Share

Bab 976

Author: Fitri
Meskipun sudah kembali, masih ada segudang urusan yang harus ditangani.

Elina kembali ke rumahnya sendiri.

Rumah itu dibelinya sebelum pergi ke luar negeri. Namun, sebelumnya dia selalu tinggal di tempat Silvar. Sejak rumah ini selesai direnovasi hingga sekarang, hari ini adalah pertama kalinya rumah itu benar-benar ditempati.

Elina berdiri di dalam rumah sambil melihat sekeliling.

Rumah itu terang, tata ruangnya rapi dan lapang. Ini adalah rumah bagus yang dipilihnya dengan cermat sesuai selera
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 977

    Di dalam hotel terdapat cukup banyak produk terkait yang menjadi bahan diskusi dalam acara jamuan kali ini.Elina mengenakan gaun berwarna ungu muda. Bahan satin yang melekat di tubuhnya menonjolkan lekuk tubuhnya dengan sempurna. Dia juga mengenakan perhiasan produksi Spring & Co, dan setiap aksesori yang dipakainya tampak serasi dan pas.Selama berada di luar negeri, dia juga sering menghadiri acara jamuan seperti ini, sehingga sudah sangat terbiasa menghadapi suasana semacam ini.Entah sengaja atau tidak, Reyhan mengenakan dasi kotak-kotak berwarna ungu muda. Saat berdiri bersama Elina, penampilan mereka terlihat seperti mengenakan pakaian pasangan.Seseorang yang mengenal mereka berdua melihat mereka dan tersenyum."Bu Elina, lama nggak ketemu. Sekarang sedang menjalin hubungan dengan Pak Reyhan?"Elina tersenyum lembut. "Aku dan Pak Reyhan berteman cukup baik. Kalau soal lainnya sih ... Pak Darwan jangan godain aku lagi, deh."Orang itu memang hanya berniat bercanda dan tidak berm

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 976

    Meskipun sudah kembali, masih ada segudang urusan yang harus ditangani.Elina kembali ke rumahnya sendiri.Rumah itu dibelinya sebelum pergi ke luar negeri. Namun, sebelumnya dia selalu tinggal di tempat Silvar. Sejak rumah ini selesai direnovasi hingga sekarang, hari ini adalah pertama kalinya rumah itu benar-benar ditempati.Elina berdiri di dalam rumah sambil melihat sekeliling.Rumah itu terang, tata ruangnya rapi dan lapang. Ini adalah rumah bagus yang dipilihnya dengan cermat sesuai seleranya sendiri.Barang yang dibawanya pulang tidak banyak.Hanya beberapa set pakaian ganti dan hadiah yang dibelinya di luar negeri, yang rencananya akan dibagikan dalam beberapa hari ini.Saat sedang membereskan rumah, ponselnya berdering. Elina berjalan mendekat dan mengangkat telepon. Dari seberang terdengar suara seorang pria, "Sudah pulang? Kapan aku boleh mentraktirmu makan?""Nggak usah. Aku baru saja pulang dan besok masih harus kembali ke kantor untuk melapor. Nanti kalau ada waktu, biar

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 975

    Sisi negatifnya, Silvar benar-benar keras kepala.Apa pun yang dikatakan kepadanya, Silvar tidak pernah mau mendengarkan. Fakta bahwa dia masih bersedia meluangkan waktu untuk makan bersama mereka kali ini juga semata-mata karena hubungan persaudaraan.Sienna terdiam sejenak."Memang Ibu yang minta kami mencarimu. Tapi aku tahu kamu nggak suka mendengarnya, jadi nggak usah dibahas lagi. Ayo makan."Silvar kembali menggerakkan sendoknya dengan tenang.Tentu saja dia tahu ini adalah keinginan Nancy. Namun selama dua tahun terakhir, pertengkaran antara dirinya dan Nancy semakin parah. Hampir setiap kali bertemu, mereka pasti bertengkar hebat.Beberapa bulan lalu, Nancy menggunakan alasan bahwa dia sedang sakit untuk meminta Silvar pulang.Begitu Silvar sampai di rumah, ponselnya langsung disita. Nancy mengurungnya di kamar dan melarangnya keluar. Dia memaksa Silvar tetap berada di rumah dan menemui gadis yang sudah diaturnya untuk kencan buta.Silvar akhirnya kabur lewat jendela dan melom

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 974

    Di meja sebelah duduk Shane dan Sienna.Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, hidangan yang dipesan Lunara dan Elina mulai berdatangan satu per satu. Dari meja sebelah juga terdengar suara kursi yang digeser.Tak lama kemudian, terdengar suara Silvar."Kak, kenapa kamu mendesakku terus? Tadi jalanan macet.""Kamu masih berani bilang begitu? Susah sekali ajak kamu makan sama-sama. Kamu benar-benar orang sibuk sekarang."Silvar tertawa kecil.Shane meliriknya. "Sudah berapa lama kamu nggak pulang? Kamu benar-benar mau terus begini sama Ibu?""Aku nggak bertengkar sama dia. Aku cuma sibuk."Setelah Elina pergi ke luar negeri dua tahun lalu, Nancy meminta Silvar pergi kencan buta dan memblokir semua kartu miliknya.Silvar pun meninggalkan Keluarga Rasputi dan mulai merintis bisnis sendiri. Dalam dua tahun terakhir, perusahaannya berkembang cukup baik dan skalanya juga terus membesar.Hanya saja, dia tidak pernah pulang.Nancy kemudian meminta Silvar menemui seorang gadis. Katanya, gadis

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 973

    Memang benar begitu, tetapi ketahuan oleh Gaia dan yang lainnya tetap membuat wajah Lunara terasa panas. Dia juga penasaran, bagaimana Kayden bisa selalu setenang dan sesantai itu setiap kali, seolah tidak terjadi apa-apa.Setelah mendorong Kayden turun dari mobil, Lunara langsung menginjak pedal gas dan pergi.Kayden berdiri di tempat. Dia menatap mobil Lunara yang melaju semakin jauh, lalu mengangkat tangan dan memijat pelipisnya. Dia tertawa pelan dengan sangat lembut."Istriku benar-benar tega."Sebuah mobil di sebelahnya masuk ke tempat parkir.Zaid membuka pintu dan turun dari mobil. Begitu turun, dia langsung melihat Kayden berdiri di sana dengan senyum semringah dan wajah penuh kebahagiaan."Pagi, Pak Kayden. Pagi-pagi begini sudah senang sekali?""Kamu nggak punya istri yang mengantarmu kerja. Kamu nggak akan mengerti."Zaid terdiam.'Memang aku belum punya istri, tapi aku punya pacar, tahu?'Belakangan ini Sarah sibuk belajar dan mempersiapkan ujian sertifikasi. Sudah lama se

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 972

    Daisy menggeleng sambil mengayun-ayunkan kakinya dan terus makan."Nggak mau. Fishie juga lucu."Sasa masih terlalu kecil, sementara Jaden sedang berada di usia yang paling seru untuk diajak bermain."Kalau begitu, waktu lain kali tantemu bawa Sasa pulang. Mama ajak kamu main sama dia."Daisy mengangguk, lalu berpikir dengan serius."Mama, kamu harus lihat dulu aku ada waktu atau nggak. Aku masih punya banyak kelas."Jadwal kelas Daisy memang sangat padat. Melihatnya saja, Lunara merasa putrinya cukup kelelahan.Saat masih kecil, Lunara juga mempelajari banyak hal. Namun, kebanyakan tidak pernah dia tekuni sampai tuntas. Setelah beberapa waktu, dia pasti merengek dan memaksa Orion membatalkan kelasnya.Namun, Daisy justru sangat menyukai kelas-kelas itu. Dalam hal ini, mungkin dia memang mirip Kayden.Daisy sangat suka mempelajari hal-hal baru. Dia juga menikmati perasaan saat berhasil meraih peringkat pertama berkat kerja kerasnya selama mengikuti kelas dan berdiri di posisi teratas.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status