Share

Bab 507

Author: Cathy
"Hei! Ternyata kamu di sini! Aku mencarimu ke mana-mana!"

Aku berhenti makan ketika mendengar suara angkuh itu. Saat menoleh, aku langsung melihat Megan yang masih saja memasang wajah sombong seperti biasanya.

Nafsu makanku seketika hilang. Aku meletakkan peralatan makan dan langsung berdiri. Sekarang aku berhadapan langsung dengan Megan, jadi aku harus siap menghadapi apa pun yang mungkin terjadi.

"Ada perlu apa?" tanyaku dingin.

Dia mengangkat sebelah alis sambil mengamatiku dari ujung kepala
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 510

    "Joseph, sedang apa kamu di kamarku? Ke ... kenapa kamu tiba-tiba masuk?" tanyaku gugup.Situasi ini benar-benar memalukan. Aku kesal pada diriku sendiri karena kedua kakiku terasa begitu berat. Bahkan, untuk kembali ke kamar mandi dan mengambil handuk guna menutupi tubuh saja, aku tidak mampu bergerak.Karena mengira sedang sendirian, aku keluar tanpa mengenakan pakaian sedikit pun. Aku sama sekali tidak menyangka Joseph ternyata sedang menungguku di kamar."Ini rumahku. Kurasa nggak ada larangan bagiku untuk mengunjungimu di kamar, apalagi kita sudah menikah, bukan?" katanya dengan suara serak.Kedua tangannya bergerak dari bahuku menuju pinggang, membuat seluruh tubuhku merinding."Ta ... tapi aku masih telanjang. Tu ... tunggu sebentar, aku mau pakai pakaian dulu," kataku.Aku berusaha melepaskan diri darinya, tetapi tenaganya terlalu kuat. Dia jelas tidak berniat membiarkanku pergi. Dia memelukku erat hingga aku kembali mematung."Kenapa kamu nggak lebih berhati-hati? Kamu tahu be

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 509

    "Kalau kamu mau makan, langsung saja ke ruang makan," kata Joseph dengan dingin ketika kami turun dari mobil.Kami sudah tiba di rumah tanpa masalah, tetapi sepanjang perjalanan, dia sama sekali tidak berbicara denganku. Aku juga tidak berani bertanya karena takut dia malah membentakku."Nggak usah. Aku masih kenyang," jawabku singkat.Baru saja aku hendak berjalan lebih dulu masuk ke rumah, Joseph tiba-tiba mencengkeram lenganku. Aku menoleh ke arahnya dengan kening berkerut."Ada lagi yang mau kamu katakan?" tanyaku bingung.Dia menatapku lekat-lekat, membuatku tidak bisa menahan rasa gugup."Kenapa kamu mengobrol sama mereka? Bukankah sudah kubilang jangan bicara dengan siapa pun? Kenapa kamu nggak menuruti perintahku?"Ada sedikit kemarahan dalam suaranya.Aku tertegun. Tadinya aku mengira dia tidak akan mempermasalahkan kejadian tadi. Namun, sepertinya aku harus memberikan penjelasan panjang lebar supaya kami bisa saling memahami."Ini soal Ethan? Dia yang duluan menghampiriku. Di

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 508

    "Kamu saudara kembarnya? Oh, maaf, Ethan. Ya, tadi dia memang marah padaku. Aku benar-benar nggak mengerti jalan pikirannya," kataku kepada pria di hadapanku.Ethan kelihatannya baik, tetapi bagaimanapun juga, dia keluarga Megan. Mungkin dia akan tetap membela saudari kembarnya itu."Nggak apa-apa. Aku minta maaf atas kelakuannya. Dia memang manja, jadi selalu berusaha mendapatkan apa pun yang diinginkannya dengan segala cara," kata Ethan sambil tersenyum.Sepertinya dia tidak membenarkan sikap saudari kembarnya. Hal itu membuatku sedikit lega. Syukurlah dia masih bisa bersikap adil. Kalau tidak, pasti akan sulit berurusan dengannya."Ngomong-ngomong, ayo ikut aku. Kalau terus duduk di sini, kamu pasti bosan. Akan kuperkenalkan kamu ke sepupu-sepupuku. Tenang saja, mereka nggak seperti Megan yang selalu uring-uringan.""Sepupu-sepupuku baik, jadi aku yakin kalian akan cocok. Karena kamu istri Joseph, anggap saja kami semua temanmu, Betty," ajak Ethan sambil tersenyum dan menunjuk sekel

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 507

    "Hei! Ternyata kamu di sini! Aku mencarimu ke mana-mana!"Aku berhenti makan ketika mendengar suara angkuh itu. Saat menoleh, aku langsung melihat Megan yang masih saja memasang wajah sombong seperti biasanya.Nafsu makanku seketika hilang. Aku meletakkan peralatan makan dan langsung berdiri. Sekarang aku berhadapan langsung dengan Megan, jadi aku harus siap menghadapi apa pun yang mungkin terjadi."Ada perlu apa?" tanyaku dingin.Dia mengangkat sebelah alis sambil mengamatiku dari ujung kepala sampai ujung kaki."Aku nggak mengerti kenapa Joseph mau menikah denganmu. Penampilanmu murahan sekali, seperti pelayan rendahan!" ejeknya sambil menyilangkan tangan di dada.Aku mengernyit mendengar hinaannya. Ternyata dia bukan cuma sombong, tetapi juga suka merendahkan orang lain!"Kamu sakit hati, ya? Apa rasanya begitu menyakitkan saat tahu pria yang sangat kamu sukai ternyata sudah menikah dengan wanita lain?" tanyaku dengan nada mengejek.Matanya langsung menyala penuh amarah."Apa katamu

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 506

    Setelah sekian lama mengobrol, Joseph akhirnya mengajak kami keluar untuk berbaur dengan para tamu lainnya. Aku langsung menyetujuinya karena ingin menjauh dari Megan, yang sejak tadi tidak berhenti menggoda Joseph.Aku benar-benar menyesal datang ke pesta ini. Seharusnya tadi aku mencari alasan agar tidak perlu ikut."Kamu mau tambah makanan? Biar kuambilkan," kata Joseph setelah kami duduk di salah satu meja.Aku memperhatikan para tamu yang hadir. Semuanya berpenampilan glamor. Para wanita mengenakan gaun, sedangkan para pria memakai setelan jas. Pesta ini benar-benar hanya dihadiri orang-orang kaya.Untungnya, pakaian yang kukenakan juga mahal. Setidaknya aku bisa merasa percaya diri dan tidak terlihat salah kostum."Nggak usah, Joseph. Makanan ini saja mungkin nggak akan habis kalau kamu ambilin lagi," jawabku sambil tetap memusatkan perhatian pada makanan.Ketika Joseph tidak menjawab, aku menoleh dan mendapati dia sedang menatapku lekat-lekat."Kenapa? Ada yang salah?" tanyaku.

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 505

    Saat berjalan melewati taman rumah mewah itu, aku tidak bisa berhenti mengagumi keindahannya. Dari dekorasinya saja, sudah terlihat jelas bahwa Keluarga Baskoro tidak tanggung-tanggung mengeluarkan biaya. Bunga-bunga mahal menghiasi hampir setiap sudut taman.Wanita yang berulang tahun pasti sangat kaya. Lagi pula, dia istri seorang pengusaha besar. Tentu saja dia juga bergelimang harta. Beruntung sekali keluarga ini!"Joseph! Syukurlah akhirnya kamu datang!"Aku dan Joseph menghentikan langkah ketika melihat seorang pria berjalan menghampiri kami.Aku tidak bisa menahan diri untuk mengamatinya. Meskipun sudah berumur, terlihat jelas bahwa pria itu pasti sangat tampan ketika masih muda."Ryan! Senang sekali bisa bertemu denganmu lagi!" sapa Joseph sambil tersenyum.Mereka saling menyapa dengan hangat, sementara aku hanya memperhatikan dalam diam.Aku sendiri tidak mengerti apa yang sedang kurasakan. Ada sesuatu yang aneh bergejolak dalam hatiku ketika memandangi Ryan, ayah angkat Josep

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status