공유

Bab 62

작가: Fitri
Dalam perjalanan pulang, Rupert dan Daisy sama-sama tertidur dengan bersandar di paha Lunara.

Mobil melambat di gerbang kompleks. Pak satpam melirik sekilas lalu langsung membuka palang. Kayden bertanya, "Gedung yang mana?"

"Yang paling depan, dekat sungai."

Kayden mengemudikan mobil masuk.

Saat itu Rupert terbangun dan merengek ingin ke toilet untuk buang air kecil. Di sekitar tidak ada toilet umum. Lunara tidak punya pilihan selain membawa Rupert naik ke atas.

Kayden mematikan mesin dan turun
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 452

    Di vila kecil itu, Carol duduk di sofa, tetapi hanya setengah bokongnya yang duduk. Bahkan saat pelayan meletakkan cangkir teh, dia bisa merasakan betapa kaku dan tertekannya Carol.Begitu Lunara membuka mulut, Carol langsung berdiri dari sofa. Lunara sampai merasa lucu."Duduk saja. Kalau Om Hardi turun nanti, aku suruh dia jemput kamu di sini.""Baik, terima kasih."Setelah duduk kembali, Carol menyesap teh. Entah sebenarnya dia merasakan rasa teh itu atau tidak, yang jelas tatapannya terus melirik ke arah gedung utama.Melihat itu, Lunara juga tidak bertanya apa pun. Dia hanya mengangkat cangkir tehnya dan ikut minum, lalu sibuk memproses pekerjaan di ponselnya.Seri Kepompong Pecah sudah memasuki tahap akhir produksi. Keahlian Pasha memang luar biasa. Banyak detail yang bahkan tidak terpikirkan oleh Lunara dan Casya, dan harus disempurnakan dengan pengalaman puluhan tahun sang ahli.Hanya dengan melihat cincin itu, Lunara dan Casya sudah sangat terpukau. Mereka sudah berusaha sepen

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 451

    Jadi, maknanya sudah berbeda.Hilda langsung tidak senang. "Apa maksudmu? Kalau kamu memang memandang rendah keluargaku, batalkan saja pertunangan ini!"Eden mendengus dingin. "Boleh. Tapi semua kontrak dan perkara hukum yang ayahmu kirim itu juga dibawa kembali saja."Eden belajar hukum. Begitu bertunangan, Keluarga Handoko langsung mengirim setumpuk kasus hukum untuk ditangani Eden.Hal-hal itu memang membuat Eden pusing, tetapi bukan berarti tidak bisa ditangani. Anggap saja sebagai sumber kasus untuknya.Namun, Keluarga Handoko berbeda. Keluarga Handoko juga tidak terlalu peduli pada Hilda sebagai anak perempuan mereka.Terlebih lagi, bisa menikahkan Hilda ke Keluarga Narasoma saja sudah membuat mereka merasa naik derajat. Mana mungkin mereka rela membatalkan pertunangan.Hardi langsung terdiam. Tatapannya pada Eden dipenuhi rasa asing. Sejak kecil Eden selalu penurut, sensitif, berhati lembut, tidak punya banyak pendapat sendiri, juga tidak dominan. Bisa dibilang dia yang paling d

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 450

    Di meja makan, suasana langsung hening sesaat.Lunara menyesap semangkuk sup.Setiap kali semua anggota Keluarga Narasoma berkumpul dan makan bersama, pasti selalu ada tontonan menarik.Lunara tetap tenang, seolah-olah dirinya hanya orang luar yang sedang menonton drama. Dia mengambilkan sedikit makanan untuk Daisy dan menyuruhnya makan pelan-pelan.Tatapan Zafran sebenarnya masih tertuju pada Daisy, tetapi begitu mendengar ucapan pelayan tadi, selera makannya langsung hilang."Kalau dia datang sendiri nggak masalah. Tapi kalau bawa orang, Keluarga Narasoma nggak akan mengakuinya."Pelayan itu tampak serbasalah. "Tuan Hardi sudah sampai di depan pintu."Suara Hardi terdengar dari luar. "Ayah, Eden tunangan, aku sebagai ayahnya tentu harus pulang melihat anak dan calon menantuku! Kalau Ayah menghalangiku begini, ya aku pergi lagi saja!"Wajah Zafran langsung memerah karena marah, sampai hampir pingsan di tempat.Javier buru-buru berdiri dan menepuk punggung Zafran untuk menenangkan. "Ay

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 449

    Sekarang Zafran sudah datang, Lunara dan Kayden pun harus datang ke bangunan utama untuk makan malam.Hilda mendengus dingin. Dia berdiri sambil mengangkat gelas anggur. "Maaf ya, Kak Luna. Waktu itu aku ngomong sembarangan. Aku benar-benar sudah tahu salah, jadi jangan marah lagi ya."Lunara tampak terkejut. "Bukannya aku sudah maafin kamu waktu itu? Aku nggak marah kok. Tadi pagi aku bahkan suruh orang antarkan pai apel untuk kalian, tapi katanya kamu nggak suka apel, jadi dikembalikan lagi."Hilda terdiam, lalu refleks menoleh menatap Eden. Dia sudah tidak tinggal di vila kecil itu. Lagi pula, dia dan Eden sama sekali tidak akrab, jadi bagaimana Eden bisa tahu dia tidak suka apel?Eden berkata dengan tenang, "Beberapa hari lalu kamu bilang paling benci makan apel."Hilda langsung kehabisan kata-kata. Itu karena dia melihat pohon apel yang dibeli Lunara untuk Kayden!Waktu pulang, dia sempat menggerutu marah, bilang dia tidak suka apel dan hadiah seperti itu cuma cocok diberikan oran

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 448

    Keesokan harinya, Brenda langsung diberhentikan dan diminta keluar oleh Amy.Orang-orang lain di dalam tim tidak mengerti apa yang terjadi. Ada yang ingin bertanya, tetapi mereka teringat semalam Amy masuk ke kamar Lunara dan baru keluar lama setelahnya.Seketika, mereka merasa kemungkinan besar itu memang keputusan sang nyonya. Nyonya terlihat lembut dan tidak banyak menunjukkan emosi, tidak disangka tindakannya begitu tegas dan cepat.Untuk sesaat, beberapa orang langsung merasa waswas dan berpikir mereka harus melakukan pekerjaan masing-masing dengan baik. Tidak mudah menemukan majikan sebaik orang Keluarga Narasoma.Mereka juga tidak peduli sebenarnya apa yang telah dilakukan Brenda. Mereka hanya tahu, kalau sampai dipecat, berarti Brenda sudah melakukan sesuatu yang membuat Lunara tidak bisa lagi menoleransinya.Brenda terkejut. "Apa ada yang kurang bagus dengan pekerjaanku? Kenapa aku dipecat?"Amy sudah mengenal Brenda selama beberapa tahun. Dia juga pernah membimbing Brenda sen

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 447

    "Kalau nggak, menurutmu dia pakai apa buat menaklukkan Kayden? Dengan badan kayak begitu, aku rela dilecehkan.""Kalau wanita begitu yang lecehin kamu, itu malah hadiah buat kamu."Tatapan Kayden melirik ke sana dan bertemu dengan dua mahasiswa yang asal berbicara itu. Begitu merasakan tatapan dinginnya, mereka langsung diam dan mempercepat langkah pergi.Kayden menarik Lunara ke samping. Dia melepas jaket yang dipakainya, lalu memakaikannya pada Lunara sambil berkata dengan nada kesal, "Nggak usah temani aku. Kamu larinya terlalu lambat, malah bikin repot. Tunggu di sini."Memang dari awal Lunara juga tidak benar-benar ingin lari. Dia hanya mencari alasan untuk menemani Kayden.Setelah dibilang begitu, dia langsung mencari tempat di sudut dan mengeluarkan tablet untuk menggambar.Namun, baru selesai membuat sketsa kasar, dia mendengar keributan dari depan."Jangan berkelahi!""Kenapa kamu tiba-tiba mukul orang?"Lunara berdiri di atas tangga dan melihat ke sana, baru sadar kalau orang

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status