แชร์

Bab 36

ผู้เขียน: Cathy
"Jangan khawatir," bisikku di kamar rumah sakit yang sunyi. "Kalau suamimu nggak mau sama kamu, ada aku di sini."

Kata-kata itu lolos sebelum aku sempat menahan diri. Aku merapikan helaian rambut yang jatuh di dahinya, dan seberkas rasa hangat yang aneh dan protektif muncul begitu saja di dadaku. Perasaan itu begitu tiba-tiba dan asing sampai aku refleks mundur selangkah, mengembuskan napas panjang untuk menenangkan diri.

"Dokter Liam? Dokter Chelsea bilang kamu boleh pulang malam ini. Aku yang
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Novi anti
semoga Liam bisa menggantikan Ryan
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 498

    Sudut Pandang Betty:"Pelan-pelan. Kenapa buru-buru sekali? Gimana kalau kamu jatuh?" Suara Joseph menggema di seluruh rumah saat dia bergegas menuruni tangga.Setelah sampai di bawah, dia langsung meraih lenganku."Kamu tahu betapa berbahayanya tadi? Gimana kalau kamu terpeleset, jatuh, lalu terluka? Apa yang akan terjadi padamu?" katanya dengan marah.Aku dimarahi seperti anak perempuannya sendiri. Pria ini benar-benar kaku.Dia membesar-besarkan hal yang sebenarnya tidak perlu. Mungkin ibunya dulu tidak pernah menyayanginya. Bahkan caraku menuruni tangga saja dipermasalahkan.Memangnya kalau aku jatuh, siapa yang akan terluka? Aku, bukan dia. Dia tidak perlu bersikap seolah dialah yang dirugikan."Joseph, nggak apa-apa. Kamu nggak perlu khawatir. Aku sudah biasa naik turun tangga," jawabku dengan tenang agar dia berhenti mengomel.Aku tidak ingin berdebat dengannya karena aku sedang bersemangat untuk pergi ke luar. Kalau aku bertengkar dengannya, perjalanan kami bisa saja dibatalkan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 497

    Sudut Pandang Betty:Rencanaku untuk menjelajahi seluruh vila setelah sarapan tidak pernah terlaksana. Aku malah mengurung diri di kamar dan meratapi nasib.Aku merasa seperti orang bodoh karena hanya melamun. Tidak ada apa pun di kamar ini yang bisa menghiburku. Kamarnya memang besar, tetapi bahkan tidak ada TV untuk ditonton. Aku juga tidak punya ponsel, jadi aku hanya berbaring di tempat tidur sambil menatap langit-langit.Aku mungkin tidak akan tahan jika terus-terusan begini. Apa yang harus kulakukan selama tinggal di sini?Apa sebaiknya aku bertanya kepada Joseph, apakah aku boleh bekerja sebagai pelayan di sini? Setidaknya aku punya sesuatu untuk dikerjakan, bahkan bisa dapat uang.Dia tidak mungkin terus mengurungku di rumah ini selamanya. Sebenarnya, apa peranku di hidupnya? Dia belum menetapkan aturan apa pun. Aku hanya istrinya dan dia selalu memanggilku begitu. Membingungkan sekali!Aku sedang tenggelam dalam pikiran ketika mendengar ketukan pelan di pintu. Aku melirik pint

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 496

    Sudut Pandang Betty:Awalnya aku merasa lega ketika Megan akhirnya meninggalkan ruang makan. Namun di luar dugaan, dia tiba-tiba kembali. Tatapannya tajam saat memandang meja."Di mana kue-kueku?" tanyanya.Pertanyaan itu membuatku gugup. Aku tak mampu menahan diri untuk berpegangan pada Joseph.Aneh sekali! Dia kembali cuma untuk mengambil kue yang sudah diberikannya kepada Joseph? Bukankah dia kaya?"Aku tanya, di mana kue-kueku? Kenapa wadahnya kosong?" tuntutnya dengan marah. Raut frustrasi di wajahnya semakin menjadi-jadi."Megan, sudah. Nggak perlu marah begitu. Kamu boleh bertanya, tapi jangan berteriak," kata Joseph, berusaha menenangkannya.Orang seperti dia memang sulit dihadapi. Tidak tahu malu sekali! Apa dia berniat mengambil kembali sesuatu yang sudah diberikannya?"Di mana kue-kue itu?" tanya Joseph kepada pelayan yang berdiri di sudut ruangan.Pelayan itu nyaris tidak berani bernapas.Aku tidak habis pikir dengan para pelayan di sini. Kenapa mereka begitu takut pada maj

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 495

    Sudut Pandang Betty:"Selamat pagi, Istriku. Nyenyak tidurnya? Tadinya aku mau mengajakmu olahraga bareng, tapi kamu mungkin masih terlalu capek gara-gara kemarin," ucap Joseph sambil tersenyum.Aku sampai tak mampu berkata-kata. Pikiranku masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi. Aku sama sekali tidak menduganya. Ini masih pagi, tetapi dia sudah kumat?"Istri? Sejak kapan kamu punya istri?"Aku baru tersadar ketika wanita yang seolah terlahir dengan wajah masam itu berteriak.Dia menatap seolah ingin menusukku saat itu juga. Aku begitu gugup sampai meneguk kopi, tetapi langsung menyemburkannya karena terlalu panas. Aku meminumnya terlalu cepat. Lidahku sampai terbakar."Hati-hati, Istriku. Ini Megan. Jangan cemburu sama dia. Kami cuma teman dekat. Orang tuanya adalah tetangga kita, jadi kalian berteman yang baik ya," jelas Joseph.Aku tak mampu menahan diri untuk memelotot kepadanya.Apa yang dia bicarakan? Bukankah ini bukan kesepakatan kami? Aku belum siap menghadapi ini.

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 494

    Sudut Pandang Betty:Ke mana pun Joseph pergi, selalu ada wanita simpanan yang mengikutinya. Aku tidak akan terkejut kalau suatu hari nanti mengetahui bahwa dia sudah memiliki banyak anak. Yang tidak kupahami adalah, dari sekian banyak wanita di sekelilingnya, kenapa justru aku yang dia lamar?Dia bahkan rela mengeluarkan uang untuk membuatku setuju, padahal banyak wanita yang mengejarnya. Atau mungkin dia memang tidak menginginkan hubungan yang serius, karena dia tahu aku tidak akan mengejarnya dan tidak tergila-gila kepadanya."Nyonya, makanan sudah disajikan di ruang makan."Aku terkejut dan langsung menoleh ketika seseorang berbicara di sampingku. Sejak tadi mataku terpaku pada wanita yang nyaris memamerkan celana dalamnya hanya demi menarik perhatian Joseph. Dia benar-benar seperti lalat yang mengganggu."Kamu bikin kaget saja," keluhku.Pelayan itu membungkuk dan meminta maaf."Oh, maaf, Nyonya," katanya dengan gugup.Aku tak mampu menahan tawa."Kamu nggak perlu takut. Aku bukan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 493

    Sudut Pandang Betty:Setelah masuk ke kamar, aku tak mampu menahan senyum melihat betapa cantiknya ruangan ini.Semuanya berwarna merah muda, mulai dari tirai, tempat tidur, bahkan lantainya yang empuk. Ya, lantainya memang empuk karena karpetnya lebih tebal daripada lantai di rumah yang dulu kutinggali bersama Marissa.Aku berjalan perlahan menuju tempat tidur, lalu menyentuhnya. Senyumku semakin lebar ketika merasakan betapa lembutnya kasur itu. Namun, itu saja belum cukup. Aku bahkan sempat melompat-lompat di atas kasur sampai kelelahan. Setelah itu, aku berbaring dengan senyum yang masih menghiasi bibirku."Beginilah seharusnya hidup! Jadi seperti ini rasanya jadi orang kaya. Semua yang ada di sini bagus-bagus! Mungkin aku harus bersikap baik ke Joseph kalau ingin terus hidup mewah seperti ini."Aku berbaring cukup lama sambil melamun sampai akhirnya merasa mengantuk. Aku segera bangkit dan melihat sekeliling. Aku harus membersihkan diri sebelum tidur. Seharian berada di perjalanan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status