Share

Bab 202. Rencana yang Matang

Author: Te Anastasia
last update publish date: 2025-10-13 19:30:44

"Mommy dan Daddy kenapa menjemput kita, sih?! Kita 'kan mau di rumah Auntie Amelia saja?"

Dylan dan Alvano cemberut saat melihat Chloe dan Caesar tiba-tiba muncul di rumah Amelia, selain itu mereka juga membawa ketiga kembarannya.

"Daddy ingin mengajak kita jalan-jalan, Sayang," ujar Chloe pada anaknya tersebut.

"Kalian berdua ini bagaimana! Pergi main ke sini tapi aku tidak diajak!" seru Diego, anak itu berdiri di depan meja sambil cemberut memeluk boneka kura-kura yang baru Caesar belikan.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mutaharotin Rotin
haaaaahaaa kembar JD Mak comblang nya aunty SM paman eric
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembar Lima: Om Presdir, Berhenti Mengejar Mommy!   Bab 292. KEBAHAGIAAN SI KEMBAR LIMA BERSAMA MOMMY DAN DADDY

    Hari-hari berlalu dengan sangat cepat. Dua bulan telah berlalu, saat ini usia Levino sudah satu bulan. Bayi laki-laki menggemaskan itu, semakin terlihat mirip dengan kelima Kakaknya, terutama dengan Adele. Berbeda dengan keempat kakak laki-lakinya, Levino juga semakin hari semakin lengket dengan Adele. Hingga tidak ada uring-uringan lagi dari Adele, apalagi setelah satu bulan yang lalu Amelia juga melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik dan lucu. Adele menganggap kini ia punya dua adik. "Mommy, adiknya bisa ditukar saja tidak, dengan Adik Kimmy?" tanya Diego sambil menatap Levino yang dipangku oleh Chloe. "Sepertinya, Levino nanti akan menjadi adik yang nakal," ujar anak itu cemberut. "Kalau Levino ditukar dengan Kimmy, pasti Paman Raksasa marah!" seru Alvino. "Paman Raksasa itu ingin punya anak seperti Kurcaci, katanya!" "Iya, sih ... Tapi kan—""Memangnya kenapa, Sayang? Kenapa dengan Adik Levino?" Caesar mendekati keempat anak laki-laki yang kini duduk di atas ranjang di d

  • Kembar Lima: Om Presdir, Berhenti Mengejar Mommy!   Bab 291. Adik Kesayangan Kakak Dylan

    Hari demi hari berjalan dengan sangat menyenangkan. Sudah satu Mingguan ini, Dylan dan Diego yang biasanya sering ribut, tiba-tiba akur. Bahkan saat Alvano, Alvino, dan Adele tengah menemani Chloe bersama adik bayinya, Dylan dan Diego asik bermain di taman rumahnya berdua. "Dylan, aku dapat lagi!" Diego mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan capung yang ia tangkap. "Wahhh kita sudah dapat tiga, Diego..." Dylan menunjukkan capung di dalam toples besar yang ia bawa. "Huhhh ... tapi cepek. Aku lari-lari terus. Enak juga dirimu, hanya duduk diam di sini saja!" seru anak itu pada kembarannya.Dylan mendengus. Ia berbaring di atas rerumputan di taman rumahnya. Menatap langit cerah berwarna biru, sebelum kedua matanya terpejam dan Diego ikut berbaring di sampingnya. "Dylan, kadang-kadang aku rindu saat kita hidup bertiga dengan Mommy dulu," ujar Diego tiba-tiba. Dylan pun menoleh dan mengangguk. "Heem. Andai saja dulu kita marah saat tahu Mommy akan pindah kerja ke sini. Pasti kita

  • Kembar Lima: Om Presdir, Berhenti Mengejar Mommy!   Bab 290. Daddy Bangga Padamu, Nak

    "Daddy, kalau Dylan sudah besar nanti, boleh tidak kalau Dylan mau seperti Daddy?" Langkah kaki Caesar langsung terhenti mendengar apa diucapkan oleh Dylan barusan. Caesar tersenyum. "Mau seperti Daddy bagaimana?" tanyanya. "Bekerja seperti Daddy," jawab anak itu. "Alvano ingin sekolah di luar negeri, dia bilang dia mau menjadi pengacara top! Alvino ingin menjadi dokter, katanya Madam di sekolah kalau menjadi dokter harus sangat pintar dan belajar yang giat, kuliahnya juga di luar kota. Sedangkan Diego ... dia juga ingin menjadi tentara angkatan laut, jarang pulang juga. Kalau Adele ... Emmm, Dylan tidak tahu Kurcaci mau jadi apa. Tapi lebih baik Kurcaci tetap di rumah. Kalau dia jauh dari Dylan, Daddy, dan Mommy, nanti dia gampang cengeng!" Caesar terkekeh, ia masih menggendong Dylan di punggungnya sambil berjalan di teras samping rumahnya mondar-mandir. "Kalau Dylan? Kenapa tidak ingin kuliah di luar kota atau luar negeri?" tanya Caesar pada si sulung itu. "Tidak mau," jawabny

  • Kembar Lima: Om Presdir, Berhenti Mengejar Mommy!   Bab 289. Dylan-ku Sayang

    Setelah menidurkan Levino, Chloe tidak langsung tidur. Wanita itu masih ingin menengok kelima anaknya dan memastikan mereka sudah tidur atau belum. Chloe memasuki satu persatu kamar anak-anaknya, dari kamar Adele hingga kamar Dylan. Saat Chloe membuka pintu kamar Dylan perlahan-lahan tanpa suara, wanita itu melihat putranya masih duduk diam di meja belajarnya dan tampak mengerjakan sesuatu. "Sayang, kenapa belum tidur?" tanya Chloe berjalan mendekati Dylan. Anak itu menoleh. "Mommy..." "Ini sudah malam, Sayang. Besok Dylan harus sekolah. Kenapa malah belum tidur?" Chloe mengelus pundak Dylan. Perhatian wanita itu tersita pada apa yang sedang dikerjakan oleh putranya. Buku gambaran yang dipenuhi dengan gambaran-gambaran yang indah dan lucu. Dan bagian yang dilihat oleh Chloe saat ini, adalah gambar di mana si kembar lima bersama Adik bayinya, juga Chloe dan Caesar. "Yahh, ketahuan Mommy deh," uja Dylan cemberut. "Memangnya ini gambar tentang apa, Sayang?" tanya Chloe duduk di

  • Kembar Lima: Om Presdir, Berhenti Mengejar Mommy!   Bab 288. Selamatkan Adele dari Tugas Sekolah!

    Saat hari sudah malam, Si kembar sibuk dengan tugas-tugas sekolahnya. Kelima anak itu berada di ruang keluarga di lantai satu. Dari Dylan, Alvano, Alvino, Diego, hingga Adele, mereka sibuk mengerjakan tugasnya. Dan hanya Dylan yang terlihat begitu santai. "Siapa yang selesai duluan, dia yang boleh bermain bersama adik bayi!" seru Dylan menutup bukunya. "Okey! Kau pikir kau saja yang paling pintar!" sahut Alvano ikut menutup buku belajarnya dan menyelesaikan belajarnya.Adele langsung mengangkat kepala dan menatap mereka berdua, disusul oleh Alvino yang kini juga menutup buku dan selesai mengerjakan tugasnya. "Aku juga sudah! Ini soal-soal yang terlalu gampang untuk aku yang pintar sekali!" seru anak itu. "Hayoo ... tinggal kalian berdua yang belum!" pekik Alvano pada Diego dan Adele. "Kalau belum selesai, tidak boleh main sama adik!" seru Alvino.Diego yang asik menghitung, dia berdecak kesal dan melempari mereka dengan bantalan sofa. "Susah, jangan sok pintar! Sana, pergi saja

  • Kembar Lima: Om Presdir, Berhenti Mengejar Mommy!   Bab 287. Om Tampannya Princess

    Dua hari ini Adele tidak mau mendekati adik bayinya, semenjak Levino si mungil menangis saat ia pangku dan justru diam saat dipangku oleh Dylan. Hari ini, setelah pulang sekolah, Adele yang biasanya teriak mencari adik bayinya. Anak itu berjalan masuk tanpa mencari adiknya, ia berjalan dengan bibir cemberutnya sambil membawa tas bekalnya. "Loh, anak cantik sudah pulang?" Suara seseorang membuat langkah Adele terhenti. Anak itu menoleh ke arah ruang tamu, dan ia melihat seorang yang ia kenali satu bulan yang lalu. "Om ... Om Zachary!" teriak Adele dengan wajah berbinar. Anak perempuan itu langsung berlari mendekat ke arah ruang keluarga. Laki-laki muda dan tampan bernama Zachary itu pun langsung mengulurkan kedua tangannya ke arah Adele. "Loh kok sudah kenal sekali mereka," ujar seorang wanita setengah baya yang terkejut melihat Adele memeluk Zachary. "Iya, Nyonya. Mereka memang sudah kenal sejak Zach ke sini pertama kali," jawab Caesar menjelaskan. "Ohhh ... pantas saja. Zach

  • Kembar Lima: Om Presdir, Berhenti Mengejar Mommy!   Bab 274. Baru Kali ini Dylan Memangis

    Dylan terbangun saat anak itu merasakan tangannya merayap ke arah samping mencari-cari di mana Mommy-nya. "Mommy..." Dylan terbangun dan ia langsung duduk. Anak itu cemberut saat membuka mata, ia tidur di pinggir, sedangkan di sampingnya ada sang Papa yang tidur tepat di samping sang Mama. Dylan

  • Kembar Lima: Om Presdir, Berhenti Mengejar Mommy!   Bab 271. Caesar Pusing Sendiri

    Sudah terhitung satu Minggu lamanya, Adele tidak tidur di rumahnya. Selama tujuh hari itu pula, Adele seperti anak Amelia dan Eric. Ikut ke manapun dua orang itu pergi. Bahkan Chloe hanya gigit jari saat melihat putri kecilnya yang paling manja, kini masih betah marah padanya. Chloe yang tidak pa

  • Kembar Lima: Om Presdir, Berhenti Mengejar Mommy!   Bab 270. Tidak Ada yang Bisa Membujuk Adele

    "Rumah terasa berbeda sekali, biasanya ada Kurcaci yang selalu ribut di sini, sekarang terasa sepi." Alvano cemberut sembari berbaring di sofa ruang keluarga. Bersama ketiga kembarannya, mereka sedih Karana Adele tidak kunjung mau pulang dari paviliun tempat tinggal Eric dan orang. Dylan mendeng

  • Kembar Lima: Om Presdir, Berhenti Mengejar Mommy!   Bab 269. Princess Pindah Rumah!

    "Sayang ... Adele tidak mau makan dulu, Nak?" Chloe mengetuk pintu kamar Adele siang ini. Sejak pulang dari rumah sakit siang tadi, Adele tetap mengurung diri. Chloe mengembuskan napasnya pelan dan ia mengingat, dulu saat ia masih kecil, ia juga seperti Adele saat apa yang ia inginkan tidak sesuai

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status