Share

Bab 364

Penulis: Cathy
Sudut Pandang Trinity:

"Nih, makan lagi," kata Dante sambil menaruh berbagai macam makanan ke piringku.

Rencanaku untuk hanya makan salad karena sedang diet langsung berantakan. Gara-gara Dante, sekarang aku malah makan besar.

"Kenapa kamu pesan makanan sebanyak ini kalau nggak bisa menghabiskannya sendiri?" keluhku.

Dia sendiri baru makan beberapa suap, tetapi terus menambahkan makanan ke piringku. Sayang sekali kalau semua ini tidak habis.

Aku memang putri Keluarga Baskoro, tetapi aku tumbuh d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 365

    Sudut Pandang Trinity:Sial. Dia bahkan tega berkelahi dengan wanita.Dante benar-benar tidak punya hati nurani. Dia benar-benar kasar. Sepertinya dia sama sekali tidak peduli kalau dorongannya tadi bisa membuat wanita itu terluka.Aku melihat wanita itu menatapnya dengan terkejut setelah terjatuh ke lantai dan menjatuhkan kantong yang dibawanya."Dan, kamu kenapa? Ini aku, Mindy ... pacarmu. Kamu malah membela wanita itu daripada aku?"Kata-katanya benar-benar mengguncangku. Jadi, inilah wanita yang pernah kudengar, wanita yang katanya pacar Dante.Pantas saja mereka tampak begitu mirip. Keduanya sama-sama menyebalkan.Dante tidak menjawabnya. Alih-alih membantu pacarnya berdiri, dia justru mengambil kantong kertas itu dan menatapnya.Kemudian, tepat di depan semua orang, dia merobek kantong itu.Di dalamnya ada sebuah tas tangan bermerek mewah. Dia mengeluarkannya, memeriksanya beberapa saat, lalu sengaja menariknya hingga sobek.Dante sangat kuat, jadi tentu saja merusak sesuatu yan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 364

    Sudut Pandang Trinity:"Nih, makan lagi," kata Dante sambil menaruh berbagai macam makanan ke piringku.Rencanaku untuk hanya makan salad karena sedang diet langsung berantakan. Gara-gara Dante, sekarang aku malah makan besar."Kenapa kamu pesan makanan sebanyak ini kalau nggak bisa menghabiskannya sendiri?" keluhku.Dia sendiri baru makan beberapa suap, tetapi terus menambahkan makanan ke piringku. Sayang sekali kalau semua ini tidak habis.Aku memang putri Keluarga Baskoro, tetapi aku tumbuh di keluarga miskin. Sejak kecil, aku sudah terbiasa untuk tidak menyia-nyiakan makanan. Jadi, meskipun sedang berusaha menurunkan berat badan, aku tetap tidak tega mengabaikan makanan di piringku."Kamu makin kurus, jadi makan lebih banyak. Di rumahmu nggak ada makanan ya? Kalian lagi kesulitan uang atau gimana, sampai nggak mampu beli makanan?" tanyanya.Aku langsung memelotot tajam. Kesulitan uang? Itu mustahil. Kata Papa, pemasukan perusahaan terus meningkat selama beberapa bulan terakhir.Apa

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 363

    Sudut Pandang Trinity:Teriakanku sia-sia karena tak seorang pun berusaha menolongku. Aku benar-benar merasa tak berdaya saat Dante membawaku menuju mobilnya.Wajahnya terlihat serius, sementara matanya penuh amarah.Setelah dia memasukkanku ke mobil, aku langsung bergeser ke arah pintu di sisi lain. Dia lalu masuk dan duduk di sebelahku."Apa sebenarnya masalahmu? Kenapa kamu ikut campur dalam hidupku?" bentakku dengan marah.Kalau Dante marah, aku jauh lebih marah darinya. Dia tiba-tiba muncul di depanku setelah hampir setahun menghilang, lalu kembali menyeretku ke dalam masalah.Aku sama sekali tidak tahu apa yang ingin dia lakukan atau kenapa tiba-tiba dia peduli dengan apa yang kulakukan."Aku nggak mau melihatmu bersama monyet itu," katanya dengan dingin.Aku langsung mengernyit. "Monyet?" ulangku dengan kesal.Dia menatapku tajam. "Kenapa? Menurutmu dia itu apa? Pangeran tampan yang seharusnya membuatmu jatuh cinta?" tanyanya sambil menyilangkan kedua tangan di dada."Kamu buta?

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 362

    Sudut Pandang Trinity:"Kamu mau apa? Lepaskan aku!" bentakku kepada Dante sambil menarik lenganku dari cengkeramannya.Dia akhirnya melepaskanku. Aku langsung berdiri, siap menghadapi pria itu. Namun, alih-alih menatapku, perhatiannya justru tertuju kepada Carlos."Apa yang kamu lakukan di kafe dengan pria ini? Dia sedang mendekatimu?" tanya Dante sambil menatap Carlos dengan tajam.Tatapannya begitu mengerikan. Kalau tatapan bisa membunuh, Carlos pasti sudah mati sejak tadi."Siapa kamu? Kamu nggak berhak memperlakukan orang seperti ini. Kenapa kamu mengganggu kami?" balas Carlos langsung.Dia berdiri untuk menghadapi Dante.Dante tidak mundur. Sebaliknya, dia mencengkeram kerah baju Carlos, lalu mendorongnya dengan begitu keras hingga Carlos hampir menghantam meja di belakangnya.Ketegangan di dalam kafe itu langsung meningkat.Carlos membalas dengan melayangkan pukulan ke arah Dante. Dante menangkisnya dengan mudah, lalu melayangkan pukulan tepat ke wajah Carlos. Pukulan itu mengen

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 361

    Setahun berlalu begitu cepat setelah pernikahan Felicia dan Orson.Trinity sedang mengemudi menuju Perusahaan Logistik Baskoro. Tiba-tiba, dia menyadari ada mobil yang mengikutinya.Dia langsung merasa tidak tenang dan mulai mempercepat laju mobilnya. Dia takut orang itu punya niat buruk dan mungkin berniat menyakitinya. Dengan meningkatnya angka kriminalitas belakangan ini, ketakutannya bukanlah sesuatu yang tidak masuk akal.Dia pertama kali menyadari keberadaan mobil yang sama setelah pulang dari kampus. Awalnya, dia tidak menghiraukannya dan mengira mereka hanya kebetulan menuju ke arah yang sama.Namun, ketika dia akhirnya mulai menjalani kehidupan yang tenang dan sepenuhnya berfokus pada kuliah serta rumah, seseorang justru mulai mengikutinya.Hal itu membuatnya takut. Yang dia inginkan hanyalah kehidupan yang damai, jauh dari rasa sakit dan masalah.Begitulah kehidupannya sejak pernikahan Felicia dan Orson. Dia juga sudah berhenti mengejar Dante.Terakhir kali mereka berbicara,

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 360

    Sudut Pandang Felicia:"Kamu yakin? Apa kamu bisa membagi waktu antara Perusahaan Logistik Baskoro dan Grup Sandiaga? Nantinya kamu mungkin malah nggak punya cukup waktu untuk kami, Orson," ucapku.Aku benar-benar khawatir. Aku tidak ingin Orson menjadi terlalu sibuk sampai tidak punya waktu lagi untukku dan anak-anak kami.Aku sendiri pernah belajar mengurus perusahaan itu sebelum akhirnya tahu aku hamil. Aku tahu betapa beratnya pekerjaan itu. Orson sudah memiliki beberapa bisnis yang harus dikelola, termasuk showroom mobilnya. Aku masih ingat dulu dia jarang pulang ke rumah karena sangat sibuk.Sekarang, Grup Sandiaga juga akan menjadi tanggung jawabnya. Tidak seperti keluarga lain yang saling berebut warisan, situasi kami berbeda. Ayah tidak memiliki ahli waris selain aku. Itulah sebabnya dia ingin memercayakan perusahaan itu kepada calon menantunya."Tenang saja. Aku bisa mengaturnya. Demi keluarga kita, aku pasti bisa," kata Orson sambil tersenyum.Aku tahu dia sedang berusaha me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status