Share

Bab 2

Author: uni
Pesta ulang tahunku yang ke-20 berlangsung sesuai jadwal. Namun setelah acara dimulai, tidak banyak orang yang datang memberi selamat kepadaku. Sebaliknya, di sisi Damian malah berkumpul banyak orang dari kalangan atas yang menjilatnya satu per satu.

"Setelah acara malam ini selesai, Pak Damian akan mengambil alih Keluarga Madiun dan Keluarga Kaliba. Apakah mulai sekarang kami harus memanggil bos besar Damian?"

"Semoga setelah Pak Damian mengambil alih seluruh bisnis, Bapak bisa mempertimbangkan kerja sama dengan kami."

"Kami dengar Pak Damian sangat memerhatikan Nona Alice. Aku bahkan sudah menyiapkan hadiah khusus untuknya, semoga dia menyukainya ...."

Orang-orang ini bukan hanya menjilat Damian, bahkan Alice di sampingnya pun tidak mereka lewatkan. Alice membuka hadiah dari tamu, lalu langsung menutup mulutnya karena terkejut.

Di dalam kotak itu terbaring sebuah cincin berlian merah muda yang berkilauan. Dia buru-buru berkata, "Ya ampun, cincin semahal ini aku nggak bisa menerimanya! Lagi pula, malam ini adalah pesta ulang tahun Annie. Aku hanya pelayannya. Cincin ini seharusnya diberikan kepadanya. Bagaimana bisa diberikan kepadaku? Annie pasti nggak akan setuju."

Nada bicara Damian terdengar begitu wajar dan percaya diri. "Apa gunanya dia nggak setuju? Setelah aku menikah dengannya, aku akan mewarisi Keluarga Madiun dan Keluarga Kaliba. Saat itu semuanya akan berada di bawah keputusanku! Biar aku yang memakaikan cincin ini untukmu."

Sambil berkata demikain, Damian benar-benar memakaikan cincin itu ke jari Alice dengan tangannya sendiri dan Alice menerimanya dengan wajah tersipu. Aku memandang semua itu dari kejauhan, hanya merasa semuanya terasa konyol.

Di kehidupan sebelumnya aku benar-benar buta, sampai tidak bisa melihat hubungan terlarang mereka. Untungnya, Tuhan memberiku kesempatan untuk hidup sekali lagi. Kali ini, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Mungkin karena menyadari tatapanku, Damian menoleh ke arahku. Dia mengerutkan kening, lalu tanpa sadar menarik Alice ke belakang tubuhnya, seolah khawatir aku akan menerjang maju dan memisahkan mereka.

Namun, aku tidak memedulikannya. Aku hanya berbalik dan melanjutkan menyapa tamu-tamu lainnya.

Tak lama kemudian, Damian muncul di belakangku dengan nada puas, "Nggak kusangka kamu akhirnya tahu diri dan nggak mempersulit Alice lagi. Katakan, hadiah apa yang kamu inginkan?"

Melihat sikapnya yang seolah sedang memberi belas kasihan, aku berkata dengan dingin, "Hadiah? Aku nggak butuh."

Damian sama sekali tidak percaya. "Jangan pura-pura. Kamu bersikap begitu murah hati malam ini karena takut aku nggak mau menikahimu, 'kan?"

"Tenang saja, aku akan mengabulkan keinginanmu ...."

Sambil berkata demikian, tatapannya menyapu tubuhku dari atas ke bawah, menampilkan ekspresi yang penuh makna.

"Malam ini kamu boleh datang ke kamarku. Kalau kamu bisa membuatku puas, mungkin aku akan bermurah hati dan membiarkanmu mengandung anakku."

Mengingat anak yang mati di dalam kandunganku pada kehidupan sebelumnya, dadaku terasa nyeri.

Di kehidupan ini, aku tidak akan menikah dengannya dan tidak akan ada yang namanya anak!

Sambil berkata demikian, dia mendekat ke arahku dan mengulurkan tangan, berniat merangkul pinggangku. Aku bisa mencium dengan jelas aroma parfum wanita yang sangat kuat dari tubuhnya.

Bukan hanya itu, kerah jasnya berantakan dan masih terlihat jelas bekas lipstik di sana.

Jelas sekali, di sudut yang tidak terlihat orang, Damian dan Alice baru saja melakukan sesuatu yang menjijikkan. Aku mundur selangkah dan menegur dengan tegas, "Cukup, Damian. Hormati aku!"

Damian tidak menyangka aku akan menghindar, dia tertegun sesaat.

Lalu dia mencibir, "Demi menikah denganku, kamu bahkan rela melakukan apa saja. Semua orang tahu kamu adalah pengikutku yang paling setia. Kamu bahkan nggak punya harga diri, tapi malah masih minta dihormati?"

Melihat sikapnya yang begitu percaya diri, aku hanya merasa muak. "Siapa bilang aku mau nikah sama kamu?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kesempatan Terlahir Kembali, Kesempatan Memilih Kembali   Bab 9

    Tak lama kemudian, tibalah hari konferensi pers.Saat dia mendorong semua kesalahan kepada Alice dan menuduh bahwa mental Alice bermasalah sehingga berkhayal pernah berhubungan dengannya, tiba-tiba sebuah video yang telah diedit dengan rapi muncul di layar, menampilkan berbagai foto mesranya bersama Alice!Ekspresi Damian langsung berubah. Dia segera memutus aliran listrik. Sayangnya, sudah terlambat.Ponsel semua wartawan yang hadir berturut-turut berbunyi. Begitu mereka membukanya, masing-masing langsung terkejut dan menarik napas tajam.Hati Damian seketika diliputi firasat buruk. Tanpa sadar, dia juga membuka ponselnya dan segera melihat berita tentang dirinya sedang tersebar di seluruh internet.Bukan hanya foto-foto mesranya dengan Alice, bahkan bukti-bukti dirinya menerima suap, membocorkan rahasia dagang, serta melakukan persaingan curang demi menjatuhkan lawan pun ikut dipublikasikan ....Detik berikutnya, polisi tiba-tiba menerobos masuk ke lokasi konferensi pers dan menunjuk

  • Kesempatan Terlahir Kembali, Kesempatan Memilih Kembali   Bab 8

    "Nggak! Ini nggak mungkin!" Melihat Damian melamarku, Alice menjerit.Awalnya dia mengira dirinya akan menjadi pengantin yang membuat semua orang iri. Namun tak disangka, orang yang dilamar Damian bukanlah dirinya, melainkan aku!"Damian! Pasti ada yang salah, 'kan? Annie sudah lama mengkhianatimu dan memilih Kayson sebagai suaminya. Pengantin yang seharusnya kamu nikahi adalah aku!" Alice mencengkeram lengan Damian erat-erat, berharap dia berubah pikiran.Namun, Damian sangat marah."Omong kosong apa yang kamu katakan? Annie memilih Kayson cuma karena merajuk padaku! Cuma dia yang berhak menjadi istriku. Sedangkan kamu, nggak lebih dari seorang pelayan di sisi Annie. Dengan status serendah itu, kamu juga ingin menikah denganku? Jangan mimpi!""Pelayan?" Wajah Alice langsung memucat. Dia tak kuasa berteriak."Damian, apa maksudmu? Bukannya kamu bilang kamu nggak pernah meremehkan statusku sebagai pelayan dan merasa aku yang pantas kamu lindungi? Kamu juga pernah bilang kamu benci Annie

  • Kesempatan Terlahir Kembali, Kesempatan Memilih Kembali   Bab 7

    Mataku terasa panas. Tak kusangka sampai sekarang pun dia masih memikirkanku.Aku langsung memeluk Kayson. "Tenang saja, aku sudah lama nggak menyukai Damian. Karena aku sudah memilihmu, kamu adalah suamiku selamanya. Itulah keputusanku."Tubuh Kayson sempat menegang. Dia lalu bertanya, "Kamu nggak takut menyesal?""Aku nggak akan nyesal!" Mendengar jawabanku yang tegas dan tanpa ragu sedikit pun, Kayson memeluk pinggangku erat-erat, akhirnya memperlihatkan rasa posesifnya terhadapku."Annie, sebaiknya kamu ingat kata-kata yang kamu ucapkan hari ini. Setelah menikah denganku, jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku."Setelah memilih gaun pengantin, aku kembali ke vila Keluarga Madiun. Baru sampai di luar gerbang, aku mendapati tempat itu sudah dipenuhi orang, tampak sangat ramai."Katanya hari ini ada orang kaya yang mau melamar secara terbuka di sini! Benaran?""Tentu saja! Orang kaya itu bahkan mengundang semua media di kota! Sepertinya dia ingin semua orang menjadi saksi cintany

  • Kesempatan Terlahir Kembali, Kesempatan Memilih Kembali   Bab 6

    Tak lama kemudian, Damian diseret pergi dan aula kembali hening.Orang tuaku menyerahkan cincin yang melambangkan dua keluarga besar itu ke hadapan Kayson."Mulai sekarang, kamu pemegang kekuasaan Keluarga Madiun dan Keluarga Kaliba. Kami harap kamu nggak mengecewakan Annie. Kalau nggak, kami nggak akan pernah mengampunimu."Kayson menatapku dalam-dalam, lalu berkata dengan sungguh-sungguh, "Aku nggak akan pernah mengecewakan Annie. Kalaupun harus membayar dengan nyawaku, aku akan melindunginya sampai mati."Jantungku berdegup keras. Jika pria lain yang mengatakan kata-kata seperti itu, mungkin hanya rayuan manis. Namun, aku tahu apa yang dikatakan Kayson adalah ketulusan.Di kehidupan sebelumnya, saat aku hampir disiksa sampai mati oleh Damian, Kayson yang menerobos masuk ke ruang medis dan membawaku pergi.Kemudian, dia memelukku dan mencarikan dokter terbaik untuk menyelamatkanku. Namun pada akhirnya, aku tetap tak tertolong dan meninggal.Di saat jantungku berhenti berdetak, jiwaku

  • Kesempatan Terlahir Kembali, Kesempatan Memilih Kembali   Bab 5

    Aku tanpa ragu mengulurkan tanganku, tersenyum padanya sambil berkata, "Aku tentu sudah siap."Dia seolah-olah menghela napas lega, lalu memasangkan cincin itu ke jari manisku.Entah hanya perasaanku atau bukan, Kayson yang biasanya membunuh tanpa ragu sedikit pun, saat memakaikan cincin untukku, kedua tangannya justru sedikit gemetar.Semua orang di bawah panggung menyaksikan adegan itu. Wajah mereka penuh ketidakpercayaan."Ada apa ini? Bukannya suami yang Annie pilih seharusnya Damian? Kenapa malah Kayson?""Ya Tuhan, ini pasti salah, 'kan? Siapa yang nggak tahu Annie mencintai Damian setengah mati, sejak kecil sudah bersumpah nggak akan menikah dengan siapa pun selain dia. Gimana mungkin dia tiba-tiba milih menikah dengan pria lain? Apalagi pria itu adalah Kayson yang seperti iblis!""Sialan. Kalau suami yang Annie pilih bukan dia, gimana Damian bisa punya muka menerima hadiah-hadiah itu?"Sekelompok orang berbisik-bisik. Pandangan mereka sekali lagi tertuju pada Damian.Orang-oran

  • Kesempatan Terlahir Kembali, Kesempatan Memilih Kembali   Bab 4

    Melihat kemunculan Kayson, orang-orang di sekitar menunjukkan tatapan penuh hormat dan tanpa sadar mundur beberapa langkah. Bahkan Damian pun tertegun, kilatan ketakutan melintas di matanya.Bagaimanapun juga, semua orang tahu betapa kejamnya cara Kayson bertindak.Namun ketika teringat bahwa dia sebentar lagi akan mewarisi Keluarga Madiun dan Keluarga Kaliba, dia menekan rasa gentarnya dan membentak, "Kayson, atas dasar apa kamu menghalangiku?"Kayson sama sekali tidak berniat menjawabnya. Dia hanya menoleh dan menatapku. "Kamu nggak apa-apa?" Aura kekuasaan yang menekan terpancar dari dirinya, suaranya terdengar dingin.Pertanyaan yang terdengar seolah biasa saja itu malah membuat hatiku bergetar.Aku teringat kehidupan sebelumnya, saat aku mengalami kesulitan melahirkan. Damian memindahkan semua sumber daya medis dan mengurungku di ruang perawatan untuk menungguku mati.Saat aku hampir mati, Kayson-lah yang menerobos masuk ke ruang perawatan dan membawaku pergi untuk dirawat. Sayang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status