Partager

Bab 18

Auteur: Cathy
"Sepertinya aku mengganggu percakapan serius kalian. Boleh aku gabung?" Suara Ryan terdengar ringan dan menggoda saat dia mendekat.

Aku langsung menunduk, pipiku memanas.

"Ryan, sekarang istrimu sudah di sini, kamu harus mengakhiri ... 'penyakitmu'," kata Madam Amara, nadanya tegas tetapi lembut. "Kamu harus memusatkan perhatian sepenuhnya pada Abigail kalau kamu ingin pernikahan ini bahagia."

"Tentu saja, Nek," jawabnya lancar. "Sudah bertahun-tahun aku bilang kita harus lebih cepat menemukan A
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Narti Riyanto
Semoga abugail bahagia, pernikahan gak bisa di kisnati
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 473

    "Maaf aku nggak bisa menepati janjiku untuk menjauhinya. Belakangan ini aku menghadapi banyak masalah dan aku membutuhkan bantuan Aaron," kataku.Sebenarnya, perlahan-lahan aku mulai kehilangan harapan. Hari sudah larut, tetapi aku masih belum berhasil mendapatkan uang sedikit pun untuk membawa jenazah Ibu keluar dari rumah sakit. Aku ingin menyerah. Semangatku benar-benar mulai runtuh."Berapa? Berapa banyak uang yang kamu butuhkan agar berhenti menemuinya dan nggak pernah berbicara dengannya lagi?" tanyanya.Aku menatapnya."A ... apa maksudmu?" tanyaku pelan."Aku bisa memberikan semua yang kamu butuhkan hanya dengan menjentikkan jari, Betty! Kamu butuh uang? Aku punya! Tapi aku nggak akan memberikannya secara cuma-cuma. Ada harga yang harus kamu bayar," jawabnya.Aku langsung merasa gugup. Aku tidak sebodoh itu sampai tidak memahami maksud perkataannya."Tawaranku masih berlaku, Betty. Kalau kamu menyetujuinya sekarang, kamu bisa membawa jenazah ibumu keluar dari rumah sakit dan me

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 472

    "Ya ampun! Siapa pria tampan itu?" seru Rain.Rupanya dia juga melihat Joseph yang berdiri di luar salon. Aaron menoleh ke arah sana dan tampak terkejut ketika melihat saudara tirinya berdiri di sana."Itu Joseph! Mau apa dia?" gumam Aaron sebelum buru-buru keluar dari salon.Aku mengikutinya dengan linglung."Joseph! Kamu mengejutkanku! Sedang apa kamu di salon? Mau potong rambut? Manikur? Pedikur?" goda Aaron.Aku tiba-tiba merasa gugup, terutama ketika melihat tatapan penuh amarah yang diarahkan Joseph kepadanya."Kalau kamu sendiri? Sedang apa kamu di salon? Apa kamu lupa nanti kamu harus terbang ke Amestria dan perlu bersiap-siap?" balas Joseph dengan serius.Aku spontan menatap Aaron.'Dia akan terbang ke Amestria? Kalau begitu, apa dia masih bisa membantuku?'Memikirkan hal itu, hatiku mendadak terasa berat."Siapa bilang aku setuju untuk pergi? Aku nggak akan meninggalkan negara ini. Aku akan tetap kuliah di sini sampai lulus!" jawab Aaron.Joseph langsung menyeringai. "Benarka

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 471

    Sudut Pandang Betty:Meski sebenarnya tidak rela, aku terpaksa meninggalkan jenazah Ibu di kamar jenazah. Aku tidak punya pilihan selain pergi mencari uang ke sana kemari.Natalie pamit dan pulang untuk beristirahat. Aku tahu dia juga kelelahan setelah tiga hari terakhir terus menemaniku."Betty, turut berduka cita! Aku nggak tahu ibumu sudah meninggal. Aku benar-benar terkejut!" kata Rain.Dia adalah orang pertama yang terpikir olehku untuk dimintai bantuan. Aku berharap bisa meminjam uang darinya untuk membayar tagihan rumah sakit."Sejujurnya, aku sudah nggak tahu harus berbuat apa lagi. Ibu sudah meninggal, tapi aku bahkan nggak bisa membawa jenazahnya pulang karena aku nggak punya uang untuk membayar rumah sakit," kataku sambil menangis.Rain tampak terkejut, tetapi aku bisa melihat rasa iba di matanya saat menatapku."Aku juga sudah dengar. Sedih sekali, Betty. Kalau saja aku punya uang, aku pasti sudah pergi ke rumah sakit dan melunasi tagihannya sendiri," katanya.Harapanku lan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 470

    Sudut Pandang Betty:"Apa? Kita harus membayar 220 juta sekarang juga?" seruku, menatap rincian tagihan yang harus dibayar hari itu juga.Mama baru tiga hari dirawat di ICU, tetapi tagihannya sudah membengkak setinggi ini. Angka-angka di lembar tagihan itu benar-benar mencengangkan. Biaya dokter saja sudah menghabiskan sebagian besar jumlahnya, belum lagi biaya obat-obatan yang sama mahalnya.Mungkin akan lebih mudah menerimanya jika kondisi Mama membaik, tetapi hampir tidak ada perkembangan. Kalau boleh jujur, kondisinya malah terlihat semakin buruk. Dia bahkan sudah hampir tidak mampu berbicara."Ya ampun, Betty, dari mana kita dapat uang sebanyak itu?" tanya Natalie.Sejak Mama dirawat, dia tidak pernah meninggalkanku. Dia mungkin tidak tahu, dukungan yang diberikannya sangat berarti bagiku."Aku nggak tahu. Aku juga nggak nyangka tagihannya akan sebanyak ini," kataku. Kedua kakiku terasa lemas."Kalian harus membayar uang muka itu paling lambat sore ini. Kalau nggak, kami terpaksa

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 469

    Sudut Pandang Betty:Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, aku hanya bisa bengong dan mengikuti Natalie seperti orang yang berjalan tanpa sadar.Joseph mengikuti kami dalam diam. Aku tidak tahu kenapa dia ikut, tetapi pikiranku sedang terlalu penuh untuk memikirkannya. Yang ada di kepalaku hanya kondisi Mama.Setidaknya saat ini aku merasa berterima kasih pada Joseph. Tanpa bantuan Joseph, kami tidak mungkin bisa sampai secepat itu.Seluruh duniaku terasa runtuh saat melihat Mama terbaring tak sadarkan diri dengan selang-selang yang terpasang di sekujur tubuhnya. Dokter yang menangani Mama menemuiku dan menjelaskan betapa serius kondisinya.Mama membutuhkan perawatan yang tepat secepatnya, yang berarti aku membutuhkan uang yang jumlahnya tidak sedikit. Aku harus mendapatkannya secepat mungkin."Betty, mereka bilang kamu sudah boleh masuk sekarang." Suara Natalie menjadi satu-satunya hal yang membuatku tersadar dari tangisku.Aku melihat ke sekeliling dan merasa kecewa saat menyadari Jos

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 468

    Sudut Pandang Betty:Kepalaku langsung berdenyut mendengar ucapan Joseph tadi. Jadi, semua ini ternyata hanya karena dendamnya terhadap saudara tiri. Entah bagaimana, aku malah terseret ke tengah-tengah masalah mereka. Di mana logikanya?"Aku nggak pernah menyalahimu, jadi jangan libatkan aku di masalah ini. Aku belum siap menikah, apalagi denganmu. Maaf, aku menolak. Kalau kamu nggak ingin aku berada di dekat Aaron, mulai besok aku akan menjauhinya," kataku, berharap bisa mengubah pikirannya.Sejak awal pun aku tidak pernah berniat menjalin hubungan dengan Aaron."Mau kamu memutus hubungan dengan saudara tiriku atau nggak, kamu tetap akan menikah denganku," balasnya, lalu kembali menjalankan mobil.Aku sudah tidak tahu harus berkata apa lagi. Untungnya, dia juga tetap diam.Kami akhirnya sampai di kompleks rusun. Aku melihat lampu masih menyala. Hal ini terasa agak aneh.Aku turun dari mobil tanpa mengatakan apa pun kepada Joseph. Kalau dia ingin menikah denganku, itu urusannya, bukan

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status