공유

Bab 556

작가: Cathy
Sudut Pandang Beatrice:

Aku menatap Megan dengan tak percaya, berusaha memastikan apakah dia mengatakan yang sebenarnya. Mungkin saja dia hanya bercanda, membuatku berharap terlalu tinggi, lalu akhirnya kecewa. Aku tidak ingin hal itu terjadi.

Joseph sama sekali tidak pernah menyinggung soal ini. Aku juga tidak melihatnya sibuk mempersiapkan apa pun selama beberapa hari terakhir. Kami menjalani kehidupan seperti biasa, jadi mustahil kalau yang dikatakan Megan benar dan kami akan mengadakan perni
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 558

    Sudut Pandang Beatrice:Jika semua ini hanyalah mimpi, aku tidak ingin terbangun, asalkan aku bisa terus bersama Joseph.Setelah tiba di gereja, Mama dan Papa langsung menyambutku. Mereka memelukku erat, dan air mataku pun tak mampu berhenti mengalir."Selamat, Sayang. Mama dan Papa mendoakan agar kamu menjalani kehidupan yang bahagia bersama Joseph," kata Mama dengan suara bergetar karena haru."Terima kasih, Ma, Pa. Maaf karena aku menikah begitu cepat. Tapi, meski sekarang aku sudah menikah, aku tetap akan berusaha mengganti waktu yang hilang bersama kalian. Aku benar-benar menyayangi kalian berdua," kataku sambil membiarkan air mata jatuh membasahi pipiku."Kami juga sangat menyayangimu, Beatrice. Kami bahagia karena kamu sudah kembali ke pelukan kami dengan selamat. Kami tahu kamu akan bahagia bersama Joseph. Itulah sebabnya sejak awal kami mendukung kalian. Jaga dirimu baik-baik. Jaga suamimu dan sayangi anak kalian," kata Papa.Aku mengangguk sambil tersenyum.Papa mengusap air

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 557

    Sudut Pandang Joseph:Akhirnya, hari yang kutunggu-tunggu tiba. Hari ketika aku akan berdiri di depan altar bersama wanita yang kucintai.Ya, dia adalah Betty, atau Beatrice. Dia sudah mencuri hatiku sejak pertama kali kami bertemu. Itulah sebabnya aku tidak pernah berhenti berusaha mendapatkannya. Aku melakukan segala cara agar dia menjadi milikku.Dari sekian banyak wanita yang pernah hadir dalam hidupku, hanya dialah yang meninggalkan kesan mendalam di hati dan pikiranku. Selama beberapa malam setelah pertama kali melihatnya, aku bahkan tidak bisa tidur. Aku terus membayangkan bagaimana rasanya menjadikan dia milikku dan menghabiskan sisa hidup bersamanya.Jadi, ketika mengetahui bahwa adikku mulai mendekatinya, aku memutuskan untuk tidak mau kalah. Aku tidak berencana memenangkan hatinya dengan cara yang semestinya karena aku tidak tahu bagaimana cara mendekati seorang wanita. Selama ini, akulah yang terbiasa dikejar-kejar oleh wanita.Aku juga tidak tahu bagaimana cara memenangkan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 556

    Sudut Pandang Beatrice:Aku menatap Megan dengan tak percaya, berusaha memastikan apakah dia mengatakan yang sebenarnya. Mungkin saja dia hanya bercanda, membuatku berharap terlalu tinggi, lalu akhirnya kecewa. Aku tidak ingin hal itu terjadi.Joseph sama sekali tidak pernah menyinggung soal ini. Aku juga tidak melihatnya sibuk mempersiapkan apa pun selama beberapa hari terakhir. Kami menjalani kehidupan seperti biasa, jadi mustahil kalau yang dikatakan Megan benar dan kami akan mengadakan pernikahan.Bahkan, aku sendiri yang mengantar Joseph sampai ke mobil sebelum dia berangkat kerja hari ini. Ini benar-benar tidak masuk akal. Aku sungguh akan mencukur habis rambut Megan karena kejahilannya ini."Kenapa? Kamu mau berdiri di situ saja? Pakai gaunnya, atau aku sendiri yang bakal memakainya dan menikahi Joseph di gereja," katanya dengan nada riang.Aku langsung mengerutkan kening. Meskipun dia hanya bercanda, aku tetap tidak suka mendengarnya. Aku tidak ingin ada perempuan yang menunjuk

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 555

    Sudut Pandang Beatrice:Setelah Abraham pergi, Aaron dan Joseph berbicara dari hati ke hati. Aku menyaksikan kedua saudara itu mulai akur. Malam itu pun berakhir dengan suasana yang lebih baik.Namun, aku tahu jauh di lubuk hatinya, Aaron masih berduka atas kematian ibunya. Aku dan Joseph menyadari betapa besar dampak psikologis kejadian itu. Karena itu, kami berencana membawanya berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk memastikan kondisinya baik-baik saja.Kami hanya ingin Aaron pulih. Kehidupannya yang dahulu tenang dan bahagia mendadak berubah menjadi kehancuran setelah ibunya meninggal. Bagian yang paling menyakitkan adalah kenyataan bahwa ayahnya sendirilah yang telah menyebabkan semua itu.Aaron pernah memperlakukanku dengan baik, jadi aku benar-benar merasa kasihan kepadanya. Jika aku punya kekuatan untuk meringankan penderitaannya, aku pasti akan menggunakannya, meskipun hanya untuk mengurangi sedikit rasa sakit yang dia rasakan.Aku tahu Joseph juga terpukul, tetapi dia t

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 554

    Sudut Pandang Beatrice:"A ... apa Papa bilang? Kenapa? Apa yang terjadi? Apa yang Papa lakukan? Apa yang sudah Papa lakukan?" tanya Joseph dengan serius.Abraham menatap putranya dengan sedih sebelum akhirnya angkat bicara."Aku membunuh mereka. Aku membunuh si pengkhianat itu," katanya, yang membuat kami semua terkejut.Aku menatap Abraham dengan tidak percaya."Papa, kenapa? Kenapa Papa melakukan itu? Kita punya hukum. Papa bisa saja cerai kalau memang sudah nggak tahan. Papa juga bisa menjebloskan mereka ke penjara. Kenapa Papa harus membunuh mereka?" tanya Joseph kepada ayahnya dengan terkejut.Untuk pertama kalinya, aku melihat Joseph begitu mengkhawatirkan ayahnya. Aku tidak tahu harus berkata apa. Tubuhku gemetar saat membayangkan Alexis sudah mati dan suaminya sendiri yang membunuhnya.Aku semakin merasa kasihan kepada Aaron. Seburuk apa pun perbuatan ibunya, wanita itu tetaplah ibunya. Tidak ada yang bisa mengubah kenyataan bahwa dialah yang sudah melahirkan Aaron ke dunia in

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 553

    "Kamu hamil? Ya Tuhan! Putriku hamil?" seru Mama Trinity sambil menatapku.Sebenarnya, tadi malam aku ingin menelepon mereka untuk memberitahukan kehamilanku, tetapi Joseph melarangku. Katanya, akan lebih baik kalau kami menyampaikan kabar itu secara langsung."Mama, kenapa Mama kelihatan terkejut sekali? Wajar saja kalau aku hamil, kan aku sudah menikah," kataku sambil tersenyum.Mama menatapku dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya."Tapi kamu masih muda. Usiamu bahkan masih belasan tahun. Mama ingin kamu menikmati hidupmu dulu tanpa harus mengurus anak," katanya, membuatku tidak bisa menahan tawa."Ma, aku justru akan lebih menikmati hidup kalau punya bayi bersama Joseph. Membayangkan bayi di dalam perutku ini akan menjadi cucu pertama Mama saja sudah membuatku bahagia. Lagian, umurku sudah 19 tahun," kataku sambil tersenyum."Rasanya baru kemarin Mama menggendongmu dalam pelukan. Sekarang kamu sudah hamil dan akan membangun keluarga kecilmu sendiri, ya? Suamimu itu benar-be

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status