INICIAR SESIÓNDemi melarikan diri dari rumah tantenya, seorang wanita muda menerima tawaran pernikahan dari seorang konglomerat. Tanpa disangka, setelah menerima perjodohan tersebut, ia justru terseret ke dalam lingkungan baru yang memiliki pusaran intrik perebutan warisan. Ia harus bersekutu dengan suaminya yang dingin, yang ternyata memiliki misi rahasia untuk membersihkan nama sang ibu dan perebutan tahta kekuasaan.
Ver másSuasana mencekam di lorong sempit itu akhirnya memaksa mereka berpindah ke ruang tamu. Sofa yang biasanya menjadi tempat Anton bersantai kini terasa penuh karena semua duduk dengan suasana tegang.Allan duduk dengan postur tegap, sementara tangan kanannya tak sekalipun melepaskan rengkuhannya dari pinggang Nayara. Ia menarik tubuh istrinya merapat ke sisinya, sebuah gestur posesif dan protektif yang seperti menjadi tamparan bisu bagi Anton agar tidak berani menatap Nayara sedikit pun.“Jelaskan padaku. Bagaimana kalian bisa tiba-tiba menikah?” ulang Riris, kini dengan nada lebih tegas."Aku rasa perkenalan barusan sudah cukup jelas, tapi mari kita luruskan semuanya agar tidak ada lagi... kesalahpahaman di kemudian hari," Allan memulai dengan nada datar. "Aku Allan Reunald Benjamin, putra bungsu dari Benjamin Ortega."Mata Tante Riris maupun Anton langsung melebar. Tentu saja mereka mengenal nama itu. Benjamin Ortega adalah salah satu konglomerat ternama di kota ini, teman lama mendia
"Tinggal bersamaku." Kalimat itu terus terngiang, berputar-putar di benak Nayara. Ia menelan ludah, membasahi kerongkongannya yang mendadak terasa kering kerontang.Malam ini. Ia akan berada di bawah satu atap, berbagi ranjang, dan tidur berdua dengan laki-laki asing sedingin Allan? Apakah ia benar-benar siap?Namun, ketegangan yang mencekiknya perlahan mengendur saat Allan ternyata tidak ikut bersamanya. “Aku ada urusan,” ucap Allan seraya masuk ke mobil lain.Peter – asisten Allan adalah lelaki yang mudah bergaul dan efisien. Begitu tiba di apartemen mewah Allan, Nayara langsung mendapatkan tur keliling apartemen.Nayara mengekor di belakang Peter bak pengunjung yang baru pertama kali masuk ke museum teknologi. Asisten berkacamata itu mulai menjelaskan segalanya sambil terus melangkah. Mulai dari panel layar sentuh di dinding untuk mengatur suhu ruangan dan pencahayaan, tirai otomatis yang terbuka mengikuti sensor cahaya matahari, hingga sistem keamanan biometrik dan pemindai waja
Decitan pelan terdengar saat mobil mewah itu melambat dan berhenti di tepi jalan. Perlahan Allan menoleh. "Aku tidak sedang menawarimu dongeng romantis," lanjut Allan, suaranya kembali datar. "Tetapi dengan menikahiku, semua masalah finansialmu akan beres. Kamu juga bisa keluar dari rumah itu.”“Kamu tau tentang itu semua?”Allan melirik Nayara dari sudut matanya, lalu mengangguk singkat. "Kurasa kamu tidak memiliki jalan keluar lain, bukan?”Nayara membenci kenyataan bahwa apa yang diucapkan Allan benar. Meski ia mencoba mengelak, solusi menikah memang jalan pintasnya saat ini.“Baiklah.” Nayara membalas pelan. “Aku terima tawaran kontrak pernikahan denganmu.”Allan tidak berkomentar. Wajahnya pun datar saja mendengar pernyataan Nayara. Lelaki itu kembali melajukan kendaraan. Kali ini tidak ada lagi percakapan, hingga mereka berhenti di parkiran sebuah butik.“Masuklah.” Allan mengendik pada pintu butik. “Mereka sudah menunggumu.”Nayara menatap pintu mewah tersebut. Meski bingung,
Nayara tidak menyembunyikan rasa terkejutnya mendengar lelaki tampan itu adalah Allan.“Kamu tidak berbohong, kan? Kamu betulan Allan? Kenalan Pak Benny? Bagaimana aku bisa percaya bahwa kamu adalah Allan?”Salah satu alis Allan terangkat mendengar Nayara mencecarnya dengan banyak pertanyaan. Tanpa banyak kata, Allan menunjukkan paspor-nya.Tubuh Nayara condong ke depan membaca identitas pada dokumen resmi tersebut.“Allan Reunald Benjamin.” Nayara membaca, lalu melirik Allan dan foto pada paspor. “Ternyata bukan duda tua,” gumamnya sambil menggeleng samar.“Apa maksudmu duda tua?” geram Allan.“Eh, maaf.” Nayara menunduk sedikit. “Aku pikir Pak Benny memintaku untuk menikahi temannya yang seorang duda tua.”“Jadi, Papa tidak memberitahumu bahwa aku adalah putranya?” Allan mendengus pelan.“Putra?” Nayara bergumam dalam hati dengan kedua alis Nayara saling bertautan “Bukannya anak-anak Pak Benny sudah menikah semua?”Meski sangat ingin bertanya lebih lanjut, Nayara memilih diam. Ia le






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reseñas