Ketika sadar, Emilia sudah berada di ruang gawat darurat rumah sakit. Tirai di samping ranjang rumah sakit ditutup, tetapi dia masih bisa mendengar tangisan Cecilia di baliknya."Aaron, kamu mau mati? Demi selamatkan kakak, kamu hampir ketabrak truk itu, tahu!"Kemudian, terdengar suara teman sekelas lainnya."Benar, Aaron. Jangan bilang kamu benar-benar tertarik sama Emilia? Kalau nggak, kenapa kamu sampai pertaruhkan nyawa demi selamatkan dia?"Terjadi keheningan sejenak di balik tirai. Kemudian, Emilia mendengar suara dingin Aaron."Kalian berpikir kejauhan. Aku selamatkan Emilia cuma karena kita sudah kerjai dia soal kancing. Hari ini, kita salah paham lagi padanya. Aku takut dia akan simpan dendam, lalu coba buat masalah lagi supaya Cecil ditolak masuk ke Universitas Nasional Ibu Kota."Setelah sekian lama, suara Cecilia terdengar lirih. "Benar cuma begitu?""Kalau nggak?" Suara Aaron menjadi tidak sabar di balik tirai. "Memangnya kalian kira aku bisa suka sama orang yang bodoh, s
Baca selengkapnya