Obsesi Setelah Cerai: Mantan Suamiku Memintaku Tinggal Serumah

Obsesi Setelah Cerai: Mantan Suamiku Memintaku Tinggal Serumah

Par:  Dewi SangaEn cours
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel12goodnovel
10
2 Notes. 2 commentaires
100Chapitres
4.4KVues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Isabelle dan Christian telah menikah selama dua tahun. Suatu hari, Isabelle tidak sengaja mendengar adik perempuan Christian bertanya padanya, "Kalau kamu harus pilih antara Kak Belle dan Sharon jadi istrimu, siapa yang akan kamu pilih?" Christian menjawab, "Sharon." Mendengar jawaban itu, Isabelle mengajukan gugatan cerai dengan tenang. Tak disangka, pada hari terakhir masa tenang, dia mengetahui dirinya hamil dan Christian juga memergokinya. Dia langsung mengatakan ingin melakukan aborsi. Akan tetapi, dokter mengatakan bahwa karena alasan kesehatan, dia tidak dapat melakukan aborsi. Christian memberi Isabelle dua pilihan. Pertama, membatalkan perceraian mereka. Kedua, mereka tetap bercerai dan hak asuh anak akan diberikan kepada Isabelle, tetapi Isabelle harus tinggal bersamanya selama masa kehamilan. Isabelle memilih pilihan kedua. Dengan begitu, dia pun memulai kehidupan serumah dengan mantan suaminya .... Setelah tinggal bersama, Isabelle menemukan bahwa mantan suaminya yang gila kerja dan biasanya bekerja setahun penuh tanpa libur telah menjadi orang yang berbeda. Setiap hari, Christian pulang tepat waktu dan suka menempel padanya. Pria itu juga begitu perhatian padanya dengan menggunakan alasan bahwa itu baik untuk janin. Kemudian, anak itu lahir. Christian memeluk Isabelle yang sedang menggendong anak mereka, lalu mencium keningnya dengan lembut dan berbisik, "Anak ini milikmu, sedangkan kamu milikku."

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1

"Christian, kita cerai saja. Kamu yang putuskan soal pembagian harta. Setelah cerai, kuharap kita nggak lagi ...."

Isabelle Gusnadi yang duduk di tepi tempat tidur sedang menyusun kata-katanya. Ketika pintu kamar mandi terbuka, dia seketika membeku. Kemudian, dia secara refleks berdiri dan melihat ke arah kamar mandi.

Beberapa detik kemudian, seorang pria tampan yang berperawakan tinggi dan tegap berjalan keluar. Tubuhnya hanya ditutupi handuk di bagian pinggang. Dalam cahaya remang-remang kamar tidur, Isabelle melihat setetes air jatuh dari rambutnya yang masih setengah basah. Air itu mengalir ke garis rahangnya yang tegas dan ke perutnya yang berotot.

Saat pria itu berjalan mendekatinya, Isabelle langsung tersadar dari lamunannya. Dia menarik napas dalam-dalam dan berniat mengucapkan kata-kata yang telah dia latih puluhan kali.

"Christian, kita ...."

Baru saja Isabelle mulai berbicara, pria itu sudah memeluknya. Christian Kusuma menggunakan tangannya yang besar untuk menangkup bagian belakang kepala Isabelle, lalu menunduk dan mencium bibirnya.

"Umph ...."

Kata-kata Isabelle pun terputus oleh ciuman penuh gairah pria itu. Dia mendorong dada Christian yang telanjang, tetapi pria itu menahan pinggangnya dan menariknya ke arah tempat tidur sambil terus menciumnya.

Christian selalu bersikap dingin, tenang, dan penuh kendali. Hanya di atas ranjang dia menunjukkan sisi dirinya yang begitu bergairah dan lepas kendali. Seperti sekarang, dia menindih Isabelle di atas ranjang dan mencium wanita itu dengan penuh gairah, sementara satu tangannya melepas ikat pinggang gaun tidur Isabelle dengan cekatan dan terampil.

"Christian, jangan ...." Isabelle berusaha menghindar dari ciuman Christian dan berkata dengan terengah-engah, "Ada yang mau kukatakan padamu."

Gerakan Christian terhenti sejenak. Napasnya yang cepat dan panas bercampur dengan napas Isabelle. Matanya yang gelap dipenuhi hasrat membara.

"Tunggu sampai selesai dulu."

Suara pria itu terdengar serak dan sedikit terengah-engah. Seusai berbicara, dia kembali membungkam bibir Isabelle dan menelan semua kata-kata yang hendak diucapkan wanita itu.

Napas Isabelle menjadi tidak teratur karena ciuman itu. Kepalanya terasa pusing karena kekurangan oksigen. Dia menekan dada Christian yang bidang dan mencoba mendorong pria itu menjauh. Akan tetapi, Christian justru memanfaatkan kesempatan itu untuk menahan tangannya di kedua sisi tubuh ....

Pada saat-saat seperti ini, Christian sangat jarang berbicara dan hanya bertindak.

Di bawah cahaya lampu yang temaram, suasana penuh gairah menyelimuti dua insan yang berpelukan mesra di atas ranjang.

...

Hingga tengah malam, Christian baru melepaskan Isabelle. Berhubung sudah "disiksa" sepanjang malam, Isabelle benar-benar kelelahan. Pada saat ini, dia biasanya akan bersandar dalam pelukan pria itu dan tidur dengan nyenyak.

Namun, malam ini berbeda. Isabelle masih harus membahas masalah perceraian dengan Christian. Meskipun pria itu telah menghancurkan semua persiapan mentalnya, dia tetap harus membicarakan hal itu.

"Christian."

Isabelle mencoba mendorong dada pria itu. Namun, tubuhnya masih lemas dan tak bertenaga setelah momen penuh gairah barusan. Dorongan itu lebih terasa seperti belaian ringan yang menggoda.

Di bawah cahaya lembut, wanita itu mengangkat pandangannya. Sudut matanya bersemu merah, sementara mata indahnya yang berkabut terlihat sayu dan memikat. Bahkan ucapan yang keluar di sela-sela napasnya yang memburu juga tanpa sadar terdengar begitu manja dan menggoda.

"Aku mau ... mau ...."

Sebelum Isabelle mengucapkan kata-kata "bercerai denganmu", pria itu tiba-tiba berguling dan menindihnya.

"Kamu begitu bergairah malam ini?"

Christian menundukkan kepalanya, lalu menggigit cuping telinga Isabelle. Suaranya yang serak dan seksi diwarnai nada menggoda yang menunjukkan betapa dia menikmati momen itu.

Isabelle yang masih linglung pun merasa bingung. Sebelum dia memahami maksud Christian, ciuman pria itu telah berpindah dari cuping telinga ke pipinya.

"Mau? Aku akan memuaskanmu."

Christian tiba-tiba menarik pinggang ramping Isabelle sehingga tubuh mereka kembali rapat. Begitu selesai berbicara, dia langsung mencium bibir Isabelle dengan penuh gairah.

Mata Isabelle seketika melebar. Apa maksud Christian dengan memuaskannya? Apa yang dipikirkan pria itu? Siapa bilang itu yang dia inginkan?

"Aku ... aku bukan mau ...."

Penjelasan yang terputus-putus itu susah payah keluar dari bibir Isabelle, tetapi kembali tenggelam dalam ciuman Christian yang penuh gairah. Kehangatan dan dominasi pria itu seolah menyelimuti seluruh tubuhnya.

Tak lama kemudian, Isabelle terseret ke dalam babak baru "pertempuran sengit". Pria itu tidak berhenti sepanjang malam.

...

Keesokan harinya, Isabelle baru bangun pada siang hari. Dia berusaha mengangkat tubuhnya yang lemas dan pegal untuk duduk. Sesuai dugaan, sosok pria itu sudah tidak terlihat dalam kamar.

Sebagai presdir Grup Kusuma, perusahaan terbesar di ibu kota, Christian adalah seorang workaholic sejati. Isabelle telah menikah dengannya selama dua tahun. Selain berhubungan intim di malam hari, mereka sebenarnya jarang menghabiskan waktu bersama.

Berangkat pagi dan pulang larut malam sudah menjadi rutinitas Christian. Selain itu, dia juga sering melakukan perjalanan bisnis.

Isabelle meraih ponselnya di meja samping tempat tidur. Ketika hendak memeriksa waktu, dia melihat ada pesan dari Christian.

[ Aku harus melakukan perjalanan bisnis ke Kota Hawko hari ini. Aku akan kembali tiga hari lagi. ]

Pantas saja semalam pria itu begitu bergairah, bahkan membuatnya tidak memiliki kesempatan untuk mengucapkan sepatah kata pun. Isabelle mengira itu karena Christian sudah menahan diri seminggu akibat masa haidnya. Ternyata, itu karena Christian harus melakukan perjalanan bisnis hari ini.

Setiap kali sebelum melakukan perjalanan bisnis, Christian selalu sangat bergairah dan menuntut di tempat tidur, seolah-olah ingin melepaskan semua hasratnya sekaligus.

Tanpa berpikir panjang, Isabelle segera menelepon Christian. Panggilan itu segera diangkat. Suara pria yang biasanya tenang namun memesona terdengar dari ujung telepon. "Sudah bangun?"

Jari-jari Isabelle yang menggenggam ponsel sedikit berkedut. "Emm."

Ada keheningan sesaat di ujung telepon. Isabelle menarik napas dalam-dalam sebelum berkata, "Christian, apa kamu lagi senggang? Ada yang mau kubicarakan denganmu."

Christian bertanya, "Ada apa?"

"Aku ...." Baru saja Isabelle hendak berbicara, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita dari ujung telepon.

"Chris, aku pergi ganti baju renang dulu. Sampai jumpa di kolam renang."

Mendengar suara itu, Isabelle merasa telinganya berdengung sesaat dan tubuhnya juga seketika menegang. Itu adalah suara Sharon Kurnia.

Jadi, Christian pergi ke Kota Hawko bersama Sharon? Sharon mau mengganti baju renang dan mereka akan bertemu di kolam renang? Bukankah pria itu mengatakan dia sedang dalam perjalanan bisnis?

Setelah beberapa detik hening, terdengar suara Christian berkata, "Aku lagi sibuk. Kita bicara saja setelah aku kembali. Sudah dulu, ya."

Pria itu langsung mengakhiri panggilan.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

commentaires

Cilla Cindy
Cilla Cindy
harus lanjut kak author.. ceritanya bagus,fokus ke ml dan fl nggak bertele tele,lucu dan bikin greget..
2026-09-23 10:41:48
2
0
Fanny Tasya (Fanta)
Fanny Tasya (Fanta)
ayok author, lanjuttin ceritanya. ditunggu, seru bagus ceritanya soalnya
2026-08-29 22:58:56
0
0
100
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status