LOGINCassandra merupakan seorang mahasiswi yang bekerja di bar malam, sampai sebuah kesalahpahaman konyol terjadi mempertemukannya dengan seorang pria asing yang ternyata agen elit dari lembaga rahasia Inggris. Semakin sering mereka dipertemukan, semakin sulit bagi pria itu menjaga jarak—meski setiap sentuhan dan dekapan justru menyeretnya lebih dalam ke dunia berbahaya yang seharusnya tak boleh ia masuki. Dan ketika ia menjadi target musuhnya, ia akhirnya sadar… pria yang terus berusaha melepaskannya itu mungkin adalah satu-satunya orang yang tak akan pernah benar-benar bisa pergi darinya.
View MoreCassandra Odelia Jhonson seorang mahasiswi tingkat akhir dan juga seorang pekerja paruh waktu disalah satu Bar cukup besar dipusat kota London! Cassandra atau biasa orang-orang yang mengenalnya memanggil dengan nama Cassie, mahasiswi cantik yang merupakan penglaris bagi Bar tempat dimana dia bekerja sebagai pekerja paruh waktu, selain dikenal karena kecantikannya Cassie juga selalu selalu terlihat ceria dan ramah apalagi jika sedang melayani pelanggan di Bar.
Ya, bisa dibilang Cassie merupakan karyawan kesayangan bagi bos tempatnya bekerja, akan tetapi meskipun menjadi karyawan kesayangan tetap saja Cassie harus berdebat hebat terlebih dahulu dengan bos tempatnya bekerja dikarenakan meminta cuti terlalu lama dan juga berbarengan cuti bersama pekerja paruh waktu lainnya yang tak lain merupakan sahabat dekat Cassie. Ava Florance, Ava merupakan rekan satu tempat pekerjaan dan juga satu kelas di kampus bersama dengan Cassie, keduanya memang sudah bersahabat cukup lama! Meskipun Ava harus turut terkena makian dari bos mereka di Bar karena mengambil cuti secara bersamaan, namun Ava yang sudah tercemar oleh erornya Cassie tidak memperdulikan ocehan dari bos mereka itu dan kekeh pergi liburan bersama Cassie di Jepang. “Yey, selamat datang di Jepang!” teriak Cassie. "Huhuhu, happy holiday!” sahut Ava. Keduanya mendarat dengan selamat di bandara Internasional Kansai! Setelah merasa lega karena akhirnya menginjakkan kaki di Jepang, keduanya langsung menaiki taxi untuk menuju hotel tempat mereka akan menginap, taxi yang mereka tumpangi kemudian mulai melaju membawa mereka berdua ke tempat tujuan. “Kau tau wajahnya nyaris seperti kepiting rebus,” ucap Ava sambil tertawa. “Babi rebus mungkin lebih tepatnya,” Cassie menimpali dan langsung tertawa terbahak-bahak. Tidak heran memang sejak masih berada didalam pesawat hingga sekarang perjalan menuju hotel tidak henti-hentinya membicarakan bos mereka, tidak heran bos mereka itu selalu dibuat emosi oleh tingkah Cassie dan Ava bukannya patuh yang ada Cassie dan Ava selalu menjadi sekutu dan sekubu melawan bos mereka! Meski begitu Cassie adalah gadis yang sangat baik hati walaupun kadang ucapannya susah direm, tapi hati Cassie itu selalu tulus pada orang-orang disekitarnya. Tibalah Cassie dan Ava didepan hotel yang sudah lebih dulu mereka booking dari jauh-jauh hari sebelum mereka tiba di Osaka, keduanya turun dari taxi dengan wajah menengadah keatas menatap gedung yang lumayan kecil untuk ukuran hotel bagi wisatawan. “Kau yakin ini hotelnya?” tanya Ava dengan tatapan seperti setengah aneh. “Ya, itu namanya tertulis jelas di plang sebelah sana!” ucap Cassie sambil masih terheran-heran. “Ini tidak mirip hotel Cassie,” ucap Ava dengan penuh keraguan. “Kau pikir dengan uang kita yang sedikit bisa booking hotel bintang lima atau hotel mewah dengan fasilitas kolam renang didepan kamarnya? Jangan mimpi, sudah cepat kita masuk aku sudah capek!” ucap Cassie. “Iya juga, cuma ini hotel paling murah,” ucap Ava sambil menghembuskan nafas dalam-dalam. Keduanya memasuki lobby hotel untuk lebih dulu melakukan check-in dengan seorang resepsionis wanita yang menyambut kedatangan keduanya sambil tersenyum ramah. Sementara dilantai atas hotel yang sama dengan yang dibooking oleh Cassandra dan Ava, sebuah operasi penggerebekan salah seorang pengedar narkoba tingkat dunia kini sedang menjadi target buruan anggota National Crime Agency, NCA merupakan lembaga penegak hukum yang bertugas memimpin upaya Inggris untuk memerangi kejahatan serius dan terorganisir, NCA juga sering disebut sebagai FBI-nya Inggris. Braden Davinci yang merupakan seorang anggota NCA berusia 30 tahun dialah team leader atau pemimpin anggota NCA Grade 5, selain dikenal karena keberaniannya Braden juga sering disebut pria paling tampan di organisasi NCA, pria tampan itu sengaja ikut turun langsung dalam operasi penangkapan karena buronan tersebut merupakan pengedar narkoba yang cukup besar di Inggris, selain itu juga buronan tersebut merupakan kunci untuk membongkar gembong narkoba yang lebih besar lagi nantinya. Informasi terakhir yang didapat oleh NCA, pengedar tersebut diketahui kabur ke Osaka Jepang sejak beberapa hari lalu sehingga membuat Braden dan timnya harus segera mengambil langkah untuk menangkap pria pengedar tersebut, dan lokasi yang diperoleh oleh Braden serta tim kepolisian Osaka, pengedar tersebut berada di salah satu kamar hotel disekitar hotel ini. Bersama dengan Henry Leonardo salah satu anggota Grade 5 yang merupakan teman baik Braden, keduanya baru selesai memeriksa sebuah kamar yang sempat dihuni oleh buronan tersebut! Braden dan Henry berjalan menuju lift yang berada didepan sana, dengan mengenakan pakaian serba hitam, topi yang menutupi separuh wajahnya serta masker yang berwarna senada, keduanya berjalan dengan terburu-buru. Disaat yang sama, Cassandra dan Ava baru saja keluar dari dalam lift sambil membawa koper mereka masing-masing, tas selempang dan beberapa barang ditangan, Cassandra dan Ava pun sibuk berbincang-bincang sambil berjalan setelah keluar dari lift! Brughhhh... Braden tanpa sengaja menabrak Cassandra yang berjalan berlawanan arah dengannya, hingga semua barang dan tas Cassandra pun jatuh kelantai! Namun sialnya, Braden sama sekali tidak meminta maaf dan tetap lanjut berjalan bersama Henry menuju lift. "Shit, hei kau!" teriak Cassandra. "Berhenti kalian!" teriak Ava. Braden dan Henry hanya menoleh sesaat dengan kedua pandangan mata Braden yang tertuju pada kecantikan Cassandra, namun setelah itu Braden dan Henry langsung masuk kedalam lift, meskipun Cassandra dan Ava sempat mengejar namun pintu lift sudah terlanjur tertutup. "Dasar pria gila tidak tau sopan santun bukannya meminta maaf, ini langsung pergi begitu saja!" umpat Cassandra. "Tapi pria gila tadi boleh juga Cass, meskipun wajah mereka tidak terlihat tapi tubuh kekar mereka itu uhhh benar-benar membuat rahimku bergetar!" ucap Ava. Cassandra memilih untuk tidak meladeni ucapan Ava yang dinilai tidak penting , dia segera membereskan tas dan barang-barangnya yang jatuh berserakan dilantai akibat ditabrak oleh Braden. Akhirnya setelah perjalanan cukup panjang, Cassandra dan Ava tiba juga didalam kamar mereka dan keduanya langsung merobohkan tubuh masing-masing diatas ranjang hotel untuk beristirahat sejenak. "Harumnya!" ucap Ava. "Harum apa?" harum Jepang!" jawabnya sambil tertawa kecil. Cassandra pun ikut tertawa padahal tadi sempat ada kejadian menyebalkan ditabrak oleh pria tanpa ada permintaan maaf, tapi kini mood Cassandra sudah kembali baik. Sementara itu Braden beserta timnya sudah mengalami lkelelahan karena sejak kedatangan mereka di Osaka langsung menjalankan tugas mereka untuk mencari kesana-kemari keberadaan pengedar tersebut, padahal sudah dibantu oleh kepolisian Osaka juga akan tetapi belum memuahkan hasil! Oleh sebab itu Braden pun memutuskan untuk rehat sejenak dalam mencari pengedar tersebut. Ia memerintahkan timnya untuk membubarkan diri bebas akan pergi makan atau ke tempat lainnya selama beberapa jam, sementara Braden dan Henry memutuskan untuk pergi bersama-sama. Hei, apa mungkin salah satu diantara kita akan booking wanita dalam film yang sering kita tonton?” tanya Henry. “Kita? Kau saja!” ucap Braden sambil tersenyum tipis seolah menepis jika dirinya tidak pernah menonton film Jepang yang menjadi pujaan para lelaki di dunia. “Ayolah bung, tidak mungkin kau tidak pernah menonton!” ucap Henry yang terus meledek Braden. “Aishhhh sudahlah, hentikan berbicara tentang itu otakmu semakin rusak nanti!” ucap Braden. “Biar rusak yang penting puas, bagaimana mau cari satu wanita untuk kita berdua?” tanya Henry yang kembali meledek atasannya itu. “Shit, jangan gila kau! Kita hanya memiliki waktu sebentar setelah makan dan minum kita lanjutkan pencarian," ucap Braden. “Ya ya ya, lagipula aku hanya bercanda,” ucap Henry. Keduanya kemudian memasuki salah satu resto lalu memesan dua mangkuk ramen dan juga minuman beralkohol. Braden dan Henry duduk dimeja dekat pintu keduanya kemudian bersantai sejenak sambil menikmati suasana santai dan melihat kearah luar resto dari jendela kaca disampingnya! Salju yang semakin menebal dijalanan membuat suhu di Osaka kian dingin sehingga makan ramen memang akan menjadi pilihan semua orang bukan hanya pilihan Braden dan Henry, namun juga menjadi pilihan dari dua gadis muda yang saat ini baru saja pergi meninggalkan kamar hotel mereka untuk mencari resto dengan menu ramen yang enak. “Cassie, kenapa kita tidak naik taxi saja?” tanya Ava. “Restonya dekat dari sini,” “Memang resto itu sudah terbukti ramennya enak?” “Tentu, bintang lima di g****e,” ucap Cassie. Keduanya kemudian berjalan ditengah turunnya salju, padahal sebenarnya jarak dari hotel mereka ke restoran itu ya lumayan sangat jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki, hanya saja Cassie memang sangat ingin berjalan kaki menikmati suasana kota Osaka. Lama berjalan Ava kemudian melirik kearah Cassie. “Cass, ini kenapa tidak sampai-sampai juga?” tanya Ava. “Sebentar lagi Av,” ucap Cassie sambil menahan tawa. Ava kemudian segera mencari di g****e handphone miliknya lokasi restoran yang akan mereka kunjungi itu! Kedua mata Ava langsung melotot tajam setelah melihat ternyata jarak restoran tersebut sangat jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki. “Cassie!” teriak Ava dengan kedua tangan yang sudah bersiap untuk mencengkram rambut Cassie. Sayangnya tanpa disadari Ava, sejak tadi ketika Ava mulai membuka ponselnya Cassie sudah beranjak menjauh dan kemudian berlari karena dia tau Ava akan menjambak dirinya jika sudah tau lokasi tempat restoran tersebut. Keduanya berlarian sepanjang jalan hingga akhirnya Cassie dan Ava melintas melewati kaca jendela kaca restoran, Braden dan Henry yang sedang menikmati ramen dan minuman beralkohol pun melihat kedua gadis itu berlarian hingga akhirnya keduanya langsung masuk kedalam restoran tanpa menyadari jika sejak tadi Braden dan Henry yang sedang memperhatikan keduanya. Ava yang masih tidak terima dibohongi oleh Cassie masih terus merengek namun Cassie terus tertawa sampai tidak sadar akibat berlarian dia menjatuhkan dompet yang dia taruh di kantong belakang celananya, mereka langsung pergi menuju meja paling belakang dibagian kanan restoran tersebut untuk menunggu pelayan memberikan buku menu. “Mereka lagi!” ucap Henry. “Ya, dia lagi,” ujar Braden sambil tersenyum tipis. Dikarenakan Braden dan Henry harus segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan informasi segala hal tentang jenazah pengedar tadi, Braden dan Henry pun memutuskan untuk segera pergi lagipula ramen yang keduanya santap sudah habis dan minum-minum pun tidak boleh terlalu banyak. Keduanya kemudian selesai membayar tagihan restoran lalu ketika menuju pintu keluar Braden tak sengaja menginjak dompet milik Cassie, diambilnya dompet tersebut oleh Braden dan begitu dompet itu dibuka Braden melihat kartu identitas Cassie yang ternyata Cassie adalah gadis asal London yang berarti itu sama dengan dirinya! Braden juga melihat kartu identitas mahasiswi juga ada name badge tertulis nama Cassie dan terdapat tulisan kecil nama bar tempatnya bekerja dibawah nama Cassie tersebut. “Hei bung, dompet gadis itu?” tanya Henry. “Ya,” “Kalau begitu cepat berikan saja pada kasir itu, para gadis itu pasti wisatawan disini bisa tremor jika kehilangan dompetnya iya kan?” “Ya,” ucap Braden sambil terus melihat-lihat seluruh isi dompet milik Cassie. Cassie yang hendak mengeluarkan dompet dari saku belakang celananya kemudian langsung menyadari jika dompetnya telah tiada, wajah Cassie pun langsung terlihat panik dan Cassie langsung berdiri dari tempat duduknya untuk memastikan jika dompet miliknya itu apakah ada disaku sebelahnya atau benar-benar telah hilang. “Cass, kau tidak usah menampilkan wajah pura-pura kaget begitu hanya agar aku berhenti marah! Come on Cass hampir satu jam kita berjalan kaki ya Tuhan kau benar-benar gila,” Namun Cassie masih terus menunjukkan ekspresi wajah paniknya. “Cass, kau kenapa?” tanya Ava yang juga mulai panik. “Dompet! Dompetku hilang!” ucap Cassie. “Kau bercanda?” “Aku serius Av, ya Tuhan!” “Ayo kita cari, pasti belum jauh! Ya Tuhan!” ucap Ava. Keduanya kemudian segera mencari-cari dompet milik Cassie hingga akhirnya keduanya menemukan Braden yang sedang anteng melihat-lihat isi dompet milik Cassie. “Lihat pria itu!” ucap Ava. “Dasar pencuri!” teriak Cassie. Semua orang pun menoleh kearah Cassie karena Cassie meneriaki Braden pencuri! Dengan langkah kaki seperti layaknya superman Cassie langsung merebut dompet miliknya dari tangan Braden dan tidak cukup sampai disitu Cassie pun langsung mengangkat lututnya untuk dia hentakkan kebagian paling mematikan bagi kaum pria. Buuggg… Aaaaaaa.. Braden meringis merasakan miliknya dihantam oleh lutut seorang wanita cantik dihadapannya itu! Beberapa pelayan pun segera menghampiri Cassie dan mencoba menenangkan Cassie supaya tidak ada keributan di restoran ini, para pelanggan restoran pun diminta untuk tidak menonton perkara ini. “Nona tenang!” “Bagaimana aku bisa tenang? Dia mencuri dan membongkar isi dompetku!” ucap Cassie dengan penuh emosi. “Tapi Cass, wajahnya tidak terlihat seperti pencuri,” ucap Ava dengan polosnya. “Kenapa kau malah membela pria itu? Kau tadi lihat bukan dia memegang dompetku dan membuka isinya?” tanya Cassie. “Nona mari kita bicara di ruangan lain!” ucap salah seorang pelayan. “Tidak! Panggil polisi sekarang juga!” ucap Cassie yang masih menggebu-gebu dan sangat marah pada Braden. Sementara Braden dan Henry keduanya hanya bisa memasang wajah polos dan bersikap tenang-tenang saja menghadapi gadis cantik itu tantrum sendirian. Pelayan pun setuju untuk memanggil polisi ke restoran tersebut, dan mereka semua dibawa ke salah satu ruangan untuk melihat cctv restoran secara bersama-sama! Dua orang polisi pun tiba di ruangan tersebut, kedua polisi yang melihat Braden dan Henry hendak menyapa karena memang mereka mengenal baik Henry dan juga Braden, kedua polisi itu juga adalah orang yang turut serta beberapa waktu lalu membantu Braden dan anggota NCA lain untun menggerebek pengedar di kamar hotelnya. Akan tetapi Braden pun menggelengkan kepalanya seolah memberi kode tidak perlu menyapanya dan fokus pada gadis yang sedang tantrum saja saat ini, polisi itu pun segera mengajak bicara Cassie. “Nona, maaf atas ketidaknyamanan anda!” “Aku tidak mau kata maaf, aku mau cepat buka CCTVnya dan penjarakan pria itu!” ucap Cassie sambil menunjuk kearah Braden. “Oh My God,” ucap Henry sambil berusaha menahan tawanya. “Kau tertawa? Kau mau milikmu aku hantam juga dengan lututku?” tanya Cassie. “Cass sabar!” ucap Ava. “Kau ini, kenapa kau malah membela mereka berdua? Menyebalkan,” ucap Cassie. “Baik, kita bukan CCTVnya! Silahkan!” ucap polisi Osaka itu pada pelayan restoran. Cctv pun dibuka dan terlihat dilayar monitor jika Braden memungut dompet Cassie yang tergeletak dilantai. “Tuh kan Cass, pria itu tidak mencurinya dia justru menemukan dompetmu,” ucap Ava. “Jika memang dia menemukan dompetku dan tidak berniat untuk mencurinya, kenapa dia tidak langsung berikan pada pelayan resto? Kenapa dia malah membongkar isi dompetku?” tanya Cassie. “Nona, temanku hanya ingin tau siapa pemilik dompet itu siapa tau bisa kami kembalikan secara langsung!” ucap Henry. Sementara Braden malah terlihat tersenyum kecil sambil menyimak pembicaraan ini! “Kami mohon maaf Sir atas hal ini,” ucap polisi Osaka pada Braden sambil membungkukkan kepalanya. “Sir?” tanya Cassie dan Ava. “Ya, kedua pria ini adalah anggota National Crime Agency dari Inggris, mereka tiba di Jepang untuk tugas negara menangkap salah satu kriminal yang berada di Jepang! Jadi nona, sangat tidak mungkin jika mereka mencuri dompet anda!” ucap polisi Osaka. “Ya Tuhan,” ucap Ava yang merasa tidak enak hati pada Braden dan juga Henry. Cassie terlihat mematung dan tidak mampu berkata-kata mengetahui pria yang dia tuduh maling ternyata anggota khusus penegak hukum di negaranya sendiri yaitu Inggris. “Kami harap anda bisa meminta maaf pada mereka!” ucap polisi Osaka. “Kami meminta maaf Tuan-Tuan penegak hukum, memang otak temanku sering sedikit telat berpikir cenderung bodoh dan tolol!” ucap Ava. “Temanmu? Maksudmu aku bodoh dan tolol?” tanya Cassie. “Sudahlah, cepat tundukkan kepalamu!” ucap Ava. Ava pun menundukkan kepalanya sebagai tanda meminta maaf pada Braden dan Henry, satu tangan Ava pun segera memegang kepala Cassie dan menundukkan kepal Cassie yang memang belum mau memberikan permintaan maaf pada Braden dan Henry. Polisi Osaka pamit, namun Cassie masih gengsi untuk meminta maaf secara sungguh-sungguh pada Braden! “Jika sudah tidak ada pembicaraan lagi diantara kita, kami boleh permisi sekarang nona-nona?” tanya Henry. “Ya tentu, semoga hari kalian baik,” ucap Ava. “Senang bertemu denganmu lagi,” ucap Braden pada Cassie. Cassie dan Ava pun tercengang dengan kata-kata Braden bertemu denganmu lagi, itu artinya sebelum ini mereka pernah bertemu? Namun Cassie dan Ava sama sekali tidak tau dan tidak ingat kapan mereka bertemu dengan Braden dan Henry sebelum ini. “Lagi? Memang kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Cassie. Akan tetapi Braden tidak menjawab pertanyaan dari Cassie dan segera beranjak pergi bersama Henry meninggalkan restoran. Membuat Cassie dan Ava masih bertanya-tanya. “Dasar pria aneh,” ucap Cassie. “Apa benar kita pernah bertemu mereka sebelumnya?” tanya Ava. “Sudahlah tidak usah dipikirkan ucapan pria itu, kita kembali saja ke meja kita!” ucap Cassie. Padahal didalam hatinya Cassie pun masih bertanya-tanya kapan sebenarnya dia bertemu sebelum ini dengan Braden. Sementara itu diperjalanan menuju ke rumah sakit kepolisian Osaka, Henry pun akhirnya tak bisa lagi menahan tawanya. “Sir, baru kali ini seorang sepertimu diteriaki maling,” ucap Henry. “Menarik bukan?” tanya Braden sambil tersenyum tipis. “Ya dia gadis yang cantik dan unik,” ucap Henry. Braden pun hanya bisa geleng-geleng kepala mengingat kejadian konyol tadi. “Tapi kenapa kau tidak mengajaknya berkenalan? Atau meminta nomor teleponnya mungkin?” tanya Henry. “Untuk apa? Jika aku sudah mengetahui semuanya dari dompet itu,” “Wow, sepertinya pemimpin kita ini selalu beberapa langkah lebih maju dari dugaanku!” ucap Henry.Cassie pun langsung melepaskan diri dari dekapan Braden sambil tersenyum, keduanya mendadak sama-sama salah tingkah!“Aku rasa aku haus,” ucap Cassie.“Ya Tuhan, aku sampai lupa kau baru selesai bekerja pasti haus dan lapar,” ucap Braden.“Lumayan,”“Baiklah, kita masuk ke cafe sana!” ucap Braden sambil menunjuk salah satu cafe.“Boleh,”“Oke,”Keduanya kemudian berjalan bersama menuju salah satu cafe, Braden melihat kearah tangan Cassie karena ada rasa ingin menggenggam tangan Cassie berjalan sambil bergandengan tangan, akan tetapi Braden takut Cassie merasa tidak nyaman jika hal itu dia lakukan. Karena itulah Braden memutuskan untuk tidak menggandeng Cassie walaupun sebenarnya dia ingin.Didalam cafe sambil menunggu pesanan mereka datang, Cassie dan Braden menceritakan tentang keluarga masing-masing, Cassie sedikit membocorkan rahasia tentang Ibunya yang super bawel dan ayahnya yang penggila lembur hingga malam hari, hal itu tak jarang membuat Cassie sebagai seorang anak tunggal san
Sembari menunggu waktu bekerja Cassie selesai pada jam dua belas malam nanti, Braden dan Henry pun mencari tempat duduk sambil bersantai berbincang ringan dan menikmati minuman mereka.Sesekali dari kejauhan Cassie masih curi-curi pandang kearah Braden, dan Braden selalu membalas curi-curi pandang Cassie dengan melempar senyum tipis dibibirnya! Cassie merasa cukup gerogi sekali bekerja malam ini karena ada seseorang yang dengan sengaja memang datang untuknya, bahkan menunggunya hingga nanti selesai bekerja. Melihat sikap gerogi Cassie membuat Master yang datang menghampirinya kemudian membantu Cassie yang super sibuk kedua tangannya meracik minuman.“Gugup?” tanya Master sang pemilik Bar.“Siapa yang gugup? Aku?” tanya Cassie yang berpura-pura terlibat biasa saja.“Sudahlah aku bisa melihat tingkahmu sejak tadi itu, pria disana? Itu kekasih barumu?” tanya Master.“Mau tau saja,” ucap Cassie.“Oh indahnya jatuh cinta! Jatuh cinta oh oh wahai pria tampanku, kemarilah! Kemarilah!” tidak
Rupanya lorong dibawah tanah yang menjadi jalan keluar darurat bagi para anggota mafia yang tersisa, pemilik pabrik dan juga para investor memiliki pintu rahasia yang dari atas hanya terlihat seperti rerumputan biasa, namun ternyata disitu lah jalan keluar mereka!Pintu itupun dibuka dari bawah tanah dan satu persatu dari mereka segera keluar dari lorong bawah tanah, disana sudah tersedia beberapa helikopter yang akan menjadi kendaraan mereka semua untuk melarikan diri agar tidak tertangkap.Henry dan Braden pun meminta anggota lain untuk menghandle bos mafia bernama Marcus Vega yang sudah tak berdaya dan kedua tangannya sudah terborgol untuk dimasukkan kedalam mobil tahanan, sementara Braden dan Henry segera menyusuri lorong bawah tanah untuk bisa menghentikan pelarian para mafia yang tersisa.Sayangnya, begitu Braden dan Henry berhasil menyusuri lorong bawah tanah dan keluar dari sana! Beberapa helikopter sudah berhasil mengudara, bahkan sang pemilik pabrik narkoba itu pun sempat me
Anggota mafia di menara pengawas melepaskan tembakan membabi buta, peluru menghantam aspal dan tanah di sekitar Tim B, menimbulkan debu tebal.Namun, anggota Tim B adalah veteran. Mereka bergerak lincah, beberapa turun dari motor sambil langsung mencari perlindungan di balik tumpukan drum atau pohon besar di pinggir jalan. Senjata otomatis mereka membalas. Tim B memfokuskan tembakan mereka ke menara pengawas.“Hancurkan mata-mata itu dulu!” teriak pemimpin Tim B, menggunakan radio internal helmnya.Dua anggota Tim B yang membawa senjata marksman dengan peredam suara, mengambil posisi berlutut dan melepaskan tembakan yang jauh lebih akurat. Peluru kaliber besar menembus kaca menara pengawas, mengenai dua penjaga di sana. Mereka ambruk, senjata mereka jatuh ke tanah. Menara pengawas pun senyap.Di belakang, mobil-mobil dari Group D (Braden, Henry, dan lainnya) serta Group C tiba. Braden melihat kepulan asap dan mendengar jelas suara tembakan. Rencana sepuluh menit menunggu sudah gagal.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.