แชร์

Bab 32

ผู้เขียน: Cathy
Sudut Pandang Ryan:

Aku duduk dalam keheningan menyesakkan di kamar tidur kami, menatap kosong ke arah pintu yang sudah ditutup Abigail berjam-jam lalu. Bayangan tamparanku masih terasa panas di telapak tanganku. Apa yang sudah kulakukan?

Kekacauan di kepalaku tak mau berhenti. Kembalinya Iris secara tiba-tiba telah mengguncang seluruh duniaku. Sejak kami remaja, aku selalu percaya bahwa dialah takdirku, wanita yang seharusnya kuhabiskan hidup bersamanya. Keyakinan lama itu muncul lagi dengan da
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
Panghyang Sekarsar
SDH beli bab,koq blm bisa buka bab selanjutnya?
goodnovel comment avatar
Rika Widyastuti
Baguslah kamu ngaku seperti monster. Liam malahan mendekat sama Abigail, semakin perih hatimu Ryan...
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 445

    "Nggak apa-apa, Sayang. Kami yang akan mengurus Felicia. Lanjutkan saja pestanya. Tamu kalian banyak sekali, sayang kalau ditinggalkan," kata Mama.Aku mengangguk tanpa berpikir panjang. Kemudian, aku merasakan Dante menggenggam tanganku erat dan menoleh ke arahnya."Jangan khawatir, Sayang. Ini anak keempat mereka, jadi nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Felicia sudah seperti ahli dalam urusan melahirkan sekarang," katanya sambil tersenyum.Aku tak kuasa tertawa.Ada benarnya juga. Ini anak keempat Felicia. Apa yang perlu ditakutkan? Rasanya seperti perayaan ganda. Pernikahanku berlangsung pada malam yang sama dengan kelahiran anak keempat Felicia.Entah kenapa, aku jadi ingin mengejar mereka dan memiliki anak sebanyak Orson dan Felicia. Sepertinya aku benar-benar harus membujuk Dante agar tidak terlalu sering pulang larut malam supaya kami bisa segera mulai berusaha memiliki anak lagi.Semua tamu menikmati pesta resepsi. Kebahagiaanku semakin bertambah ketika Mama Abigail menelepon

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 444

    "Sekarang, pengantin pria dipersilakan mencium pengantin wanita!" ujar pendeta dalam upacara pernikahan kami.Hari-hari berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin Dante melamarku, tetapi sekarang kami sudah kembali berdiri di depan altar, mengucapkan janji pernikahan dan berjanji untuk tetap bersama dalam suka maupun duka.Aku sudah melepaskan semua kenangan menyakitkan di antara kami. Aku sudah memaafkannya dan tidak ingin terus memikirkan masa lalu.Aku hanya ingin bersamanya dan memiliki keluarga yang utuh. Tidak ada yang lebih penting daripada keluarga kami dan orang-orang yang kami cintai.Aku merasakan bibir Dante perlahan menyentuh bibirku. Aku bahkan sudah tidak ingat berapa kali kami berciuman sampai sekarang, tetapi bibirnya masih terasa semanis dulu. Aku benar-benar bahagia.Saat Dante akhirnya menjauhkan wajahnya, semua orang langsung bertepuk tangan. Para tamu dan keluarga kami ikut bersorak. Senyum menghiasi setiap wajah dan semua mata tertuju kepada kami."Aku mencintaim

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 443

    "Sudah dekat! Sedikit lagi, sob. Seru banget, aku sampai iri!" kata Dorothy sambil terus berjalan bersamaku.Dorothy memang benar-benar ada-ada saja. Aku sama sekali tidak tahu apa yang sedang dia rencanakan. Awalnya dia hanya mengajakku keluar untuk makan malam biasa, tetapi ternyata dia sudah menyiapkan segala macam kejutan."Hei, Dorothy, kamu macam-macam banget, ya. Aku benar-benar bakal cubit kamu, deh," kataku.Dia malah tertawa seolah sangat menikmati keisengannya sendiri. Aku pun hanya bisa mengembuskan napas panjang.Kalau sejak awal aku tahu Dorothy akan melakukan hal seperti ini, aku pasti tidak akan setuju ikut dengannya. Memang selalu ada saja ulahnya."Kita sudah sampai. Aku akan melepas penutup matamu, tapi jangan terlalu senang, ya? Jangan lupa betapa besar usahaku untuk menyiapkan perayaan ini," katanya.Aku tidak tahu harus bagaimana bereaksi. Ucapannya seolah memberikan petunjuk tentang sesuatu, tetapi aku sama sekali tidak bisa menebaknya."Baiklah. Terus saja bicar

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 442

    Hari-hari berlalu dengan cepat dan tidak ada kelanjutan dari perseteruanku dengan Mindy. Aku berharap kami tidak akan bertemu lagi agar aku bisa terus hidup bahagia bersama Dante.Aku tidak ingin ada masalah lagi dalam hidupku, meskipun aku tahu Dante tidak akan membodohiku lagi. Aku sedang menidurkan si kembar ketika Dorothy tiba-tiba muncul di kamar."Dorothy, ada apa? Kamu mau bawa aku ke mana?" tanyaku.Dia bilang kami akan pergi keluar karena Dante mungkin baru akan pulang larut malam dari Kota Marina. Dante pergi ke sana untuk menghadiri rapat penting, tetapi berencana kembali ke Vistablanc malam itu juga.Sepertinya kepulangan kami ke Kota Marina akan tertunda lebih lama dari rencana. Ibu Dante sedang sakit dan setiap kali tiba waktunya bagi kami untuk pulang, dia selalu meminta dengan lembut agar kami tinggal sedikit lebih lama karena dia akan merindukan cucu-cucunya.Untungnya, Mama Abigail dan Papa Ryan tidak keberatan ketika aku memberi tahu mereka bahwa kepulangan kami akan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 441

    Sudut Pandang Trinity:Aku melihat ekspresi terkejut di wajah Mindy setelah mendengar ucapanku. Dia mungkin tidak menyangka aku akan mengatakan hal seperti itu.Aku tak kuasa tersenyum sinis. Segarang apa pun seseorang, dia pasti tetap punya kelemahan. Saat ini Mindy memang belum gentar, tetapi aku akan memastikan dia tidak akan pernah berhasil menghancurkan hubunganku dengan Dante."Dulu kamu mungkin bisa menindasku, tapi sekarang nggak lagi, Mindy. Aku nggak akan membiarkan siapa pun merebut pria yang kucintai. Milikku tetaplah milikku.""Kalau aku sampai tahu kamu mencoba menggoda Dante lagi, aku akan menamparmu lebih keras dari ini. Ingat itu!" bentakku tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun dari matanya.Dia langsung membuang muka dan tersenyum sinis, meski terlihat sedikit ragu."Wah, hebat sekali! Kita sudah bertahun-tahun nggak bertemu, sekarang kamu jadi seberani ini, ya! Sepertinya kamu jadi percaya diri karena sudah kembali sama Dante. Tapi, cara seperti itu nggak akan memb

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 440

    Sudut Pandang Trinity:Keesokan paginya, aku terbangun tanpa Dante dan anak-anak di sampingku.Aku segera berdiri, pergi ke kamar mandi, menyelesaikan rutinitas pagiku, lalu mengenakan pakaian yang nyaman sebelum keluar mencari suami dan anak-anakku.Setelah keluar, aku melihat Dante sedang bermain bersama anak-anak di taman dengan gembira. Aku tersenyum melihat betapa cepatnya mereka akrab dalam waktu sesingkat itu."Selamat pagi, Sayang!" sapa Dante saat aku menghampirinya. Dia kemudian mengecup bibirku dengan hangat, membuatku merasa canggung karena anak-anak melihat kami.Ibu mertuaku juga ada di sana, sibuk merawat bunga-bunganya. Aku masih belum terbiasa dicium Dante di depan orang lain."Selamat pagi. Kamu bangun pagi sekali," kataku sambil menghampiri si kembar dan mencium pipi mereka. Mereka sekarang sudah berusia 3 tahun, penuh energi, dan tidak pernah bisa diam di satu tempat terlalu lama."Ini sudah hampir siang, Sayang. Sekarang sudah jam 10. Kamu yang bangun kesiangan," k

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status