Share

Bab 27

Author: Farid-ha
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-17 23:30:48

Jantungku seolah berhenti berdetak, kaki yang baru menginjak di ruang aula ini seolah tidak memiliki kekuatan setelah melihat sosok yang paling aku kenal duduk dengan santai di depan meja yang ada tulisannya 'Tamu Kehormatan.'

Tubuhku membeku di atas ubin. Bibirku bergerak, tapi tidak keluar sepatah kata pun.

Ica?

Bagaimana mungkin ia ada di sini sebagai tamu kehormatan? Sejak kapan Ica bergaul dengan para desainer terkenal? Seistimewa apa wanita itu hingga menjadi tamu kehormatan di acara berg
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Farkhani Farkhani
thor sibuk banget ya,apa ga niat bikin buku lagi
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ketika Suamiku Menikahi Sepupunya    Bab 33

    Setengah sebelas malam, aku bersiap untuk istirahat. "Mama... Mama….” Suara Nadira terdengar lemah. Aku yang sudah di depan pintu kamar Nadira segera menarik handle pintu dengan cepat. “Iya, Sayang. Ini Mama, Nak.” Dengan langkah lebar, aku berjalan menuju ranjangnya. Nadira terbaring di kasur dengan wajah memerah. Napasnya terdengar berat. Tangannya menggenggam boneka kelinci kesayangannya dengan erat.“Ma … Mama ….” Suaranya lirih dan bergetar. Aku meraba keningnya. Ya Allah ….Panas banget. Nadira langsung meraih tanganku, minta dipeluk. Gegas, aku merapatkan tubuh ke arahnya. Memeluknya dengan erat. Lalu mencium keningnya yang hangat dengan lembut. Apa ini gara-gara hujan-hujanan tadi sore ya? Tapi, biasanya aman-aman aja bila Nadira main hujan-hujanan. “Sabar ya, Sayang. Minum obat dulu ya?” Aku menatapnya dengan lembut. “Pahit nggak?” rengeknya.“Nggak terlalu, Sayang. Mau ya, biar cepat sembuh ya, Nak.”“Tapi, Mama jangan pergi setelah ini ya?” “Iya, Sayang. Mama t

  • Ketika Suamiku Menikahi Sepupunya    Bab 32

    POV Al BirruAku menutup telepon dengan tangan gemetar.Maafkan aku, Ca. Tapi ini satu-satunya cara.Aku menatap layar ponsel dengan napas memburu. Orang yang baru saja kutelepon adalah Pengacara Hendra. Pengacara pribadiku. Pengacara yang sudah kukenal sejak lima tahun lalu. Orang yang membantuku mengurus pernikahan siri kami. Beliau, orang yang tahu semua rahasiaku.Dan sekarang, aku butuh dia untuk menyelamatkan diri. Aku duduk di sofa dengan pikiran yang berputar cepat.Hendra adalah pilihan yang tepat. Dia tahu semua tentang situasiku. Paham tentang pernikahan siriku juga tahu tentang aset-asetku. Dan yang paling penting, ia tahu tentang perjanjian pranikah yang membuatku terjebak.Perjanjian yang membuatku tidak bisa menceraikan Ica tanpa kehilangan segalanya.Tapi Hendra juga tahu cara mencari celah. Cara mencari kelemahan. Cara memutarbalikkan keadaan.Itulah kenapa aku memilih dia.Tiga puluh menit kemudian, ponselku bergetar. Notifikasi pesan masuk.Dari Hendra. "Sudah,

  • Ketika Suamiku Menikahi Sepupunya    Bab 31

    POV Al Birru Ponselku bergetar. Notifikasi pesan masuk. Dari Ica. Aku membuka dengan tangan gemetar. Setelah konfrontasi semalam, aku tidak berani menghadapi Ica lagi. Aku masih termenung di ruang tamu di kontrakan Anita. Aku sedang berpikir apa yang harus kulakukan? Namun, begitu membaca pesan dari Ica membuat darahku seolah berhenti mengalir. Screenshot pesan W******p. Dari nomor yang tidak kukenal. Tapi aku tahu itu Anita. Aku tahu gaya bicaranya. Aku tahu cara dia mengeja. Pesan-pesan provokatif. Menghina Ica. Meminta Ica mundur. Mengaku bahwa aku membelikan mobil baru untuk Anita. Dan di bawah screenshot itu, ada pesan dari Ica. "Kendalikan istri sirimu! Jika tidak bisa membereskan dia, jangan salahkan aku kalau mau pesan ini viral di media sosial!" Jantungku berhenti berdetak. Anita. Apa yang ada dalam pikiranmu, kenapa kamu lakukan hal rendaan seperti ini? Aku langsung menelepon Anita. Tapi tidak diangkat. Aku telepon lagi. Tetap tidak diangkat. Perempuan itu izin

  • Ketika Suamiku Menikahi Sepupunya    Bab 30

    Aku sedang menyeduh kopi ketika ponselku bergetar. Notifikasi pesan masuk. Dari nomor baru, tidak dikenal. Aku mengerutkan kening, saat menatap jam di layar handphonenya. Baru pukul 5.30. Siapa yang mengirim pesan sepagi ini?(Selamat, Mbak. Semalam kamu sudah berhasil membuatku malu. Ah, tidak hanya malu. Tapi kamu juga sukses membuatku kehilangan kesempatan untuk mendapatkan juara satu. Tapi, setelah dipikir-pikir perbuatanmu semalam tidak sepadan dengan kepuasanku. Iya, melihatmu kehilangan segala sesuatu yang selama ini kamu miliki.) Aku hanya mengangkat kedua alis. Sepertinya, semalam Anita tidak bisa tidur dengan tenang. Kemungkinan besar, ia tidak bisa memejamkan mata karena sibuk memikirkan kata-kata yang hendak dikirim padaku pagi ini.(Mbak Icakamu sudah tahu Mas Al menikah lagi. Kenapa sih, nggak mundur saja. Toh, kamu tidak lagi prioritasnya. Kamu bukan lagi dunianya. Kenapa sih nggak mundur aja dari pernikahan kalian?) Aku tersenyum usai membaca pesan tersebut. Senyum

  • Ketika Suamiku Menikahi Sepupunya    Bab 29

    POV Al BirruDunia seolah berhenti berputar.Kata-kata Ica masih bergema di telingaku. Mari kita bercerai!Aku membeku. Kakiku terasa lemas. Tangan yang tadi mengepal kini terkulai di samping tubuh.Dia benar-benar sudah tahu semua. Dan kini siap untuk berpisah.Wajahku pasti pucat pasi. Rasanya, darah ini mengalir lebih lambat, seolah tubuh ini sedang memproses informasi yang baru saja kudengar.Ica menatapku dengan tatapan dingin. Tatapan yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Tidak ada lagi cinta dari sorot matanya. "Ca... kamu... kamu bercanda, kan?" Suaraku terdengar serak.Ica tidak menjawab. Dia hanya menatapku dengan tatapan yang sama. Dingin dan tajam.Dia serius. Tidak bercanda. Aku menelan ludah dengan susah payahPanik mulai merayap di dadaku. Jantung ini berdegup kencang. Otakku berputar cepat, mencari cara untuk menyelamatkan situasi."Ca, dengar….” Aku melangkah ke arahnya. Tanganku terulur, ingin menyentuh lengannya.Tapi Ica mundur selangkah. Tanganku mengambang d

  • Ketika Suamiku Menikahi Sepupunya    Bab 28

    “Kirain, kamu masih mau menenangkan Anita dulu, Mas?” Aku yang duduk di sofa langsung berdiri, menyambut Al yang baru membuka pintu.Padahal, Al pulang lebih dulu daripada aku, tapi dia baru sampai setelah tiga jam aku di rumah. Pasti, dia baru saja menghangatkan ranjang Anita terlebih dahulu. Upaya mengobati kekecewaan istri mudanya yang hanya mendapatkan juara harapan 3 setelah aku review Karyanya. “Kamu belum tidur?” Al berjalan ke arahku dengan kikuk. “Gimana aku bisa tidur dengan tenang, kalau suamiku saja menyimpan banyak rahasia.” Aku tersenyum tipis lalu kembali duduk di sofa ruang tamu.Al melepaskan jasnya, berusaha terlihat tenang.“Rahasia apa yang aku sembunyikan?” Ia menatapku sekilas sebelum melepaskan jam yang melingkar di tangannya. “Justru kamu yang menyimpan banyak rahasia, Ca! Bagaimana bisa seorang desainer butik kecil seperti kamu bisa hadir sebagai tamu kehormatan di acara bergengsi itu?” Dia menatapku kembali. Kali ini penuh selidik.Aku tersenyum tipis,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status