Share

Bab 10

Penulis: Buchara
Aaron langsung tertegun.

Dia tidak berani percaya dengan telinganya sendiri. "Apa katamu? Emilia pergi ke mana?"

Kenny terbengong sejenak. "Dia sudah ke luar negeri. Dia naik pesawat dua hari lalu pergi ke Negara Ariku."

Ke luar negeri?

Akal sehat Aaron langsung menghilang. Dia mencengkeram erat Kenny.

"Ngapain dia pergi ke Negara Ariku? Untuk jalan-jalan? Liburan?"

Kenny juga semakin bingung. "Pergi sekolah."

"Iya." Sarah yang berada di samping juga langsung berbicara. Terdengar suara bersalah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 19

    Terjadi terlalu banyak hal dalam sekejap.Saat peluru itu ditembakkan, Thomas sudah lebih dulu melindungi Emilia di dalam pelukannya.Pada saat yang bersamaan, Aaron juga menerjang kemari berniat mendorong Emilia.Namun, saat Aaron belum sempat menyentuh Emilia, peluru itu justru memelesat lurus menembus dadanya.Di tengah kerumunan yang berteriak panik, orang yang berdiri di kejauhan itu ternyata adalah Cecilia. Hanya dalam waktu singkat mereka tidak bertemu, Cecilia seolah-olah sudah berubah menjadi orang lain.Wanita yang sebelumnya cantik itu kini malah rambutnya berantakan, sepasang matanya memerah, dan wajahnya semakin kurus."Mati," jerit Cecilia dengan suara seraknya, "Mati sana!"Cecilia yang sekarang benar-benar telah kehilangan kewarasannya. Lantaran memiliki jejak kriminal, universitas juga tidak mungkin berpura-pura tidak mengetahuinya, langsung memberi sanksi berat untuknya.Dengan adanya sanksi berat itu, jangankan Universitas Nasional Ibu Kota, bahkan perguruan tinggi ma

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 18

    Selama beberapa saat ini, sambil terus mencari Emilia, akhirnya Aaron juga bisa melihat isi hatinya sendiri dengan jelas. Awalnya, Aaron mengira semua itu hanyalah keterikatan yang sulit dilepaskan.Namun, kemudian Aaron bahkan rela membuat Wakasek Kesiswaan marah, bahkan sampai membuat ayahnya murka. Ayahnya pernah membentaknya, "Sebenarnya, untuk apa kamu mencari perempuan itu?"Pada saat itu, Aaron seolah terbangun dari mimpi.Iya.Kenapa Aaron mengerahkan seluruh tenaganya untuk mencari Emilia?Semua itu bukan hanya demi menjelaskan, juga bukan demi minta maaf, melainkan karena … Aaron sudah mulai menyukai Emilia.Bahkan ketika Aaron masih belum melihat jelas wajah asli Cecilia, ketika dia masih terus diprovokasi dan berulang kali salah paham terhadap Emilia, hatinya sebenarnya sudah mulai jatuh cinta kepada Emilia.Hanya saja, Aaron tidak bersedia untuk mengakuinya, itulah sebabnya dia membohongi diri sendiri dengan mengatakan bahwa, dia hanya menjadikan Emilia sebagai tameng saj

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 17

    Kali ini, langkah kaki Emilia baru berhenti.Pada detik berikutnya, sosok bayangan gelap menutupi kepalanya. Emilia mengangkat kepalanya dan melihat wajah yang pernah dirindukannya setiap saat, tetapi kini malah terasa seperti berasal dari kehidupan yang sudah berlalu.Orang itu tak lain adalah Aaron.Meskipun sebelumnya Emilia sudah mendengar dari sahabatnya bahwa Aaron sedang mencarinya ke berbagai penjuru dunia, Emilia tetap tidak menyangka bahwa Aaron benar-benar akan datang mencarinya.Sementara itu, ketika akhirnya pemuda yang berdiri di hadapannya melihatnya dengan jelas, hati pemuda itu malah dipenuhi berbagai macam perasaan yang bercampur aduk. Ada rasa gembira, antusias, dan juga sedikit marah ….Aaron merasa marah karena Emilia pergi tanpa berpamitan, marah karena sikap tenang Emilia yang membuat jarak di antara mereka, lebih marah lagi karena saat Emilia melihatnya tadi, Emilia malah ingin melarikan diri.Namun semua itu pada akhirnya berubah menjadi satu kalimat. "Emilia,

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 16

    Ketika melihat ekspresi bingung Emilia, Thomas menghela napas dan melanjutkan ucapannya, "Baiklah, aku memang sudah mengubah margaku. Kalau kamu nggak ingat dengan nama Thomas Lisman, bagaimana dengan nama … Thomas Anggara. Apa kamu masih ingat?"Emilia tertegun. Satu detik kemudian, dia langsung tersadar. "Kamu itu Kak Thomas?"Tentu saja Emilia mengingatnya. Saat ibunya masih hidup, di rumah sebelah mereka tinggal seorang anak laki-laki bernama Thomas Anggara.Mereka bisa dibilang tumbuh bersama sejak kecil dan merupakan teman masa kecil. Hubungan mereka sangat dekat.Namun, sebelum Emilia menduduki bangku SMP, Thomas dan keluarganya berimigrasi ke Negara Ariku. Setelah itu, mimpi buruk Emilia pun dimulai ….Ibunya meninggal dunia. Cecilia dan Sarah masuk ke keluarga mereka. Sejak saat itu, tidak ada lagi senyuman di dunia Emilia.Di dalam kenangan indahnya yang tidak tergolong banyak, satu-satunya momen hangat adalah saat ibunya masih hidup dan masa-masa menjadi tetangga dengan Thom

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 15

    Ketika Emilia mendengar sampai di sini, dia sepenuhnya tertegun di tempat.Tadinya Emilia mengira masalah kepergiannya tidaklah penting bagi Aaron. Saat mendengar kabar bahwa dia meraih peringkat pertama, Aaron mungkin hanya akan merasa kaget sejenak, kemudian tidak akan memedulikannya lagi. Namun, Emilia sungguh tidak menyangka bahwa Aaron akan mencarinya ke mana-mana.Kening Emilia seketika berkerut. Dia berkata, "Kenapa dia mencariku?"Jangan-jangan demi membalas dendam terhadap Emilia, karena sudah melaporkan Cecilia mengendarai mobil di saat mengonsumsi alkohol?"Menurutmu?" Teman sebangkunya yang berada di ujung telepon saat ini benar-benar ingin sekali merangkak keluar dari sambungan telepon dan mengetuk kepala sahabatnya yang begitu lamban memahami perasaan itu."Tentu saja karena dia sadar kalau dia menyukaimu! Bukankah drama serial dan novel selalu seperti itu? Saat orang yang dicintai masih berada di sisinya, dia malah bersikap acuh tak acuh. Begitu orang itu pergi, barulah

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 14

    Emilia terbengong sesaat. Kali ini, dia baru menyadari … apa dirinya sedang didekati seseorang di negara asing?Pria itu menggaruk kepalanya dengan sedikit malu. "Aku tahu, mungkin sikapku kelihatan agak kurang sopan. Tapi aku juga nggak tahu kenapa, begitu melihatmu, entah kenapa … aku merasa sangat familier denganmu. Jadi, aku ingin berkenalan denganmu."Seandainya orang lain yang mengatakan ucapan ini, mungkin Emilia akan merasa trik mendekati wanita ini sudah ketinggalan zaman. Namun ketika melihat pria di hadapannya, entah karena dia berbicara dengan terlalu tulus atau bukan, Emilia malah benar-benar memercayainya.Bukan begitu saja, Emilia juga merasa … sedikit familier dengan pria ini.Setelah ragu beberapa saat, Emilia mengangguk, lalu bertukar kontak dengan pria itu. Saat bertukar nomor telepon, mereka berdua juga saling memperkenalkan diri."Emilia."Pria itu langsung mengangkat kepalanya dan menatap Emilia dengan tatapan tidak percaya. Namun, Emilia tidak memperhatikannya ka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status