Se connecterIsabelle dan Christian telah menikah selama dua tahun. Suatu hari, Isabelle tidak sengaja mendengar adik perempuan Christian bertanya padanya, "Kalau kamu harus pilih antara Kak Belle dan Sharon jadi istrimu, siapa yang akan kamu pilih?" Christian menjawab, "Sharon." Mendengar jawaban itu, Isabelle mengajukan gugatan cerai dengan tenang. Tak disangka, pada hari terakhir masa tenang, dia mengetahui dirinya hamil dan Christian juga memergokinya. Dia langsung mengatakan ingin melakukan aborsi. Akan tetapi, dokter mengatakan bahwa karena alasan kesehatan, dia tidak dapat melakukan aborsi. Christian memberi Isabelle dua pilihan. Pertama, membatalkan perceraian mereka. Kedua, mereka tetap bercerai dan hak asuh anak akan diberikan kepada Isabelle, tetapi Isabelle harus tinggal bersamanya selama masa kehamilan. Isabelle memilih pilihan kedua. Dengan begitu, dia pun memulai kehidupan serumah dengan mantan suaminya .... Setelah tinggal bersama, Isabelle menemukan bahwa mantan suaminya yang gila kerja dan biasanya bekerja setahun penuh tanpa libur telah menjadi orang yang berbeda. Setiap hari, Christian pulang tepat waktu dan suka menempel padanya. Pria itu juga begitu perhatian padanya dengan menggunakan alasan bahwa itu baik untuk janin. Kemudian, anak itu lahir. Christian memeluk Isabelle yang sedang menggendong anak mereka, lalu mencium keningnya dengan lembut dan berbisik, "Anak ini milikmu, sedangkan kamu milikku."
Voir plusAmina mengambilkan udang tumis saus untuk Isabelle.Ketika melihatnya, Isabelle buru-buru memegang mangkuk dengan kedua tangan untuk menerima makanan tersebut. "Terima kasih, Nek."Sekarang Isabelle sedang tidak berselera makan makanan yang berminyak. Hanya saja, berhubung Nenek mengambilkan makanan untuknya, tidaklah sopan jika Isabelle tidak menghabiskannya.Di bawah tatapan orang-orang yang duduk mengelilingi meja, Isabelle mengambil udang di dalam mangkuk, lalu menggigitnya. Rasa saus yang pekat dan minyak yang terasa kuat langsung membuatnya tidak nyaman."Gimana, Kak Belle? Enak, ‘kan? Ini salah satu hidangan yang paling aku suka belakangan ini." Mata Nadia berbinar penuh semangat, seperti sedang merekomendasikan makanan favoritnya.Isabelle terpaksa menelan udang itu. Seketika dia merasa mual, tetapi karena beberapa pasang mata sedang memperhatikannya, dia tidak berani menunjukkannya. Dia hanya menahan rasa tidak nyaman itu dan tersenyum kepada Nadia. "Enak."Christian mengambi
Christian mengangkat kepala untuk menatap neneknya. "Apa … yang Nenek maksud?""Nenek nggak pernah mengkhawatirkanmu dalam masalah pekerjaan." Amina menatapnya. "Yang kumaksud tentu saja adalah masalah asmaramu."Ketika menatap sepasang mata yang seolah-olah bisa membaca semuanya, Christian segera mengalihkan tatapannya. Amina bertanya, "Apa kamu nggak ingin mengatakannya?""Nek, aku bisa mengatasi masalahku sendiri dengan baik.""Apa kamu yakin?"Christian menjawab, "Yakin.""Oke, aku juga sudah meneguri ibumu. Dia nggak akan berani menggunakan Sharon untuk mengganggumu lagi."Amina tidak memaksa Christian untuk menjelaskan. Dia berjalan pergi hendak keluar dari ruangan. Ketika melintasi sisi Christian, dia sengaja melirik pakaian yang dikenakan Christian hari ini. "Bagus. Kamu sudah tahu cara menggunakan siasat yang nggak terduga."Amina menepuk bahu cucunya dengan penuh apresiasi, lalu bercanda, "Siapa tahu, jurus pria tampan ternyata benar-benar ampuh untuk istrimu."Mendengar itu
Ternyata memang benar. Julukan "Wanita Besi" yang dulu begitu terkenal di kalangan bisnis ibu kota memang bukan tanpa alasan.Aura kuat yang terpancar darinya terasa agak familier bagi Isabelle. Setelah merenung sejenak, barulah dia tersadar, ternyata ada bayangan Amina dalam diri Christian."Nggak tahu diri." Amina menatap Julia dengan sorot mata yang menunjukkan kekecewaan karena tidak memenuhi harapannya.Trik kecil Julia sama sekali tidak berarti di matanya. Tanpa perlu mencari tahu, Amina sudah tahu bahwa Sharon bisa datang karena dipancing oleh Julia."Jelas-jelas kamu tahu Keluarga Kurnia pernah merencanakan pernikahan bisnis dengan keluarga kita. Kenapa kamu malah memancing dia untuk datang ke rumah kita? Apa untuk mempermalukan menantumu? Apa kamu nggak bisa membedakan mana anggota keluarga dan mana orang luar?"Ketika mendengar ucapan Amina, hati Isabelle seketika bergetar dan matanya juga sedikit memanas. Dia sungguh tidak menyangka Amina akan begitu membelanya.Dulu, saat I
Amina sangat memperhatikan tata krama saat menjamu tamu, tetapi dia juga selalu menepati perkataannya.Tadi, Amina mengatakan bahwa Sharon hanya perlu minum secangkir teh, lalu pergi. Dia benar-benar hanya memberi Sharon waktu untuk menghabiskan satu cangkir teh.Saat cangkir teh Sharon sudah kosong, Amina berkata, "Sharon, Nenek sudah menerima niat baikmu. Terima kasih sudah datang."Setelah itu, Amina langsung mengalihkan pembicaraan. "Sebentar lagi sudah jam makan siang, hari ini cucu menantuku khusus pulang untuk menemaniku makan. Jadi, aku nggak menahanmu lagi."Ucapan itu bukan sekadar mengusir tamu secara halus, lebih tepatnya juga menunjukkan dukungannya kepada Isabelle secara terang-terangan.Isabelle dapat menangkap maksud di balik perkataan itu. Sharon tentu saja juga memahaminya. Sharon pun langsung menatap Julia dengan tatapan memohon bantuan.Kali ini, Julia tidak berani melawan maksud Amina. Dia terpaksa memberi isyarat agar Sharon pergi terlebih dahulu.Sharon menatap C






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires