi mengundang keponakanku.”

“Hahaha ….”

Setelah berkata Jazer tertawa layaknya orang gila, dia merasa ini adalah anugerah, kalau bukan karena keponakannya yang muncul entah dari mana, sepertinya dia akan sulit mengetahui rahasia yang ingin dia ketahui seumur hidup ini.

Brillie menatap Jazer yang tertawa seperti orang gila, tatapan matanya penuh dengan kebencian, dia tahu kalau Jazer sekarang sudah gila dan bisa melakukan apa saja.

“Kalau kamu berani melukai anakku, maka aku tidak akan mengampunimu sampai mati!” Brillie buka mulut, ini adalah pertama kalinya dia berbicara pada Jazer dalam dua puluh tahun terakhir.

​”Ah?” Jazer mendengar Brillie yang berbicara pada dirinya dan tercengang, lalu mulai tertawa terbahak-bahak lagi. “Hahaha …. akhirnya, aku mendengar suaramu! Adik perempuanku yang baik, dia adalah keponakanku, mana mungkin aku melukainya? Tenang saja!”

Jazer berjalan keluar dari penjara bawah tanah, raut wajahnya dipenuhi dengan kepuasan, semakin Brillie peduli pada putranya, Jazer semakin memiliki harapan untuk mengetahui rahasia itu.

***

Beberapa hari berikutnya, banyak orang yang mencari Nathan dengan gila-gilaan dan keluarga Calderon menjadi target, karena orang yang membawa Nathan pergi adalah Nelson.

Sedangkan pada saat itu, Nathan sedang mengasingkan diri dan berkultivasi di Saibu Care, tanpa mengetahui apapun yang terjadi di dunia luar.

Dan dalam sekejap, satu bulan sudah berlalu. Selama satu bulan ini, Nathan tidak pernah bergerak, tidak beraktivitas dan tidak pernah makan sedikit pun.

Dengan adanya energi spiritual yang tidak berhenti memancar dari esensi batu mata Naga, Nathan tidak perlu khawatir kehabisan energi spiritual, dia hanya perlu berkultivasi dengan giat. Selama satu bulan ini, tubuh Nathan perlahan-lahan mengalami perubahan.

Nathan berbeda dengan para ahli bela diri itu, saat ini tubuh Nathan semakin kuat seiring dengan kultivasi yang dilakukannya, setiap kali tubuhnya bertambah kuat, dia akan seperti ular yang melepaskan lapisan kulitnya, kulit yang baru akan memancarkan cahaya keemasan yang berkilau.

Nathan perlahan-lahan membuka matanya yang sudah tidak dibuka selama satu bulan, dan tubuhnya bersinar dengan cahaya keemasan yang menyilaukan seperti sinar matahari dan rembulan, tulang-tulang di tubuhnya juga tidak bisa dihancurkan.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2570

    Berbeda dengan Sektor Abadi, tanaman spiritual di dunia fana masih sangat langka meskipun energi spiritual mulai bangkit kembali. Sebagian membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh sempurna, bahkan ada yang memerlukan puluhan hingga ratusan tahun.“Lukas, lihat tanaman itu. Daunnya lebat dan berwarna hijau muda. Namanya ...”Sambil memetik tanaman obat, Nathan menjelaskan nama serta khasiat berbagai tumbuhan yang mereka temukan. Dia juga mengajari Lukas dasar-dasar yang harus dikuasai seorang alkemis.Bagaimanapun, seseorang tidak mungkin menjadi alkemis jika bahkan tidak mampu mengenali tanaman obat.Lukas belajar dengan sangat tekun. Dia mampu mengingat setiap penjelasan Nathan hanya dengan sekali mendengar. Setelah memahami jenis-jenis tanaman yang diajarkan, dia bahkan mulai membantu Nathan mengumpulkannya.Menjelang malam, keduanya berhasil mengumpulkan banyak tanaman obat sebelum kembali ke Desa Buena.Saat mereka tiba, Leon dan rombongan sudah lebih dahulu sampai. Oswin tel

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2569

    Nathan mengerutkan kening, bingung melihat reaksinya. “Untuk apa aku berbohong? Aku hanya bilang bisa mengobati luka luar kalian. Memangnya ada yang aneh?”“Luar biasa!” Leon begitu gembira hingga langsung memeluk Nathan.Penduduk desa lainnya pun berkerumun mengelilinginya. Tatapan mereka dipenuhi kekaguman, seolah-olah Nathan baru saja memberi mereka harapan yang selama ini tak pernah mereka miliki.Lukas juga bergegas menghampiri Nathan. Bocah itu menatapnya dengan mata terbelalak tak percaya. “Kak Nathan, ternyata kau seorang alkemis! Aku benar-benar tidak menyangka kau sehebat ini!”Nathan justru semakin kebingungan melihat antusiasme mereka. Bukankah dia hanya menawarkan diri untuk mengobati luka luar? Mengapa mereka bereaksi seolah-olah nyawa mereka baru saja diselamatkan?Leon kemudian menjelaskan dengan nada penuh semangat, “Nathan, kau tidak tahu betapa dihormatinya seorang alkemis di tempat ini. Mereka adalah orang-orang yang sangat dicari. Kalau menjadi alkemis, seseorang

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2568

    Melihat bangkai-bangkai itu lenyap begitu saja, para warga Desa Buena langsung berseri-seri. Rasa terima kasih mereka kepada Nathan pun semakin besar, dan sikap sebagian warga yang sebelumnya masih menjaga jarak darinya mulai melunak.Bagaimanapun, Nathan bukan penduduk asli Desa Buena. Meski sudah tinggal di sana selama beberapa hari, masih ada warga yang belum sepenuhnya menerimanya.Namun, setelah menyaksikan kemampuannya menyelamatkan mereka sekaligus membantu membawa pulang hasil buruan yang berharga, pandangan mereka terhadap Nathan mulai berubah.“Baiklah, kita berangkat sekarang!” Leon kembali memimpin kelompok itu menyusuri jalan yang tadi mereka lalui.Nathan memperhatikan kondisi Mera yang tampak terluka, lalu menghampirinya. “Mera, apa kau masih sanggup berjalan?”“Kak Nathan, aku tidak apa-apa. Aku masih bisa berjalan sendiri.” Mera menggelengkan kepala, berusaha meyakinkannya bahwa dirinya masih mampu bertahan.Leon dan warga Desa Buena lainnya juga mengalami berbagai lu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2567

    AWOOO—!Tiba-tiba, Sang Alpha kembali mengeluarkan lolongan panjang yang terdengar panik.Begitu mendengar lolongan itu, ratusan serigala langsung berbalik dan melarikan diri. Tak satu pun berani bertahan, apalagi mencoba menyerang Nathan lagi.Hanya dalam waktu belasan detik, seluruh kawanan serigala telah menghilang di antara pepohonan. Yang tersisa hanyalah beberapa bangkai serigala yang tergeletak di tanah.Leon, Mera, Lukas, dan para warga Desa Buena lainnya terpaku menyaksikan kejadian itu. Tak seorang pun mampu menyembunyikan keterkejutannya.Bahkan Nathan sendiri tidak menyangka hasilnya akan sedemikian mengejutkan. Dia semula hanya berharap bisa menakut-nakuti kawanan tersebut dengan melepaskan sedikit Kekuatan Taiju dan Kekuatan Pyra. Namun, ternyata itu saja sudah cukup untuk membuat mereka kabur tunggang-langgang.Meski begitu, hal ini sebenarnya tidak terlalu mengherankan. Serigala-serigala tersebut bukanlah binatang yang terlalu kuat. Ketika merasakan aura yang berasal d

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2566

    Nathan melangkah mendekati Leon dan kelompoknya, Lukas mengikuti tepat di belakangnya. Kawanan serigala yang mengepung mereka hanya mengawasi dari kedua sisi. Tak satu pun berani menerjang untuk menghalangi jalan mereka.Leon dan yang lainnya terkejut melihat Nathan hanya datang bersama Lukas.Mera segera berseru dengan cemas, “Kak Nathan, kenapa kau datang ke sini? Cepat pergi! Tempat ini terlalu berbahaya!”Dia berharap Nathan bisa memanfaatkan kebingungan kawanan serigala itu untuk melarikan diri sebelum mereka sempat bereaksi.Dengan jumlah serigala sebanyak itu, bertahan di tempat ini sama saja dengan mencari kematian. Mera tidak ingin Nathan ikut menjadi korban hanya karena berusaha menyelamatkan mereka.“Aku meminta Lukas kembali untuk menyelamatkan kalian,” jawab Nathan tenang.“Kak Nathan, kalau kau tidak terluka, mungkin kau masih bisa menolong kami. Namun, lukamu belum pulih sepenuhnya. Kenapa kau justru datang ke tempat berbahaya seperti ini?” Mera semakin gelisah.Kini, a

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2565

    “Maafkan aku, semuanya. Aku telah menyeret kalian ke dalam kematian...” Leon memandang rekan-rekannya yang kelelahan dan berlumuran darah dengan hati pilu. “Seandainya aku tidak membawa kalian masuk ke tempat ini, mungkin kita masih punya kesempatan untuk bertahan hidup.”Jika bukan karena keputusannya membawa semua orang memasuki wilayah kawanan serigala demi menghindari kejaran penduduk Desa Fittoa, mereka tidak akan terjebak dalam situasi mengerikan ini.Sekalipun orang-orang Desa Fittoa berniat membunuh mereka, setidaknya masih ada peluang untuk melarikan diri. Namun, di hadapan kawanan serigala ini, mereka bahkan mungkin tidak akan diberi kesempatan untuk menyelamatkan diri.“Kak Leon, kami tidak menyalahkanmu!” seru salah seorang warga Desa Buena. “Karena keadaan sudah seperti ini, mari kita lawan serigala-serigala itu sepuasnya!”“Benar,” sahut seorang warga desa yang lebih tua. “Kau melakukan semua ini demi keselamatan kami. Tidak seorang pun akan menyalahkanmu. Hanya saja, se

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1646

    Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja

    last update최신 업데이트 : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last update최신 업데이트 : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1671

    Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang

    last update최신 업데이트 : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1719

    Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N

    last update최신 업데이트 : 2026-04-05
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status