Suamiku, Istri Bodohmu Sudah Mati!

Suamiku, Istri Bodohmu Sudah Mati!

last updateLast Updated : 2026-10-17
By:  Lisandi NoeraOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
17views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di kehidupan sebelumnya, aku memilih menikah dengan pria yang kucintai. Tidak kusangka cinta membawaku pada petaka. Aku kehilangan harta, anak, keluarga, sahabat, hingga nyawa. Takdir memberiku kesempatan kedua. Aku hidup kembali tepat di hari pernikahan. Kali ini, tidak akan kubiarkan para pengkhianat mengambil segalanya. Tapi ... kurasa aku bukan satu-satunya yang lahir kembali.

View More

Chapter 1

Bab 1 Mereka Pengkhianat

[Natalia: Sera, makasih ya. Semua milikmu sekarang jadi milikku. Hahaha.]

Pesan singkat di layar ponselku itu bagai belati berkarat yang dihujamkan berulang kali tepat di ulu hati.

Nama pengirimnya terpatri jelas di layar: Natalia—Sahabat terbaik yang sudah kuanggap seperti saudara kandung sendiri, wanita yang kutarik dari kemiskinan dan kuberi posisi mentereng sebagai Direktur Operasional di perusahaanku.

Di hadapanku, di atas meja kerja kayu mahoni milikku yang megah, berserakan setumpuk dokumen resmi berstempel basah dan puluhan lembar foto bermutu tinggi.

Foto-foto yang menampilkan Adrian—suamiku—sedang memeluk mesra tubuh Natalia di atas ranjang kamar hotel mewah.

“Sialan kamu, Adrian, Natalie. Setega ini kalian lakukan ini ke aku,” gumamku menahan perih.

Dalam foto itu, mereka tertawa lepas, saling mengecup, dan menatap kamera seolah sedang merayakan kemenangannya atas kebodohanku.

Dan tepat di samping foto-foto laknat itu, berlembar-lembar kertas hukum memperlihatkan kenyataan yang jauh lebih mengerikan. Sertifikat tanah atas nama orang tuaku, pengalihan 100% saham family office, hingga pemindahtanganan seluruh aset perusahaanku, kerajaan bisnis yang dibangun keluargaku dengan darah, keringat, dan air mata, kini resmi berpindah tangan menjadi milik Adrian.

Tanda tanganku terpampang jelas di setiap lembar dokumen tersebut. Dipalsukan dengan sangat sempurna dalam surat kuasa mutlak, tepat saat aku terbaring kritis tak berdaya usai operasi SC untuk melahirkan anakku dan Adrian.

"Bu Sera ... maafkan saya. Saya baru berhasil melacak dan mengumpulkan semua bukti ini secara diam-diam," bisik Pak Hendra, asisten kepercayaanku, yang berdiri tergopoh-gopoh di depan meja. Napasnya masih terengah-engah, peluh membasahi dahinya yang pucat.

"Pak Adrian ... saya rasa … saya rasa beliau tidak pernah mencintai Anda. Sejak awal sebelum kalian menikah, Pak Adrian dan Bu Natalia ternyata sudah menjalin hubungan. Mereka sengaja mengincar Anda demi menguras seluruh harta keluarga besar Ibu."

Dadaku sesak, seperti gelas kaca yang dibanting hingga pecah berkeping-keping. Pandanganku kabur oleh air mata yang merebak panas, tetapi api amarah membakar seluruh kesadaranku.

Tiga tahun pernikahan kami. Tiga tahun janji-janji manis Adrian, belas kasihnya saat aku lelah bekerja, kecupan hangatnya di dahi setiap pagi ... semuanya hanyalah sandiwara murah tingkat tinggi.

Pria yang kutangisi saat dia sakit, pria yang kuangkat derajatnya dari seorang manajer semenjana menjadi suami dari seorang CEO kaya raya, nyatanya hanyalah seekor parasit busuk.

Dan Natalia, wanita yang kujadikan sahabat, yang selalu kupercaya, rupanya ular yang sangat munafik.

“Letakkan semua bukti itu di meja, Pak. Akan saya periksa lebih lanjut,” ucapku.

Aku, Seraya—wanita yang disegani di dunia bisnis, yang dikenal dingin, cerdas, dan selalu rasional—telah diperdaya secara tragis oleh orang-orang yang paling kucintai.

“Aah … Adrian, lanjutkan, aku mau keluar.” Suara desahan itu terdengar begitu jelas saat aku memutar video yang kudapat dari Pak Hendra.

Sungguh menjijikkan. Mereka main gila dan berbuat mesum di belakangku sampai seliar ini.

Seketika, rasa sakit yang teramat sangat berdenyut sengit di perut bawahku. Bekas jahitan pendarahan pascamelahirkan serasa mau robek. Darah segar rasanya kembali merembes membasahi gaun luarku.

Lalu, memori tentang bayiku menderu keras di kepala. Malaikat kecilku yang terpaksa ditinggal di ruang NICU rumah sakit, berjuang sendirian di dalam inkubator karena lahir prematur akibat stres tinggi yang kualami selama masa kehamilan.

Bayiku ... bayi kecilku yang bahkan belum sempat kuraih ke dalam pelukanku!

"Bu? Anda baik-baik saja? Bu?" Pak Hendra panik melihatku memegangi perut dengan wajah sepucat mayat.

"Nggak ... aku nggak boleh hancur sekarang," bisikku serak, suara geraman tertahan keluar dari tenggorokanku. "Pak Hendra, hubungi pengacara keluarga dan kepolisian sekarang juga! Blokir seluruh rekening operasional! Aku akan hancurkan mereka berdua sampai tak bersisa! Aku akan buat mereka membusuk di penjara! Pergilah, saya baik-baik saja di sini."

“Ba-baik, Bu.” Pak Hendra melangkah ke luar.

Aku memaksakan diri untuk berdiri, menahan rasa nyeri luar biasa yang menusuk organ dalamku. Aku membalikkan badan, hendak berlari keluar dari ruang kerja untuk mencari keberadaan para bangsat itu.

Dua bulan aku tidak melihat Natalia karena dia ijin bekerja jarak jauh ke Singapura untuk menemani ibunya menjalani pengobatan.

Aku akan menelepon wanita sialan itu. Namun, baru dua langkah bergerak, denyut panas yang membakar mendadak merayap cepat dari tenggorokan turun ke paru-paruku.

Ugh!

Pandanganku kabur. Kepalaku dihantam rasa pusing yang teramat sangat, seolah tengkorakku dihimpit oleh beton tajam. Rasanya seluruh organ dalamku mencair dan terbakar hebat.

Tubuhku kehilangan keseimbangan. Lututku meliuk mati rasa, dan aku ambruk menghantam lantai kayu keras.

Tubuhku berguncang hebat akibat kejang parah. Apa ini? Apa yang terjadi padaku?

Aku tak bisa bersuara. Napasku tersengal mencekik leherku sendiri. Dari sudut bibirku, cairan putih berbusa meluncur keluar tanpa bisa kukendalikan.

Racun?

Siapa yang meracuniku?

Suplemen pemulihan pascamelahirkan yang disiapkan Adrian dan disuapkan padaku secara lembut sebelum aku keluar dari rumah sakit ... teh herbal manis yang kuminum dengan rasa penuh syukur atas perhatiannya ... mungkinkah semua itu adalah racun mematikan yang dirancang untuk membunuhku secara perlahan?

“Minum ya, Sayang ... Kamu harus cepat sembuh demi aku dan anak kita.” Suara lembut Adrian saat menyuapiku beberapa jam lalu mendadak bergema di telingaku bagai bisikan iblis.

Menjijikkan! Pria bajingan itu tidak hanya merampas seluruh harta milik keluargaku, tapi dia juga secara berdarah dingin merencanakan pembunuhanku!

Susah payah aku merangkak agar bisa meraih ponselku. Aku ingin menelepon agar Pak Hendra kembali.

Dalam keputusasaan dan rasa sakit luar biasa yang menyayat raga, suara derap langkah kaki yang tenang, santai, dan penuh irama kemenangan terdengar dari arah lorong.

Klek.

Pintu ruang kerja terbuka lebar. Sepatu kulit mewah yang kubelikan sebagai hadiah ulang tahunnya tahun lalu melangkah masuk. Sepatu itu berhenti tepat di depan wajahku yang terkapar tak berdaya.

Aku mendongak dengan sisa kekuatanku yang terakhir, menatap sosok pria yang sangat kukenal berdiri angkuh di sana. Adrian.

Pria itu menyisir rambut rapinya ke belakang, lalu menatapku dengan pandangan penuh penghinaan—sama sekali tidak ada sisa rasa cinta atau rasa iba.

"Wah wah ... aku dengar kamu sudah tahu soal hubunganku dan Natalia? Sayang sekali, Sera, kamu terlalu lamban”

Adrian membungkuk sedikit, memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celana, lalu mengukir senyum culas yang amat dingin.

“Sekarang, semua sudah terlambat. Nikmati detik-detik terakhir sisa hidupmu. Bersiaplah bertemu malaikat di neraka."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status