Compartir

Bab 281

Autor: Fitri
Kayden menggeleng.

"Nggak perlu, kamu suruh dia istirahat yang baik, atur juga konseling psikologi anak. Waktu aku ditusuk, sepertinya Daisy melihatnya."

Daisy dan Meidy diberi obat penenang, tapi orang tua Virelle mungkin merasa obat itu mahal, jadi tidak rela memberikannya terlalu banyak.

Di tengah jalan, Daisy sempat terbangun.

Saat pisau di tangan ayah Virelle menusuk ke arah Kayden, Daisy membelalakkan mata dan memanggilnya. Bukan memanggil "Om Kayden", tapi "Papa".

Kayden sendiri tidak tah
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 390

    "Kak, proyek itu sebelumnya dihentikan karena masalah dana dan teknologinya belum matang.""Aku yakin kali ini bisa mendapatkan investasi dari pihak Pransis. Untuk teknologi, mereka juga akan mengirim insinyur."Di mata Kayden jelas terlihat ketidakpercayaan. "Kamu mau pakai apa untuk meyakinkan mereka?"Eden berdeham pelan. "Ayahku akhir-akhir ini akan ke Pransis untuk syuting film. Aku mau ambil cuti seminggu supaya bisa ikut ke sana. Lokasi syutingnya kebetulan di tempat investor itu."Hardi adalah sutradara film, selalu keliling berbagai negara untuk syuting. Dia sudah meraih banyak penghargaan, tetapi uang yang didapat hampir semuanya dihabiskan lagi untuk film-filmnya yang sulit dipahami orang biasa.Dividen dari Grup Narasoma setiap tahun pun ikut habis diinvestasikan ke proyek-proyeknya itu.Kayden pernah menonton salah satu filmnya. Di bawah film itu ada satu komentar.[ Aku nggak minum alkohol, tapi nggak ngerti. Nanti kalau mabuk baru nonton lagi, mungkin bakal ngerti. ]Kay

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 389

    Lunara menggeleng."Sebenarnya waktu itu aku nggak merasa berat. Nggak sempat mikir ke arah itu juga. Mungkin karena saat seseorang berada di titik paling sulit, mekanisme perlindungan diri otomatis aktif. Setiap hari aku cuma kepikiran kondisi Ayah sampai-sampai aku juga jadi kurang memperhatikan Daisy."Sejak dalam kandungan, kondisi Daisy memang kurang stabil. Dia punya tubuh yang lemah.Setiap pergantian musim, pasti sakit. Kalau menangis terlalu lama atau ada luka kecil saja di tubuhnya, dia bisa langsung demam tinggi.Banyak makanan juga tidak boleh dimakan. Setelah dicek alerginya, daftar pantangannya panjang sekali, bahkan bisa menjulur sampai ke lantai kalau dipegang.Lunara pertama kali menjadi ibu. Waktu Daisy pertama kali demam, dokter tidak menyarankan obat, hanya penanganan fisik.Dia tidak bisa tidur nyenyak semalaman. Setiap dua atau tiga menit pasti terbangun. Rasa bersalah, cemas, dan takut, semuanya menghantam Lunara sekaligus."Jujur, aku justru bersyukur Daisy lahi

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 388

    Nadanya terdengar santai, penuh godaan.Otot punggung Kayden langsung menegang. Saat menoleh, dia melihat Lunara bersandar di pintu, membawa kotak makan di tangannya.Hari ini dia mengenakan mantel berwarna krem, dipadukan dengan gaun pendek putih di dalam, dan sepatu bot hak tinggi.Sekilas, seperti tumpang tindih dengan sosok gadis dulu yang suka memakai hoodie, rok lipit, dan sepatu bot. Namun, juga benar-benar berbeda.Yang berbeda adalah cara berpakaian. Yang sama adalah wajah itu yang selalu tersenyum manis saat menatapnya.Kayden mengusap sisa air di wajahnya dengan handuk, lalu berjalan ke arah Lunara. "Kok ke sini?""Ada orang yang semalaman nggak pulang. Aku tentu harus datang cek, siapa tahu kamu selingkuh."Kayden menunduk menatapnya. Wajahnya baru saja dibasuh, bulu matanya masih basah. Saat ini, dia memandang Lunara dengan tatapan lembap yang menggoda.Belum sempat Lunara bereaksi, pinggangnya sudah dipeluk. Dia diangkat begitu saja, lalu diturunkan di atas meja kantor.T

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 387

    Daisy mendongak menatap Lunara. "Seperti kita dulu ... memang bahagia, tapi agak sepi."Hati Lunara bergetar. Melihat mata besar putrinya yang jernih dan penuh kepolosan, di sana hanya kekhawatiran untuk Rupert dan Hinari.Dulu, keluarga kecil mereka hanya tiga orang ... persis seperti keadaan Hinari sekarang.Anak-anak memang masih kecil, tetapi kadang mereka juga mengerti segalanya.Lunara mengelus pipi kecil Daisy, tersenyum lembut. "Boleh saja. Tapi gimana kalau nanti kita tanya Papa dulu?""Oke."Eden melirik Daisy. Gadis kecil itu mengenakan jubah merah, pinggirnya dihiasi kain kotak-kotak, tampak seperti karakter kartun. Bagian tepi topinya dihiasi bulu kelinci yang lembut, membuatnya terlihat seperti boneka yang dipahat dengan sempurna. Imut dan hidup.Sekilas saja sudah terlihat, anak ini dibesarkan dengan penuh kasih sayang.Dulu, Eden tidak pernah merasakan suasana seperti ini. Di rumah lama, Zafran selalu menekankan aturan. Tidak boleh bicara saat makan, tidak boleh bersuar

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 386

    Wajar saja dia bertanya seperti itu.Kayden tinggal di bangunan utama, bahkan dibandingkan Javier dan yang lain, dia justru lebih berhak tinggal di sana. Tidak perlu pindah.Saphira sedikit mengernyit, tetapi ekspresinya tetap tenang. Aura wanita bangsawan terpancar jelas."Kay dan Luna 'kan baru nikah. Tinggal bersama kami yang sudah tua juga nggak menyenangkan. Aku dan ommu juga butuh ruang sendiri.""Awalnya, beberapa bangunan ini memang milik kalian masing-masing. Soal urusan orang tua kalian, memang generasi kami yang dulu kurang baik. Sekarang rumahnya sudah diberikan ke kalian, mau dibagi seperti apa, itu urusan kalian sendiri, bukan ranahku untuk ikut campur."Saphira sudah bertahun-tahun menjadi Nyonya Besar Keluarga Narasoma. Sikapnya tegas, anggun, berwibawa. Dia bukan meminta pendapat, tetapi memberi keputusan.Dengan nada tegas, Saphira berkata, "Ke depannya, kalian jalani hidup kalian sendiri. Tapi kalau ada yang berbuat nggak pantas, kami sebagai keluarga akan memberi sa

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 385

    Bangunan utama memang disiapkan untuk penerus Keluarga Narasoma di masa depan. Aturan itu sudah ditetapkan sejak awal.Javier adalah anak sulung, Kayden adalah cucu tertua, ditambah lagi dia sudah mengambil alih grup. Jadi, wajar saja kalau mereka menempati bangunan utama.Saphira menghela napas."Bangunan utama ini kamarnya banyak, sebenarnya tinggal bersama juga nggak masalah. Tapi anak-anak semakin besar, lebih baik tinggal terpisah. Aku hanya khawatir, Eden ini pikirannya lebih sensitif."Yang dia khawatirkan adalah setelah pindah, Eden akan berpikir terlalu jauh.Kenapa awalnya semua tinggal di bangunan utama. Namun begitu dia kembali, malah langsung dipisah?Padahal jaraknya memang dekat, tapi tetap saja, setelah pintu tertutup, masing-masing hidup sendiri. Tidak jauh berbeda dengan berpisah rumah."Aku sudah lihat ke sana. Beberapa furnitur juga perlu diganti. Tapi diganti salah, nggak diganti juga salah."Lunara sedikit terkejut. Dia sudah pernah berinteraksi dengan sebagian be

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status