공유

Bab1167

작가: Imgnmln
last update 게시일: 2025-06-09 20:43:55

[BLOODY]

Tulisan itu merah menyala, seperti dilukis dengan darah segar.

Nathan tercengang. “Formasi ilusi?! Tempat ini tersembunyi di dalam realitas palsu. Siapa pun yang tidak tahu, tak akan pernah menyadari keberadaan tempat ini.”

Di dalam, energi spiritual terasa seperti mengalir dari tanah dan udara. Tempat ini bukan hanya tempat tinggal biasa, ini adalah tempat kultivasi tingkat tinggi.

“Apakah ini sebuah organisasi… ataukah, sekte? Pemimpin disini pasti bukan orang sembarangan.”

Saat Nath
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (3)
goodnovel comment avatar
Dafa
lama ditunggu updatenya hanya segini...
goodnovel comment avatar
Muhamad Abdullah
hahaha mantap lanjut terus bro.. alur cerita bagus..
goodnovel comment avatar
rayhan
kebiasaan sdh update y lemot ini skli update g jelas
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1965

    Mendengar pujian itu Nathan hanya tersenyum tipis.Ryujin melanjutkan. "Dan keberanianmu juga sama luar biasanya. Kau pergi sendirian ke Solara, menghancurkan empat Aula Dewa Arwah. Membunuh Severian, dan bahkan memaksa Octavius mengeluarkan dekret atas namamu."Ryujin menggeleng pelan sambil tertawa kecil. "Semakin lama, semakin sulit bagiku melihat batas kemampuanmu."Nathan mengangkat bahu. "Sebenarnya aku juga tidak berniat tinggal selama itu. Masalahnya, setelah urusan balas dendam selesai, orang-orang Solara terus mencari masalah. Jadi aku hanya menemani mereka bermain beberapa hari lagi."Sesaat aula menjadi sunyi."Hahaha!"Tiba-tiba Ryujin tertawa keras. "Tidak kusangka, kau masih bisa mengatakan hal semacam itu dengan wajah serius. Menghajar seluruh dunia bela diri Solara sampai kehilangan pemimpinnya, lalu menyebutnya bermain-main."Nathan hanya tersenyum tanpa membantah.Ryujin menggeleng sambil terus tertawa. "Sudahlah, malam ini kita tidak membicarakan urusan lain.""Ayo

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1964

    Setelah meninggalkan kediaman Bonang, Nathan sebenarnya berniat langsung kembali ke Klan Draken Ascalon.Namun baru beberapa langkah berjalan, seseorang tiba-tiba muncul dari arah depan, Paul muncul dengan tenang.Nathan tersenyum tipis. "Kapten Paul, bagaimana kondisi lukamu?"Paul langsung mengayunkan kedua tinjunya beberapa kali sambil terkekeh. "Sudah sembuh sejak lama. Bahkan kurasa sekarang aku jauh lebih kuat dibanding sebelumnya."Melihat kondisi Paul yang memang tampak prima, Nathan mengangguk lega. "Sudah larut malam begini. Ada urusan apa mencariku?""Tentu saja karena ada yang ingin menemuimu." Paul menyeringai."Tuan Ryujin sudah tahu kau kembali ke Moniyan. Beliau sengaja menyiapkan perjamuan khusus dan memintaku mengajakmu datang."Nathan sedikit terkejut. "Perjamuan?""Benar." Paul menepuk bahu Nathan. "Percayalah, tidak banyak orang yang mendapat perlakuan seperti ini.""Bahkan kalau dipikir-pikir, kau mungkin orang pertama yang diundang makan malam berdua langsung ol

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1963

    "Nathan..." Rebecca menyilangkan tangan di depan dada. "Kemampuanmu memang semakin hebat, ya?!"Mendengar suara yang seakan menyindir itu, Nathan berkedip. "Maksudmu?""Kau pergi ke Solara beberapa waktu saja, lalu pulang membawa gadis muda yang memanggilmu 'Master'."Nada suara Rebecca terdengar semakin dingin. "Hebat sekali!""Itu salah paham." Nathan buru-buru mengangkat kedua tangannya. "Kalian harus dengar penjelasanku dulu.""Simpan penjelasanmu." Sheerena akhirnya ikut berbicara.Sebagai orang yang paling berpengaruh di antara mereka, satu kalimatnya langsung membuat yang lain mengangguk setuju."Kita bicarakan di rumah."Sebelum Nathan sempat melanjutkan pembelaannya, beberapa gadis sudah menyeretnya menuju kendaraan yang telah disiapkan.Bonang yang melihat pemandangan itu langsung tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Nasibmu memang pantas begitu."Namun tawa itu tidak berlangsung lama.Seraphyne melangkah mendekat lalu menjepit telinga Bonang."Aduh! Aduh! Sakit!" Bonang langsun

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1962

    Nathan langsung memahami maksud sebenarnya. Beruntung yang dimaksud adalah bukan gadis kecil yang masih di bawah umur. Meski begitu, ia tetap menggeleng sambil tersenyum tipis. "Biarkan dia fokus menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu. Soal yang lain, kita bicarakan nanti."Mendengar jawaban itu, Alaric hanya bisa mengangguk meski sedikit kecewa.Tak lama kemudian Nathan menemui Haye dan bersiap meninggalkan Solara. "Haye, ikutlah kembali ke Northern bersama kami."Haye tertawa lebar sambil menggeleng. "Tidak perlu.""Sekarang kehidupanku di sini jauh lebih nyaman," senyumnya semakin lebar. "Setelah ini aku tidak perlu lagi berpura-pura menjadi ahli hebat. Meski kekuatanku biasa saja, seluruh dunia bela diri Solara tetap harus menghormatiku."Ia menunjuk Nathan. "Bagaimanapun juga, dewa yang mereka sembah sekarang adalah temanku."Nathan tidak bisa menahan senyumnya. "Tetap saja, aku berhutang banyak padamu."Tatapannya menjadi lebih serius. "Kalau bukan karena bantuanmu mendapat

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1961

    RAAAWWWRRR!Naga yang melayang di belakang Nathan tiba-tiba kembali mengeluarkan raungan mengguncang jiwa sebelum membuka mulut raksasanya dan menerjang lurus ke arah Octavius."T-tunggu! Aku setuju!" Octavius langsung kehilangan seluruh ketenangannya. Wajahnya memucat, tubuhnya gemetar hebat, bahkan celananya sudah basah tanpa sempat ia sadari."A-aku akan melakukannya! A-aku akan mengikuti semua keinginanmu!"Nathan menatapnya beberapa saat sebelum mengangkat satu tangan dengan tenang. Dalam sekejap, naga itu berhenti tepat di depan wajah Octavius lalu mundur kembali ke belakang."Bagus," Nathan kembali duduk santai. "Besok pagi, keluarkan titah kekaisaran dan umumkan ke seluruh Solara."Octavius mengangguk berkali-kali. "Aku akan menyiapkannya malam ini juga."Tatapan Nathan sedikit menyipit. "Aku harap kau tidak sedang berusaha mempermainkanku."Nada suaranya terdengar datar, tetapi tekanan yang terkandung di balik kalimat itu membuat jantung Octavius hampir berhenti berdetak."Ka

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1960

    "Apa yang kau lakukan di sini?" Octavius bertanya sambil bergerak perlahan ke arah samping.Di dekat sana terdapat tombol alarm darurat yang terhubung langsung ke seluruh pasukan pengawal istana. Namun sebelum tangannya sempat menyentuh tombol itu, suara Nathan kembali terdengar."Tidak ada gunanya," Nathan tetap duduk dengan santai. "Kalau kau menekan alarm itu, yang datang hanya lebih banyak orang untuk mati."Kalimat itu diucapkan dengan nada ringan, tetapi justru membuat punggung Octavius merinding."Aku datang bukan untuk membunuhmu," Nathan meletakkan gelas anggurnya di atas meja. "Aku hanya ingin berbicara."Kemudian ia mengangkat tangannya dan membuat gerakan mempersilakan. "Duduklah."Pemandangan itu terasa sangat aneh. Seolah-olah Nathan adalah tuan rumah sementara Octavius hanyalah tamu yang baru datang berkunjung.Octavius menatapnya beberapa saat sebelum akhirnya menarik kembali tangannya dari tombol alarm. Ia berjalan perlahan lalu duduk di hadapan Nathan dengan kewaspad

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1013

    Sementara itu, pukulan dahsyat membuat Ryuki terbanting dengan keras, menciptakan lubang besar di tanah. Di tengah debu dan asap, Nathan perlahan naik dari reruntuhan, cahaya keemasannya tak hanya tetap bersinar, tapi semakin memukau. Penampilan Nathan yang mempesona seakan menyihir seluruh hadirin

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 995

    Serangan itu menyebabkan tubuhnya bergetar hebat. Kekuatan spiritual yang selama ini mengalir pun menjadi kacau, seolah tak mampu lagi dikendalikan untuk sementara waktu. Memanfaatkan momen itu, Ramos melancarkan serangan tambahan dengan pukulan yang begitu ganas sehingga tubuh Nathan terhempas jau

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1026

    Dengan nada yang penuh rasa ingin tahu, Nathan bertanya kepada Milan. "Kapten Milan, siapa mereka?”Milan menatap Nathan dengan mata yang tenang namun penuh arti, lalu berkata. "Tuan Nathan, mereka adalah Ravensclaw dari organisasi Matilda. Di antara mereka, yang berbicara dengan suara lantang itu

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1008

    “Aku bertaruh untuk kemenangan Tuan Nathan, 5 triliun!”Sebuah sosok pemuda maju dengan mantap, dia adalah Reus dari Keluarga Alvaro. Kini, Keluarga Alvaro telah mendukung Nathan, dan kehadirannya menjamin pertarungan kali ini akan semakin panas. Tak hanya itu, Saibu Care pun mengirim wakilnya. Kar

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status