LOGINDi kehidupan sebelumnya, aku memilih menikah dengan pria yang kucintai. Tidak kusangka cinta membawaku pada petaka. Aku kehilangan harta, anak, keluarga, sahabat, hingga nyawa. Takdir memberiku kesempatan kedua. Aku hidup kembali tepat di hari pernikahan. Kali ini, tidak akan kubiarkan para pengkhianat mengambil segalanya. Tapi ... kurasa aku bukan satu-satunya yang lahir kembali.
View MoreTiga tahun lalu, aku menganggap momen ini sebagai awal dari kisah dongeng impianku.Namun hari ini, gaun pengantin putih berhias ribuan kristal yang melekat di tubuhku terasa seperti kain kafan yang mendinginkan darahku."Selamat ya, Sera. Kamu kelihatan cantik sekali hari ini," bisik Natalia manis sembari merapikan veil di kepalaku.Wajah aslinya—sebelum dirombak habis-habisan menjadi wajahku di kehidupan lalu—tersenyum lebar penuh kemunafikan."Makasih, Nat. Tanpa kamu, aku nggak tahu gimana nervousnya aku hari ini," jawabku. Aku mengukir senyuman tipis.Di sampingku, Adrian berdiri gagah dalam tuksedo mewahnya. Pria itu merangkul pinggangku posesif, lalu mengecup pelipisku dengan kelembutan palsu yang dulu sanggup melumpuhkan seluruh logikaku."Aku janji akan membahagiakan kamu seumur hidupku, Sera," bisik Adrian tepat di telingaku.Membahagiakanku? Atau membunuhku dan membuang abuku ke laut lepas setelah menguras seluruh harta keluargaku?Aku menahan mual.Nikmatilah sandiwara ini
"Maksud Dokter apa? Saya … Aku ini Seraya! Istri Adrian dan ibu dari Selina!" Natalia tersentak, suaranya naik satu oktav dengan nada tinggi yang dibuat-buat.Matanya membelalak, memasang raut wajah terluka. Aku tahu Natalia pasti sempat lupa jika aku dan Bima pernah sangat akrab. Dia juga pasti sedang berpikir bagaimana bersikap lebih mirip aku.“Bima, aku bukan berubah, aku cuma stres. Kamu nggak tahu gimana menderitanya aku! Anakku sekarat, dan sekarang kamu malah menuduhku yang aneh-aneh?! Memangnya, kalau aku bukan Sera, lalu aku siapa?"Natalia mengganti cara bicaranya menjadi lebih santai.Bima hanya menatap Natalia dengan senyum tipis. Tidak terlihat ada sedikit pun keraguan di matanya."Oh, ya?" Bima melipat kedua tangannya di dada, melangkah setengah tapak mendekati Natalia. "Kalau begitu, Sera ... kamu pasti ingat betul hadiah apa yang kamu berikan padaku waktu kita lulus SMA dulu? Dan tempat apa yang selalu kita kunjungi kalau kamu lagi stres dipaksa Almarhum Ayahmu belaja
Rohku melompat menerjangnya, mencoba memukul tangannya, tetapi tubuh kasatmataku meluncur menembus tubuhnya tanpa berdampak apa pun.Bayiku berjuang di bawah bungkaman selimut tebal itu, tangan-tangan kecilnya bergerak-gerak panik mencari udara.Natalia menatap ke dalam boks bayi dengan senyum sadis yang sangat mengerikan, menekan selimut itu makin dalam."Muka anak ini mirip sekali dengan ibunya yang sudah jadi abu di laut," bisik Natalia tepat di telinga bayi kecilku yang tak berdaya. "Setiap kali aku lihat wajah anak ini, aku teringat betapa bencinya aku pada Seraya. Kamu pikir aku akan merawatmu baik-baik? Kamu cuma alat agar penampilanku sebagai Sera kelihatan makin sempurna di mata publik. Tunggu saja, tidak lama lagi, aku pasti singkirkan kamu, iblis kecil!"*****"Ya Allah! Nona Shelina! Ya Allah, Pak Adrian! Ibu!"Bi Minah, ART senior yang sudah bekerja denganku sejak aku masih merintis bisnis, berlari gemetar turun dari lantai dua.Syukurlah, ada yang sadar anakku tidak baik
Rasa terbakar di dalam dadaku perlahan berganti menjadi dingin. Busa putih yang mengalir dari sudut bibirku.Tatapanku mengarah pada senyum culas Adrian, sebelum akhirnya kegelapan total menelan seluruh indraku.Tunggu, apa aku mati?Mengenaskan dan semudah ini? Aku melihat tubuhku sendiri tergeletak tak berdaya di lantai. Sementara aku berdiri dengan tubuh seringan kapas. Pandanganku lebih terang dibanding sesaat setelah aku tersungkur ke lantai. "Ck, berantakan sekali," gumam Adrian. Terdengar jelas nadanya yang mengejek. Tanpa sedikit pun ragu, ia mengayunkan ujung sepatu kulit—yang dulunya adalah hadiah dariku—untuk menendang dan menggeser kepalaku."Kasihan sekali kamu, Seraya," kekeh Adrian sembari melipat kedua tangannya di dada. "Kamu pikir kamu wanita paling pintar di dunia ini hanya karena punya gelar bisnis dan memimpin konsorsium ratusan miliar? Kamu itu cuma wanita bodoh yang haus kasih sayang. Sedikit perhatian dan buaian manis saja sudah cukup buat kamu menyerahka












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.