Dibuang Suami Dikejar Berondong

Dibuang Suami Dikejar Berondong

last updateLast Updated : 2026-09-23
By:  Sidney FelliceOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
5Chapters
13views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah menolak dimadu oleh suami yang dulu mengemis menikahinya, Alena diceraikan tanpa sepeserpun harta dan hak asuh putranya ikut direbut. Untuk mempermalukan Alena lebih jauh, Ravian sengaja mengundangnya ke acara pertunangan. Demi menyelamatkan harga diri yang tersisa, Alena nekat menyewa seorang pria muda untuk menjadi pacar palsu di pesta itu. Namun siapa sangka, jika yang muncul malam itu ternyata Leon Sanders. Mantan kekasih yang menghilang dari hidupnya lima tahun lalu. Pria itu kembali dengan penawaran yang membuat Alena tidak bisa berkutik, serta sebuah pertanyaan yang bisa membongkar rahasia besar yang selama ini Alena sembunyikan.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Izinkan suamimu menikah lagi, maka kau tak perlu diceraikan." 

Kalimat frontal ibu mertuanya membuat darah Alena berdesir. Semua mata di ruang keluarga itu serta merta tertancap padanya, menunggu keputusan. 

Alena Athala, wanita 29 tahun yang lima tahun lalu resmi menyandang status Nyonya Ravian Martin, kini hanya berdiri kaku di tengah ruangan, tanpa pembelaan dari siapapun. Mereka semua telah sepakat dan hanya menunggu jawaban Alena.

"Kenapa diam saja? Ibu mertuamu sedang bertanya," desak salah satu tente mewakili yang lain.   

"Diam saja seperti patung, tidak sopan!" seorang paman ikut menimpali dengan nada jengkel. 

“Ravian mau meresmikan hubungan dengan selingkuhannya, kenapa aku yang diminta berkorban?” tanya Alena tak mengerti.

“Alena, jangan bersikap seolah kau dikorbankan.” Sang tante menyela dengan wajah dingin. 

"Betul. Ravian masih bersedia mempertahankanmu. Itu sudah bagus.” timpal sepupu Ravian. “Tidak semua wanita seberuntungmu. Padahal kau hanya ibu rumah tangga biasa tanpa kontribusi apapun.”

“Tanpa kontribusi?” Alena menyelak dengan tajam.

“Kalian mungkin lupa, keluarga Athala membantu keluarga Martin memperbesar bisnis hingga seperti sekarang. Setelah orang tuaku tiada, perusahaan keluargaku bahkan dilebur dengan perusahaan keluarga ini. Apa itu bukan kontribusi?” 

Sekarang, semua orang terdiam. Mungkin tak menyangka menantu pendiam itu akan membalas dengan tajam. 

Alena menatap semua orang yang menghakiminya satu persatu. Ibu mertua, ipar, paman, tante, sepupu hingga keponakan suaminya.

“Semua orang di ruangan ini ikut merasakan kehidupan mewah yang dibangun dari sokongan keluarga Athala. Tapi, jangankan berterima kasih. Kalian mengingatnya pun, tidak.”

Sindiran itu membuat semua orang saling pandang dengan wajah kesal.

“Selama lima tahun, aku mengubur impian, mendedikasikan seluruh waktu, tenaga dan pikiranku untuk merawat keluarga ini. Jika akhirnya kalian lebih memilih menumbalkanku, maka bukan salahku jika aku bereaksi keras,” lanjut Alena makin berani. Ini mungkin kalimat terbanyak yang pernah dia ucapkan selama tinggal di keluarga itu.

Rossa Martin—ibu mertuanya—segera berdiri sambil memasang wajah sedih.

"Aku memberimu pilihan paling bagus dan masuk akal, Alena. Jangan berharap lebih dan memberatkan Ravian lagi."  

Masuk akal? 

Alena nyaris tertawa menatap wanita tua manipulatif itu. Karena baginya, itu adalah penawaran paling konyol yang pernah dia dengar. Dan hanya satu jawaban yang pantas untuk penawaran itu. 

"TIDAK!" 

Suara Alena terdengar sangat tegas begitu mengucapkan penolakannya. 

Mata Rossa membelalak terkejut. Semua orang pun spontan bereaksi keras. Tuduhan, makian dan amarah meluap memenuhi udara dalam ruangan itu. 

Alena tak bergeming. 

"Ralat kembali keputusamu itu! atau... kau akan menyesal seumur hidup," ancam Rossa geram.

Tadinya dia pikir Alena akan menurut seperti biasa. Namun ternyata, menantu pendiam yang dia anggap lemah itu kali ini berani memberontak dan menolaknya di depan seluruh keluarga inti. Mau ditaruh dimana lagi mukanya? 

"Alena, aku tak akan bertanya lagi!" ulang Rossa mengancam. 

Alena mengangkat dagu dan kembali membuka mulut. 

"Aku juga tak akan merubah jawabanku lagi." 

"Kau—" Rossa memegangi dadanya yang sesak. Alena bahkan tidak lagi memanggilnya ibu seperti biasa. 

"Aku menolak dimadu dan memilih bercerai!" ulang Alena nyaring, tanpa ragu. 

Brak! 

Pintu ruangan terbuka keras. 

Ravian masuk dengan tergesa. Wajahnya memerah dengan rahang mengeras. Tanpa basa-basi, dia langsung menuju ke arah Alena dan menarik lengan istrinya dengan kasar. 

"Apa yang baru saja kudengar? Katakan padaku itu tidak benar, Alena!" 

Alena terdiam tanpa berkedip. 

"Apapun yang kau dengar, maka itu tidak salah," lirih alena tenang. "aku baru saja membuat keputusan." 

"Kau gila?" teriak Ravian marah. "Menurutmu pernikahan kita sebuah lelucon?" 

"Kau yang membuatnya jadi lelucon." Alena menyela cepat dan bergegas melepaskan diri dari cengkeraman Ravian. 

"Alena! Suamimu berusaha untuk mempertahankan pernikahan demi dirimu dan anak kalian, kau benar-benar tidak tahu terima kasih." Suara Risya, adik iparnya ikut terdengar menekan. 

Alena tersenyum kecut. 

Dia tahu persis, Ravian tidak melakukan itu demi dia ataupun putranya. Tapi demi kepentingannya sendiri. Begitu pula dengan keluarga ini. Mereka tak pernah memikirkan nasib Alena, mereka hanya khawatir rumor yang akan merebak di luar merusak reputasi Ravian dan menodai nama baik keluarga Martin. 

Alena menatap Ravian tajam. "Kau sudah mendapatkan jawabanku, urusan kita selesai," desisnya lalu melepas cincin pernikahan dari jarinya. 

Ravian mengamati dengan was-was.

Alena mengangkat cincin itu tinggi-tinggi di depan wajah Ravian. “Kau tak bisa menukar harga diri seorang wanita dengan sekeping logam.”

Bersamaan dengan itu, cincin tadi terhempas dari tangan Alena dan menggelinding di lantai. Alena pun berbalik pergi tanpa keraguan. 

"Alena, hentikan!" Ravian menyusul Alena dengan tergesa. Berusaha keras menghadanganya.  

Mau tak mau, Alena harus kembali menghentikan langkah yang sudah hampir melewati pintu. Bibirnya terkunci rapat, namun tatapan matanya jelas melayangkan pertanyaan. 

Kenapa Ravian harus mencegahnya pergi setelah mengusirnya secara halus dari hidup pria itu? 

"Alena..." napas Ravian tersengal. "Apa kau lupa pengorbananku untukmu selama lima tahun ini?" 

Senyum simpul terbit di wajah Alena yang dingin. "Kalau kau melepasku sekarang, kau tak perlu lagi berkorban apapun." 

Wajah kesal Ravian spontan mengendur. 

"Lagi pula, kau tidak pernah membantuku dengan gratis, Ravian." 

Napas Ravian tercekat, Alena baru kali ini menyebut namanya langsung selama pernikahan mereka. 

"Jangan lupa, aku juga membantumu memenangkan kursi pimpinan perusahaan dan memberimu gelar ayah," lanjut Alena tajam. Lalu perlahan volume suaranya mengecil. "Kau pikir aku tak tahu, masalah serius yang kau sembunyikan dari keluargamu?" 

Ravian langsung pucat.  

Dia menatap Alena dan keluarganya bergantian.  

Bagaimana Alena bisa tahu tentang hal itu?

"Aku tunggu surat cerai itu secepatnya, Tuan Ravian Martin." 

Kali ini, Alena sungguh pergi tanpa bisa dicegah oleh siapapun. 

"Ravian, kenapa kau biarkan dia pergi?" Teriak Rossa terkejut. Namun Ravian hanya terdiam dengan ekspresi kebingungan yang sulit diutarakan. 

** 

Pagi itu, sepucuk surat mendarat di tangan Alena. 

Sebelah alisnya sedikit terangkat saat memastikan bahwa itu adalah undangan pertunangan dari mantan suaminya, Ravian Martin. 

Tiga bulan berlalu setelah palu sidang perceraian mereka diketuk.  

Alena mulai membangun hidupnya dari nol dengan membuka kantor konsultan pesta. Ravian tak memberinya sepeserpun harta perceraian. Bukan hanya itu, dia juga merebut paksa hak asuh anak dari tangan Alena yang tak berdaya. 

"Dasar sinting! Baru tiga bulan bercerai, dia sudah mau buat pengumuman ke semua orang? Apa dia sungguh tidak memikirkan nama baikmu?" Kristi—sahabat sekaligus asisten Alena—menyemburkan amarahnya dengan gemas. 

Alena mengulum senyum, tidak terkejut sama sekali. Dia hanya tak menyangka, Ravian tak melepaskannya untuk bernapas lega, bahkan setelah mereka resmi bercerai. 

"Jangan pergi! Mereka mengundangmu pasti untuk mempermalukanmu di sana." 

"Aku tahu,” lirih Alena pasrah. “Tapi kalau aku tidak pergi, aku akan kehilangan kesempatan bertemu putraku."  

"Ah... benar juga." Kristi menepuk jidat, seperti baru tersadar. "Mereka pasti sudah menebak kau tak bisa menolak karena Arion. Benar-benar jahat." 

Alena tertunduk menatap layar ponselnya. Gambar bocah laki-laki berusia hampir lima tahun muncul di sana. Tersenyum lebar di depan sebuah kue ulang tahun. Pelupuk mata Alena perlahan mulai berair.  

Tiga bulan. Tak sekalipun dirinya diijinkan menemui Arion. Kesempatan bertemu putranya ini, tak akan dia lewatkan walau harus menanggung malu. 

"Kalau kau mau datang ke sana, jangan datang sendirian," ujar Kristi memecah lamunan Alena.  

"Kau tak perlu menemaniku, Ravian benci padamu juga. Aku tak mau kau terseret." 

"Bukan denganku, tapi dengan pasangan barumu." 

Alena refleks menoleh terkejut pada Kristi. "Maksudmu?" 

"Aku akan mencarikanmu pria yang bisa disewa untuk semalam. Dia akan menemanimu sebagai kekasih palsu agar kau tidak jadi bulan-bulanan di sana. Anggap saja dia juga jadi bodyguardmu," jelas Kristi terencana. 

"Aku rasa... itu sedikit nekat." 

"Ini demi harga dirimu di depan keluarga Ravian," potong Kristi cepat. "Tenang saja, akan kucari pria paling tampan di kota ini dan tentu saja masih muda. Biar bedebah itu tahu, kalau bukan hanya dia yang bisa mendapatkan daun muda." 

Alena tersenyum kecil mendengar ide gila sahabatnya itu. Dia merasa solusi Kristi cukup bagus.

“Ravian dan keluarga Martin menunggu untuk tertawa melihat hidupku yang menyedihkan. Sayangnya, itu tak akan kubiarkan.” 

** 

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

tytyas
tytyas
♡♡♡ love this
2026-10-02 17:42:52
0
0
Zia Ivy
Zia Ivy
Ayo bangkit Alena, kamu kuat buat suami mu menyesal nanti.
2026-10-02 17:38:57
0
0
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status