MALAM GILA DI RANJANG MERTUA

MALAM GILA DI RANJANG MERTUA

last updateLast Updated : 2026-03-21
By:  AyuwineUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9
2 ratings. 2 reviews
236Chapters
45.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Rama dan Nadia menjalani rumah tangga yang penuh konflik sejak awal pernikahan. Meski sudah menikah, keseimbangan antara pasangan itu selalu goyah karena perbedaan status dan tekanan keluarga. Nadia, yang datang dari keluarga berada, sering menunjukkan sikap angkuh terhadap suaminya yang bekerja serabutan. Sementara Rama, meskipun mencintai istrinya sepenuh hati, sering kali merasa kecil dan kurang dihargai di dalam hubungan yang seharusnya hangat dan penuh cinta. Konflik itu memuncak saat ibu mertua mereka tiba-tiba datang. Alya, wanita cantik dan tampak jauh lebih muda dari usia aslinya, membuat Rama terkejut sekaligus canggung. Sikap penuh pesonanya menyisakan rasa tidak nyaman sekaligus keingintahuan di hati Rama, sementara Nadia terus memaksakan tuntutan tinggi pada suaminya setiap hari. Keberadaan Alya di rumah seperti mengaburkan batas-batas normal dalam hubungan keluarga, memicu ketegangan yang tak terduga.

View More

Chapter 1

PERNIKAHAN YANG SEMAKIN HAMBAR

“Mas, aku berangkat dulu, ya!”

Nadia berpamitan pada suaminya.

“Bukannya ini hari Minggu, Nad? Setidaknya berikan waktumu sedikit untuk aku,” pinta Rama memelas, berharap istrinya mau mengalah.

Mendengar perkataan sang suami, bukannya merasa bersalah, Nadia justru menatap tajam ke arahnya.

“Terus kenapa kalau Minggu? Kamu lupa siapa yang sudah membangun rumah megah ini? Mobil dan semua isinya? Aku, kan? Ya kalau aku nggak kerja, gimana hidup kita? Aku nggak mau susah lagi, Mas. Udah, ah! Jangan ajak aku debat lagi!”

Suara Nadia melengking, membuat Rama tak bisa berkutik sama sekali.

Rama menghela napas panjang, memandang istrinya dengan getir.

Pria 28 tahun itu hanya bisa pasrah. Ia bekerja sebagai sales yang gajinya tak seberapa. Sementara istrinya, Nadia, 25 tahun, cantik dan muda, bekerja sebagai sekretaris di sebuah kantor ternama di Indonesia. Awalnya Rama keberatan, tapi melihat keadaan rumah tangga mereka yang benar-benar pas-pasan, ia akhirnya mengizinkan—setidaknya sampai ia mendapat pekerjaan yang lebih layak.

Saat Rama bersiap berangkat kerja, ponselnya berdering menandakan ada pesan masuk.

Tanpa menunda, Rama langsung menyambar ponselnya. Nama istrinya tertera di sana.

“Mas, mamaku akan datang. Tolong siapkan kamar tamu, ya.”

“Iya, Sayang.”

Rama membalas tanpa penolakan.

Lagi-lagi ia menghela napas, meratapi nasibnya yang terasa tak berpihak padanya.

“Kapan ya aku punya pekerjaan yang layak?” gumamnya pelan sebelum akhir nya turun ke lantai bawah untuk membersihkan kamar tamu.

Ting-tong.

Bel berbunyi tepat ketika Rama selesai menata kamar tamu.

Ia belum pernah bertemu ibu Nadia sebelumnya, karena saat mereka menikah, mertua perempuannya tak datang—katanya sedang menjalani pengobatan di Malaysia.

Ceklek.

Rama membuka pintu. Seketika matanya terpaku melihat perempuan muda dan cantik yang berdiri di depannya.

“Maaf, siapa?” tanya Rama ragu.

Perempuan itu tersenyum manis. Wajahnya kencang seperti gadis 25 tahun.

“Kamu suami anak saya?”

Rama mengerutkan dahi. Apa mungkin ia salah orang?

“Perkenalkan, nama ibu Alya. ibu Nadia.”

Tangannya terulur pada Rama.

Mata Rama membulat. Ia benar-benar tak percaya. Bagaimana mungkin perempuan secantik itu adalah ibu istrinya? Kulitnya kencang, tubuhnya ideal—bahkan lebih sintal dari tubuh Nadia sendiri.

“Ibu… ibu mertuaku?” Rama tergagap.

Alya terkekeh pelan. “Iya, Nak. Memang kenapa? Ada yang salah?”

Rama menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Bukan begitu, Bu… tapi Ibu kelihatan seperti anak gadis, nggak kelihatan seperti ibu-ibu.”

Mendengar itu, Alya tertawa kecil, merasa terhibur.

“Ah, kamu ada-ada saja, Rama,” balas nya,sambil menepuk kecil pundak rama.

“Masuk, Bu. Oh iya… maaf, Rama nggak bisa nemenin Ibu. Rama harus segera berangkat kerja. Masuk saja, anggap rumah sendiri.”

Setelah menyalami mertuanya yang masih muda dan cantik itu, Rama buru-buru pamit mengendarai motor bututnya. Ia memilih tetap bekerja—bisa saja ia libur, tapi ia merasa kecil di hadapan istrinya. Ia ingin bekerja keras agar suatu hari bisa memberi hadiah mewah untuk Nadia. Lagi pula, dengan adanya ibu mertua di rumah, ia merasa canggung. Lebih baik cepat berangkat.

“Mertuaku mengandung Nadia umur berapa ya? Kok kayak kakak-adik, bukan ibu dan anak,” gumam Rama sepanjang jalan.

Sesampainya di kantor, ponselnya kembali berdering—lagi-lagi Nadia.

“Iya, Nad?” Rama menjawab cepat, karena kalau telat sedikit saja, Nadia biasanya langsung mengomel dan menuduhnya tak sayang lagi. Sejak saat itu, Rama selalu mengutamakan panggilan Nadia.

“Mas, aku lupa beli bahan makanan lagi. Ibu sudah datang? Tolong beliin makanan, ya. Makanan jadi pun nggak apa-apa.”

“Maaf, Sayang. Mas sedang di kantor, nant—”

“Apa? Kamu berangkat kerja saat mamaku datang? Mas? Kok tega sih? Ngapain juga kerja di hari Minggu! Gajinya juga dikit! Mending libur aja sekalian!”

Nadia langsung menyela dengan nada khasnya. Rama spontan menjauhkan ponsel dari telinganya.

“Kamu juga kerja di hari libur, Nad…”

“Ya aku beda, Mas! Bonusku bahkan lebih besar dari bonus kamu! Seminggu kamu kerja itu bonus sehari aku kerja, Mas!”

Nada Nadia begitu angkuh, seolah semua pencapaian itu hanya dari dirinya.

Rama mengepalkan tangan, menahan kekesalan. Namun ia tetap diam—karena ia mencintai istrinya.

Ia hanyalah pria biasa yang bekerja serabutan sejak kecil. Sementara Nadia berasal dari keluarga berada—dibiayai kuliah oleh Alya, seorang janda kaya raya. Kenapa Nadia mau dengan Rama? Karena Rama tampan, gagah, dan berjiwa lembut.

“Ya sudah, nanti Mas belikan pas pulang kerja, ya,” balas Rama lembut, berusaha menahan semuanya.

“Ck! Udahlah, Mas! Gausah! Biar Mama aku suruh pesan makanan online aja!”

Belum sempat Rama bicara, Nadia sudah menutup telepon sepihak.

Rama hanya bisa menatap ponselnya sambil geleng-geleng kepala.

Ia mengusap dada beberapa kali, berusaha menguatkan diri menghadapi Nadia—perempuan yang begitu ia cintai.

Rama kemudian mengambil beberapa lembar brosur di kantor untuk ia bagikan di jalanan. Hari Minggu selalu ramai, maka ia ditempatkan untuk membagikan brosur.

Ia memilih taman sebagai lokasi. Dengan ratusan brosur di tangan kirinya, ia mulai membagikan pada orang-orang.

“Bapak, Ibu, bisa dilihat dulu,” ucapnya ramah. Tak sedikit gadis diam-diam mencuri pandang, terpesona oleh kegagahannya.

“Pria itu kayak pemain film action Bollywood, ya?” bisik para gadis.

Rama hanya menggeleng, geli melihat anak sekolah memandangnya penuh birahi.

Saat sedang membagikan brosur, tiba-tiba matanya tertuju pada ujung seberang jalan.

Ia menyipitkan mata, mencoba memastikan.

“Astaga… Nadia?” ucapnya kaget.

“Sama siapa dia?”

Rama berjalan tergesa-gesa mengikuti sosok perempuan yang mirip Nadia. Namun ia kehilangan jejak.

Bruk!

“Duh!”

Semua brosur berhamburan ke mana-mana, terbang terbawa angin. Rama terkejut,hampir terjatuh bersama seorang gadis yang tak sengaja ia tabrak.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Yusuf Supriatna
Yusuf Supriatna
Luar biasa sangat menarrriiiikkk
2025-12-20 23:45:48
0
0
Eko Muhamad
Eko Muhamad
cepet update
2026-02-28 03:04:21
1
0
236 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status